End Of Suffering

End Of Suffering
dua sahabat dua nasib


__ADS_3

"Angel sepertinya kamu memikirkan sesuatu dari tadi menatapku dengan tatapan aneh apa yang kamu sembunyi kan?" Angel yang mendengar pertanyaan ini langsung berusaha mengubah tatapan dan raut wajah sedihnya karena dia tidak ingin Anisa tau apa yang dia rasakan.


"ah tidak ada kamu ini ada ada saja aku masih tetap Angel yang biasanya bukan mahluk halus." Angel langsung mengambil ponsel nya dan mengajak Anisa untuk berfoto.


"sudah lah ayo kita abadikan momen ini karena ini tidak akan terulang lagi." Anisa dan Angel langsung sibuk dengan foto foto nya.


di kantor Roy sedang mengecek laporan dari proyek yang berada di itali dia sedikit bingung kenapa banyak sekali masalah akhir akhir ini. "Al lihat lah proyek kita yang berada di itali semakin kacau apa mungkin ini rencana dari orang yang sama. kenapa mereka se licik itu padahal kita hanya ingin membangun rumah sakit yang bisa menerima orang orang yang benar menderita. sebaiknya aku kesana saja lagi pula ini sudah tidak bisa di biarkan lagi."


"pergi lah tapi setelah acara lamaran ku di gelar karena pasti mommy dan daddy tidak akan membiarkan mu pergi di acara penting itu." Alex tidak melirik Roy sama sekali karena dia juga di sibuk kan dengan pekerjaan nya.


"baiklah aku di sana akan berusaha semaksimal mungkin karena aku tidak mau proyek ini gagal." Roy terus mencari sumber kekacauan ini karena dia sangat penasaran dan memikirkan langkah untuk memberi pelajaran kepada orang itu.


tidak terasa hari semakin sore akhirnya Roy dan Alex memutuskan untuk pulang. Tapi, mereka tidak langsung pulang melainkan mampir terlebih dahulu ke rumah keluarga Laurent.


"Roy kau mau membeli sesuatu? kalau tidak aku bisa malu karena membawa mu ke sana tidak mungkin crazy rich seperti ku tidak membawa sesuatu untuk mereka." Roy yang mendengar itu langsung berfikir apa yang harus mereka bawa supaya kedua pacar mereka itu merasa sangat senang.


"aku akan membawa eskrim saja yang banyak dan kau bawa makanan kesukaan Anisa saja biar enggak ribet ya kan susah amat mikir gitu juga." setelah mendapatkan jawaban dari Roy mereka langsung pergi ke tempat yang menjual makanan itu.


setelah beberapa lama akhirnya mereka sudah membawa bawaan masing masing mereka langsung menuju ke rumah keluarga Laurent. "Assalamualaikum." Tok tok tok...


Rika yang mendengar itu langsung menjawab salam nya. "waalaikumsalam." Rika langsung berjalan menuju pintu dan dia sangat senang karena dua menantu nya itu datang.

__ADS_1


"eh kalian ayo masuk Anisa sama Angel nya ada di atas. sebentar ya kalian duduk saja biar ibu yang panggil kan mereka." Rika langsung menuju ke kamar Angel untuk memberi tau bahwa Alex dan Roy berada di bawah.


"Angel Anisa. Nak Roy dengan tuan muda Alex ada di bawah cepat kalian ke bawah." Anisa dan Angel terkejut mendengar hal itu karena Roy atau pun Alex tidak memberi tau akan ke rumah nya.


"lah kenapa mereka ke sini gak bilang bilang dulu untung kita enggak kemana mana." ucap Angel yang sangat terkejut dengan ke datangan mereka.


"sudah lah ayo cepat ke bawah kasian mereka pasti nungguin kita." Anisa mengajak Angel untuk segera turun ke bawah karena merasa tidak enak jika membuat mereka menunggu.


"kenapa kak Roy gak bilang dulu kalau mau ke sini? untung aja kita enggak kemana mana ya kan An." Angel merasa sedikit kesal karena ulah sang pacar.


"maaf ya soalnya ini juga mendadak kan dia tuh yang ngajak. Anisa kamu pakai apa sih sampai kulkas 7 pintu ini bucin banget sama kamu ditinggal nginep aja harus ngapel dulu." Roy menyalahkan Alex untuk kejadian ini.


"ini saya bawain kamu makanan kesukaan kamu dan Roy juga bawa eskrim buat Angel jadi kalian jangan marah lagi oke." jawaban Alex itu membuat mereka sangat senang dan langsung mengambil dengan cepat makanan itu.


"kak Roy kak Alex Angel mau bicara ini penting banget soalnya Angel gak bisa hadapin ini sendirian." Alex dan Roy saling bertatapan karena mereka bertanya tanya apa yang akan dikatakan Angel.


"katakan lah kita akan mendengar kan nya dengan baik dan membantu mu." ucap Alex dan Angel akan menceritakan semua nya.


"hmm Renata. dia sudah sangat keterlaluan tadi aku mendapatkan kabar dari teman ku dia Xenia yang mempunyai club malam terbesar di itali. Xenia mendapatkan kerja sama untuk membuatku menjadi wanita panggilan disana dan dia disuruh sama Renata." Belum selesai Angel berbicara tapi Roy sudah sangat emosi dan menggebrak meja yang membuat semua orang terkejut.


brakkk!!!

__ADS_1


"stttttt jangan berisik kak Roy tenang dulu jangan gampang emosi. ini semua kan kita rahasiakan dari orang tua Angel kalau begini caranya yang ada bakalan ketauan." ucap Angel yang menenangkan Roy.


Alex yang melihat itu langsung menggeplak dengan pelan tangan Roy dan berkata. "diem dulu kau jangan emosi nanti malah kacau."


Angel pun melanjutkan ceritanya. "tapi Xenia menolak nya karena dia merasa tidak enak dengan ku ya jadi dia akan berpura pura untuk menerima perintah Renata. tapi, Xenia bilang Angel harus pergi ke itali karena hanya dengan cara itu Angel bisa mematahkan rencana Renata."


"itali?" Roy dan Alex berbicara barengan dan saling menatap.


"aku juga akan pergi ke itali karena urusan bisnis bagaimana jika kita pergi bersama nanti aku akan meminta izin ke pada orang tuamu Angel." ucap Roy.


"tidak perlu kak soalnya Angel akan beralasan untuk liburan di rumah uncle di sana kan Angel punya uncle dia dokter yang hebat loh udah sering nyelametin nyawa orang." Angel sedikit membanggakan uncle nya itu.


"bagus lah kalau begitu ini semakin mudah tapi kita belum tau apa rencana yang akan dilakukan oleh Xenia dan satu lagi ingat Angel kamu terus ada dalam pengawasan ku selama ada di itali jangan berbuat seenak nya kamu harus membicarakan nya terlebih dahulu dengan kita." ucap Roy yang sangat mengkhawatirkan Angel.


"kak Roy benar Angel kamu selama disana jangan bertindak gegabah nanti juga aku mau kesana ah boleh kan mas?" Anisa tersenyum dan meminta izin kepada Alex dan di sana Alex tidak bisa menolak permintaan Anisa.


"baiklah tenang saja aku akan ke itali setelah acara lamaran selesai dan aku ke akan membereskan masalah perusahaan juga bersama Roy." Pembicaraan semakin tegang karena disana mereka terus mencari cara supaya Renata tidak akan mengulangi kesalahan nya lagi dengan terus menerus mengganggu keluarga Bimantara.


akhir akhir ini aku bener bener kehilangan ide aku buat up novel dan aku juga sedih dan down banget sih karena pembaca makin sedikit aku juga gatau bakal lanjutin novel ini atau enggak semoga aja ada kekuatan yang bikin aku terus up di novel ini.


maaf kan author kalau selama ini jarang up dan mengecewakan kalian.

__ADS_1


__ADS_2