Elena; Ratu Dari Ardorarias

Elena; Ratu Dari Ardorarias
Part 22; Keluarga Putri Arrietta


__ADS_3

Seharian penuh bekerja mengikuti Raja, akhirnya bisa ditutup sempurna oleh Elena tepat pukul lima sore. Raja yang sudah lebih dulu kembali ke kediamannya ke istana sebelum makan siang pun mengirimkan pesan pada Elena. Elena diminta untuk kembali ke istana sebelum jam makan malam karna harus ikut makan malam bersama dengan keluarga besar kerajaan.


"Tiba-tiba?" tanya Elena pada Farel yang duduk di samping sopir.


"Ya, Putri Elena."


"Kenapa selalu memberi informasi dadakan? Dan bukannya hari ini aku dibebaskan untuk makan seorang diri."


"Putri Arrietta meminta untuk dipertemukan dengan anda, Putri Elena."


"Putri Arrietta,"


Elena yang sedari tadi membaca laporan hasil pertanian yang diberikan oleh Gubernur pun segera menutup mapnya. Ia pun menatap ke arah kaca mobil, memperhatikan jalanan yang tampak lancar walau sedang arus balik orang bekerja.


Putri Arrietta Leithova, dia adalah keturunan Raja sebelumnya, kakak perempuan dari Raja Jeremy. Putri Arrietta terkenal sangat baik dan bijaksana. Ia bahkan dengan rendah hati menerima kenyataan kalau adiknya yang dipilih menjadi Raja selanjutnya, dan ia tetap memberikan restu kepada adiknya tersebut.


"Putri Arrietta bukan sainganmu di istana, mungkin ia akan menjadi salah satu orang yang membela dan membantumu ketika di istana. Tapi yang harus kamu waspadai adalah suami dan anak-anaknya. Terlebih putranya sangat terobsesi untuk mendapatkan gelar menjadi penerus kerajaan. Elena, tetap waspada dengan lingkungan sekitarmu."


Elena menyandarkan punggungnya di sofa mobil. Dipejamkan matanya untuk istirahat barang sebentar. Malam ini akan menjadi malam yang panjang kembali, sama seperti malam-malam sebelumnya, ia akan telat untuk beristirahat. Jadi, selagi ia ada waktu untuk beristirahat maka ia akan segera memanfaatkannya.


Mobil yang membawa Elena dan Farel pun tiba di depan kediaman keluarga kerajaan. Elena pun segera turun dan berjalan masuk diikuti Farel di belakangnya. Sesampainya di kediaman miliknya, para pelayan Elena langsung membantu Elena untuk membersihkan diri.


Tidak butuh waktu yang lama Elena membersihkan diri, karna ia sudah sedari tadi ditunggu di ruang makan oleh keluarga kerajaan. Gaun berwarna hijau muda ia pilih untuk menemaninya makan bersama malam ini. Ia hanya akan makan bersama dengan keluarga kerajaan, maka ia tidak perlu berpenampilan secara berlebihan. Toh yang akan ia temui hanya keluarga dari kakak ayahnya saja. Jika ibunya marah dengan penampilan dirinya, salahkan dirinya sendiri kenapa tidak membantu Elena dalam mencari gaun.

__ADS_1


Setelah selesai merapikan diri, pintu ruangan di kediaman milik Elena pun dibuka. Elena melangkahkan kakinya pergi menuju ke ruangan tempat makan malam diadakan. Seperti biasa, Farel akan selalu siap sedia berada di belakang Elena. Selalu siaga, mana tahu Elena membutuhkan sesuatu padanya.


"Putri Elena datang memasuki ruangan," teriak salah satu ajudan menginfokan.


Semua pelayan dan ajudan yang berada di ruangan tersebut langsung memberikan hormat ketika Elena melangkah masuk ke ruang makan malam. Dilihatnya Raja, Ratu serta empat orang lainnya berada di kursi meja makan. Melihat kedatangan Elena, semua orang yang berada di sana kecuali Raja dan Ratu pun bangkit berdiri dan memberi hormat.


Elena dapat melihat seorang wanita cukup tua dengan rambut berwarna hitam pekat berjalan mendekat ke arah Elena. Walau sudah cukup tua, wanita tersebut terlihat sangat cantik dan juga sehat. Ia memberikan penghormatan untuk Elena bersama tiga orang di belakangnya.


"Salam hormat dari saya dan keluarga, Putri Elena. Bahagia akhirnya saya bisa bertemu anda di usia saya yang sekarang."


Elena langsung membalas penghormatan dari wanita yang ia tahu adalah Putri Arrietta. Wajahnya benar-benar bak pinang dibelah dua, benar-benar mirip dengan Raja, hanya saja Raja versi laki-laki sedangkan beliau versi wanitanya.


"Salam hormat padamu, Putri Arrietta. Suatu kehormatan bagi saya bisa segera menemui anda. Maafkan saya jika terlambat datang malam ini."


"Tidak perlu sungkan, Putri Elena. Saya memaklumi karna anda banyak tugas yang harus diselesaikan. Saya yang harusnya meminta maaf karna ingin secepatnya segera bertemu dengan anda." Putri Arrietta maju dua langkah di hadapan Elena, diraihnya telapak tangan keponakannya itu, "Bolehkah saya memelukmu, Putri Elena?"


Setelah mendapatkan izin dari Elena, Putri Arrietta pun bergerak untuk memeluk Elena. Elena dapat merasakan pelukan yang tulus dari bibinya tersebut.


"Saya sangat bahagia untuk hidupmu, Elena. Maaf jika saya tidak bisa menolongmu melewati semua ini, dan membuatmu harus terpisah dengan kedua orang tuamu."


Ucapan yang keluar dari mulut Putri Arrietta terdengar sangat tulus. Tapi tunggu dahulu, apa maksud ucapannya. Kenapa Putri Arrietta seolah tahu tentang hidupnya selama ini? Bukankah tak ada orang lain yang mengetahui kalau Elena merupakan putri dari Raja Ardorarias?


"Putri Arrietta sebaiknya kita mengobrol sembari makan malam." ucap Raja yang memecahkan keheningan.

__ADS_1


Ajakan Raja barusan pun membuat Putri Arrietta segera melepaskan pelukannya. Ia pun berjalan dan menuntun Elena untuk duduk di kursinya, setelah itu duduk di sisi kanan Raja, diikuti suami dan anak-anaknya di sampingnya.


"Mari hidangkan makan malamnya," gumam Raja memberikan isyarat kepada para pelayan untuk segera menghidangkan makan malam.


Makan malam pun berjalan lancar, tidak ada obrolan berat yang dilontarkan ketika mereka sedang makan malam bersama. Elena pun hanya akan berbicata jika dirinya diajak bicara, selebihnya hanya orang tua serta bibinya saja yang saling berbicara.


"Ohya Putri Elena, maaf karna tidak mengenalkan secara formal, namun izinkan saya memperkenalkan keluarga saya. Tentu saja anda sudah mengenal saya dari Raja dan Ratu, saya Arietta Leithova, kakak dari Raja Jeremy. Di samping saya ini adalah suami yang sangat saya hormati setelah Raja, Arnold Rusgavosa. Dan kedua putra dan putri saya, James Rusgavosa dan Barbara Rusgavosa. Saya harap bisa akrab dan saling membantu apa yang anda butuhkan nantinya, Putri Elena."


Elena memberikan senyuman terbaiknya kepada mereka semua yang hadir di sana. Jauh di lubuk hati Elena yang terdalam, berharap akan mereka semua bersikap baik pada Elena. Mereka merupakan saudara bagi Elena, saudara sedarah. Akan sangat bagus jika mereka saling membantu dan tidak menyusahkan.


"Putri Elena, saya mendengar bahwa dahulu anda pernah bekerja di perusahaan pembuatan semen. Apakah benar begitu?" tanya Putri Arrietta di sela-sela menyantap makan malam.


"Ya, sejak saya lulus kuliah saya sudah mengincar bekerja di perusahaan itu."


"Sungguh hebat. Jika saja kita dahulu sudah saling mengenal, mungkin kamu akan sering bertemu dengan suami saya," ucap Putri Arrietta sembari menyentuh telapak tangan suaminya, "Benarkan begitu, sayang?"


Alis Elena sedikit terangkat, ia letakkan sendok dan garpunya lalu menoleh ke arah Arnold. Arnold Rusgavosa terlihat sedikit gugup dan berusaha menjawab ucapan istrinya.


"Ya, walau saya sudah tidak lagi bekerja di sana tapi saya masih sering membantu para karyawan di bawah Menteri Pembangunan. Saya membantu mereka dalam proyek dan kerjasama dengan perusahaan semen ternama di Negara kita." jelas Arnold seolah membanggakan dirinya sendiri.


"Wah sangat menarik sekali. Lain kali jika ada waktu, saya ingin datang mengunjungi kantor lama saya bersama anda.Boleh bukan, paman?"


"Tentu saja boleh,"

__ADS_1


Jawaban yang sangat ingin Elena dengar, dan entah kenapa terdengar begitu terpaksa diucapkan. Entah ada apa sebenarnya maksud dari Putri Arrietta menceritakan tentang pekerjaan suaminya. Apakah hanya sekadar ingin menceritakan atau ingin memberitahukan secara tersurat. Elena akan mencari tahu seorang diri nantinya.


...***...


__ADS_2