
Xenia langsung berfikir dan sangat mempertimbangkan siapa yang akan dia pilih dan siapa yang akan menjadi lawan nya. "arrgghh kenapa ini bisa terjadi padaku siapa yang harus aku pilih ini sangat membuatku frustasi. tapi mending aku di pihak Angel saja karena itu akan lebih baik dan menjauhkan ku dari kerugian karena dia bilang Roy Fernando adalah kekasihnya dan Roy adalah salah satu keluarga Bimantara kalau aku berurusan dengan nya habis semua usahaku selama ini." akhirnya Xenia memutuskan untuk memilih Angel karena dia tau betul apa resiko nya.
"maafkan aku Renata tapi aku akan mencari yang lebih aman karena aku tidak mau menghancurkan usaha ku sendiri." Xenia langsung mengambil ponselnya untuk kembali menghubungi Angel.
di tempat lain Roy dan Alex sedang beristirahat mereka berbincang tentang rencana untuk pergi ke rumah Angel. "Roy apa kau mau ke rumah Angel? kalau iya aku ikut aku serasa tidak bisa pisah dengan Anisa. Aku akan membawa makanan untuk mereka supaya tidak merasa malu dan terlihat aku itu laki laki yang bermodal." Ucap Alex yang masih menikmati makanan nya.
"apa sekarang seorang Alex Bimantara jadi laki laki yang bucin? cuman semalam Alex kau ini seperti ditinggal selama nya saja. tapi ya sudah lah nanti kita kesana lagi pula aku juga merindukan kekasih ku." Alex yang mendengar itu langsung memutar bola mata malasnya.
di tempat lain Delon sedang berada di kantor ayahnya dia sedang merengek untuk memutuskan kerja sama nya dengan perusahaan ayah Angel jika Angel tidak mau menerima nya. "Ayolah yah bukan nya ayah yang sudah berjanji akan menuruti apapun kemauan Delon putuskan saja kontrak kerja sama nya kalau tidak ya jadikan itu sebagai ancaman saja supaya Angel mau menerima Delon."
"Delon apa kamu tau ayah berusaha keras untuk mendapatkan kerja sama ini tapi kamu dengan mudahnya meminta ayah memutuskan nya apa kamu sudah kehilangan akal? cari lah cara yang jauh lebih wajar jangan melibatkan orang tua dan bisnis ayah karena itu tidak ada hubungan nya sama sekali." Ayah Delon langsung pergi meninggalkan Delon begitu saja karena dia sangat sibuk.
"apa apaan ini kenapa ayah seperti ini arrgghh aku harus melakukan apa sekarang? aku tidak mungkin melakukan cara kotor karena itu sangat aku hindari." Delon merasa frustasi dan meninggalkan kantor.
__ADS_1
Renata yang masih tetap memikirkan bagaimana caranya setelah rencana nya berhasil karena dia sangat ingin melihat Angel menderita begitu juga dengan Roy. "Persediaan uang ku sudah menipis dan ini waktunya untuk menambah saldo di ATM ku karena aku akan menjual bocah itu dengan harga tinggi dan menahan nya dan juga aku akan meminta tebusan kepada Roy wah wah aku akan menjadi orang kaya lagi dan bisa berbuat apapun."
"besok adalah hari terakhir persiapan untuk festival dan aku harap semuanya belum beres supaya aku bisa langsung membuat Angel yang bertanggung jawab atas segala kekacauan nya hahaha." Renata merasa menang padahal dia belum tau apa hasil dari rencana nya itu.
di tempat lain Anisa dan Angel masuk kembali ke kamar karena akan meneruskan pembicaraan nya. tapi sebelum melanjutkan pembicaraan Angel menerima panggilan telpon dari Xenia dan dia langsung menjawab nya.
"Hallo Xen bagaimana apa kamu sudah mengambil keputusan nya dengan baik? jangan sampai kamu merugikan dirimu sendiri ya." ucap Angel dan membuka pembicaraan.
"aku sudah memikirkan ini dengan sangat baik dan aku yakin dengan pilihan ku. Aku akan memihak mu karena bagaimana pun kamu adalah teman baik ku dan juga aku sama sekali tidak ingin mencari masalah dengan keluarga Bimantara karena kalau itu terjadi usaha ku akan hancur dalam satu kedipan mata." ucapan Xenia itu sangat membuat Angel senang ya walaupun Angel sudah tau pasti Xenia akan memihak nya.
"apa sekolahmu ada jadwal untuk libur?" tanya Xenia karena mungkin rencana nya harus dilakukan ketika sekolah sedang libur.
"setelah festival tahun ini aku akan mendapatkan libur selama dua minggu dan festival nya akan digelar dua hari lagi." jawab Angel.
__ADS_1
"baiklah jika kamu mau menjalankan rencana ini dengan baik datanglah ke sini karena kita akan lebih leluasa di sini jika kamu takut sendirian minta lah seseorang untuk menemani mu tapi jangan sampai ada yang tau." Angel merasa negatif karena tidak akan mungkin kedua orang tua nya mengizinkan dia pergi apalagi sangat jauh.
"aku akan usahakan karena kamu tau sendiri kan aku tidak mungkin dengan mudahnya bisa kesana." ucap Angel sambil berfikir keras bagaimana caranya supaya rencana dia pergi ke sana berhasil.
"itu terserah padamu jika kamu ingin semua ini berjalan dengan baik kamu harus bisa datang ke sini karena itu adalah faktor paling besar dalam kemenangan kita." Xenia langsung menutup telpon nya karena dia merasa sudah cukup untuk berbicara dengan Angel.
(bagaimana ini apa aku harus kabur? itu tidak mungkin karena pasti tidak ada jalan untuk kabur apalagi sekarang ada kak Roy ini sangat susah. bagaimana ini aku benar benar bingung sekali? eum aku tau apa aku meminta izin untuk berkunjung ke rumah uncle saja bukan kah mereka tinggal disana ya benar ini cara terbaik.)
Anisa merasa penasaran apa yang sedang di pikir kan sahabatnya itu dan dia langsung bertanya. " Angel siapa yang menghubungi mu?"
"Xenia. dia telah memihak ku karena memang itu pilihan yang tepat tapi, aku harus pergi ke sana ya tapi itu gampang aku minta izin aja buat nginep dan liburan di rumah uncle." Ucap Angel.
"yah aku di tinggal dong hmm tapi gak apa apa nanti aja minta mas Alex buat ajak aku nyusul kamu." Anisa merasa sangat gampang untuk menyusul Angel nanti.
__ADS_1
"et dah enak banget ya calon sultan mau kemana mana tinggal berangkat pakai pesawat pribadi lagi ya ampun. nanti jangan lupa ya kalau sudah menikah sering sering kesini dan bawa oleh oleh hahaha." Angel dan Anisa tertawa bersama karena mereka benar benar dua orang yang tidak bisa dipisahkan sebagai sahabat dan saudara.
(sekarang kamu sudah bahagia An karena semua penderitaan kamu sudah hilang maafkan aku kemarin kejadian yang benar benar menyiksa kamu itu pasti karena ulah ku tapi aku tidak sebaik dirimu An yang bisa dengan mudah menerima perlakuan bejad seperti itu.)