Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 14; Hubungan Yang Sulit


__ADS_3

Elena bersyukur dengan jadwalnya yang tiba-tiba saja diubah tanpa pertimbangan dirinya. Setelah melihat pekerjaan yang dilakukan Farel—asisten pribadinya, ia cukup percaya dengan kinerja pemuda itu.


Elena menarik napas dalam dan mengeluarkannya dengan tenang berulang kali. Hati dan pikirannya mendadak tenang melihat lapangan berkuda di hadapannya. Farel benar, saat ini ia tidak perlu memikirkan raut wajahnya di hadapan publik atau di hadapan orang-orang di istana. Saat ini hanya dirinya dan Farel di lapangan tersebut. Tak ada orang lain yang mendekati bahkan mengawasi mereka berdua.


"Jadi yang harus ku lakukan sekarang hanya berlatih kuda saja?"


Farel mengangguk, "Ya, Putri Elena. Anda akan berlatih sampai sore. Setelah itu anda akan diantar kembali ke kamar anda. Jadwal makan malam tepat pukul tujuh malam, dan sebelum itu anda harus sudah berada di tempat pertemuan makan malam."


Elena mengangguk mengerti. Ia pun melangkah maju dan memegang pagar pembatas yang terbuat dari kayu pilihan terbaik. Berulang kali ia menghirup udara sedalam mungkin, mencoba untuk semakin menenangkan pikirannya.


"Ohya, Farel. Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" ucap Elena meminta izin kepada Farel yang berdiri tepat lima langkah di belakang Elena.


"Ya, Putri Elena. Anda bisa menanyakan apapun padaku."


Mendapat izin dari Farel, Elena pun membalikkan badannya dan menatap ke arah Farel. Dilihatnya tatapan Farel terus siaga dengan keadaan sekitar membuat Elena sedikit menghela napas berat.


"Kamu bisa tenang sedikit saat ini, Farel. Bukankah tempat ini cukup aman? Kamu tidak perlu terlalu siaga seperti itu."


"Ya, Putri Elena. Akan saya coba lakukan."


Walau Farel mengatakan akan mencoba sedikit lebih tenang, nyatanya Elena tidak mengganggapnya demikian. Farel masih tetap siaga seperti sebelumnya dan tidak ada yang berubah. Elena memaklumi hal itu karena ia tahu Farel pasti takut terjadi sesuatu pada Elena jika ia lengah sedikitpun.


"Kamu tahu keberadaan Ayahku saat ini, Farel?"


Farel terlihat bingung, "Maksud anda keberadaan Raja, Putri Elena?"


"Ah," tersadar jika dirinya saat ini berada di istana dan ia bukanlah lagi putri dari Dokter Daniel, "Maksudku keberadaan Ayah angkatku. Dokter Daniel—Daniel Rosamun."


Diangkat Farel tablet yang dari tadi ia pegang. Terlihat Farel sedang menekan sesuatu di layar tablet dengan cepat dan setelah itu kembali menatap Elena.


"Menurut informasi yang saya dengar terakhir kali, Dokter Daniel dikirim ke rumah sakit di salah satu desa kecil di bagian ujung utara Negara Ardorarias."


"Desa kecil?" tanya Elena kaget.

__ADS_1


"Ya, Putri Elena."


"Apa yang dilakukannya di sana? Di ujung utara? Bukankah daerah utara merupakan daerah yang hampir belum terjamah di Negara kita?"


Farel menggelengkan kepalanya, "Anda salah, Putri Elena. Ujung utara Negara kita merupakan desa yang sangat maju. Di sana tempat para mahasiswa pilihan—mahasiswa berprestasi dan para intelijen yang dikirimkan untuk penelitian."


Tertarik dengan informasi yang belum pernah ia dengar, Elena meminta Farel menceritakan lebih banyak tentang desa tersebut, "Ceritakan semua yang kamu tahu tentang desa itu."


Sembari memberikan informasi kepada Elena, Farel pun menunjukkan beberapa foto di desa tersebut. Elena sangat terkejut ketika melihat foto-foto di sana. Desa tersebut bukan daerah kecil dan tertinggal, desa tersebut bahkan jauh lebih baik dibandingkan pusat kota.


"Tapi Putri Elena, informasi ini hanya beberapa anggota kerajaan saja yang mengetahuinya. Bahkan para Putri serta Pangeran di istana tidak ada yang tahu tentang hal ini."


Elena mengangguk paham, informasi ini tak boleh ada yang mengetahui karena Raja menutupi semua tentang desa tersebut, "Tapi... apa alasan desa tersebut dirahasiakan?"


"Maaf Putri Elena, itu bukan sesuatu yang bisa saya tahu dengan mudah. Saya menceritakan apa yang hanya saya ketahui saja."


Lagi, Elena sedikit tertarik dengan Farel karena ucapannya, "Apa kamu pernah pergi ke sana, Farel?"


"Kamu... kamu salah satu mahasiswa intelijen yang dikirim ke sana?"


"Ya, Putri Elena."


"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?"


Elena dan Farel sontak menoleh ke arah sumber suara. Seorang lelaki dengan pakaian sangat rapi berjalan mendekat ke arah mereka berdua. Senyuman tak pernah luntur dari bibir laki-laki itu.


"Hormat saya Pangeran Steven dari Kerajaan Greekaloca.”


Melihat serta mendengar penghormatan Farel kepada laki-laki di hadapan mereka, membuat Elena akhirnya mengetahui bahwa laki-laki di hadapannya ini berasal dari kaum bangsawan—Pangeran dari Greekaloca.


Elena memandangi laki-laki di hadapannya dengan seksama. Tubuhnya yang tinggi dengan kulit seputih susu terlihat sangat gagah mengenakan pakaian yang tengah dipakainya saat ini. Terlihat jelas pakaian itu dibuat secara khusus dengan bahan dasar terbaik, membuatnya tampak mewah ketika dipakai oleh Pangeran dari Greekaloca tersebut.


“Jadi apa alasan kamu selama ini disembunyikan oleh Raja, Putri Elena?”

__ADS_1


Ucapan yang sangat lembut keluar begitu saja dari mulut Pangeran Steven, tetapi siapa yang menyangka pertanyaan tersebut berhasil membuat Elena tidak tahu harus menjawab apa. Elena sendiri pun sampai sekarang tidak tahu apa alasan Raja dan juga Ratu menyembunyikan keberadaan dirinya serapi itu. Yang ia tahu, di istana adalah tempat berkumpulnya orang-orang jahat, dan itulah alasan Elena selama ini disembunyikan keberadaannya.


“Apakah kamu pandai berkuda, Pangeran?”


Elena melangkahkan kakinya menjauh dari Pangeran Steven. Ia berjalan menuju kandang kuda bersama Farel yang selalu berada di sisinya. Pangeran Steven terlihat menyeringai tipis dan kemudian mengikuti ke arah Putri Elena pergi.


Elena memilih kuda berwarna putih yang terlihat sangat bersih. Para pekerja yang berada tak jauh dari tempat Elena berada langsung datang mendekat dan memberikan atribut keselamatan untuk Elena. Diraih beberapa perlengkapan untuk dirinya pakai, dan Elena sudah bersiap menunggangi kuda pilihannya.


"Kamu pandai berkuda, Putri Elena?" tanya sang Pangeran yang juga sedang menunggangi kuda di samping kiri Elena.


"Tidak terlalu, namun cukup baik untuk seseorang yang jarang berkuda."


Pangeran Steven mengangguk paham dan menunggangi kuda secara perlahan, mengikuti pola Elena menunggangi kuda. Senyum di wajahnya tak pernah pudar dan pandangan mata Pangeran Steven tak pernah lepas dari Elena. Terlihat jelas jikalau dirinya menaruh perhatian khusus pada Putri Ardorarias itu.


"Pangeran, tahukah kamu zaman dahulu di Kerajaan Ardorarias dilarang memandangi keturunan Raja secara langsung?" ucap Elena sembari tersenyum tipis ke arah Pangeran Steven.


Sadar akan sindiran halus dari Elena, Pangeran Steven langsung menundukkan kepalanya, "Maaf aku tidak bermaksud seperti itu."


Setelah beberapa kali mengitari lapangan yang cukup luas, Elena pun mengembalikan kuda ke para penjaga. Ia merasa lelah karena sudah lama tidak menunggangi kuda dan memilih untuk kembali ke kediamannya.


"Putri Elena, tunggu sebentar," panggil Pangeran Steven sembari membuka sarung tangan yang ia gunakan, "Ada yang ingin ku tanyakan padamu."


Elena menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Pangeran Steven, "Ya?"


"Hubunganmu dengan selebriti itu—


"Maaf menyela ucapanmu Pangeran Steven. Tapi ku rasa tidak baik ikut campur dengan masalah orang lain, terlebih lagi kita belum saling mengenal. Dan... bukankah tugas seorang Pangeran sangat banyak dibandingkan untuk mendengar gosip seperti itu?" ucap Elena dengan cepat menyela ucapan Pangeran Steven.


"Maaf aku hanya ingin memastikan. Karena kamu pasti bisa menduga topik apa yang akan dibicarakan ketika perjamuan makan malam nanti."


"Aku tahu," Elena membalikkan badannya dan melangkah menjauhi Pangeran Steven, "Hubungan kita. Hubungan yang sulit nantinya."


...***...

__ADS_1


__ADS_2