Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 30; Kejadian Di Rumah Sakit


__ADS_3

Gugup dengan ketukan pintu kamar hotel tempat Teresa menginap, gadis itu langsung bangkit dan berdiri bolak-balik dengan ragu. Ia ingin membuka pintu kamar hotel, namun takut kalau yang datang bukanlah Elena melainkan suaminya.


Ketukan pintu sekali lagi berbunyi, diikuti suara panggilan dari luar pintu. "Teresa, kamu ada di dalam? Ini aku, Elena."


Mendengar suara Elena, Teresa langsung membuka pintu kamar hotel. "Elena!" gadis itu langsung berteriak penuh haru ketika melihat Elena di balik pintu hotel.


Teresa pada awalnya ingin berlari dan memeluk Elena, namun ia segera menghentikan langkahnya ketika menyadari para pengawal di belakang Elena. Elena itu benar-benar seorang putri penerus kerajaan, dan hal itulah yang membuat dirinya cukup ragu untuk meminta tolong dengan Elena.


"Oh Teresa..."


Melihat Teresa yang terlihat sangat ragu ketika ingin memeluknya, Elena pun melangkahkan kakinya mendekati Teresa. Baru saja Elena melangkah maju ke depan, Farel menghentikan langkah Elena dan menggelengkan kepalanya pelan.


Tangan Elena langsung menyingkirkan lengan Farel yang mencoba menghalangi jalannya. "Dia temanku, Farel. Kamu tak perlu khawatir."


Elena pun segera menghampiri Teresa dan memeluk gadis itu hangat. Mencoba melepaskan rindu serta memberi rasa aman kepada sahabatnya itu. Pelukan Elena berhasil membuat Teresa menangis terisak. Rasa haru serta takut yang ia pendam seorang diri selama ini akhirnya ia lepaskan.


"Aku di sini, Teresa. Kamu tak perlu khawatir. Aku akan membantumu."


Setelah melepas pelukannya pada Teresa, Elena pun memperhatikan tangan kiri Teresa yang menggantung bebas tak bisa digerakkan sama sekali. Luka lebam bekas pukulan terlihat jelas di seluruh anggota tubuhnya, membuat Elena menatapnya dengan tatapan sangat sedih.


"Elena, maafkan aku karena telah membuatmu repot."


Elena menggelengkan kepalanya cepat. Elena tidak pernah merasa telah direpotkan oleh Teresa. Ia bahkan berterima kasih kepada Teresa karena Teresa sudah berusaha menghubunginya. Seandainya Teresa tidak menghubungi Elena, gadis itu tidak akan tahu bagaimana keadaan Teresa. Bisa saja Teresa terluka lebih berat dan hal itu membuat Elena akan sangat merasa bersalah jika dirinya tidak bisa menolong Teresa.


"Sebaiknya kita pergi untuk mengobati lukamu lebih dulu."

__ADS_1


Elena menoleh ke arah Farel dan meminta pemuda itu untuk mencarikan rumah sakit terdekat. Jika memungkinkan, Elena berharap Teresa bisa langsung di operasi, mengingat tangan kiri Teresa sudah tidak bisa digerakkan sama sekali.


Teresa pun akhirnya dibawa menuju ke rumah sakit terdekat bersama Elena. Di sepanjang perjalanan, Elena terus saja menggenggam tangan Teresa. Menenangkan gadis itu dan terus mengatakan semuanya akan baik-baik saja.


Berkat Farel yang sangat mahir dalam mengurus semua urusan Elena, Teresa pun bisa langsung dijadwalkan akan segera di operasi sore hari nanti. Walau awalnya pihak rumah sakit tidak mau memberikan izin mengoperasi, karena tidak adanya wali dari Teresa—yaitu suaminya, Farel berusaha sebisanya dan akhirnya semua berjalan lancar.


"Putri Elena, kita tidak bisa terus berada di sini. Masih banyak yang harus anda lakukan. Dan nanti malam, anda harus ikut hadir makan malam bersama Raja dan Ratu."


Elena terlihat sangat berat meninggalkan Teresa yang tengah berbaring di kamar rumah sakit. Namun seperti yang Farel katakan, Elena tidak bisa terlalu lama di sana. Elena pun berjalan dan mendekati Teresa yang sedang terlelap karena kelelahan.


Digenggamnya tangan Teresa lembut, membuat sang empunya tangan terbangun dan melihat tatapan Elena sendu. "Ya, Elena? Maafkan aku karena aku langsung tertidur."


Elena menggelengkan kepalanya. "Tidak, Teresa. Kamu memang harus banyak istirahat. Kamu pasti tidak bisa istirahat dengan tenang beberapa hari ini. Istirahatlah, nanti sore jadwal kamu harus segera dioperasi."


"Terima kasih, Elena."


Walau berat, Teresa tetap mengangguk dan mengijinkan Elena untuk segera kembali ke istana. "Maaf jika aku telah merepotkan dan membuatmu banyak membuang waktu berharga."


Elena dengan cepat menggeleng. "Kamu tidak pernah sekalipun membuatku repot, Teresa."


Elena kemudian menoleh ke arah Farel. Farel pun langsung mengerti dengan maksud dari Elena, kemudian membawa satu orang penjaga ke dalam ruangan rumah sakit.


Melihat salah seorang penjaga masuk, Elena kembali menggenggam tangan Teresa. "Kamu tidak perlu khawatir, Teresa. Suamimu tidak akan bisa mencari keberadaanmu saat ini. Kamu hanya harus fokus kepada pengobatan dan kepulihanmu. Jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu katakan saja kepada dirinya apa yang kamu butuhkan." ucap Elena sembari menatap ke arah penjaga di sana.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih padamu, Elena. Setelah ini aku akan melakukan apapun yang kamu butuhkan."

__ADS_1


Elena kembali menggeleng. "Yang aku butuhkan hanya kesembuhanmu saat ini, Teresa. Jadi cepatlah sembuh."


Elena pun bangkit dan segera memeluk Teresa yang tengah berbaring. Setelah meminta izin, Elena pun pergi meninggalkan Teresa bersama dengan seorang penjaga di sana.


"Kamu anak dari Jeremy bukan? Anak kandungnya? Kurang ajar kamu!"


Tiba-tiba seorang pria cukup tua datang dan menunjuk-tunjuk ke arah Elena. Elena pun sangat terkejut dengan kedatangan pria tua itu. Farel serta para pengawal langsung melindungi Elena dan mencoba untuk menjauhkan pria tua tersebut dari Elena.


"Jeremy tidak pantas menjadi Raja. Dan dia tidak pantas mempunyai anak. Terlebih seorang putri yang sangat sehat!"


Kembali pria tua tersebut menunjuk-tunjuk ke arah Elena, diikuti kata-kata yang cukup buruk untuk didengar. Walau para pengawal beserta Farel mencoba untuk terus melindungi Elena, gadis itu tetap saja merasa takut dan gugup dengan aksi pria tua tersebut.


"Sampaikan kepada ayahmu. Dia, sampai kapanpun tidak akan pernah pantas memiliki keturunan. Terlebih seorang putri!"


Walau Elena sangat takut terjadi hal yang tidak diinginkan, gadis itu tetap mencoba untuk tetap tenang. Elena meminta pria tua itu untuk tenang, sehingga Elena bisa bertanya apa alasan pria itu melakukan serta berkata buruk tentang Raja.


"Karena dia telah membunuh putriku! Dia tidak pantas memiliki seorang putri! Nyawa harus dibayar dengan nyawa!"


Setelah pria tua itu mengatakan itu, Farel langsung menekan urat leher bagian belakang kepala pria tersebut. Seketika setelah Farel melakukan hal itu, pria tua tersebut langsung jatuh tak sadarkan diri. Pengawal Elena pun langsung meminta perawat di sana untuk segera merawat pria tua tersebut, sedangkan Farel dan pengawal Elena kembali melindungi Elena.


"Putri Elena, ayo kita harus segera pulang."


Elena menggeleng dan arah pandangnya mengikuti dibawa perginya pria tua tadi. "Tidak, Farel. Tidak sekarang. Aku harus bicara dengan pria tadi."


Baru saja Elena akan melangkah, Farel kembali menahan langkah Elena. "Tidak untuk sekarang, Putri Elena. Akan sangat berbahaya bagimu untuk menemuinya."

__ADS_1


"Tapi..."


...***...


__ADS_2