
Walau Elena berpikir jadwalnya tidak terlalu padat karena perubahan jadwal, ternyata Elena salah menduga. Jadwalnya memang terlihat tidak menyita banyak waktu, seperti latihan berkuda dan akan dilanjut perjamuan makan malam nanti. Tapi Elena dibuat kelelahan karena seolah dirinya sedang dikejar oleh waktu.
Sepulang dari lapangan berkuda, Elena langsung kembali ke kediaman Putri dari Raja tinggal. Sepanjang perjalanan ia berpikir masih ada cukup waktu untuk sekedar beristirahat sejenak maupun mengecek ponselnya—ia sangat berharap bisa mengecek ponselnya karena selama beberapa hari tinggal di istana, ia sama sekali belum memegang ponsel miliknya— namun ternyata itu hanya pikirannya saja. Nyatanya, sesampainya Elena di kediaman miliknya, Elena langsung diminta untuk melakukan serangkaian ritual membersihkan diri ala keluarga kerajaan.
"Aku bisa sendiri. Kalian bisa menunggu di luar." usir Elena secara halus, memcoba untuk menutup pintu kamar mandi miliknya.
"Tapi Putri Elena, membantu anda membersihkan diri adalah tugas kami." jawab salah satu pelayan di sana.
Elena dengan sifat sedikit keras kepala menggelengkan kepalanya, ia tetap mencoba menolak permintaan para pelayan di sana dengan halus. Sempat terjadi dorong mendorong pintu kamar mandi antara Elena dan para pelayan di sana, karena Elena tetap memaksa ingin membersihkan tubuhnya seorang diri tanpa bantuan pelayan.
"Elena,"
Semua mata tertuju kepada seorang wanita yang mengenakan gaun berwarna biru muda. Gaun tersebut tampak mewah dengan panjang sampai betis wanita tersebut. Para pelayan di sana dan juga Elena dengan cepat memberi hormat kepada wanita tersebut.
"Salam hormat, Yang Mulia Ratu."
Sang Ratu pun mengangguk setelah menerima penghormatan dari pelayan dan juga Elena, "Kalian bisa melakukan tugas kalian sekarang."
Langkah kaki Ratu pun perlahan mendekat ke arah Elena. Dirinya menuntun Elena dan para pelayan di sana masuk ke dalam kamar mandi milik Elena. Ruangan tempat Elena membersihkan diri sangat luas, Ratu pun mengambil posisi duduk di pojok ruangan. Para pelayan pun berdatangan membawakan secangkir teh dan buku milik Ratu.
__ADS_1
"Kamu saat ini tinggal di istana, Elena. Dan kamu tahu betul kalau tubuhmu itu bukan lagi milikmu. Kamu harus mengikuti semua aturan di istana. Jika peraturannya adalah para pelayan membantumu membersihkan tubuhmu, seharusnya kamu juga membantu mempermudah pekerjaan mereka dengan cara mengikutinya. Bukan mempersulit mereka." ucap Ratu sembari mengambil buku dari pelayan di sana, "Lagipula kamu harus terbiasa. Kamu calon penerus Kerajaan Ardorarias berikutnya."
Mendengar ucapan Ratu, Elena pun pasrah dan hanya bisa mengikuti kemauan ibunya itu. Ia langsung melepas gaun yang membalut tubuhnya dan perlahan masuk ke dalam bak mandi. Para pelayan di sana pun dengan sigap membasuh dan menggosok badan Elena dengan lembut.
Setelah para pelayan mengeringkan badan Elena, Ratu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Dibukanya lemari pakaian milik Elena dan memilah pakaian yang sekiranya pantas dikenakan oleh putrinya. Tidak mendapat pakaian yang ia inginkan, Ratu pun meminta para pelayan untuk mengantarkan gaun baru, gaun mewah yang sekiranya cocok dikenakan oleh Elena untuk perjamuan nanti malam.
Gaun berwarna biru muda senada dengan yang dikenakan Ratu pun menjadi pilihan. Elena dibuat tidak habis pikir dengan gaun pilihan ibunya itu. Gaun berlengan panjang dengan panjang rok selutut di bagian depan tetapi sepanjang betis di bagian belakang, terlihat tampak biasa dan cukup sopan. Tetapi jika orang yang berada di belakang Elena bisa melihat dress yang Elena kenakan menampakkan bagian punggung Elena yang mulus. V neck back dress— kalau Elena tidak salah jenis gaun yang ia kenakan.
"Apa tidak berlebihan jika aku memakai gaun ini ke perjamuan nanti, Yang Mulia Ratu?" tanya Elena sembari menatap pantulan bagian belakang tubuhnya.
"Kenapa harus berlebihan? Baju ini cukup sopan dikenakan ketika acara perjamuan nanti."
Elena pun kemudian duduk di depan meja rias. Rambutnya yang berwarna kecoklatan disisir dengan lembut oleh para pelayan di sana. Tidak lupa wajah cantiknya dipoles tipis, menghasilkan kesan natural di wajahnya.
"Bisa kalian semua meninggalkan ruangan ini sebentar?"
Permintaan Ratu langsung diikuti oleh para pelayan di sana. Para pelayan di dalam ruangan itu pun perlahan keluar sesuai dengan permintaan dari Ratu, meninggalkan Ratu dan Elena berdua saja di ruangan itu.
Ratu pun bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di belakang Elena, memperhatikan gadis itu di pantulan cermin di depan mereka. Tangannya membelai pelan rambut Elena, merapikannya agar tampak lebih rapi dan sempurna.
__ADS_1
"Kamu pasti menjalani hidup yang cukup berat selama ini, Elena. Hidup tanpa adanya seorang ibu di sampingmu dan juga dirawat serta dibesarkan oleh seorang laki-laki," Ratu terlihat menarik napas dan menjeda ucapannya sebentar, "Dan beginilah potret kehidupanmu ke depannya, Elena. Semua aktivitasmu akan dibantu oleh para pelayan di sini. Kamu tidak harus mengerjakannya seorang diri. Dan kamu harus secepatnya terbiasa dengan hal itu."
Ratu terlihat mengeluarkan sesuatu dari saku gaun miliknya. Dikeluarkannya kalung dengan permata berwarna hijau tua dan dipakaikannya di leher jenjang Elena.
"Sangat cocok dengan gaun yang kamu kenakan," ucap Ratu ketika melihat kalung tersebut tergantung dengan indahnya di leher jenjang Elena.
Elena menyentuh permata kalung yang ia terima, "Terima kasih."
Ratu pun perlahan menunduk mendekat ke arah telinga Elena, "Dan Elena, acara perjamuan malam ini sangat penting antara Ardorarias dan Greekaloca. Walau semua orang akan memaklumi jika kamu membuat kesalahan, aku berbeda. Aku tidak bisa memaklumi kesalahanmu jika kamu membuat kesalahan nantinya. Bersikap anggun dan jangan pernah membuat kesalahan walau hanya kesalahan kecil. Aku tidak akan memaafkanmu nantinya." lalu menepuk pundak Elena dan berjalan menuju ke arah pintu keluar, meninggalkan Elena seorang diri di ruangan tersebut.
"Apa yang bisa aku perbuat nantinya? Akankah aku melakukan hal yang benar? Bukankah sesuatu yang benar serta kesalahan sifatnya berbeda tergantung dari siapa yang melihat?"
Elena terlihat menghela napasnya dan kemudian memanggil Farel untuk masuk ke dalam ruangan, "Bisa aku meminta ponselku terlebih dahulu sebelum kita berangkat menuju perjamuan makan malam?"
Farel menggelengkan kepalanya, "Maafkan saya Putri Elena, tapi saya tidak bisa memberikan ponsel milik anda sekarang. Saya janji setelah selesai acara, saya akan segera mungkin memberikan ponsel anda."
"Apa ada pesan dari Ayahku? Atau dari Rave?"
Sekali lagi Farel menggelengkan kepalanya dan meminta maaf pada Elena, "Maaf Putri Elena tapi saya tidak bisa memberitahukan itu sekarang. Dan juga ponsel milik anda adalah barang pribadi anda. Saya hanya menyimpannya dan tidak ada hak untuk membacanya."
__ADS_1
......***......