Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 21; Perkenalan Para Menteri


__ADS_3

Minggu yang panjang setelah satu minggu pindah ke istana pun berakhir. Perlahan semua berita tentang hubungan Elena dan Rave hilang sempurna. Tak ada seorang pun di sosial media yang membicarakan tentang hubungan mereka. Semuanya bersih seolah tak pernah terjadi apapun sebelumnya.


Begitu juga dengan hubungan keduanya, semua tampak berjalan normal seperti dahulu. Setelah panggilan telpon malam itu, rasa lega mendatangi keduanya. Walau hubungan mereka akan semakin sulit, terlebih posisi Elena yang berada di istana dengan pengawasan super ketat, mereka berdua mencoba untuk saling memaklumi. Rave berjanji tidak akan menuntut kabar dari Elena, sedangkan Elena berjanji akan berusaha menjaga kesehatannya dan menemui Rave sesegera mungkin, jika ia punya kesempatan.


Seperti pagi-pagi sebelumnya, Elena harus sudah siap untuk beraktivitas di pagi hari. Farel, sang asisten pribadi sudah siap di depan pintu kamar Elena. Entah sejak pukul berapa pemuda tersebut berada di sana, apakah ia sudah sarapan ataukah belum Elena tidak akan pernah tahu. Karena jika ditanya, Farel selalu mengatakan ia sudah siap di sana artinya ia sudah siap dengan dirinya sendiri.


Hari senin adalah hari yang tepat untuk Raja membawa Elena ikut serta dalam menghadiri segala macam pekerjaannya. Setiap senin pagi akan selalu ada pengarahan singkat yang dipimpin oleh Raja langsung. Dan Raja meminta Elena untuk menggantikannya memberikan pengarahan singkat setiap senin pagi ketika Raja sedang tidak berada di istana.


Dan pada hari senin inilah waktunya Elena untuk mengenal para Menteri yang bertanggung jawab dengan pekerjaan mereka masing-masing. Semua Menteri berkumpul di ruang rapat. Menurut Elena, menghafal 30 Menteri sekaligus tidaklah sulit. Yang sulit adalah mengetahui karakter masing-masing Menteri. Apakah Menteri-Menteri yang selama ini membantu Raja memang bekerja sesuai bidang mereka atau tidak. Dan Elena harus mencari tahu hal lain yang lebih penting, apakah mereka memang mengabdi pada Raja ataukah mereka selama ini berada di pihak yang bertentangan dengan Raja. Hal yang pertama kalo harus Elena cari tahu seorang diri.


"Dia adalah Menteri Pertanian dan Perkebunan, Viktor Recago."


Elena langsung memberikan uluran tangan pada sang Menteri ketika Raja memperkenalkannya. Sang Menteri Pertanian dan Perkebunan itu pun dengan cepat membalas uluran tangan Elena. Nantinya Elena akan membantu di bidang pertanian dan perkebunan, oleh karena itu Elena berusaha menarik perhatian Menteri di hadapannya ini lebih dulu.


"Mohon bantuannya, saya sama sekali tidak menguasai bidang pekerjaan ini." ucap Elena dengan raut wajah bersungguh-sungguh.


"Tidak, Putri Elena. Saya lah nantinya yang akan membutuhkan bantuan dari anda. Anda tidak perlu canggung pada saya. Jika ada sesuatu yang ingin anda tanyakan, anda bisa tanyakan langsung pada saya."


"Terima kasih,"

__ADS_1


Sang Raja pun kembali mengenalkan Elena dengan Menteri yang lainnya. Elena, dengan raut wajah dan senyumannya yang tidak pernah pudar pun berusaha keras untuk mengingat semuanya. Para Menteri terlihat baik-baik saja, namun ada beberapa Menteri yang secara terang-terangan tidak menyukai Elena. Elena akan memaklumi dan berusaha tidak memperdulikan itu.


Setelah pengarahan dan pengenalan singkat dengan para Menteri, Raja dan Elena pun pergi meninggalkan ruangan rapat. Raja mengajak Elena untuk datang menghadiri pertemuan dengan Gubernur di kota tempat Elena dulu tinggal. Gubernur tersebut telah menunggu kedatangan Elena dan Raja. Ia langsung menyambut kedatangan Elena dan Raja di kantor Gubernur kota tersebut.


"Salam hormat pada Yang Mulia Raja dan Putri Elena," ucap sang Gubernur memberi hormat kepada Elena dan Raja, "Terima kasih sudah menerima undangan dari saya."


Elena dan Raja pun dituntun untuk mengelilingi kantor Gubernur. Para karyawan yang sedang bekerja di sana pun seketika menghentikan pekerjaan mereka, memberi hormat kepada Raja dan Elena, kemudian kembali bekerja lagi.


Setelah berkeliling sebentar, Raja dan Elena pun dibawa ke ruangan kerja sang Gubernur. Asisten pribadi Raja dan juga Farel terlihat ikut masuk ke dalam ruangan kerja Gubernur. Mereka berdiri agak menjaga jarak dari sofa tempat Raja dan Elena duduk.


"Yang Mulia Raja, ini adalah hasil rekapan data yang engkau pinta. Saya sudah merapikannya semuanya." sang Gubernur memberikan beberapa map kepada Raja, dan Raja dengan sigap membaca laporan yang diberikan oleh sang Gubernur.


Elena menerima satu map dari Raja. Dibukanya map tersebut dan ternyata berkaitan dengan hasil pertanian dan perkebunan dari kota tersebut. Elena baru pertama kali terjun ke bidang pekerjaan ini, dan untuk memahami hal yang ada di laporan tersebut dalam waktu singkat tidaklah mudah. Beruntung Raja mengijinkan dirinya untuk membawa laporan tersebut ke kediamannya untuk ia pelajari seorang diri.


"Apa ada masalah yang cukup serius terjadi?" tanya Raja kepada sang Gubernur.


"Tidak ada. Hanya saja pihak rumah sakit umum di kota ini meminta bantuan secara khusus pada saya," Raja mendengarkan ucapan sang Gubernur dengan seksama, "Pihak rumah sakit meminta dikirimkan bantuan Dokter Bedah Umum dengan Menteri Kesehatan untuk menggantikan Dokter Daniel Rosamun, namun mereka menolak memberikan pengganti."


Mendengar nama ayah angkatnya disebut, Elena beralih menatap ke arah sang Gubernur. Ada perasaan rindu yang tiba-tiba datang menghampiri Elena, dan juga rasa khawatir yang memuncak. Apa kabar ayah angkatnya tersebut, apakah ia baik-baik saja, dan di manakah sebenarnya ia berada saat ini. Apakah ayah angkatnya masih berada di sebuah desa terpencil di ujung utara Negara atau sudah pindah ke tempat lain.

__ADS_1


"Berikan data tentang rumah sakit umum tersebut dan kirimkan pada asistenku sebelum berakhirnya hari ini. Akan segera ku evaluasi dan melanjutkannya pada Menteri Kesehatan jika memang diperlukan seorang Dokter pengganti."


Mendengar ucapan dari sang Raja, Gubernur pun langsung mengiyakan permintaan dari Raja, "Akan segera ku sampaikan ke pihak rumah sakit secepatnya."


"Kalau begitu kita sudahi pertemuan kita sampai di sini. Masih banyak tempat yang harus segera saya datangi." ucap Raja yang kemudian berdiri dari duduknya.


Melihat Raja yang tiba-tiba bergerak, Elena pun ikut bangkit namun Gubernur kota tersebut menahan Elena untuk tidak menyusul Raja. Posisi Raja dan asisten pribadinya sudah dahulu keluar ruangan, sedangkan di ruangan Gubernur tersebut menyisakan Elena, Farel dan Gubernur saja.


"Putri Elena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada anda," terlihat sang Gubernur sedang berusaha agar Elena ingin mendengarkan ucapannya.


"Ya?"


"Saya ada di pihak anda. Ayah anda—maksud saya Dokter Daniel adalah teman baik saya. Beliau sempat menitipkan anda pada saya jika suatu hari nanti anda membutuhkan sesuatu. Awalnya saya bingung apa maksud perkataannya, tetapi setelah muncul berita kemunculan anda dan menghilangnya Dokter Daniel, saya paham dengan situasinya."


Elena terlihat bingung tapi ia tetap mencoba merespon sang Gubernur, "Terima kasih atas bantuan anda. Saya sangat mengapresiasi itu."


"Percaya pada saya, Putri Elena."


...***...

__ADS_1


__ADS_2