End Of Suffering

End Of Suffering
Orang sirik semakin berisik


__ADS_3

"Maaf ibu ibu bisa lebih keras tidak tadi kalian membicarakan siapa?" Alex menghampiri ibu ibu itu.


Tapi tak ada satu pun dari mereka yang berani menjawab nya. "Baiklah seperti nya saya harus memperkenalkan calon istri saya. Kalian harus ingat dia adalah Anisa calon istri saya yang berarti calon menantu keluarga Bimantara. Jika kalian berani menghina nya dalam keadaan apapun maka kalian berarti sudah siap untuk meninggalkan komplek ini. Kalian tidak lupa kan siapa yang mempunyai komplek ini?"


Setelah berbicara seperti itu Alex langsung membawa Anisa menjauh dari ibu ibu itu. Di perjalanan Anisa merasa sangat sakit hati karena omongan tadi. Alex yang melihat itu langsung berkata. "Sudahlah biarkan saja karena orang sirik akan selalu berisik. Dan kamu jangan pernah menganggap omongan itu karena yang harus kamu lakukan adalah membalas omongan tadi dengan prestasi mu dan keberhasilan mu."


Mendengar itu Anisa langsung tersadar bahwa omongan Alex memang benar. "Ya tuan muda benar saya harus berjuang demi kesembuhan saya supaya tidak ada lagi orang yang menghina saya apalagi disangkut pautkan dengan keluarga tuan muda."


"Kita pulang saja ya sepertinya kamu butuh istirahat." Alex langsung membawa Anisa pulang karena Alex tidak mau memaksakan kondisi Anisa saat ini.


Saat sampai Rumah, Yulia yang melihat Anisa dengan ekspresi yang kurang baik pun langsung bertanya kepada Anaknya. "Alex Anisa kenapa?"


"Bentar mom Alex anter Anisa ke kamarnya dulu." Alex tidak langsung menjawab karena dia tidak mau Anisa kembali mengingat kata kata tadi.


"Ada apa dengan mereka kenapa muka Anisa seperti tidak baik baik saja seperti itu?" Yulia semakin bertanya tanya.


"Bicaralah." Yulia langsung meminta penjelasan kepada Alex.


"Ya biasa lah mom tadi ibu ibu komplek pada ngehina Anisa bilang Anisa lumpuh lah nyusahin lah jadi Anisa merasa tersinggung dan merasa tidak enak." Alex menjelaskan secara singkat kejadian tadi.


"Apa?! Mereka berani menghina menantu mommy! Liat saja mommy akan memberi hukuman kepada siapapun yang membuat menantu mommy sakit hati." Yulia sangat marah mendengar kejadian tadi.


"Jangan terlalu berlebihan lah mom biarkan saja nanti juga mereka mendapatkan balasan nya. Alex mau ke kamar dulu sekalian istirahat." Alex langsung pergi ke kamar nya.

__ADS_1


Di tempat lain Roy dan Angel bersiap untuk pulang karena tidak mungkin harus pulang malam. "Kak apa besok Angel tidak usah masuk sekolah dulu ya supaya Renata mendapatkan kebahagiaan nya dulu walaupun hanya satu hari." Angel mengusulkan jika dia besok tidak usah masuk sekolah dulu.


"Sayang dong nanti kehadiran kamu gaada satu tapi yasudahlah tidak apa apa nanti aku yang bicara kepada kepala sekolah untuk bekerja sama dengan kita." Roy menyetujui nya dan ingin mengajak semua orang yang ada di sekolah nya bekerja sama juga.


Akhirnya Angel dan Roy langsung pergi karena mereka harus segera sampai dirumah. Keesokan harinya Anisa sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit bersama Alex begitu juga dengan Yulia yang sudah siap untuk pergi berbelanja di tukang sayur keliling karena dia akan melakukan sesuatu.


"Mom Alex dan Anisa pergi dulu ya doa kan semoga Anisa bisa secepatnya pulih." Alex berpamitan kepada mommy nya dan langsung pergi menuju rumah sakit.


"Hmm aku harus melakukan sesuatu ke ibu ibu itu supaya dia tidak melakukan tindakan itu lagi kepada menantu ku." Yulia berjalan menuju pangkalan tukang sayur disana sudah banyak ibu ibu yang berbelanja begitu juga dengan ibu ibu yang kemarin.


Semua orang langsung melihat Yulia dan memberi ruang untuk Yulia memilih belanjaan. "Selamat pagi ibu ibu." Yulia menyapa mereka dengan senyuman nya.


"Selamat pagi juga nyonya." ucap semua ibu ibu disana.


"Ada cuman saya yang mau sesekali belanja bareng ibu ibu disini kayak nya seru ya sambil gosipin kehidupan orang lain." Yulia langsung menyindir dan melirik kearah ibu ibu kemarin.


Ibu ibu yang kemarin menghina Anisa langsung menunduk karena mereka merasa takut. "Ah nyonya tau aja. Kalau nyonya kan orang kaya masih rendah hati aja mau gabung sama kita, kalau jaman sekarang sih kebanyakan nya orang miskin tapi so julid ke orang yang jauh diatas nya ya kan ibu ibu." ucap salah satu ibu ibu yang dia tidak tau kalau omongan nya menyindir ibu ibu kemarin.


"Ya namanya juga orang sirik ibu ibu bukan nya berusaha untuk menyamakan kedudukan eh malah ngerendahin diri sendiri dengan cara memfitnah orang lain." Kata kata Yulia semakin pedas sampai sampai membuat ibu ibu kemarin tidak bisa berbicara sepatah kata pun.


"Eh bu kenapa pada diem aja biasanya juga kalian yang paling heboh kalau soal nge gibah kaya begini ngomong dong." Ibu ibu itu heran kenapa ibu ibu yang kemarin menghina Anisa diam saja.


"Emm emm saya lagi fokus milih sayuran bu silahkan teruskan saja." Ibu ibu itu sangat gugup sampai sampai dia memilih sayuran pun tidak beres beres.

__ADS_1


"Oh iya nyonya apa keadaan Anisa sudah membaik?" Tanya ibu ibu disana.


"Oh menantu saya. Dia sekarang sedang menjalani pengobatan untuk penyembuhan kaki nya dan ya semoga saja dia cepat pulih ya mohon doanya dari ibu ibu." Yulia meminta doa supaya Anisa cepat sembuh.


"Iya nyonya kami doakan karena Anisa juga anak baik dia sangat sopan dan tau etika walaupun dia masih remaja tidak seperti kebanyakan orang yang sudah tua tapi taunya hanya menghina tanpa berkaca." ucap salah satu ibu ibu disana yang kembali membuat ibu ibu kemarin tersinggung.


"Pak ini belanjaan saya berapa totalnya tolong dijumlah kan ya." Yulia menyodorkan beberapa sayuran kepada penjual nya.


"Semuanya jadi 65 ribu nyonya." penjual sayur itu memberikan sayuran di dalam kantong keresek kepada Yulia dan diterima oleh Yulia sambil menyodorkan uang lima ratus ribu rupiah kepada penjual sayur itu.


"Nyonya ini uangnya kelebihan seratus ribu juga masih ada kembalian nya." ucap penjual sayur itu karena kaget mendapatkan uang sebanyak itu.


"Tidak apa apa pak buat bapak saja karena orang baik selalu dikasih rezeki yang lebih. Kalau begitu saya permisi dulu ya ibu ibu." Yulia langsung pergi meninggalkan mereka karena misinya sudah sukses.


Ibu ibu disana membicarakan kebaikan Yulia karena dengan gampang nya memberikan uang sebanyak itu. "Lihatlah ibu ibu nyonya Yulia bukan hanya cantik dan kaya raya tapi baik juga pantas saja kehidupan nya sangat bahagia."


"Iya benar bahkan sebentar lagi nyonya Yulia akan mendapatkan menantu yang sama seperti dirinya baik dan cantik. Karena mereka orang baik jadi kehidupannya pun baik juga."


"Iya ibu ibu contohlah kehidupan keluarga Bimantara mereka sangat rendah hati walaupun mereka dari keluarga yang sangat kaya raya. Alhamdulillah ini saya kecipratan rezeki nya, semoga nak Anisa cepat sembuh ya biar nyonya Yulia selametan nanti dibagi uang segepok." ucapan penjual itu membuat semua ibu ibu tertawa kecuali ibu ibu yang kemarin menghina Anisa.


Ibu ibu disana langsung melihat kepada ibu ibu disebelahnya yang tidak tertawa dan merasa heran. "Hei sebenarnya ibu ini kenapa sih daritadi diem mulu."


"Sebenarnya kemarin sore saya dan ibu ibu ini sempat menghina Anisa dan menyebut Anisa wanita lumpuh yang menyusahkan keluarga Bimantara." mendengar penjelasan dari ibu itu semua orang disana sangat terkejut karena ulah ibu ibu itu.

__ADS_1


"Astaga bu berani sekali wah ini kacau hidup anda sedang dalam masalah besar sebentar lagi mungkin ibu akan Angkat kaki dari komplek ini apa ibu lupa komplek ini milik tuan Alan."


__ADS_2