End Of Suffering

End Of Suffering
Pulang


__ADS_3

"Aku harus benar benar membuat Anisa mati karena dia selalu membuat hidupku menderita! Lihat saja aku tidak akan segan segan untuk membunuh nya." Ucap Tino dengan penuh kemarahan. "Kau pantau Anisa dan setiap gerak nya harus lapor padaku karena aku akan mencari kesempatan untuk membuat dia mati hahaha." Tino menyuruh anak buahnya untuk memantau Anisa di rumah Bimantara tapi tidak dari jarak dekat karena memang penjagaan rumah Bimantara sangat ketat.


Di rumah Bimantara Anisa sedang menyiapkan sarapan. Anisa harus menyiapkan bekal sarapan untuk Alex karena sekarang Alex tidak mungkin sarapan di rumah. Karena Alex banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan dan persiapan untuk pergi ke proyek pembangunan rumah sakit dan hotel nya. "Tuan muda ini bekal sarapan nya jangan lupa dimakan ya." Anisa menyodorkan kotak makan nya dan langsung diterima oleh Alex. "Terimakasih, Ya sudah Alex pergi dulu ya." ucap Alex kepada semua orang disana.


"Anisa ayo sarapan dulu sayang." ucap Yulia dan Anisa pun langsung duduk untuk sarapan.


"Anisa maafkan mommy ya lamaran nya jadi tertunda ya soalnya Alex kan harus membereskan dulu masalah dalam pekerjaan nya. Tapi mommy yakin ini enggak akan terlalu lama karena Alex pasti bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat." ucap Yulia.


"Tidak apa apa nyonya lagi pula pekerjaan tuan muda lebih penting masalah lamaran kan bisa nanti nanti saja kalau tuan muda sudah ada waktu." ucap Anisa dan tersenyum kepada Yulia.


"Kamu harus sabar ya Anisa nanti kalau kamu sudah jadi istrinya Alex kamu harus kuat karena pasti sangat banyak ujian nya apalagi Alex seorang pemimpin Bimantara Corp. Pasti banyak waktu yang tersita untuk pekerjaan tapi Alex pasti berusaha untuk membagi waktu nya dengan baik. Yang paling penting adalah kamu harus bisa jaga keutuhan rumah tangga kamu dari gangguan para wanita murahan kamu jangan lemah lagi kalau ada yang coba coba mengganggu Alex lawan saja." Yulia memberi tau Anisa bagaimana jadi istri Alex nantinya.


"Tidak apa apa nyonya saya juga mengerti apalagi tuan muda anak satu satu nya pasti tanggung jawabnya sangat besar karena harus memimpin perusahaan dan juga menjaga nya. Kalau masalah pelakor saya pasti bisa mengatasi nya nyonya." ucap Anisa.


"Nah makanya kamu sama Alex harus punya anak yang banyak supaya anak kamu nanti tidak repot untuk meneruskan semua ini." ucapan Yulia itu membuat Anisa tersedak karena Yulia menyaran kan Anisa untuk mempunyai Anak yang banyak.


Ohokk ohokk!! Anisa langsung mengambil minum.


"Mommy jangan seperti itu pernikahannya masih lama ini malah sudah nodong Anisa buat punya anak banyak." Alan berbicara kepada Yulia.


"Iya iya maaf tapi kan semoga aja beneran punya anak banyak biar disini tidak sepi. Terus nanti kalau punya anak nya perempuan nanti mommy akan bangun salon pribadi tanah di samping rumah kita kan masih luas dad." ucap Yulia.


"Kalau daddy punya cucu laki laki daddy akan bangun gym dan kolam renang buat cucu cucu kecil daddy kalau yang disini kan dalam nanti tenggelam." ucap Alan.


"Iya benar dad tanah kita yang disamping kita bangun buat bikin salon , gym , kolam renang, ruang karaoke juga lah sama tempat main cucu cucu." Yulia dan Alan malah asik membicarakan masalah pembangunan Anisa yang melihat itu langsung pusing akan tingkah calon mertua nya itu.


(Nasib punya calon mertua kaya raya gak ketulungan pengen buat apa aja tinggal bilang bahkan cucu nya belum ada pun udah mau di fasilitasi yaampun aku pusing liat mereka berbicara.)


Setelah semuanya selesai sarapan Anisa dan bi Ratni membereskan dan mencuci peralatan makan yang kotor. "Bi Anisa mau ijin pulang tapi takut gak dibolehin sama nyonya. Tapi kalau enggak pulang gak enak sama Angel Anisa udah janji mau pulang kalau udah sebulan kerja disini. Gimana dong bi?" Ucap Anisa yang meminta pendapat kepada bi Ratni.

__ADS_1


"Ya kamu coba dulu dong Nis masa belum dicoba udah negatif gitu. Tapi sih pasti di izinin kan kamu juga butuh liburan tapi enggak akan lama kalau lama lama nanti tuan muda rindu hahaha." Ucap bi Ratni.


"Isshh bibi ada ada aja deh mana ada tuan muda rindu sama Anisa yang ada tuan muda itu sibuk kan mau pergi ke s********. Ya sudah nanti Anisa coba buat bicara sama nyonya mau ijin pulang." Ucap Anisa.


Anisa yang sudah selesai mencuci piring dia langsung membereskan kamar Alex karena Anisa belum membereskan nya.


"Aneh kenapa kamar tidur nya selalu berantakan gimana tidur nya sih ya ampun udah dewasa masa tidur nya kaya orang kesurupan lihat saja tempat tidur nya sampai kaya gitu huh untung ada aku yang selalu beresin kamar tidurnya." Anisa terus merapihkan kamar Alex sampai selesai tiba tiba dia melihat buku catatan dan penasaran ingin melihatnya.


"Eh ada buku diary tuh lihat dikit boleh kali ya." Anisa langsung membuka lembaran lembaran kertas dan dia tertahan karena satu catatan yang Alex buat.


Entah kapan aku bisa mendapatkan nya hidupku hanya diisi oleh laporan dan berkas perusahaan saja. Tidak ada seseorang yang bisa membuatku menikmati hidup ini, mungkin tuhan masih merahasiakannya tapi aku yakin dia pasti datang untukku.


Anisa kembali membuka lembaran kertas di buku itu dan dia terhenti saat melihat ada namanya di catatan itu.


Anisa..


Saat kamu menyuruhku untuk mencari perempuan lain itu rasanya sangat menyakitkan. Aku merasa tidak dihargai dan tidak diterima dalam kehidupan mu, aku sama sekali tidak peduli dengan omongan omongan orang lain di luaran sana yang jelas aku mencintai dan menyayangi mu. Masa lalu mu aku tidak tau itu tentang apa yang paling penting aku akan menerima nya dengan sebaik baiknya jadi aku harap kamu tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan ku.


Anisa menghapus air mata nya dan langsung kebawah karena dia sudah membereskan tugasnya yaitu merapihkan kamar tidur Alex. "Apa aku harus minta izin nya sekarang ya? Atau nanti aja tapi kalau nanti takutnya kelamaan lagi aku kan mau cepet cepet pulang. Tapi aku lupa belum meminta izin sama tuan muda, ah sudah lah nanti saja aku kan harus bantu bibi dulu di dapur."


Anisa berjalan menuju dapur dia langsung saja membersihkan debu debu yang ada disana sambil mengirim pesan kepada Alex.


{Tuan muda saya mau minta izin, saya mau izin untuk pulang apa tuan muda mengizinkan?}


Alex yang sedang bekerja itu langsung melirik kearah ponselnya karena dia melihat ada pesan masuk. "Anisa? Oh dia mau pulang. Eh tapi dia mau pulang kemana? Ah sudahlah biarkan saja dia butuh waktu untuk beristirahat."


{Baiklah saya mengizinkan tapi, kamu harus bicara dulu sama mommy kalau mommy mengizinkan ya silahkan pulang kalau tidak ya kamu harus tetap dirumah jangan memaksa.}


Anisa langsung membaca pesan balasan dari Alex dan Anisa pun langsung bahagia tapi dia masih ragu apakah Yulia akan mengizinkan nya atau tidak.

__ADS_1


"Bi bantuin Anisa dong. Tolong bilangin sama nyonya kalau Anisa mau izin pulang. Ayolah bi bantuin Anisa." Anisa merengek minta tolong kepada bi Ratni karena Anisa tidak berani kalau dia yang harus meminta izin nya.


"Siapa yang mau pulang coba? Kamu itu udah besar Anisa bilang sendiri ayo harus berani dong masa gitu aja gak berani. Bukan nya bibi gak mau bantuin tapi kalau kamu dibantuin kali ini nanti malah terus terusan gak berani lagi." Ucap bi Ratni.


"Ayolah bi kali ini aja Anisa janji gak akan minta tolong buat minta izin lagi." Anisa terus terusan merengek seperti anak kecil yang meminta uang jajan kepada ibunya.


"Anisa Anisa lihat bibi masih banyak kerjaan sendiri aja ya kan Anisa anak baik masa minta izin aja harus dibantuin." bi Ratni terus saja membersihkan debu yang ada disana tanpa mendengar kan rengekan Anisa.


"Anisa mending bantu bibi buang sampah yang disana tuh udah banyak. Buang ke tempat sampah diluar soalnya sekarang truk yang angkut sampah mau kesini buat ambil sampahnya. Bisa kan?" bi Ratni meminta Anisa untuk membuang sampah yang ada di dalam rumah.


"Iya bi Anisa buang sekarang ya." Anisa membawa sampah itu keluar dan membuangnya.


Di sisi lain anak buah Tino terus memantau Anisa tapi Anisa tidak ada pergerakan keluar sama sekali. Tapi tiba tiba mereka melihat Anisa keluar untuk membuang sampah. "Bro bro itu lihat Anisa keluar tapi kayaknya dia bakalan masuk lagi."


"Mana mana yah dia masuk lagi. Kalo begini caranya kita bisa sampai kakek kakek nungguin Anisa disini, cape deh." ucap salah seorang anak buah Tino.


Setelah membuang semua sampah Anisa langsung kembali masuk ke rumah karena dia ingin berbicara kepada Yulia. "Nyonya dimana yah dari tadi aku belum melihatnya. Hemm sepertinya nyonya sedang bersama tuan, ya sudah nanti saja Minta izin nya kalau nyonya ada waktu." Anisa kembali ke dapur untuk membantu bi Ratni.


"Bi lihat nyonya enggak? Anisa mau izin tapi enggak tau nyonya nya ada dimana." Anisa menanyakan keberadaan Yulia kepada bi Ratni.


Sebelum bi Ratni menjawab pertanyaan Anisa tiba tiba Yulia terlihat turun dari tangga dan Anisa langsung menghampiri Yulia. Yulia sudah berada di ruang keluarga dan duduk disana.


"Permisi Nyonya saya mau minta izin pulang apa nyonya mengizinkan?" Anisa akhirnya memberanikan diri untuk meminta izin kepada Yulia.


"Pulang? Kamu mau pulang kemana Anisa bukanya kamu sudah tidak punya ayah dan ibu. Kenapa harus pulang ini kan rumah kamu juga."Jawab Nyonya yang sedikit bingung sebenarnya Anisa mau pulang kemana.


(Apa Anisa punya keluarga yang lain?)


Nyonya bertanya tanya dalam hati nya sambil melihat Anisa.

__ADS_1


"Saya mau pulang kerumah sahabat saya nyonya. Mereka sudah menganggap saya sebagai keluarganya begitu juga dengan saya sudah menganggap mereka keluarga saya. Jadi saya mau minta izin pulang sebulan sekali apa boleh nyonya?" Penjelasan Anisa itu belum mendapat jawaban yang membuat Anisa sedikit ragu untuk pulang karena takut tidak diizinkan.


(Ya ampun lama Banget sih jawabnya aduh bikin deg degan saja bakal diizinin enggak ya. Berasa lagi final buat merebutkan uang seratus milyar saja ini lama banget dapet jawaban nya.)


__ADS_2