End Of Suffering

End Of Suffering
Mengetahui semuanya


__ADS_3

"Roy dimana orangnya!" Teriak Alex karena dia sudah benar benar marah.


"Disana tuan muda." Roy menunjuk kearah seseorang yang ada dipojok.


"Oh jadi kau yang bernama Tino. Kau ini kenapa memilih jadi pengecut kenapa kau mau merenggut nyawa gadis kecil yang tidak berdosa kenapa hahh!!" Alex menendang perut Tino dan langsung membuat Tino tersungkur.


"Kenapa kau peduli terhadap Anisa apa kau menyukai dia. Hahaha kau menyukai janda dia itu bekas aku dia sudah tidak berguna yang ada malah bikin rugi banyak. 650 juta sudah aku relakan demi menikahi dia dan mempunyai anak laki laki tapi apa yang dia lakukan dia malah mengandung anak perempuan. Aku tidak suka jadi aku tinggalkan saja dia tapi sebelum meninggalkan dia aku menyiksanya terlebih dahulu aku menendang perut buncitnya yang ada bayi perempuan sialan itu dan terus menyiksa nya sampai anaknya terbunuh dan dia pun pingsan hahahaha. Aku belum puas karena dia belum mati seharusnya dia mengikuti anaknya saja hahaha." Tino berbicara terus terang kenapa dia mencelakai Anisa karena dia dendam kepada Anisa.


Betapa terkejutnya Alex dan Roy mendengar penjelasan Tino tentang kejadian dimasa lalu nya. Alex semakin marah dia sudah tidak bisa mengontrol emosi nya dia terus terusan menyiksa dan menghajar Tino. Tapi Alex tidak mengahabisi nya dia memilih membagi tugas untuk menghajar Tino sampai merenggut nyawa kepada anak buahnya dan utamanya adalah Roy.


"Kau menginginkan Anisa bertemu anaknya bukan? Tapi sayang kau lah yang akan bertemu dengan anakmu." satu tendangan tepat di leher Tino, Alex langsung keluar dari ruang eksekusi itu. Ucapan Tino seakan akan terus menusuk dadanya Alex sudah tau semua kejadian yang menimpa Anisa selama ini. Anisa sangat tersiksa bahkan dia benar benar hidup di dalam penderitaan, kalau saja dia tau dari awal mungkin dia tidak akan membiarkan Anisa sendirian lagi.


"Ternyata kehidupanmu jauh lebih kejam dan menyakiti mu maafkan aku Anisa aku pernah berbicara kurang pantas kepadamu aku sama sekali tidak tau bahwa perjalanan hidupmu sudah membuat mu hancur maafkan aku maafkan aku." Alex merasa sangat menyesal karena dia pernah berbicara kurang pantas tentang kehidupan nya.


Di ruang eksekusi Roy bersama yang lainnya terus saja menghajar Tino sampai sekarat karena banyak darah yang keluar. Mereka adalah orang orang yang berdarah dingin mereka bisa saja membuat orang yang sudah membuat mereka terluka langsung meregang nyawa di tangan mereka sendiri dan mereka tidak pernah satu kali pun diketahui peristiwa berdarah di ruang eksekusi nya.


Alex langsung pergi ke rumah sakit karena dia ingin menjaga Anisa. Sekarang Alex tau kenapa Anisa menghindar darinya karena dia sadar akan masalalu nya. Beberapa lama kemudian Alex sampai di rumah sakit dia datang dengan keadaan yang kurang baik karena dia terlihat sangat lemah. Beberapa pekerja disana terdengar membicarakan tuan muda nya itu.


"Lihatlah tuan muda dari tadi terus bolak balik kesini sampai sampai kelihatan nya sangat lesu seperti nya dia juga melewatkan semua aktivitas nya. Padahal dia itu orangnya sangat bertanggung jawab sekali tidak pernah meninggalkan hal yang sangat penting apalagi soal perusahaan."


"Iya kau benar sepertinya perempuan yang ada di ruangan itu adalah perempuan yang sangat istimewa bagi tuan muda."


Alex mendengar pembicaraan itu tapi dia tidak menganggap nya. Saat dia membuka pintu ruangan dia melihat Angel yang terlihat mengantuk karena memang hari sudah malam akhirnya Alex memilih mendekati Angel dan menyuruh dia untuk pulang dan beristirahat. "Angel kamu pulang lah kamu perlu istirahat Anisa biar aku yang jaga tidak usah khawatir, Besok kamu kesini lagi."


"Tapi kak..." Angel bingung karena dia tidak mau meninggalkan sahabatnya lagi.


"Sudahlah jangan membantah kalau kamu nanti kecapean terus sakit siapa yang mau jagain Anisa lagi? Coba siapa?" Alex meyakinkan Angel agar mau pulang.


"Yaudah kalau gitu Angel pulang dulu ya kak. Titip Anisa." Angel akhirnya mau pulang karena ada benarnya juga perkataan Alex itu.


Tidak terasa seminggu sudah Anisa dirawat. Alex menjaga Anisa siang dan malam tapi tidak ada tanda tanda Anisa akan bangun dan sehat kembali. "An apa kamu tidak mau bangun apa kamu tidak mau melihat kami semua. Emangnya kamu gak pegel tiduran terus." Alex terus berbicara sendiri karena dia berharap kalau ucapan nya itu akan dibalas oleh Anisa.


Di sisi lain Angel dan orang tua nya sudah siap akan kerumah sakit begitupun dengan tuan dan nyonya Bimantara mereka sangat peduli kepada Anisa setiap hari mereka selalu pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Anisa.


"Dad bagaimana ini sampai saat ini Anisa masih belum sadar juga. Dokter dirumah sakit kita kenapa tidak becus sekali menangani Anisa mommy tidak mau tau Anisa harus cepat sadar."

__ADS_1


"Dokter sudah bekerja semaksimal mungkin, berdoalah semoga tuhan cepat memberikan Anisa kesadaran dan kesehatan. Kasihan Anak kita dia sudah seperti kakek yang menjaga cucu nya seminggu ini dia tidak memperhatikan penampilan nya dia hanya mandi saja."


"Iya benar dad Sepertinya Alex memang benar benar mencintai Anisa karena tidak mungkin dia mau menjaga terus menerus kalau dia tidak punya perasaan apapun."


"Dia benar benar sekacau ini kalau urusan cinta daddy baru pertama kali melihat Alex seperti ini."


Tidak lama kemudian tuan dan nyonya pun sampai mereka tersenyum ramah kepada para pekerja di rumah sakit itu. Mereka langsung menuju ke ruangan dimana Anisa dirawat.


Ceklek mendengar suara pintu terbuka Alex mengalihkan pandangannya kearah pintu. Dia melihat mommy dan daddy nya sudah datang.


"Mom dad kalian sudah datang." ucap Alex dan berdiri dari duduknya.


"Alex pulanglah kamu perlu istirahat kamu juga harus makan kamu belum makan dalam seminggu ini sayang. Kamu minum juga sedikit nanti kamu sakit kalau sakit nanti siapa yang akan menjaga Anisa. Ayo cepatlah pulang dan beristirahat dulu besok kamu kesini lagi ya biar mommy yang jaga Anisa disini."


"Tidak mom Alex disini saja kalau urusan makan nanti Alex makan biar suruh Roy beli makanan diluar aja. Alex tidak mau meninggalkan Anisa karena Alex mau Alex lah yang pertama kali Anisa lihat saat dia bangun nanti." Alex menolak untuk pulang.


"Astaga kamu ini benar benar mencintai Anisa ya kayanya pas nanti Anisa bangun langsung diajak nikah hahaha. Yasudah terserah kamu saja yang penting kamu harus makan." mommy nya itu benar benar tak habis pikir anaknya bisa secinta itu sama perempuan kecil seperti Anisa.


Tidak lama kemudian Angel dan orang tua nya datang mereka tidak semuanya masuk ke ruangan karena memang tidak baik kalau terlalu banyak orang. Angel masuk terlebih dahulu karena dia benar benar ingin melihat kondisi sahabatnya itu. "An apa kamu tidak bosan tidur terus menerus apa kamu tidak mau bermain denganku kita kan sudah beli baju yang sama ayo bangun kita pakai baju itu An." Angel berbicara sambil menahan tangisnya.


"Angel aku titip Anisa sebentar karena aku mau keluar dulu untuk menemui Roy. Jika ada sesuatu langsung hubungi aku." Alex langsung keluar dari ruangan itu.


"Pastinya aku kan sudah terbiasa dengan tugas seperti ini jadi aku hanya butuh waktu sedikit saja untuk membereskan nya. Oh iya bagaimana kondisi Anisa sekarang apa dia sudah ada tanda tanda akan bangun?"


"Masih seperti biasanya dia belum mau bangun mungkin dia masih nyaman dengan tidur nya." Jawab Alex dengan lesu.


"Apa kau sangat tersiksa?" Tanya Roy kepada Alex karena melihat sahabatnya itu sangat kacau.


"Aku tidak tau tapi yang jelas aku selalu merasa lebih sakit saat melihat dia terluka dan aku sangat marah kalau ada seseorang yang menyakiti nya." jawab Alex.


"Kalau benar kau menyukai nya sayangi dan cintai dia dengan tulus jaga dia karena dia sudah benar benar hancur Al. Kau tau sendiri kan bagaimana masalalu nya dia pasti akan sedikit takut untuk memulai hidup baru bersama laki laki tapi kalau kau benar benar menunjukkan rasa cintamu dan menjaga nya dengan sangat baik pasti dia akan merasa aman dan bisa membalas perasaan mu."


"Iya kau benar Roy tapi sampai kapan aku harus terus berusaha meyakinkan dia tentang semuanya. Tapi sampai kapanpun aku akan menunggu dia, walaupun aku tidak tau dia akan menerima aku atau tidak."


Di sisi lain Angel yang sedang menjaga Anisa tiba tiba terkejut karena mendengar suara dari alat elektrokardiograf. Angel sangat panik karena melihat grafik pada alat itu sudah mulai garis lurus. "Dokter! Dokter! Anisa dokter tolong Anisa hiks hiks dokter!" mendengar teriakan Angel semua orang yang berada didepan ruangan Anisa seketika terkejut, ditambah lagi ada dokter dan suster yang berlari masuk ke ruangan Anisa.

__ADS_1


Angel pun segera keluar karena dokter harus segera menangani Anisa. "Ibu hiks hiks Anisa bu." Angel terus menangis dan tubuhnya gemetar karena takut terjadi sesuatu yang lebih buruk pada Anisa.


"Berdoalah sayang semoga tuhan membantu Anisa melewati masa koma nya dan kembali pulih seperti sedia kala. Jangan berfikir negatif tenanglah." ucap ibu Angel sambil memeluk Angel agar sedikit lebih tenang.


"Astaga Anisa kenapa kamu malah jadi begini kamu harus bertahan kamu harus berjuang jangan sampai menjadi lebih buruk lagi. Kasian Alex kalau sampai terjadi sesuatu pada Anisa bagaimana ini dad mommy takut sekali." ucap Nyonya.


"Tenanglah mom dokter sedang menangani nya berdoalah jangan terus berbicara yang tidak tidak karena hanya tuhan yang bisa membuat Anisa kembali sembuh." ucap Tuan.


Ceklek suara Pintu terbuka dan ternyata benar dokter keluar dari ruangan itu.


"Maaf tuan dan nyonya pasien semakin melemah dan detak jantung yang adapun hanya karena bantuan dari alat nya saja kemungkinan kalau alat nya di lepas pasien sudah tidak bisa di tolong. Apa kalian setuju untuk melepaskan alat yang ada di tubuhnya sekarang?" pernyataan dokter itu pun sontak membuat semua orang disana lemas karena tidak percaya keadaan Anisa sudah tidak baik lagi. Bahkan harapan untuk sembuh kembali pun hanya sedikit bahkan tidak ada, mereka hanya bisa terdiam karena tidak tau harus bagaimana.


"Jangan Lepaskan alat itu dok karena saya harus memberi tau Anak saya terlebih dahulu tentang hal ini." ucap tuan Bimantara.


Tuan bimantara pun langsung menghubungi Alex karena tidak mungkin harus menunggu waktu yang lebih lama lagi. Tutttt tutttt tutttt


"Hallo dad ada apa?"


"Al cepatlah kembali kesini daddy harus bicara denganmu secepatnya."


"Berbicara soal apa dad kalau urusan kantor nanti saja lah aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu."


"Ini tentang Anisa kamu menyayangi nya kan kalau kamu menyayangi nya cepatlah kesini karena kita susah tidak punya banyak waktu lagi."


"Anisa? Anisa tidak kenapa kenapa kan dad dia baik baik saja kan?" tanya Alex yang sedikit panik dan mengkhawatirkan kondisi Anisa.


"Cepatlah kesini daddy akan jelaskan semuanya disini."


Roy yang Mendengar percakapan itu menjadi ikut khawatir. Apalagi dia melihat Alex yang buru buru pergi dia mengejar Alex dan menawarkan agar dia yang membawa mobilnya karena jika Alex sendirian Roy takut terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Al aku ikut kerumah sakit biar aku yang bawa mobil nya." ucap Roy yang dibalas dengan anggukan oleh Alex


Roy segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit cepat dari biasanya karena dia tau mereka harus secepatnya sampai dirumah sakit. Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai Alex turun dan langsung berlari meninggalkan Roy, dan Roy pun mengikuti Alex masuk kedalam rumah sakit.


"Dad Anisa kenapa apa yang terjadi sebenarnya?" Alex bertanya.

__ADS_1


"Alex tenanglah sebenarnya Anisa sudah..."


Titttt terdengar suara yang membuat semua orang panik.


__ADS_2