
‘Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Raja? Bagaimana seorang gadis yang masih muda menjadi penerus Kerajaan?’
‘Bagaimana nasib Ardorarias dipimpin oleh seorang gadis muda yang tinggal dan besar di luar Istana?’
‘Sebenarnya apa yang terjadi? Raja masih sehat namun kenapa ia malah memilih putrinya mengambil alih takhta Raja.’
‘Aku adalah teman dari Putri Elena sewaktu kuliah dulu, Putri Elena orang yang baik dan sangat pintar. Aku yakin walau usianya masih termasuk muda untuk memimpin Kerajaan, ia pasti mampu menjadi pemimpin yang bijaksana.’
‘Apapun yang terjadi aku tidak punya hak ikut campur dengan urusan Negara. Aku hanya ingin Ardorarias semakin maju.’
‘Apakah Raja sedang sakit keras sehingga Raja memilih turun takhta?’
'*Kenapa Raja menyembunyikan Putrinya selama ini? Dan kenapa Raja tidak membesarkan Putrinya di dalam istana saja?'
'Ku dengar Putri Elena berkencan dengan selebriti papan atas, Rave Josha*.’
Elena menggelengkan kepalanya cepat ketika mendengar artikel terakhir yang dibacakan oleh Farel. Ia tidak akan pernah menduga hubungan percintaannya membuat beban pikiran Elena bertambah. Elena mencoba fokus kembali, namun tetap saja pikirannya tentang Rave saat itu mengacaukannya.
“Putri Elena, maafkan saya tapi saya mohon anda harus fokus kepada hal yang lain.” ucapan dari Farel langsung membuyarkan pikirannya saat ini.
“Yang kamu katakan benar adanya. Sekarang aku adalah Putri Elena. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain yang tidak penting.”
Elena kemudian bangkit dari duduknya di ruang kerja. Namun baru beberapa langkah ia langsung kembali duduk di kursi kerjanya.
“Tapi Farel aku tetaplah seorang manusia biasa. Bagaimana bisa aku tidak terpikirkan tentang hubunganku dengan Rave. Bahkan aku tidak bisa menghubungi Rave sekalipun.” gumam Elena yang terdengar frustasi.
“Semua akan baik-baik saja, Putri Elena. Saya dan yang lain sudah mengirimkan pernyataan kerjasama antara kerajaan dan pihak agensi yang menaungi Rave Josha. Semua berita tentang hubungan dan masalah pribadimu akan segera dihapus dalam beberapa detik. Putri Elena hanya harus fokus kepada urusan yang terjadi di kerajaan saja saat ini. Sisanya biarkan saya dan yang lain yang akan mengurusnya.”
Seketika Elena merasa tertampar oleh kenyataan yang ada. Walau berulang kali ia meyakinkan dirinya kalau dia sekarang adalah Putri Elena, calon Ratu Ardorarias tapi ia terus saja merasa dirinya adalah Elena si lemah. Elena sekarang punya anggota tersendiri. Ia punya Farel—asisten pribadi yang bisa ia andalkan. Semuanya ia akan percayakan pada Farel dan anggotanya yang lain. Ia hanya harus fokus kepada tujuannya. Ia hanya harus fokus pada Ardorarias.
“Putri Elena, maaf mengganggu tapi Raja datang dan ingin menemui anda.”
__ADS_1
Belum sempat merespon ucapan sang pelayan, Raja pun tiba-tiba datang dan masuk ke dalam ruang kerja milik Elena. Raja memerintahkan semua pengawalnya untuk meninggalkan dirinya bersama Elena dan Farel di ruangan itu.
“Aku tidak tahu apa alasan Daniel menyembunyikan info sebesar ini dariku. Tapi Elena bagaimana bisa kamu berkencan dan memiliki hubungan dengan seorang pria?!”
Elena berani bersumpah bahwa gertakan dari Raja—ayahnya mampu membuatnya seketika gugup dan takut. Selama ini ia tidak pernah sekalipun dimarahi oleh Daniel. Bukan karena Daniel tahu kalau Elena adalah calon penerus Kerajaan, tapi karena Daniel sangat menyayangi Elena. Sebesar apapun kesalahan Elena, Daniel akan mengajak Elena berdiskusi tentang kesalahan yang Elena perbuat.
“Aku tidak pernah peduli pada hubungan romansamu, Elena. Tapi—selebriti? Elena kamu tahu kalau kamu adalah calon Ratu Ardorarias dan kamu berkencan dengan seorang selebriti?!”
Rasa gugup Elena perlahan berubah menjadi rasa kesal, geram dan marah. Ayahnya menganggap bahwa selebriti adalah pekerjaan yang buruk dan rendahan. Seorang selebriti ia anggap tidak pantas bersanding dengan anaknya yang mana calon Ratu Ardorarias. Ayahnya terlalu menganggap remeh selebriti—Rave lebih tepatnya.
“Aku selalu menjaga dan memperhatikanmu dari jauh. Aku sebisa mungkin mendekatkanmu dengan orang-orang terbaik. Tapi kamu malah mempermalukanku seperti ini. Mempermalukanku dengan cara berkencan dengan seorang selebriti. Mempermalukan ayahmu sendiri. Mempermalukan Raja Ardorarias!”
Bagaimana bisa berkencan dengan seorang selebriti dianggap mempermalukan Raja. Ucapan-ucapan ayahnya terasa sangat menusuk. Menjaga dan memperhatikan Elena dari jauh? Elena merasa itu tidak penting karena Elena berhasil melewati kehidupannya seorang diri selama ini.
“Farel, bagaimana rencanamu?” tanya Raja kepada Farel yang sedari tadi berdiri di samping Elena.
“Saya sudah mendapat balasan dari agensi Rave Josha. Mereka akan menyangkal pertanyaan para awak media tentang hubungan Putri Elena dan artisnya. Dan masalah artikel serta berita yang muncul di internet dan media lain sudah ditangguhkan, Yang Mulia.”
Raja Ardorarias pun bangkit dari duduknya dan segera pergi meninggalkan ruangan kerja Putri Elena. Elena dan Farel langsung memberikan hormat ketika melihat kepergian sang Raja. Setelah kepergian Raja, Elena langsung kembali duduk dan memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
“Putri Elena butuh obat atau sesuatu untuk dimakan?” tanya Farel sembari memberikan segelas air putih kepada Elena.
Elena menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu,” ia memejamkan matanya sejenak kemudian bertanya pada Farel, “Apa jadwalku selanjutnya?”
Farel langsung membuka tablet di tangannya, “Latihan berkuda, Putri Elena.”
Elena langsung membuka matanya dan menatap ke arah Farel dengan tatapan terkejut, “Bukankah seharusnya kunjungan ke rumah sakit?”
Farel mengangguk, “Karena masalah artikel hubungan anda dengan Rave Josha terkuak, jadwal anda diganti dengan aktivitas yang lebih tertutup untuk sementara waktu,” Farel kembali memberikan segelas air putih yang baru ketika Elena memintanya, “Untuk sementara waktu anda bisa sedikit tenang tanpa harus memikirkan raut wajah anda, Putri Elena.”
Farel sangat mengetahui bahwa Elena sangat menjaga sikap dan raut wajahnya. Senyum yang selalu ia berikan adalah senyum keterpaksaan dan Farel sangat mengetahui jika Elena sangat tertekan.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu ayo berangkat ke tempat latihan berkuda.” ajak Elena pada Farel.
“Tunggu sebentar, Putri Elena.” Farel menghentikan langkah Elena, ia terlihat ragu namun tetap memberitahukan informasi terhangat yang ia terima saat ini, “Saya ragu ingin memberitahukan informasi ini pada anda, tapi anda wajib mengetahuinya.”
Farel memberikan tablet yang sedari tadi ia pegang kepada Elena. Elena pun melihat dan membaca artikel yang sedang dibuka oleh Farel. Artikel yang masih sangat baru karena baru saja dipublikasikan oleh salah satu media.
Adora Entertainment menyangkal berita tentang hubungan artisnya, Rave Josha yang tengah berkencan dengan Putri Elena.
‘Hallo, ini Adora Entertainment.
Kami ingin mengumumkan bahwa berita tentang hubungan antara artis kami, Rave Josha dengan Putri Elena adalah palsu.
Kami sudah menghubungi Rave dan ia mengklarifikasi bahwa ia tidak sedang terlibat hubungan dengan Putri Elena.
Rave dan Putri Elena hanyalah sebatas teman sekolah.
Dan kami juga ingin mengklarifikasi bahwa artis kami, Rave Josha saat ini sedang menjalin hubungan dengan aktris Chalota Veroren.
Mohon dukungan untuk keduanya.
Terima kasih dan salam hormat, Adora Entertainment.’
Dunia Elena seketika runtuh saat itu juga. Pengalihan isu tentang berkencannya Rave dengan aktris Chalota lebih menyakitkan dibandingkan gertakan dari ayahnya tadi. Walau Elena tahu itu hanya pengalihan isu dan mungkin ini adalah yang terbaik untuk Elena dan Rave, namun Elena tetap saja tidak sanggup menerimanya.
“Putri Elena maafkan saya tapi saatnya anda mengunjungi tempat latihan berkuda.”
Elena menghela napasnya berat kemudian menampakkan senyum palsu di wajahnya kembali. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju lapangan berkuda milik keluarga Kerajaan.
‘Putri Elena terlihat sedang berlatih berkuda dengan Pangeran Steven dari Greekaloca. Keduanya tampak amat serasi ketika berdiri berdampingan.’
...***...
__ADS_1