
"Kenapa muka mu kusut seperti itu Al. Apa nyonya menodongmu lagi hahaha." Roy yang melihat sahabatnya itu langsung tertawa karena pasti Alex kesal dengan todongan mommy nya yang meminta menantu dan cucu.
"Diamlah aku pusing memikirkan hal itu ayo cepat jalan." Alex memang kesal karena setiap saat mommy nya selalu meminta hal itu.
Di sisi lain Anisa dan Angel sudah dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan. Mereka berbincang bincang di dalam mobil karena sedikit lama untuk sampai kesana.
"Perawatan dulu atau beli pakaian dulu ya? Ah udah lah beli pakaian dulu biar gak keburu diambil orang lain."
"Emang kalau perawatan lama gak sih aku kan gatau. Eh nanti mahal lagi sayang uangnya Angel mending beliin makanan ya kan."
"Astaga An uang dua ratus juta itu banyak nanti kita bisa beli pakaian terus perawatan terus makan sepuasnya oke. Kamu tenang aja uangnya banyak ini."
Akhirnya mereka pun sampai di pusat perbelanjaan nya mereka langsung memilih pakaian couple yang cocok untuk mereka. Ternyata Roy dan Alex pun sedang berada di pusat perbelanjaan yang sama dengan Anisa dan Angel namun mereka belum bertemu.
Anisa dan Angel masuk ke salah satu toko pakaian yang memang menyediakan berbagai macam style untuk anak anak remaja hingga dewasa. Mereka melihat lihat tapi belum ada yang cocok, tapi setelah melihat lihat ternyata ada beberapa pasang pakaian yang cocok untuk mereka.
"Angel lihat itu seperti nya itu sangat bagus dan cocok untuk kita perpaduan warna pink dan abu abu dan juga bajunya oke kotak kotak modelnya. Ayo kita ambil yang itu aku sangat suka." Anisa menunjuk salah satu pakaian yang memang cocok untuk mereka karena look nya korea dan imut imut dari warna nya pun sangat bagus.
"Ohh iya benar yaampun itu sangat bagus sekali aku juga suka An ayo kita ambil yang itu." ucap Angel dan melangkah menuju pakaian itu dan mengambil nya.
"Itu juga bagus lebih ke anak swag gitu An apa kamu mau biar kita lebih ke gaul gitu selain imut lucu dan cantik kita juga harus terlihat keren." ucap Angel
"Boleh lah boleh ayo ambil. Eh itu pink sama putih bagus banget yaampun imut ayo ambil yang itu juga, Angel abis ini kita mau kemana?" Anisa bertanya karena dia tidak tau apa selanjutnya mau perawatan atau yang lain lagi karena Angel suka merencanakan tiga kegiatan tapi aslinya lebih dari tiga.
"Perawatan aja dulu lah makan nanti aja kan tadi udah sarapan lagian masih kenyang kan." jawab Angel sambil membayar pakaian yang tadi di pilih.
Tak disangka ternyata mereka sedang di ikuti oleh seseorang yang ternyata mereka adalah anak buah Tino. Ya Tino masih menyimpan dendam kepada Anisa karena menurut Tino Anisa sudah membuat dia rugi besar karena hutang sudah dianggap lunas tapi Anisa tidak bisa memberikan dia anak laki laki.
Anisa dan Angel tetap semangat dan senang untuk melakukan kegiatan hari ini karena mereka tidak tau kalau Anisa sedang dalam bahaya. "An ayo kita perawatan dulu abis itu kita pulang aja soal makanan nanti kita pesan makanan online aja biar gak ribet ya."
"Emang mau perawatan apa aja sih sama gimana sih perawatan nya aku kan gatau." Tanya Anisa
"Ya kalo Facial itu perawatan wajah yang dilakukan dengan memijat wajah menggunakan alat atau skincare agar lebih mudah meresap di kulit. Facial dibedakan menjadi delapan jenis: normal facial, acne facial, enzyme facial, microdermabrasion facial, anti-aging facial, antioxidant facial, brightening facial, dan collagen facial. Nah kalo Mikrodermabrasi menggunakan kristal untuk mengelupaskan (exfoliation) kulit bermasalah dan menghilangkan sel-sel kulit mati. Dengan mikrodermabrasi, masalah kulit wajah seperti bintik-bintik, kusam, kering, bekas jerawat, dan noda hitam, dapat segera teratasi. Untuk mendapatkan hasil optimal, disarankan melakukan mikrodermabrasi sekitar 4 sampai 6 kali. Jadi kita harus rutin perawatan nya biar tambah kinclong." Angel menjelaskan tentang perawatan wajah yang akan dia dan Anisa lakukan.
__ADS_1
Akhirnya mereka masuk ke salah satu salon atau klinik kecantikan disana mereka melakukan perawatan wajah. Beberapa lama kemudian mereka selesai perawatan dan berjalan menuju parkiran karena mereka akan langsung pulang tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang melihat mereka. Ya mereka adalah Alex dan Roy mereka juga sudah berbelanja pakaian.
"Roy lihatlah kesana bukankah itu Anisa dia sama siapa?" Alex melihat Anisa dengan seseorang yang tidak dia kenal.
"Iya benar itu Anisa dia cantik sekali dan itu siapa dia juga cantik seperti nya mereka berteman." ucap Roy sambil memuji kecantikan Anisa yang spontan membuat Alex kesal.
"Ayo kita ikuti mereka aku penasaran mau kemana mereka bawa belanjaan banyak banget lagi." Alex mengajak sahabatnya itu untuk mengikuti Anisa tanpa mereka sadari di luar pusat perbelanjaan itu sudah ada seseorang yang sedang menunggu Anisa keluar.
(Anisa kau harus mati karena kau sudah membuatku rugi banyak) Ya Tino sudah menunggu Anisa di dalam mobilnya dia akan merencanakan hal yang membuat Anisa membayar semua kerugiannya.
"An itu pak supir di sebrang sana kamu duluan saja ya aku mau beli ice cream dulu apa kamu juga mau? Pasti mau kan hahaha." Angel menyuruh Anisa pergi terlebih dahulu ke mobil karena dia menginginkan ice cream.
"Baiklah sini belanjaan nya aku bawa jangan lama lama nya kalau lama nanti aku tinggalin." ucap Anisa dia berjalan menuju mobil di sebrang tanpa dia sadari ada sebuah kendaraan yang sudah bersiap untuk menancap gas nya.
(1 2 3 Kau harus mati Anisa!)
Tino langsung menancap gas untuk menabrak Anisa dia tidak memikirkan resiko nya karena dia sudah dibutakan oleh dendam nya itu.
Aaaakkkkhhhhhh!!! Brakkkk!!!
"Annnnnn!!!!!" Angel berlari ke arah Anisa dia berjongkok dan memeluk sahabatnya itu. "An hikkss hikkss An bangunlah An maafkan aku seharusnya aku tidak menyuruh mu untuk pergi sendiri An hikss hikss Tolong tolong hikss hikss!" Angel menangis histeris dan meminta tolong seluruh badannya bergetar karena melihat sahabatnya sudah dalam keadaan seperti itu.
Alex dan Roy yang daritadi mengikuti mereka pun melihat kejadian yang menimpa Anisa mereka segera berlari saat melihat Anisa tertabrak dan mendengar teriakan minta tolong dari Angel. "Astaga Anisa! Roy cepat bawa mobil kemari Anisa harus segera dibawa ke rumah sakit cepatlah!" Alex langsung membawa Anisa kedalam mobilnya tanpa dia sadari dia sangat cemas dan sakit melihat seseorang yang sedang dalam pangkuannya itu terluka parah.
Angel pun ikut ke rumah sakit menggunakan mobil Alex dia terus menangis karena tidak kuat melihat sahabatnya itu terluka. Di satu sisi Roy yang sedang mengemudi melirik Angel, Roy merasa tidak enak dan panik melihat Angel terus menangis histeris apalagi Anisa yang terus mengeluarkan darah. Sedangkan Alex bergumam (Anisa kenapa kamu selalu membuatku sakit kenapa kamu tidak bisa menjaga dirimu. Apa kamu tau aku jauh lebih tersiksa saat melihatmu terluka.)
Akhirnya mereka pun sampai di salah satu rumah sakit keluarga BIMANTARA. Melihat tuan muda BIMANTARA ada disana dokter dan perawat disana segera menghampiri tuan muda itu karena dia pun terlihat membawa seseorang yang terluka parah.
"Kalian cepatlah Anisa sudah terluka parah aku tidak mau tau obati dia sampai sembuh dan berikan penanganan yang terbaik kalau tidak kalian semua akan aku pecat!" Alex berteriak kepada perawat dan dokter disana karena dia tidak mau menunggu lama lagi dia mau Anisa segera ditangani.
"Sabar Al mereka pasti bisa menangani Anisa dengan baik." ucap Roy sambil memegang bahu sahabatnya itu.
Di satu sisi Angel terus menangis bahkan badannya terus bergetar karena tidak bisa menahan rasa takutnya dia takut sahabatnya itu tidak bisa bangun lagi. "Hiks hiks Ayah ibu tolong Anisa hiks hiks Anisa kesakitan hiks hiks ayah!" Angel berteriak dan terus menangis. Mendengar tangisan itu Roy menghampiri dan duduk di samping Angel. "Sudah tenanglah Anisa pasti akan baik baik saja kamu jangan terus terusan menangis jika kamu terus menangis nanti Anisa akan sedih kalau dia melihatmu menangis."
__ADS_1
Angel melirik kearah Roy dia tidak mengenali siapa orang itu tapi dia berfikir pasti dia teman nya tuan muda karena dia melihat Roy dengan Alex tadi.
"Tapi kak kenapa Anisa selalu seperti ini kenapa dia selalu celaka apa siksaan Tino masih belum cukup untuk menjadi cobaan dan kekejaman di hidupnya hiks hiks."
(Tino? Siksaan ? Apa itu dan siapa dia apa kehidupan Anisa seburuk itu aku harus berbicara dengan Alex) Roy bertanya tanya dalam hatinya siapa Tino dan kenapa dia menyiksa Anisa.
"Sudah jangan menangis tenanglah, Aku pergi dulu." Roy berjalan meninggalkan Angel dan dia menghampiri Alex yang kelihatan sangat cemas itu.
(Anisa astaga kenapa kau membuatku menjadi sesakit ini saat melihatmu terluka kau ini siapa kenapa bisa membuat ku menjadi seperti ini.) Alex tidak merasa tenang dan terus mondar mandir di depan ruangan Anisa yang sedang ditangani.
"Al aku mau bicara. Tadi saat aku menenangkan bocah itu dia menangis dan berbicara kenapa dia selalu celaka apa siksaan Tino masih belum cukup untuk menjadi cobaan dan kekejaman di hidupnya. Aku tidak tau siapa Tino tapi seperti nya orang itu adalah orang yang ada di masalalu Anisa dan menyimpan dendam. Dan apa kau tau Al aku berfikir kalau yang sudah membuat Anisa menjadi seperti ini adalah orang yang sama Dia adalah Tino." Roy berbicara mengenai kecelakaan tadi dan dia berfikir bahwa ini adalah ulah Tino.
"Ya kau benar Roy itu tidak akan salah lagi karena Tidak mungkin ada orang yang tiba tiba ingin mencelakai Anisa. Aku akan cari tau motif dibalik kejadian ini karena dia sudah membuat Anisa menjadi seperti ini aku tidak akan membiarkan dia hidup dengan tenang." Alex seketika menjadi sangat marah karena ternyata ini bukan pertama kali nya Anisa mengalami kecelakaan.
(Al sepertinya kau benar benar menyayangi Anisa. Kau benar benar terlihat tidak baik baik saja saat Anisa terluka. Aku akan menghabisi orang itu.)
"Al aku akan mengantar bocah itu sekalian aku akan menyelidiki kecelakaan ini. Kau tetap lah disini Anisa pasti membutuhkan mu." tanpa menunggu lama Roy pun meninggalkan Alex dan berjalan menuju Angel karena dia akan mengantar Angel pulang dan memberi tahu keluarga Angel soal kecelakaan ini.
Di dalam mobil Angel terus saja melamun dia sudah berhenti menangis tapi rasa sakit nya tidak bisa hilang karena sampai saat ini sahabatnya belum juga sadar. "Apa aku boleh bertanya?" ucap Roy memecah keheningan di dalam mobil.
"Ya silahkan kalau aku bisa jawab aku akan menjawabnya." Jawab Angel.
"Apa kamu temannya Anisa? Dan siapa Tino tadi kamu menyebutkan nama itu." Roy memberanikan diri untuk bertanya karena siapa tau ada sedikit informasi dari Angel soal Tino.
"Ya aku sahabatnya dari kecil kita selalu bersama sama bahkan dia sudah menjadi bagian keluarga ku saat dia sudah tidak punya orang tua lagi. Soal Tino aku tidak bisa menjawabnya karena itu perlu izin dari Anisa." Angel tidak menjawab soal Tino karena itu benar benar privasi Anisa.
"Baiklah aku perlu tau namamu karena aku belum tau siapa Namamu." Roy bertanya karena dia memang tidak tau nama Angel.
"Aku Angel Laurent panggil saja Angel." jawab Angel.
"Baiklah Aku Roy Fernando panggil saja Roy." Angel hanya melirik dan mengangguk tanpa menjawab.
"Anak anak itu kenapa belum pulang ya. Perasaanku juga kenapa tidak enak seperti ini yaampun semoga mereka baik baik saja." Dirumah ibu merasa perasaan nya tidak enak karena anak anak nya belum pulang juga.
__ADS_1
Tiba tiba dari luar terdengar seseorang berteriak sambil menangis
Ibu!!!!! Hiks hiks!!!!