
"Oke latihan hari ini sudah cukup. Kalian bisa istirahat sebentar untuk tampil nanti malam."
Manager dari grub band Rias—grup band dengan vokalis utama Rave Josha—menghentikan latihan mereka. Dikembalikannya ponsel milik keempat member, kemudian berlalu dari ruang latihan tersebut.
Mendapatkan ponselnya kembali, Rave dan yang lainnya langsung duduk di sofa ruang latihan itu. Keempat member sibuk dengan ponselnya masing-masing, memanfaatkan untuk memberi kabar keluarga atau sekadar melihat sosial media, sebelum ponsel mereka kembali disimpan sang manager.
> Elena, apa kabarmu?
> Dalam beberapa hari ke depan aku akan tampil di Greekaloca dan malam ini, malam pertama aku tampil di sini.
> Aku harap kamu baik-baik saja. Aku merindukanmu.
Setelah mengirimkan pesan singkat ke Elena, Rave tidak tahu harus melakukan apalagi. Waktu istirahat masih cukup banyak untuk dirinya namun ia tidak tahu harus menghabiskan waktunya untuk apa. Dicobanya untuk menelpon Elena, namun ponsel milik Elena sedang tidak aktif. Sudah satu minggu ini jika Rave memiliki waktu luang, ia akn mengirimkan pesan atau menelpon Elena. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari gadis itu.
"Hey lihatlah berita utama hari ini. Raja Ardorarias ternyata memiliki keturunan dan selama ini putrinya disembunyikan dari publik!"
Ucapan yang keluar dari mulut Ian pun membuat anggota member di sana mendekat untuk melihat berita yang sedang dibuka oleh Ian. Termasuk Rave, mereka sangat kaget melihat berita tersebut.
"Namanya Putri Elena. Lihat cantik sekali bukan?" ucap Ian kembali sembari mengangkat ponselnya dan memperlihatkan ke arah member lain.
"Ya, cantik sekali. Kenapa yaa selama ini ia bisa disembunyikan dari publik?" jawab Andro, member grub band Rias yang lain.
"Tunggu sebentar—Elena?" tanya Rave terkejut dan langsung menyambar ponsel milik Ian.
"Putri Elena, Rave. Jangan seolah kamu menganggap dia orang biasa dengan seenaknya menyebut namanya sembarang. Bisa-bisa kamu mendapat hukuman dari kerajaan!" timpal Shann memperingatkan Rave.
__ADS_1
Rave yang hanya peduli pada ponsel milik Ian pun tidak memperhatikan ucapan Shann sama sekali. Ia terlalu kaget membaca berita hari itu. Wajah Putri keturunan Ardorarias memanglah Elena yang ia kenal. Elena yang sudah ia pacari selama beberapa tahun terakhir.
Ia terlalu kaget melihat berita tersebut. Elena yang ia kenal merupakan keturunan Raja dan ia tidak tahu tentang informasi ini. Ia merasa kecewa pada Elena yang ternyata selama ini sudah membohonginya. Bagaimana bisa, bagaimana bisa seseorang yang sangat ia kenal ternyata ia sama sekali tidak mengenalnya.
"Rave,"
"Rave!"
Rave terkejut dan mendongak ke arah samping kanannya. Pundaknya disentuh oleh sang manager, menginstruksikan bahwa bosnya akan bertemu dan datang ke ruangan itu.
"—mana Rave Josha?!" teriak bosnya dari luar ruangan terdengar sampai ke ruangan tempat grub band Rias latihan.
Semua anggota langsung bergidik ketakutan ketika mendengar teriakan sang bos. Mereka semua sangat takut dengan bos mereka termasuk Rave. Namun kali ini Rave terlalu kaget dengan fakta tentang Elena sampai ia tidak peduli dengan kemarahan sang bos nantinya.
"Sejak kapan?!" teriak sang bos ketika baru sampai di depan pintu ruang latihan.
Teriakan sang bos yang kedua kalinya membuat ketiga member grub band di sana sangat terkejut. Mereka terkejut karena selama ini Rave berkencan dengan seseorang. Selama ini ketiga member Rias sering sekali meledek Rave karena ia selalu menolak ketika mereka sedang memesan para gadis. Mereka pikir saat itu Rave menyukai sesama jenis dan fakta yang terungkap hari ini, ternyata ia sudah berpacaran dengan seorang gadis. Bahkan dengan penerus Kerajaan Ardorarias.
"Aku tanya sudah berapa lama kamu berkencan dengan Putri Elena?!" sang bos kembali mengulang pertanyaannya, memaksa Rave untuk membuka mulut.
"Empat tahun," jawab Rave lemah.
Terlihat sang bos dan managernya di sana terlihat tertekan, walau sang manager sudah mengetahui hal ini, dan managernya lah yang melindungi Rave berkencan selama ini. Ketiga member Rias yang lainnya pun terlihat sangat kaget sampai mulut mereka bertiga ternganga.
"Ba-bagaimana bisa kamu menyembunyikan ini semua selama ini? Dan—media yang hampir bocor tempo hari, ternyata memang benar kamu berpacaran dengan Putri Elena?!"
__ADS_1
"Ya,"
"Rave..." sang bos terlihat mengepalkan tangannya ketika mendapatkan fakta langsung dari Rave, "Kamu tahu siapa gadis yang kamu kencani, Rave?! Putri Elena! Penerus Kerajaan Ardorarias selanjutnya! Dan bagaimana bisa seorang Putri dibiarkan bisa berpacaran dengan bebas—"
"Apa maksudmu?!"
Rave terlihat sedang memendam amarah kepada bosnya. Ia tidak masalah jika semua orang di dunia ini menyalahkannya karena berkencan dengan seorang Putri. Tapi menyalahkan Elena? Ia tidak bisa menerimanya. Elena tidak salah karena Rave lah yang meminta dan meyakinkan Elena untuk berkencan dengannya. Terlebih lagi, apa salahnya jika seorang Putri Kerajaan berkencan? Salah?
"Rave tenanglah," gumam sang manager menenangkan Rave.
"Berita ini membuat kepalaku ingin meledak," gumam sang bos, "Apa kamu mendapatkan informasi dari kerajaan?" tanya bos kepada manager Rias.
"Ya, mereka meminta kita untuk menyanggah berita ini. Publik tidak boleh tahu jika Putri Elena berkencan dengan seorang selebriti." jelas manager membuat Rave semakin terpuruk.
"Ya memang betul," jawab sang bos dengan cepat, "Begini saja, keluarkan pernyataan kalau Rave saat ini memang sedang berkencan, tapi bukan dengan Putri Elena melainkan dengan Chalota. Banyak penggemar yang menjodohkan Rave dengan Chalota dan sepertinya mereka bisa mendukung ini semua."
"Apa? Kenapa begitu? Kalian bisa hanya menyanggah dan tak perlu menambahkan informasi palsu seperti ini." tolak Rave cepat.
"Kamu pikir publik akan percaya? Tidak mungkin. Putri Elena juga bisa menjadi target pengejaran dari para media dan hal ini akan sangat menyusahkan kita. Berkencan dengan seorang anggota kerajaan itu sangat sulit, Rave."
Rave terlihat sangat tidak bersemangat. Bagaimana ia akan tampil dengan tenang malam ini. Jadi inikah alasan Elena tidak bisa ia hubungi selama satu minggu ini? Rave sangat kecewa tapi ia memikirkan perasaan Elena. Bagaimana ia bisa melewati ini semua dan masalah pernyataan itu. Elena pasti juga sangat hancur mendengarnya.
"Pelajaran untuk yang lain, jika kalian sedang atau ingin berkencan katakan padaku. Menceritakannya pada manager tidak akan membantu. Yang bisa melindungi kalian semua hanya aku." ucap bos yang kemudian pergi meninggalkan ruang latihan diikuti manager mereka dari belakang.
Keadaan ruang latihan mendadak sunyi. Rave tahu jika terlalu banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan para member kepadanya, dan Rave sedikit bersyukur tidak ada satu pun dari mereka yang menanyakannya.
__ADS_1
"Aku ke toilet dulu. Panggil aku jika ponsel akan segera dikumpulkan."
...***...