End Of Suffering

End Of Suffering
Tidak berpendidikan


__ADS_3

Alex terkejut karena mendengar seseorang dan menyebut dia bego. "Roy kau berani beraninya menyebut ku bego!" Alex menatap tajam kearah Roy.


"Maaf tuan muda yang terhormat tapi memang itu faktanya tuan muda berbicara sendiri bahkan tidak mendengar kan saya. Saya sudah mengetuk pintu dan memanggil tuan muda beberapa kali tapi tidak ada jawaban." ucap Roy yang sangat kesal kepada Alex.


"Kau mau apa ke ruangan ku? Kalau tidak ada yang penting pergilah." ucap Alex yang mengusir Roy secara tidak langsung.


"Aku hanya ingin memberi tahu kalau proyek kita yang di s******** sedang ada masalah sepertinya ada seseorang yang berbuat curang dengan cara mengganti bahan yang kita sediakan dengan bahan yang lebih murah dan kualitas nya sangat buruk." mendengar ucapan Roy Alex menjadi sangat marah kenapa proyeknya bisa ada yang ingin menghancurkan nya. Brakk "siapa yang berani berani nya berurusan dengan ku dia mau menggagalkan proyek ku. Oh seperti nya ini sangat menarik Roy aku sudah lama tidak memotong motong tubuh manusia dan akhirnya sebentar lagi aku akan melakukan nya." Roy yang mendengar itu seketika bergidik ngeri karena memang mereka sebenarnya sudah terbiasa seperti itu tapi beda dengan Alex dia jauh lebih kejam.


"Tenang saja tuan muda saya akan mengurus nya dan akan membawa dia kehadapan tuan muda secepatnya. Sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan kejadian waktu Anisa kesini." mendengar nama Anisa disebut sebut membuat Alex semakin penasaran siapa sebenarnya orang yang ingin bermain main dengannya.


"Maksudmu apa Roy bicaralah lebih jelas."Alex meminta Roy agar berbicara dengan jelas tanpa berbelit belit.


"Bella. Saya sudah mencurigai dia apa tuan muda ingat ayahnya Bella yang menjadi pengawas disana dia juga yang memegang wewenang dalam hal bahan yang akan digunakan untuk pembangunan. Bisa saja dia akan menghancurkan semuanya dan membuat Bimantara Corp rugi besar karena mungkin dia menganggap bahwa tuan muda sudah berani menyakiti Bella. Mungkin saja ini adalah bentuk pembalasan dendam dari Ayahnya Bella." Roy menjelaskan apa yang sedang dia curigai dan kecurigaan nya itupun memang sama dengan kecurigaan Alex.


"Ya kau benar aku juga berpikir seperti itu karena ini tidak akan mungkin terjadi kalau tidak ada alasan. Roy urus hal ini karena ini bukan urusan yang sangat berat ini hanya sedikit masalah bagiku lagipula kau bisa dengan gampang menyelesaikan masalah ini kan?" Alex mempercayakan semuanya pada Roy karena Alex tau kalau sahabatnya itu bisa dengan gampang menyelesaikan masalah ini.


"Baiklah saya permisi dulu tuan muda." Roy langsung pergi meninggalkan ruangan Alex karena dia harus segera memastikan kecurigaan nya itu benar.


Di rumah Anisa dan bi Ratni sedang berbincang bincang karena memang pekerjaan rumah sudah selesai. "Nis maafin bibi ya gara gara bibi kemaren kamu sampai pingsan." Bi Ratni benar benar merasa bersalah karena secara tidak langsung dia lah penyebab Anisa pingsan.


"Sudah bi enggak apa apa lagian Anisa juga enggak kenapa kenapa kan. Tapi bi Anisa mohon ya jangan sampai ada orang yang tahu tentang hal itu biarkan nanti Anisa yang bicara semuanya." ucap Anisa sambil memegang tangan bi Ratni karena dia memohon untuk merahasiakan masalalu nya.


"Iya Anisa bibi akan menjaga rahasia ini tenang saja ya. Dan kamu jangan takut lagi disini ada bibi tuan nyonya dan juga tuan muda kita semua sayang sama kamu jadi pastinya kamu akan selalu kita jaga. Apalagi kamu kan pacarnya tuan muda cie cie." Bi Ratni mengalihkan pembicaraan karena dia tidak mau harus membahas masalalu nya Anisa.


"Bibi apaan sih kita itu cuman pacaran bohongan inget itu. Udah ah Anisa ke kamar dulu ya mau nelpon temen Anisa dulu soalnya udah lama gak nelpon." Bi Ratni mengangguk dan Anisa pun langsung berjalan menuju kamarnya.


"Angel lagi ngapain ya dia sekolah enggak ya takutnya aku ganggu lagi. Telpon enggak ya telpon enggak ya." Anisa bingung dia ingin menghubungi sahabatnya itu tapi dia takut mengganggu. "Ah telpon saja kalau lagi sibuk juga paling gaakan diangkat."


Tutttt Tutttt Tutttt

__ADS_1


"Hallo Angel apa kamu sibuk? Maaf aku baru menelpon mu aku sangat sibuk disini hehe."


"Ya aku tau Kamu bukan sibuk bekerja tapi sibuk pacaran dengan tuan muda kan hahaha." ucap Angel yang sedikit menggoda Anisa.


"Tidak aku memang sibuk bekerja eh tapi lebih tepatnya lagi aku sibuk karena nyonya selalu mengajak ku keluar sekarang saja nyonya sudah mengajakku untuk ikut ke acara arisan nya." ucap Anisa yang mengadu kepada sahabat nya itu bahwa dia lelah terus terusan berpergian.


"Cie udah deket nih sama calon mommy mertua kapan di halalin nya tuh. Kalau lama nanti kamu tinggal nyanyi aja halalin aku dulu bang halalin aku dulu bang hahaha." Angel tertawa lepas karena dia terus terusan menggoda Anisa.


"Angel aku menelpon mu bukan untuk jadi bahan bercandaan mu kamu ini menyebalkan sekali." Anisa sedikit kesal karena ulah sahabatnya itu.


"Hahaha maafkan aku maaf besti. An apa kamu bahagia bersama tuan muda? Aku harap kamu bahagia karena aku selalu mengharapkan kebahagiaan mu." ucap Angel yang memang sangat menginginkan sahabatnya itu bisa bahagia.


"Aku sudah menemukan kebahagiaan ku Angel, bukan hanya cinta dan kasih sayang dari laki laki saja tapi keluarga disini dan sesama pekerja juga sangat melindungi mencintai dan menyayangi ku sebagai anaknya. Aku sangat bahagia karena bisa bekerja disini, tapi aku juga tetap menyayangi ayah ibu dan kamu Angel karena bagaimanapun kalian tetap keluarga ku." ucap Anisa yang meyakinkan Angel bahwa dirinya Sudah bahagia.


"Baguslah kalau begitu aku menjadi sedikit lebih tenang. Oh iya An kamu kapan pulang nya aku ingin bermain keluar bersamamu siapa tau aja dapet sugar daddy eaa." ucap Angel.


"Kamu ini fokus sekolah saja masalah laki laki nanti juga pasti banyak yang ngejar ngejar kamu. Kamu kan cantik baik aku yakin pasti akan ada laki laki yang baik juga buat kamu." ucap Anisa.


"Baiklah semangat bye." Anisa menutup telpon nya dan dia langsung keluar kamar untuk membersihkan dapur.


"Bibi ada yang bisa Anisa bantu?" tanya Anisa yang membuat bi Ratni tersenyum. "Kamu ini Nis kaya pegawai pegawai di luaran aja pake nanya ada yang bisa saya bantu udah jelas ada dong. Itu bantuin bibi bersihin kompor ya Nis soalnya dari kemaren kemaren belum sempat dibersihin." Bi Ratni meminta tolong kepada Anisa.


"Oke siap." Anisa langsung membersihkan kompornya. Sedangkan di kamar Yulia sudah bersiap untuk ke acara arisan karena dia sudah tidak sabar ingin mengenalkan Anisa sebagai calon menantu nya.


"Aduh aku udah gak sabar mau ngenalin menantu aku yang cantik itu. Mimpi apa aku dapet menantu yang sempurna kaya Anisa udah cantik baik pinter ngurus rumah lagi. Aduh enggak kebayang bagaimana pintar dan baik nya cucu cucu aku nanti kalau masalah cantik dan ganteng ya gausah ditanya lagi kan grandma nya cantik banget." Yulia terus saja membayangkan betapa bahagianya dirinya kelak saat sudah mempunyai cucu.


Akhirnya sore pun tiba Anisa dan Yulia sudah bersiap untuk pergi ke acara Arisan. "Anisa ayo sayang apa kamu sudah siap?" ucap Yulia yang belum melihat Anisa keluar kamar. "Iya nyonya saya sudah siap." Anisa keluar dan membuat Yulia berdecak kagum karena penampilan Anisa yang sangat cantik. "Yaampun menantu ku kamu benar benar cantik sekali yaampun yaampun Alex kamu benar benar pintar dalam hal memilih pasangan hidupmu." Anisa yang mendengar itu merasa malu karena terus terusan di puji.


"Ah nyonya bisa saja Ya Anisa cantik karena menggunakan pakaian ini. Ini hadiah dari tuan muda." Anisa tersenyum karena merasa bahagia bisa memakai pakaian yang diberikan oleh Alex.

__ADS_1



"Ayo kita berangkat ah aku benar benar tidak sabar mau mengenalkan menantu ku ke semua orang." Yulia sangat bersemangat karena sekarang waktunya dia memperkenalkan Anisa sebagai calon menantu nya.


Di dalam mobil Sama Sekali tidak ada percakapan karena Yulia sibuk memainkan ponselnya, mungkin dia sedang memberi tahu apa yang akan dia lakukan nanti. Setelah beberapa lama kemudian akhirnya Anisa dan Yulia sampai di salah satu tempat yang biasa dijadikan Tempat Arisan. "Hallo jeng hallo." Yulia menyapa semua teman nya begitu juga dengan Anisa tersenyum saat teman Yulia melihat padanya. "Jeng kenalin ini calon menantu saya dia cantik kan. Alex itu beruntung bisa mendapatkan Anisa karena selain cantik dan baik dia juga pintar dalam urusan rumah komplit banget kan." Ucap Yulia yang bangga karena punya menantu seperti Anisa.


"Eh jeng tapi kok calon nya Alex masih sangat muda ya apa dia tidak sekolah masa calon istrinya Alex tidak berpendidikan." ucap salah seorang teman Arisan Yulia yang malah merendahkan Anisa, bukan hanya satu orang tapi teman teman Yulia yang lain juga malah berbicara sembarangan tentang Anisa. "Eh jeng awas ya jaman sekarang itu semua cara dilakuin supaya bisa dapetin apa yang dia mau jangan jangan gadis itu pakai guna guna lagi."


"Iya jeng apalagi dia masih kecil mending sama anak saya aja sudah dewasa dan pastinya jauh lebih baik daripada dia."


Mendengar ucapan teman teman Nya yang sudah merendahkan Anisa, Yulia menjadi sangat marah. "Heh jeng kalau bicara itu jangan sembarangan jangan pernah merendahkan seseorang dari keadaan hidupnya dan jangan pernah membanding bandingkan Anisa dengan anak kalian karena bagaimanapun Anisa tetap yang terbaik buktinya Alex memilih Anisa. Dan yang jelas dia masih jauh lebih berpendidikan daripada kalian semua yang katanya keluarga terpandang tapi attitude nya tidak ada sama sekali."


"Anisa ayo pulang sayang kita tidak cocok berada di kumpulan orang orang rendahan seperti mereka." semua orang disana Seketika terdiam karena mereka pertama kali nya melihat Yulia semarah itu. Yulia dan Anisa pun pergi meninggalkan mereka semua.


"Sayang maafkan mommy ya mommy tidak tau kalau kejadian nya bisa jadi seperti ini. Apa kamu marah sama mommy?" Yulia merasa bersalah karena bagaimanapun Anisa pasti merasa sakit hati karena kejadian tadi.


"Tidak nyonya ini bukan kesalahan nyonya ini memang faktanya Anisa kan memang tidak sekolah karena tidak ada biaya. Itu hak mereka nyonya mau berbicara apapun yang terpenting kita bahagia bahagia saja, semakin mereka membicarakan kejelekan Anisa berarti Anisa begitu penting dikehidupan mereka sampai sampai mereka meluangkan waktu nya untuk membicarakan Anisa hehe."


"Iya kamu benar Itu tandanya mereka sirik sama kamu karena mereka tidak mampu membuat anaknya menjadi menantu mommy. Hem kita tidak ada acara masa langsung pulang mending kita ke kantor nya Alex saja apa kamu mau?" Yulia mengajak Anisa untuk pergi ke kantor Alex.


"Tapi saya takut mengganggu tuan muda nyonya mungkin saja tuan muda sekarang lagi sibuk." ucap Anisa yang merasa tidak enak kalau harus mengganggu Alex.


"Itu tidak mungkin kalau Pun iya Alex sedang sibuk pasti dia menyempatkan waktunya untuk kamu kan kamu pacarnya pasti Alex senang kalau kamu menemuinya." Yulia meyakinkan Anisa supaya mau ikut ke kantor Alex, dan akhirnya Anisa pun menyetujui nya. Beberapa lama kemudian akhirnya Anisa dan Yulia sampai di kantor, mereka berjalan masuk dan membuat semua pegawai disana menunduk karena nyonya nya itu datang.


"Lihatlah nona Anisa sangat ramah dia selalu tersenyum kepada kita berbeda dengan nona Bella bukan siapa siapa nya tuan muda tapi sombong pantas saja tuan muda sangat membenci nya."


"Iya kau benar sekali aku sangat senang melihat nona Anisa sudah cantik baik lagi."


Begitulah percakapan Dari beberapa pegawai disana mereka sangat menyukai Anisa karena pribadi Anisa yang baik.

__ADS_1


Tok tok tok!!! Paket!!


Alex yang mendengar itu heran kenapa ada paket untuknya perasaan dia tidak pernah memesan paket.


__ADS_2