Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 19; Hal Yang Sangat Menjengkelkan


__ADS_3

'Putri Elena terlihat sedang berlatih berkuda dengan Pangeran Steven dari Greekaloca. Keduanya tampak amat serasi ketika berdiri berdampingan.’


Ingin rasanya Rave melemparkan ponsel miliknya itu ketika ia baru saja membaca berita yang ia buka. Rasa sesal menghampiri dirinya lantaran kenapa ia harus membaca berita ketika baru saja bangun tidur.


"Media tidak berguna."


Dilihatnya foto-foto tangkapan para media tersebut, terlihat Elena yang tengah tersenyum manis sedang berlatih berkuda tertangkap kamera. Seketika Rave pun ikut tersenyum melihat foto-foto sang kekasih. Ada rasa rindu yang sangat kuat menghampirinya.


Diperhatikannya foto lain saat Elena sedang berlatih berkuda. Gadis itu terlihat ceria dan tanpa beban sama sekali. Dirinya berpikir apakah Elena sempat terpikirkan tentang dirinya saat ini, seperti ia memikirkan Elena. Rave merasa bahwa ia ternyata tidak memahami Elena, Elena yang ia kenal selama ini seolah bukanlah seseorang yang sangat ia kenal. Kembali rasa kecewa itu datang karena telah dibohongi selama bertahun-tahun lamanya. Tapi pada akhirnya ia tetap merindukan gadis itu.


"Apa yang kamu lakukan pagi-pagi seperti ini?"


Rave mendongak dan mendapati Ian tengah menatapnya bingung. Wajar saja jika rekan sekamarnya itu bingung lantaran kepala Rave menggantung di samping kasur, sedangkan badannya berada di atas kasur. Rave yang tersadar posisinya yang membingungkan itu pun langsung bangkit dan memperbaiki posisi tubuhnya.


"Aku mau sarapan. Kamu mau ikut?" ajak Ian.


"Nanti saja, aku belum lapar."


Ian mengangguk kecil dan tidak sengaja Ian melihat ponsel yang sedang dibuka oleh Rave, "Bukankah kamu dulu yang paling sering menasehati agar tidak terlalu sering melihat berita? Dan mengatakan bahwa media sering membuat gosip untuk dijadikan berita."


Rave menghela napasnya panjang, "Aku ingin tahu kabarnya. Apakah dirinya baik-baik saja ataukah tidak."

__ADS_1


"Lalu kalau memang Putri Elena tidak baik-baik saja, apa yang akan kamu perbuat?"


Rave terdiam mendengar ucapan Ian, "Aku... tak tahu."


"Sudah pasti kamu tidak tahu apa yang akan kamu lakukan!" jawab Ian spontan, "Dengar Rave, dia adalah seorang Putri Kerajaan. Dia pasti tahu apa yang sedang ia perbuat, apa yang sedang ia tutupi. Daripada kamu terpuruk membaca berita itu lebih baik kamu coba hubungi kembali Putri Elena."


"Ian,"


Ian menoleh ke arah Rave, "Ya?"


"Sejak kemarin kamu jadi sering membuka mulutmu itu."


"Haha aku pergi!"


Rave pun kembali mendapatkan semangat untuk menghubungi Elena, namun sama seperti sebelumnya, tidak ada jawaban apapun. Rave pun memutuskan untuk bangkit. Ia harus menjalani kehidupannya, sama seperti Elena menjalani kehidupannya. Rave yakin Elena akan menghubunginya nanti dan itu sudah pasti.


...***...


Konser Rias hari kedua di Greekaloca pun segera dimulai. Para member sudah bersiap dan terlihat keempat anggota Rias sangat antusias. Rave kembali bersemangat setelah berulang kali mendapat teguran, baik dari bos, manager maupun para membernya.


Seolah tidak terjadi apapun, anggota Rias tampil dengan penuh semangat. Ditambah para fans yang juga ikut bersemangat dan sangat antusias dengan konser di hari kedua ini. Semuanya baik-baik saja, semuanya akan berjalan sesuai rencana.

__ADS_1


"Pangeran Steven?!"


"Bukankah itu Pangeran Steven?"


"Wah aku tidak menyangka Pangeran Steven juga menyukai Rias."


"Wah sungguh beruntungnya aku, datang ke konser dan mendapatkan bonus seperti ini."


Teriakan para fans yang tiba-tiba menyerukan nama Pangeran Steven pun terdengar sangat jelas. Para anggota Rias yang sedang bersiap bertukar posisi pun berhenti sejenak, memberikan salam hormat kepada seorang pemuda yang duduk di bagian tribun atas—Pangeran Steven, penerus Kerajaan Greekaloca.


Beruntung saat ini anggota Rias tengah berganti posisi. Pada awalnya Rave sebagai vokalis utama, tapi sekarang Shann yang mengambil alih sebagai vokalis. Andro yang pada awalnya bermain drum pun mengambil alih piano. Walau terlihat tidak peduli, tapi sebenarnya mereka sangat memperdulikan satu sama lain. Ketiga member yang lain tahu betul apa yang sedang terjadi karena berita yang tersebar di media.


Melihat Ian yang langsung mengambil alih bass membuat Rave melangkah ke arah belakang, mengambil posisi untuk memainkan drum. Dari belakang ia tidak terlalu jelas terlihat, tapi ia bisa melihat dengan jelas para fans yang menonton. Ia juga bisa melihat tatapan penerus Kerajaan Greekaloca itu terus-terusan memandang ke arahnya.


"Let's go!"


Konser berjalan dengan lancar. Semua penonton, fans dan member Rias sendiri pun merasa sangat menikmati konser malam itu. Sebelum meninggalkan panggung, seperti biasa mereka akan memberikan ucapan terima kasih dan memberikan hormat.


Masih ada hari esok sebagai hari terakhir mereka mengadakan konser di Greekaloca. Dan besok adalah puncaknya karena mereka akan membawakan lagu jauh lebih banyak daripada hari ini dan kemarin. Dan juga tentunya dengan aksi panggung yang jauh lebih luar biasa dibandingkan dua hari ini.


Baru saja Shann hendak turun yang pertama kali dari panggung, sang manager tiba-tiba datang menghampiri dan memanggil Rave.

__ADS_1


"Rave, dia menghubungimu!"


...***...


__ADS_2