Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 25; Tugas Pertama Putri Elena


__ADS_3

"Ayah maafkan Elena karna datang terlambat!"


Elena langsung menghampiri ayahnya yang tengah menunggu di sebuah kedai kecil. Elena membuat janji pada sang ayah agar mereka bisa menghabiskan waktu sore dan makan malam bersama. Namun nyatanya mereka hanya bisa menghabiskan waktu untuk makan malam bersama.


Tangan Elena digenggam lembut oleh sang ayah. Ditepuk lembut dan diberikan senyuman yang sangat menenangkan dari ayahnya yang duduk tepat di hadapan Elena. Elena dibuat merasa bersalah karna telah membuat ayahnya menunggu cukup lama.


"Maafkan Elena, Ayah. Elena sudah membuat Ayah menunggu terlalu lama." ucap Elena sembari menundukkan kepalanya, "Elena tidak bermaksud untuk membuat Ayah menunggu."


"Angkat kepalamu, Elena. Ayah sudah seringkali mengatakan hal itu bukan?" kepala Elena terangkat dan terlihat sangat merasa bersalah, "Ayah baik-baik saja. Ayah cukup bahagia untuk menunggu kedatanganmu, Elena. Ayah jadi bisa menikmati waktu luang seorang diri."


"Maafkan Elena, Ayah. Elena sungguh meminta maaf."


"Dengar, Elena. Ayah tahu kamu benar-benar merasa bersalah, dan ayah tidak tahu apa yang membuatmu terlambat datang. Ayah tidak ingin tahu karena Ayah tahu itu pasti sesuatu yang mendesak bagimu." raut wajah Ayah Elena berubah menjadi serius, "Tapi ingat hal ini, Elena. Pastikan kamu datang lebih dahulu ketika membuat janji. Jangan datang terlambat. Apalagi sampai membuat orang lain menunggu. Dan, jika kamu memang terpaksa harus datang terlambat, cukup berikan pesan padanya seperti yang kamu lakukan pada Ayah tadi. Tidak perlu memberikan alasan kenapa kamu harus datang terlambat, karena itu hal yang tidak perlu."


Elena mengangguk paham, "Terima kasih karena sudah mencoba untuk memaklumi keterlambatan Elena, Ayah."


Sang Ayah pun ikut menganggukkan kepalanya, "Ya. Dan juga ingat hal ini, Elena. Jangan pernah membuat orang lain menunggu. Lebih baik kita yang menunggu. Sekalipun kamu akan naik takhta menjadi Ratu nantinya, usahakan jangan membuat orang lain menunggu. Apalagi sampai menunggu terlalu lama."

__ADS_1


...***...


Elena telah menerapkan apa yang ayahnya dahulu pernah katakan. Ia berusaha untuk lebih menghargai waktu dan tidak ingin membuat orang lain menunggu. Lebih baik dirinya yang menunggu dibandingkan dirinya yang ditunggu. Karena memang sejatinya, menunggu itu sesuatu yang sangat tidak enak. Oleh karena itu usahakan jangan membuat orang lain menunggu.


"Maafkan atas keterlambatan saya, Putri Elena."


Viktor Recago langsung membungkukkan badannya di hadapan Elena. Terlihat sangat jelas raut wajah Menteri tersebut merasa bersalah telah membuat Elena menunggu. Seperti inikah apa yang ayahnya lihat pada diri Elena dahulu.


Melihat Menteri Pertanian dan Perkebunan itu meminta maaf sembari membungkukkan badannya, membuat Elena langsung bangkit dan menahan sang Menteri untuk membungkukkan badannya terlalu lama. Sang Menteri pun langsung menegakkan kembali badannya.


"Tidak perlu minta maaf karna waktu janji kita bertemu lima menit lagi," gumam Elena mencoba membuat Viktor tidak terlalu merasa bersalah.


Elena menggelengkan kepalanya cepat, "Saat ini saya adalah bawahan anda. Jangan menganggap saya seorang Putri terlebih lagi menganggap saya anak dari Raja. Raja sudah memerintahkan anda untuk menjadi pembimbing saya, membantu saya pada tugas pertama saya." Elena mengulurkan tangannya kepada Viktor, "Saya yang seharusnya meminta maaf pada anda karena ucapan saya sebelumnya sangat tidak pantas diucapkan. Dan sekali lagi maaf telah membuat anda tergesa-gesa. Tolong terimalah permintaan maaf dari saya."


Viktor Recago terkesan dengan apa yang disampaikan Elena. Sebelumnya ia sempat meragukan gadis muda di hadapannya ini. Ia sempat merasa bahwa Elena hanyalah seorang gadis muda yang polos, tidak mengerti apapun dan masih belum dewasa. Ia juga ragu jika Elena nantinya naik menjadi penerus Kerajaan Ardorarias. Namun saat ini, semua pikiran buruknya tentang Elena terbuka edikit. Pertemuan kedua mereka cukup berkesan dan berhasil meraih hati sang Menteri sedikit.


Viktor pun meraih uluran tangan dari Elena, menjabat tangan penerus Kerajaan Ardorarias selanjutnya. Tulus ia berdoa semoga apa yang ia pikirkan nyatanya salah. Dan berharap kedepannya, gadis di hadapannya ini berhasil mematahkan pikiran buruknya.

__ADS_1


"Mohon bimbingannya. Dan saya mohon agar anda menganggap saya layaknya bawahan anda yang lain. Katakan salah jika memang saya melakukan sesuatu yang salah. Dan katakan benar jika saya melakukan sesuatu yang benar."


Viktor mengangguk paham, "Selamat datang di ruang pribadi saya, Elena." ucapan Viktor yang kemudian berubah menjadi serius pun membuat Elena langsung menegakkan badannya tegap, ia mendengarkan ucapan Viktor dengan seksama, "Saya tidak tahu berapa lama anda akan ditempatkan di bawah pimpinan saya. Yang pasti, saat anda berada di bawah pimpinan saya, anda harus mengikuti apa yang saya katakan."


Elena mengangguk paham, Viktor kembali melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan pada Elena. Namun sebelumnya ia mengusir asisten pribadinya dan asisten pribadi Elena. Meninggalkan Elena seorang diri bersamanya di ruang kerjanya.


"Saya ingin melemparkan pertanyaan padamu, Elena. Sejauh mana anda paham tentang tugas di Kementrian Pertanian dan Perkebunan?"


Elena menarik napasnya pelan, ia bersikap setenang mungkin ketika menjawab pertanyaan yang diajukan Viktor, "Saya paham tentang dasar tugas Menteri Pertanian dan Perkebunan," Elena menyerahkan map yang sudah ia bawa dan memberikannya kepada Viktor, "Maaf jika saya menyalahi aturan, tapi saya sudah mengetahui sampai sejauh ini."


Diraihnya map pemberian Elena dan membacanya cepat. Raut wajah Viktor mendadak berubah ketika membaca isi map pemberian Elena. Rasa tegang meliputi dirinya dan berusaha untuk tetap tenang di hadapan Elena.


Setelah menutup map tersebut, Viktor tersenyum ke arah Elena, "Maaf jika anda harus tahu tentang hal ini dari orang lain. Seharusnya saya yang memberitahumu. Tapi karena anda sudah tahu lebih dulu, bisa anda berikan pendapat mengenai hal ini?" Viktor kemudian mengajak Elena untuk duduk di sofa ruang kerjanya, "Sebelumnya maaf karena saya sempat lupa mengajak anda untuk duduk. Mari duduk, Elena. Kita berdiskusi santai dahulu hari ini."


Elena pun mengikuti apa yang diucapkan oleh Viktor. Setelah duduk di sofa, Elena mulai memberikan pendapat mengenai hal yang ia ketahui. Viktor dengan tenang mendengarkan pendapat dari Elena. Jawaban Elena sangat baik untuk seukuran orang yang baru mulai bekerja dengannya. Sekali lagi hati Viktor terbuka sedikit tentang Elena.


"Saya tidak pernah memeriksa riwayat hidup bawahan saya sebelumnya jika mereka tidak menarik perhatian saya. Dan biasanya saya menanyakan langsung pada mereka tentang biodata singkat mereka," Viktor menatap serius ke arah Elena, "Siapa orang yang mengajarkan anda tentang pemerintahan selama anda berada di luar istana, Putri Elena?"

__ADS_1


Elena tersenyum dan dengan bangga menjawab, "Ayah saya. Daniel Rosamun."


......***......


__ADS_2