End Of Suffering

End Of Suffering
Dinner


__ADS_3

Mendengar ucapan nyonya nya itu Anisa langsung berfikir. (Memangnya aku tadi ngomong apa ko bisa buat tuan muda salah tingkah?) Anisa langsung melihat kearah Alex.


"Tidak ada siapa yang salah tingkah sudahlah mom Alex ke atas dulu." Alex segera pergi meninggalkan Yulia dan Anisa yang sedang sibuk membagikan belanjaan tadi ke semua orang yang ada di rumah.


Terakhir Anisa memberikan satu paper bag yang isinya baju untuk bi Ratni. "Bibi Anisa pulang ini buat bibi dikasih dari nyonya semua orang yang ada dirumah ini juga dikasih ko." Bi Ratni langsung menerima paper bag itu.


"Wah bonus nih, Nis kamu sudah tidak bisa berbicara yang sebenarnya lagi soalnya nyonya sudah sangat sayang sama kamu. Emangnya kamu tega ngerusak kebahagiaan nyonya?" Ucap bi Ratni yang mencemaskan kalau Anisa tetap Akan berbicara tentang kebenaran hubungan nya dengan Alex.


"Anisa juga bingung bi tapi ini kan salah tuan muda kalau saja tuan muda enggak ngaku ngaku jadi pacar Anisa mungkin kejadian nya enggak akan seperti ini." ucap Anisa yang semakin bingung akan keputusan nya.


"Anisa itu gak pernah berharap ada kejadian ini bi apalagi harus membohongi seseorang yang sayang sama Anisa tapi mau bagaimana lagi udah terlanjur." ucap Anisa dan langsung dijawab oleh bi Ratni. "Yasudah pacaran nya beneran aja kata bibi juga lagian kalian cocok sama sama baik apalagi tuan dan nyonya udah merestui hubungan kalian."


"Ih si bibi mana mau tuan muda sama Anisa, Anisa kan kucel jelek pendek lagi." ucap Anisa.


"Eh siapa yang bilang gitu orang kamu cantik masih fresh lagi ya namanya juga anak gadis." ucap Bi ratni


"Itu kata tante tante yang ngebet banget jadi pacarnya tuan muda soalnya kemaren pas Anisa nganterin makanan eh malah ada tante tante itu nge buang makanan yang Anisa bawa terus dorong Anisa dan maki maki Anisa bi." ucap Anisa yang secara singkat menceritakan kejadian kemarin.


"Aduh siapa itu ko berani berani nya bikin keributan di kantornya tuan muda." tanya bi Ratni yang penasaran.


"Kalo enggak salah namanya itu Bella iya Bella." jawab Anisa yang mengingat nama tante itu.


"Oh kalau itu bibi juga tau dia suka kesini tapi enggak pernah dianggap sama nyonya malahan diusir karena ya nyonya tau dia hanya perempuan yang ingin mengincar hartanya saja."


Tidak terasa sekarang sudah tepat pukul 5 sore Anisa dan Alex akan segera berangkat karena Anisa harus bersiap dulu. "Anisa ayo apa kamu sudah siap?" Tanya Alex.


"Sebentar saya belum pamitan sama nyonya dan tuan." Anisa langsung melangkah kan kakinya tapi Alex malah menarik tangan Anisa yang membuat Anisa terkejut dan menahan langkahnya.


"Sudah tidak perlu pamitan tadi saya sudah meminta izin jadi ayo kita langsung berangkat saja." ucap Alex yang menggandeng Anisa.


(Ini nyaman sekali ya walaupun yang aku gandeng adalah bocah kecil.) Alex tersenyum karena Anisa tidak menolak digandeng oleh nya. Pak supir yang melihat tuan muda nya itu menuju ke mobil langsung saja membuka kan pintu mobilnya. Di dalam mobil tidak ada sama sekali perbincangan apapun dan tidak lama kemudian mereka sampai di salah satu tempat untuk merias Anisa.


"Tuan muda mau apa kesini?" Anisa bertanya tapi tidak di jawab oleh Alex yang membuat Anisa kesal. "Isshh dasar menyebalkan sekali om om tua ini."


Tapi tanpa Anisa sadari ternyata Alex mendengar apa yang dia katakan. "Jangan berbicara sembarangan saya mendengar nya." Ucapan Alex itu membuat Anisa terkejut karena ternyata dari tadi Alex mendengar nya.


"Kau dandani pacarku secantik mungkin dan berikan dia dress yang bagus karena aku ingin dia tampil istimewa apa kau mengerti?" Alex memerintahkan pegawai disana untuk membuat Anisa tampil istimewa.

__ADS_1


"Baik tuan mari nona ikut saya." Anisa mengikuti langkah pegawai itu.


Anisa masih tidak tau sebenarnya dia mau di apakan. Disana banyak dress yang cantik cantik dan make up yang sangat komplit. Pertama Anisa akan di make up dan rambutnya sedikit di percantik kemudian setelah itu Anisa di pakai kan dress yang sangat cantik dari yang lainnya.


"Wah nona kau sangat cantik pantas saja tuan muda mencintaimu." ucap pegawai itu.


"Ah bisa aja mbak ini, mbak juga cantik ko." Anisa tersipu malu karena dia dipuji oleh pegawai itu.


Anisa berjalan keluar dengan malu malu karena diluar Alex sedang menunggu nya. Anisa bersandar di dinding karena dia tidak bisa berjalan lebih jauh lagi karena heels nya. Alex yang mendengar suara seseorang keluar dia langsung membalikkan badannya dan melihat seorang perempuan yang sangat cantik dan dia kenali.



(Anisa apa itu benar Anisa? Kenapa dia sangat cantik dia tidak terlihat seperti seorang gadis kecil.) Alex tertegun melihat kecantikan Anisa tapi Anisa menyadarkan Alex dengan memanggilnya. "Tuan muda tolong saya ini saya susah jalan soalnya gak pernah pake heels jangan bengong mulu."


"Eh iya bentar." Alex berjalan menuju Anisa dan menyuruh Anisa untuk berpegangan ke lengan nya dan Anisa menurut saja. Alex pergi setelah membayar semua biaya untuk membuat Anisa secantik ini.


Di dalam mobil Alex terus saja melirik Anisa, Anisa yang menyadari hal itu langsung melirik balik kearah Alex. "Tuan muda kenapa dari tadi liatin saya terus? Jangan jangan tuan muda suka beneran lagi sama saya." ucap Anisa.


"Ya tidak ada yang salah kan kalau saya benar benar menyukai kamu." Ucapan Alex itu langsung membuat Anisa malu dan pipinya memerah.


"Hey lihatlah pipi mu memerah apa kamu malu hey hey." Alex menggoda Anisa dengan cara mencubit pipi Anisa dan Anisa mengelak nya. "Enggak ini merah gara gara tadi kan dipakein blush on tuan muda ini ada ada saja masa saya malu sih."


"Kenapa harus di tutu segala nanti saya jatuh lagi apalagi ini pake heels." ucap Anisa yang protes karena matanya harus ditutup.


"Tidak akan jatuh kamu pegang saja lengan saya oke." ucap Alex meyakinkan Anisa agar tidak protes lagi dan Anisa menjawab. "Baiklah baiklah."


Anisa dan Alex melangkah kan kakinya dengan perlahan karena Anisa merasa kesusahan berjalan menggunakan heels dan matanya di tutup. Sekarang mereka sudah ada di tempat yang sangat indah disana sudah ada tempat untuk mereka dengan pemandangan malam yang indah. "Tuan muda apa kita sudah sampai? Kalau iya buka lah penutup matanya." ucap Anisa yang ingin cepat cepat membuka penutup matanya.


"Baiklah tunggu sebentar saya akan membuka nya." Alex segera membuka penutup matanya dan Anisa membuka matanya tapi penglihatannya belum jelas masih ada samar samar. Beberapa detik kemudian Anisa sudah bisa melihat pemandangan yang indah di sekeliling nya dan dia pun sangat senang.



"Wah wah ini sangat indah sekali apa tuan muda yang menyiapkan ini semua?" Anisa bertanya dan di jawab anggukan oleh Alex. Alex menggandeng tangan Anisa untuk segera duduk di kursi yang sudah disediakan.


Anisa melihat lihat di sekeliling nya yang sangat indah dia tidak berhenti tersenyum kagum dengan semuanya. "Tuan muda sebenarnya ada acara apa sih ko tuan muda sampai segini nya?" Anisa menanyakan semua nya kepada Alex karena dia heran kenapa ada acara sebagus ini.


Prok prok Alex menepuk tangannya dan itu adalah kode untuk pelayan disana agar segera membawakan hadiah nya dan makanan favorit Anisa yaitu Jjangmyeon. Anisa yang melihat ada seseorang datang dengan membawa bucket bunga Mawar merah dan satu kotak hadiah itu merasa heran.

__ADS_1


"Anisa ini untukmu. Ini bucket bunga Mawar merah yang isinya 999 tangkai bunga dan ini 1 hadiah lagi supaya hadiahnya pas jadi 1.000." Alex memberikan bucket bunga itu kepada Anisa dan Anisa menerimanya.



"Yaampun tuan muda ini banyak sekali sayang loh nanti juga layu. Ini acara apa sih ko kasih bunga Mawar merah emangnya tuan muda mau menyatakan cinta?" ucap Anisa karena setau Anisa bunga Mawar merah itu simbol cinta sejati dan kesetiaan.


"Bukan lah emang kalau kasih bunga ini tandanya saya mau menyatakan cinta?" Alex bertanya karena dia tidak tau kalau ternyata bunga itu sebenarnya simbol simbol cinta sejati dan kesetiaan.


"Iyah emang nya tuan muda tidak tau?" pertanyaan Anisa itu hanya dijawab oleh Alex dengan menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya saya mau minta maaf sama Kamu karena waktu itu saya sudah mengatakan hal yang tidak tidak tentang orang tuamu. Saya benar benar tidak tau kalau ibu dan ayah kamu sudah meninggal. Anisa maafkan saya ya." Alex memegang tangan Anisa untuk meminta maaf tapi tidak ada jawaban.


(Aduh mau minta maaf aja kenapa harus ada acara ginian pake acara kasih bunga dan hadiah yang lain lagi. Perlakuan nya kepada ku istimewa sekali lama lama bisa suka beneran sama tuan muda.) Anisa bergumam dalam hatinya dan langsung menjawab. "Iya udah tidak apa apa tuan muda lagian saya sudah melupakan nya jadi tidak usah merasa bersalah lagi."


"Terimakasih Anisa ayo makan Jjangmyeon nya itu makanan favorit kamu kan." Alex melepaskan genggaman tangan nya supaya mereka bisa makan.


Beberapa lama Kemudian mereka sudah menyelesaikan acara dinner nya. Alex dan Anisa memilih untuk pulang karena Anisa sudah merasa lelah. Di dalam mobil Anisa tertidur dan bersandar di pundak Alex karena Anisa sudah tidak bisa menahan rasa ngantuk nya itu. Beberapa lama kemudian Alex dan Anisa sampai di rumah, Alex menggendong Anisa menuju kamar Anisa karena Alex merasa kasian jika harus membangunkan Anisa.


Tanpa Alex sadari ternyata Mommy nya dan bi Ratni daritadi sedang mengintipnya mereka penasaran apa yang sebenarnya terjadi. "Bi lihat mereka udah dari mana ya sampai Anisa tertidur seperti itu?" tanya Yulia kepada bi Ratni dengan suara yang sangat pelan. "Saya tidak tau nyonya tapi kayaknya mereka habis dinner deh lihat saja pakaian nya." jawab bi Ratni.


Alex segera membalikkan badannya dan keluar dari Kamar Anisa dia melihat di balik pintu yang sedikit terbuka itu ada mommy nya dan bi Ratni. Alex langsung membuka pintunya yang membuat mommy nya dan bi Ratni terkejut.


"Mommy bibi kenapa kalian mengintip apa yang mau kalian lihat disini tidak ada pertunjukan apa apa." Alex langsung pergi meninggalkan mereka karena kesal.


"Sudah ah bi kita tidur saja Gak seru gaada kejadian yang bagus hahaha." Yulia dan Bi Ratni kembali ke kamarnya masing masing untuk beristirahat.


Keesokan harinya Anisa terbangun dari tidurnya dia merasa ada yang aneh dan ternyata benar dia tidur dengan dress semalam. "Astaga aku ketiduran ini dress belum diganti lagi. Apa tuan muda yang menggendong ku sampai kamar? Dia romantis sekali akkhh aku harus segera mengakhiri sandiwara ini kalau tidak yang ada aku bakal suka beneran sama tuan muda."


Anisa langsung bangun dan mandi Karena dia harus segera masak untuk sarapan. "Semalem itu mimpi apa bukan ya ko tuan muda romantis banget pake acara kasih bunga. Eh hadiah yang satunya lagi dimana ya aku penasaran belum melihatnya ah sudahlah nanti saja aku cari sekarang aku harus mandi dengan cepat terus masak."


Beberapa menit kemudian Anisa selesai mandi dan bersiap untuk ke dapur bi Ratni yang sudah ada di dapur sudah siap dengan semua pertanyaan nya. "Eh Nis udah bangun Kayanya semalem lelah banget tuh sampe ketiduran kaya gitu emangnya gabisa ngapain aja sih Nis cerita dong."


"Yeh si bibi kepo amat deh hahaha. Anisa cuman dinner aja abis itu pulang deh kalau soal ketiduran, Anisa ngantuk banget bi gak kuat." ucap Anisa.


"Oh kaya gitu tapi kamu kemaren cantik banget loh nis kayaknya tuan muda udah mulai suka beneran deh sama kamu keliatan pas gendong kamu tatapan nya kaya tatapan sayang gitu." ucapan bi Ratni itu sukses Membuat Anisa menjadi salah tingkah.


"Isshh jangan ngadi ngadi deh bi mana ada tuan muda suka beneran sama Anisa."

__ADS_1


"Eh beneran lihat aja nanti kalo gak percaya beberapa bulan kedepan juga kamu bakal jadi istrinya tuan muda." ucap Bi Ratni.


(Itu enggak akan terjadi bi soalnya masalalu Anisa bakalan merusak semua masa depan Anisa ah sudahlah hidupku memang sudah seperti ini.)


__ADS_2