Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 23; Penyesalan James Rusgavosa


__ADS_3

"Yang Mulia Raja, beberapa hari yang lalu saya melihat keluarga kerajaan dari Greekaloca datang ke istana. Apa ada sesuatu yang penting terjadi?"


Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut putra pertama Putri Arrietta, James Rusgavosa. Semua mata kini memandang ke arah sepupu Elena, terlebih Raja yang baru saja melahap sesendok puding ke dalam mulutnya pun, segera diletakkan sendok tersebut di atas meja. Tatapan matanya terlihat sangat tajam menatap ke arah James, membuat yang ditatap segera menundukkan kepalanya.


"Ya, saya mengundang keluarga kerajaan Greekaloca untuk jamuan makan malam. Dan tentunya banyak hal yang harus diperbincangkan malam itu, salah satunya rencana hubungan kerjasama antara Ardorarias dan Greekaloca." Raja menatap ke arah James jauh lebih tajam saat ini, membuat James ragu untuk menatap ke arah sang Raja, "Saya tidak tahu kalau ternyata kamu sangat menaruh perhatian dengan keluarga kerajaan Greekaloca, James."


Ucapan Raja terdengar sangat mengintimidasi, membuat ayah dari James pun angkat suara, "Itu karna James dan Pangeran Steven saling berteman satu sama lain. Melihat kedatangan Pangeran Steven ke Ardorarias pasti membuatnya sangat senang, tapi karna pekerjaan yang terlalu menyita waktu, ia tidak punya cukup waktu luang untuk bertemu dan berbincang bersama Pangeran Steven. James pasti sangat sedih karna itu."


"Benarkah begitu, James? Apakah kamu sedih karna tidak bisa bertemu dengan Pangeran Steven?"


Pertanyaan Raja memang sangat lembut, namun tetap terdengar aura mengintimidasi yang sangat kuat. Semakin menatap ke arah Raja, James semakin dibuat takut untuk menjawab pertanyaan Raja.


"Ya, Yang Mulia Raja. Sudah sangat lama sekali sejak terakhir kali saya bertemu dan berbincang bersama Pangeran Steven."


"Pekerjaan terlalu menyita waktu?"


Raja kembali bertanya kepada James namun semakin James mencoba untuk memikirkan jawaban yang tepat, ia semakin ragu untuk menjawab. Sang Raja dengan setia masih menunggu jawaban dari James. Ia kembali menyendokkan puding ke dalam mulutnya, menanti jawaban apa yang akan James keluarkan.


"James?"


Terlihat semakin takut dengan Raja, membuat sang Raja semakin menekan James. "Jika pekerjaanmu terlalu menyita waktu, seharusnya kamu melaporkan hal tersebut kepada saya, James. Kamu adalah putra dari Putri Arrietta, tentu saja saya harus sedikit memberi waktu luang untukmu."


Terdengar sindiran dari jawaban yang diberikan Raja membuat Putri Arrietta menggenggam telapak tangannya sendiri. Elena hanya diam dan memperhatikan gerak gerik semua orang di ruangan tersebut, terlebih respon dari Putri Arrietta sangat menarik perhatian Elena.

__ADS_1


"Saya pikir tidak perlu sejauh itu kepada putra dan putriku, Yang Mulia Raja. Mereka harusnya bisa mencontoh hal baik darimu dalam bekerja. Tidak perlu terlalu lembut kepada putra dan putriku."


"Saya hanya ingin mendengarkan pendapat dari keponakanku sendiri. Mungkin saya terlalu keras sudah memberikan dia pekerjaan terlalu banyak. Bagaimana menurutmu, James? Apa kamu merasa kewalahan dengan pekerjaan? Kamu harus menjawab pertanyaanku, jika kamu tidak menjawab bagaimana saya bisa mempertimbangkan pekerjaanmu?"


Mendengar Raja memaksa James untuk menjawab, James pun dengan cepat menjawab ucapan Raja, "Tidak Yang Mulia Raja, saya tidak merasa kewalahan dengan pekerjaan saya. Maafkan saya jika sempat membuat anda merasa kesal dengan ucapan saya tadi." ucap James bersungguh-sungguh.


"Kamu yakin, James? Dengan kekuasaan yang saya punya, dengan mudah saja saya bisa mengurangi pekerjaanmu."


"Tidak Yang Mulia, saya bersungguh-sungguh kepadamu, Yang Mulia Raja. Maafkan kelancangan dari ucapan-ucapan saya."


"Tapi bukankah—"


"Yang Mulia.." Elena akhirnya membuka suara untuk meredamkan suasana di ruang makan tersebut, "Maaf jika saya lancang dan memotong obrolan kali ini, tapi bisakah makan malam sampai di sini dahulu? Karna saya baru saja mendapatkan tugas, saya membutuhkan waktu lebih banyak untuk mempelajari pekerjaan saya."


"Yang Mulia Raja, apa yang dikatakan Elena barusan benar adanya. Lagipula hari semakin malam dan esok hari, kita semua masih harus kembali melakukan pekerjaan masing-masing. Lebih baik acara makan malam kita akhiri sampai saat ini saja. Tentunya kita bisa mengadakan acara makan malam bersama lain kali. Bagaimana menurut Putri Arrietta? Maukah kalian memenuhi undangan saya untuk makan malam di lain waktu?" ucap Ratu dengan senyuman yang terasa menenangkan.


"Tentu. Dengan senang hati saya akan menerima undangan tersebut."


Raja pun mengangguk dan memberikan izin kepada semua orang di ruangan itu untuk mengakhiri acara makan malam. Setelah mendapatkan izin untuk meninggalkan ruangan, masing-masing orang di ruangan tersebut kembali ke kediaman masing-masing.


Elena yang baru saja keluar dari ruang makan pun langsung disambut oleh Farel yang dengan sangat setia menunggu kedatangan Elena. Farel segera menghampiri dan berjalan di belakang Elena.


"Putri Elena, tunggu sebentar."

__ADS_1


Mendengar namanya dipanggil, Elena pun menoleh ke arah sumber suara. James Rusgavosa ternyata sang pemilik suara, berhasil menghentikan langkah Elena, ia berjalan mendekat ke arah Elena cepat.


"Salam hormatku padamu, Putri Elena. Maaf jika mengganggu waktu istirahatmu, namun izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasihku padamu."


Alis Elena terlihat sedikit terangkat, "Ucapan terima kasih?"


"Ya. Berkat anda, ucapan Raja berhasil dihentikan. Saya benar-benar merasa berterima kasih pada anda."


Elena tertawa kecil, karna terlampau kecil, orang yang melihat tidak akan sadar kalau saat itu Elena tengah tertawa, "Kamu salah mengira. Apa yang saya katakan tadi memang murni karna saya ingin segera beristirahat, bukan untuk membantumu keluar dari intimidasi Raja."


James yang mendengarnya merasa sedikit kesal, Elena kembali melihat ke arah James, "Saya benar-benar ingin beristirahat saat ini. Saya harap kita bisa bertemu lain waktu. Saya permisi."


Dengan cepat Elena membalikkan badannya dan berjalan menuju ke kediamannya. Ia benar-benar merasa lelah saat ini. Belum lagi ia masih harus mempelajari pekerjaan yang diberikan kepadanya.


"Farel, pastikan kamu beristirahat sejenak. Dua jam lagi kamu harus menemui saya di ruang kerja saya."


Setelah menyampaikan pesan kepada Farel, Elena langsung masuk ke dalam kamar miliknya. Melihat sang Putri masuk ke dalam kamar tidurnya, Farel pun dengan cepat bergegas menuju ke ruang miliknya. Sang Putri memberikan ia waktu selama dua jam untuk beristirahat, dan setelahnya ia harus kembali bekerja dan melayani Putri Elena.


Dalam waktu dua jam, Farel harus membersihkan diri, mengisi tenaga dan beristirahat sebentar. Walau sebelumnya ia sudah terbiasa dengan waktu istirahat yang sedikit, namun kali ini ia sedikit merasa gugup ketika melayani sang Putri. Semua pekerjaannya akan segera dimulai malam ini.


"Mari kita mulai pekerjaan kita, Farel."


...***...

__ADS_1


__ADS_2