Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 16; Perjamuan Makan Malam


__ADS_3

Suasana makan malam berlangsung cukup tenang dan berjalan lancar. Walau ketika acara makan malam hendak dimulai sempat terjadi keributan kecil. Keributan kecil berasal dari ulah kedua sepupu Elena yang mana membuat Raja harus turun tangan langsung. Beruntung ketika pihak keluarga Kerajaan Greekaloca sampai di tempat perjamuan makan malam, keributan tersebut sudah mereda dan bisa segera diatasi.


“Terima kasih atas undangan makan malam anda, Yang Mulia Raja Ardorarias. Kami sekeluarga merasa terhormat mendapat undangan makan malam dari anda secara langsung.”


“Dan tentu saja terima kasih kembali karena anda mau menerima undangan makan malam dari saya, Raja Greekaloca.”


Sesaat setelah Jeremy—Raja Ardorarias V— membalas jabatan tangan Raja Greekaloca VI, Elena dan juga Ratu yang berdiri tepat di samping Elena memberikan hormat kepada pihak keluarga Greekaloca di hadapan mereka. Dan karena keberadaan Elena yang baru pertama kali bertemu dengan mereka, mata Raja, Ratu dan juga Pangeran dari Greekaloca tidak lepas memandangi Elena, membuat Elena harus lebih menjaga sikap dan meminimalisir kesalahan seperti yang dikatakan Ratu sebelumnya.


Basa-basi serta obrolan ringan selama acara makan malam pun mengalir begitu saja. Elena yang pada awalnya berpikir terlalu jauh tentang acara makan malam pun merasa sedikit lebih tenang. Obrolan di sana tidak ada yang melibatkan Elena maupun Pangeran dari Greekaloca, tapi Elena tetap merasa waspada dengan obrolan serta pertanyaan yang sekiranya memaksa dirinya untuk menjawab.


“Putri Elena?”


Mendengar Ratu dari Greekaloca memanggil namanya, Elena pun langsung menatap ke arah Ratu. Ia tersenyum ramah seperti biasa sebelum menjawab panggilan dari Ratu, “Ya, Yang Mulia Ratu?”


“Boleh saya bertanya sesuatu?”


Ingin sekali Elena mengeluhkan pertanyaan Ratu Greekaloca di hadapannya. Jika punya pertanyaan bisa langsung tanyakan saja tanpa perlu bertanya untuk meminta izin. Elena merasa sedikit tertekan dan gugup lantaran pertanyaan apa yang sekiranya akan ditanyakan oleh Ratu Greekaloca tersebut.


“Saya mendengar anda sangat menyukai musik. Entah itu jazz, pop ataupun rock. Apa ada alasan khusus anda bisa begitu menyukai musik?”

__ADS_1


Pertanyaan dari sang Ratu membuat Elena sedikit tersindir. Elena tahu Ratu dari Greekaloca itu ingin mengetahui sesuatu di balik pertanyaannya. Pertanyaan tersebut sempat membuat Elena berpikir bahwa keluarga dari Kerajaan Greekaloca terlalu penasaran dan sedikit ikut campur masalah pribadi Elena. Dan hal tersebut membuat Elena sedikit merasa kesal.


“Ibu dan anak sama saja.” gumam Elena dalam hati.


“Sewaktu duduk di bangku menengah atas, sekolah tempat Elena menempuh pendidikan tidak hanya berfokus pada bidang akademik saja, melainkan fokus pada bidang lain seperti kesenian dan juga olahraga. Karena Elena adalah calon penerus Ardorarias, ia wajib mengetahui semua bidang ilmu. Oleh karena itu ia sangat menyukai musik.” jawab Ratu Ardorarias sembari membelai rambut Elena, “Benar begitu kan, Elena?”


Elena tersenyum dan membalas, “Ya.” dan membuat Ratu dari Greekaloca mengangguk seolah paham kalau hal itu yang menjadi alasan Elena menyukai musik.


“Dan sebenarnya ada satu hal lagi yang membuat saya sangat menyukai musik,” gumam Elena tiba-tiba membuat ibunya langsung menatap ke arah Elena panik.


“Kalau boleh tahu, apa itu Elena?” tanya Ratu dari Greekaloca dengan senyum seolah mengandung arti tersendiri.


“Tadi Elena sempat mengatakan ada seseorang yang menyarankan untuk mendengar musik. Siapa orang tersebut? Apakah orang tersebut sangat berarti bagi Elena sampai Elena bisa sangat menyukai musik?” sang Ratu kembali memberikan pertanyaan yang bersifat mengandung arti lain pada Elena.


“Ya, sangat berarti.”


Jawaban Elena berhasil membuat lima pasang mata di ruangan tersebut menatap ke arahnya. Ibunya bahkan memberi tatapan tajam ke arah Elena. Tatapan tajam yang mengandung arti tersendiri. Dan tatapan tajam seolah memperingatkan jangan membuat kesalahan, bahkan kesalahan sekecil apapun malam itu.


“Dia adalah seseorang yang sudah merawat saya selama ini,” Elena tersenyum tulus dengan arah pandang ke gelas kaca di hadapannya, “Selain merawat, dia juga memberikan ilmu-ilmu tentang kehidupan yang mana membuat hati tentram."

__ADS_1


Terlihat Ratu dari Ardorarias terlihat lega sedangkan Ratu dari Greekaloca mengangguk paham. Mereka pun kembali menikmati hidangan yang telah disediakan dengan baik oleh para koki terbaik di istana.


"Yang Mulia Ardorarias, saya masih tidak percaya anda berhasil menyembunyikan calon penerus serapi ini. Apakah anda ada maksud tersembunyi menyembunyikan hal ini, termasuk dari saya selaku teman dekat anda?" ucap Raja dari Greekaloca yang mana berhasil membuat Raja Ardorarias menghentikan aktivitasnya menyantap hidangan penutup.


"Oh tentu saja tidak ada. Saya hanya ingin Elena lebih dekat dengan kehidupan rakyat biasa, karena jika ia dibesarkan di istana dirinya tidak akan tahu bagaimana kehidupan rakyat menengah kebawah. Semua ini demi kebaikan dirinya juga." jelas Raja Ardorarias menjawab dengan tenang.


"Kalau begitu tidak ada masalah dengan janji kita sewaktu masih menjadi Pangeran dahulu, bukan?"


Pertanyaan dari Raja Greekaloca membuat Elena berpikir keras. Janji? Janji apa yang sedang dimaksud oleh Raja Greekaloca? Apa hal ini berkaitan dengan Elena atau tidak. Tapi Elena menyadari kalau hal tersebut berkaitan dengan dirinya. Karena hal itulah yang membuat perjamuan makan malam ini diadakan.


"Maaf ikut dalam pembicaraan, saya pikir terlalu cepat jika kita harus membahas janji masa lalu. Pangeran Steven juga baru pertama kali bertemu dengan Elena, lebih baik membiarkan mereka berteman dan dekat satu sama lain."


Benar. Apa yang dipikirkan oleh Elena memang benar. Janji yang dibuat antara ayahnya dan Raja dari Greekaloca memang melibatkan dirinya. Dan Pangeran Steven juga ikut terlibat, artinya tak lain dan tak bukan masalah perjodohan. Seperti yang sudah Elena pikirkan, perjamuan makan malam pasti membahas tentang hubungan, entah hubungan antar dua Negara, dua keluarga ataupun dua orang.


Elena seharusnya juga sudah menduga akan datangnya hal ini. Hidup dirinya saja sudah diatur sedemikian rupa oleh sang ayah. Pribadinya dibentuk oleh ayahnya. Dan tentu saja masalah pasangan hidup sudah pasti sang ayah juga ikut turun tangan. Itulah kenapa ayahnya sangat marah ketika tahu Elena menjalin hubungan dengan seorang selebriti.


"Putri Elena, karena kami baru pertama kali bertemu denganmu, kami sekeluarga mengundangmu untuk datang ke Greekaloca nantinya."


...***...

__ADS_1


__ADS_2