Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 27; Peraturan Serta Larangan


__ADS_3

Jam menunjukkan hampir pukul sebelas malam. Elena masih tetap diam di tempat ia duduk saat ini. Sudah lebih dari satu jam ia tidak bergerak sama sekali, hanya tatapan matanya yang memperhatikan lingkungan sekitar.


Para pelayan yang semula sibuk dengan urusannya masing-masing pun perlahan berlalu masuk ke dalam kamar mereka, meninggalkan Elena yang duduk bersama Farel dan diawasi oleh lima orang penjaga.


"Berapa banyak pelayan yang tinggal di tempat ini?" pertanyaan yang Elena tujukan pada Farel.


Dengan sigap, Farel pun membuka tablet yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi, "Istana mempekerjakan lebih dari tiga ribu pelayan wanita dan dua ribu penjaga. Terdapat lima area tempat tinggal para penjaga dan pelayan di istana ini. Satu area menampung sekitar lebih dari seribu orang."


"Lima ribu orang dipekerjakan hanya untuk menjadi pelayan di dalam istana?"


Farel tidak menanggapi ucapan Elena barusan. Apa yang dipikirkan oleh Elena memang benar. Kasarnya, lebih dari lima ribu orang bekerja sebagai pesuruh di dalam istana. Sungguh sangat menyia-nyiakan sumber daya manusia yang ada di Negara mereka.


Jika katakan saja empat ribu orang diberi pekerjaan yang jauh lebih layak dibandingkan hanya sebagai pesuruh, Ardorarias juga pasti meraih keuntungan. Ardorarias saat ini masih merupakan Negara berkembang yang mana belum stabil di banyak bidang. Empat ribu orang bisa membantu memajukan Negara jika mereka diberikan pendidikan serta pekerjaan yang lebih baik.


"Mereka tidak menikah?"


Pertanyaan Elena membuat Farel bingung harus mengatakan apa. Elena tahu bahwa Farel memiliki banyak informasi tentang Negara yang ia tidak ketahui. Bahkan hal dasar seperti pekerjaan pelayan di istana saja Elena baru mengetahuinya. Dan hal ini juga yang membuat Farel ragu, apakah ia harus mengatakan yang sejujurnya atau tidak. Karena Farel tahu, Elena akan terus mengeluarkan pertanyaan selanjutnya.


"Ya, sebagian dari mereka menikah dan sebagian lagi tidak."

__ADS_1


"Jika mereka menikah bukankah mereka pasti memiliki keturunan, bukan? Dan ku lihat cukup banyak pelayan yang cukup tua masih bekerja di sini." Elena menoleh ke arah Farel, menanti informasi yang akan diberitahukan oleh Farel, "Farel?"


Dan Farel akhirnya menyerah. Tugasnya adalah melayani dan membantu Elena. Walaupun ia diperintahkan dan dipekerjakan oleh Raja, namun Elena merupakan nona yang harus ia layani. Ia harus percaya dengan orang yang ia layani, apapun dan bagaimana pun keadaannya.


"Putri Elena," Elena menoleh ketika Farel menyebut namanya, "Tidakkah anda tahu kalau peraturan istana dilarang menikah?"


Elena terlihat sangat kaget mendengar informasi barusan. Apa hal yang mendasari dibuatnya peraturan para pelayan dan penjaga istana dilarang menikah. Sangat tidak masuk akal. Semua orang punya hidupnya masing-masing, dan larangan menikah sangat tidak masuk akal.


Setelah melihat Elena menggelengkan kepalanya, Farel melanjutkan memberi informasi yang ia tahu pada Elena, "Pelayan maupun penjaga di istana memiliki kehidupan mereka masing-masing. Walaupun larangan itu dibuat atas perintah Raja, mereka tetap melanggar larangan tersebut. Para pejabat tinggi istana memaklumi hal tersebut. Mereka boleh menikah namun ada larangan lain yang harus mereka patuhi. Jika mereka sedang mengandung, mereka diwajibkan untuk meninggalkan istana dan wajib kembali ke istana setelah anak mereka lahir. Kontrak tersebut disetujui oleh para pelayan dan penjaga istana. Mereka mematuhi aturan tersebut karena mereka sudah membuat kontrak atas pengabdian mereka pada Raja."


"Lalu anak mereka? Tidakkah mereka merindukan dengan anak mereka?"


Elena terdiam. Pandangannya menatap ke arah gedung sekitar tempat ia duduk. Gedung yang menampung para pelayan yang melayani keluarga kerajaan. Terlihat banyak kamar masih menyalakan lampu walau hari sudah semakin malam. Dan banyak terlihat bayangan para pelayan yang duduk termenung di kamar mereka masing-masing.


Angka kelahiran bayi di Ardorarias sangat tinggi dan hal itu tidak sebanding dengan kemajuan Negara. Pemerintah menggemborkan aturan kepada rakyat supaya mereka melakukan program keluarga berencana. Di lingkungan sekitar tempat Elena tinggal dahulu, ayahnya aktif memberikan informasi tentang program keluarga berencana. Salah satu alasannya adalah membantu perekonomian keluarga masing-masing, dan hal itu berhasil. Warga lingkungan sekitar Elena tinggal dahulu masing-masing keluarga paling banyak memiliki tiga orang anak. Bahkan ada beberapa keluarga yang enggan memiliki keturunan.


Tapi siapa sangka, angka kelahiran tinggi berasal dari para pelayan di istana. Mereka juga sudah pasti tidak ingin terlalu banyak mempunyai keturunan, tapi janji atas larangan yang dibuat oleh pejabat kerajaan yang sudah disetujui oleh Raja yang membuat mereka seperti itu. Mereka dilarang bertemu dengan anak dan keluarga mereka di luar istana, oleh sebab itu mereka berusaha untuk terus hamil dan melahirkan, supaya mereka bisa kembali ke rumah mereka dan bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.


"Bagaimana dengan keluargamu, Farel? Tidakkah kamu merindukan mereka? Merindukan ibumu, misalnya?"

__ADS_1


Pertanyaan Elena membuat raut wajah Farel terlihat marah bercampur sedih. Setelah sadar ia berkontak mata dengan Elena, Farel segera menundukkan pandangannya. Meminta maaf karna sudah lancang menatap Elena dengan tatapan marah.


"Kamu sudah disumpah untuk mengikuti apa yang aku katakan, Farel. Apakah sumpah tersebut tidak berlaku pada rasa percayamu padaku?"


Farel dibuat tidak bisa mengelak dari ucapan Elena. Memang benar kalau Farel sudah disumpah dan bersumpah akan selalu mengikuti dan melayani Elena, tapi sumpah tersebut bukan berarti Farel harus percaya dengan Elena. Farel adalah seorang pemuda yang tegar dengan pendiriannya.


"Begitu," gumam Elena pelan, "Memang tidak mudah mempercayai seseorang, terlebih orang yang baru kamu kenal. Bahkan untuk percaya pada orang tua yang telah melahirkan kita pun, terkadang ragu apakah kita harus percaya pada mereka."


Elena bangkut dari duduknya dan langsung diikuti oleh Farel. Elena berjalan mengitari lingkungan tempat para pelayan tinggal. Sesekali ia berhenti dan melemparkan senyuman pada para pelayan yang memberi hormat di balik jendela kamar mereka.


"Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, Farel. Tapi jika kamu menyimpan sesuatu yang berhubungan tentang Negara kita, lebih baik kamu ceritakan kepada ku. Itu akan sangat membantu diriku untuk memperbaiki dan memajukan Ardorarias." gumam Elena setelah menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Farel.


Farel segera membungkukkan badannya dan memberikan hormat, "Maafkan saya belum bisa menceritakan semuanya, Putri Elena. Tapi saya janji akan menceritakan semuanya di saat yang tepat. Termasuk informasi tentang keberadaan ayah anda, Dokter Daniel Rosamun."


Jawaban dari Farel membuat hati Elena berdegup kencang. Aliran darahnya tiba-tiba terasa mengalir dengan cepat ke kepalanya, dan rasa rindu akan ayahnya langsung menghampiri Elena.


"Ku harap kamu bisa menceritakan hal ith secepatnya, Farel. Karena mungkin saja aku membutuhkan ayahku."


...***...

__ADS_1


__ADS_2