End Of Suffering

End Of Suffering
Imbang


__ADS_3

"Jangan berpura pura menjadi pria bodoh kau iblis aku tau kau kan yang sudah menyebabkan ibu ku meninggal. Apa kau sekarang sudah senang hah?! Apa kau sekarang sudah berhasil membalaskan dendam atas kematian orang tuamu?!" Renata berteriak kepada Roy karena dia sangat marah dan menuduh Roy atas kematian ibunya.


"Ibumu meninggal? Kenapa kau begitu percaya diri menuduhku yang menjadi penyebab kematian ibumu?!" Roy masih tenang menjawab tuduhan Renata.


"Sudah lah aku muak dengan sandiwara mu cepat katakan apa yang sudah kau lakukan kepada ibuku sampai dia harus kehilangan nyawa nya?" Renata benar benar marah tapi tetap saja Roy tidak akan pernah ada rasa takut.


"Aku? Aku tidak melakukan apapun hanya saja anak buahku memberi tau ibumu tentang apa yang selama ini kau lakukan dengan para kakek kakek tua mu itu." Mendengar jawaban itu Renata sangat marah dan akan menampar Roy tapi itu tidak terjadi karena Roy langsung menahan dan menekan tangan Renata.


"Apa? Kau akan menampar ku apa kau sekarang tau bagaimana sakitnya hidup sendirian dan melihat kepergian orang Tuamu? Aku masih baik tidak membuat kematian ibu mu menjadi Mengenaskan dan apa kau tau sekarang kita imbang dan pastinya aku yang akan menang." Roy langsung menghempaskan tangan Renata dan membuat Renata kesakitan.


"Dasar kau iblis kau memang benar benar iblis! Aku akan melaporkan semua kejadian ini kepada polisi dan aku akan membuatmu membusuk dalam penjara!" Renata mengancam akan menjebloskan Roy kedalam penjara.


"Apa? Apa aku tidak salah dengar hahaha Apa kau bodoh itu sama saja kau menyerahkan dirimu kepada polisi. Apa kau lupa apa yang sudah keluargamu dan kau perbuat selama ini? Bukan nya kau menjebloskan ku ke penjara yang ada kau yang akan membusuk di penjara." Mendengar jawaban Roy, Renata sudah tidak bisa melakukan apapun lagi karena memang ucapan Roy ada benarnya.


"Kau ini benar benar biadab aku tidak akan pernah membiarkan hidupmu bahagia pria iblis." Ucap Renata yang membuat Roy langsung maju kehadapan nya dan menatap mata Renata.


"Apa kau tau Renata? Sebenarnya aku tidak ingin melakukan hal seperti ini tapi apa? Kau yang terus menerus menekan ku untuk melakukan hal ini. Aku hanya manusia biasa yang pasti mempunyai dendam dan salah langkah aku bukan orang orang istimewa yang bisa selalu baik. Jadi, kau jangan pernah membuatku melakukan hal biadab ini lagi cukup sudah kau pergilah dan hidup bahagia." Setelah mengucapkan kata kata yang selama ini dia pendam dalam hatinya akhirnya Roy langsung masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Renata.

__ADS_1


Setelah mendengar itu Renata langsung menangis karena dia tetap masih sakit setelah kehilangan ibunya. Dia bangkit dan berjalan menuju mobil untuk kembali ke rumah sakit. Di perjalanan Renata berbicara sendiri sambil terus menangis. "Apa kehidupan ku selalu ada dalam penderitaan? Semua ini terjadi karena ulah ayahku dan aku pun kenapa harus mengikuti arah yang ditunjukkan ayah untuk membuatku menderita. Karena ayah aku sekarang kehilangan ibu semuanya hilang karena apa yang sudah dilakukan ayah. Cinta, kasih sayang, kehormatan semua sudah hilang dan sekarang yang tersisa hanyalah penderitaan aku memang benar benar wanita yang kehilangan arah untuk menuju kebahagiaan."


Renata terus menangis karena dia menyesali semuanya tapi kita tidak tau apakah dia akan berubah atau justru semakin menjadi jadi.


Keesokan harinya Anisa sudah bersiap untuk pergi ke rumah keluarga Laurent rencana nya dia akan diantar oleh supir pribadi keluarga Bimantara. "Mom dad Anisa pergi dulu yah assalamualaikum." Anisa langsung pergi setelah berpamitan kepada Alan dan Yulia.


Alex yang sudah berada di kantor karena dia tadi berangkat sangat pagi untuk mengejar waktu karena dia tidak boleh pulang terlalu sore. "Astaga apa apaan ini kenapa saham perusahaan bisa jadi seperti ini siapa lagi yang mau bermain main dengan ku. Apa masih ada ular yang berkeliaran di sekitar ku dan mereka ingin membunuh ku? Astaga aku sangat bingung apakah ini termasuk rintangan menuju kebahagiaan?" Alex mendapat masalah baru lagi seperti nya masalah akan terus menerus menerpa keluarga nya.


Roy yang baru saja sampai langsung masuk ke ruangan nya dan dia langsung pergi ke ruangan Alex karena di ruangan Alex juga sudah tersedia meja untuknya. Ya di sana sudah Alex putuskan untuk menjadi ruangan utama CEO dan sekertaris pribadi CEO.


"eh Alex kenapa kau sepertinya muka mu asam sekali ini masih pagi jangan merusak suasana nya." Roy langsung duduk di tempatnya dan langsung membuka laptop untuk mulai bekerja.


"Kenapa aku sangat sulit menemukan nya ini diluar dugaan ku Al lawan kita sekarang bukan lah orang biasa kita harus sedikit waspada walaupun pasti kita akan memenangkan permainan nya." Roy yang biasanya selalu dengan cepat menemukan seseorang yang menganggu perusahaan Bimantara Corp, sekarang mendadak kesulitan karena mungkin lawan mereka sangat cerdik.


"Aku takut daddy akan meragukan kemampuan ku karena akhir akhir ini selalu saja mendapatkan masalah dan daddy harus turun tangan." Alex sangat frustasi karena dia tidak bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah perusahaan sendirian.


"Sudah lah kau jangan putus asa begitu malah sekarang adalah waktunya untuk menunjukkan kepada daddy kalau kita anaknya yang bisa menghadapi semua permasalahan kau ini belum apa apa sudah menyerah kalau begitu kau tidak pantas mendapatkan nama Bimantara di belakang nama mu Alex." Roy sangat kesal karena sahabat nya itu bukan semangat malah putus asa padahal dia belum tau siapa lawan nya.

__ADS_1


Alex tidak menjawab nya dan dia hanya menjawab dalam hatinya.


(Kau ini kalau bukan orang yang aku sayang udah aku banting tapi benar juga dimana Alex Bimantara yang selalu semangat untuk menghadapi masalah. Aku harus cepat cepat membereskan masalah ini karena aku tidak mungkin membiarkan masalah ini menganggu kebahagiaan ku.)


Di tempat lain Anisa sudah sampai dia langsung di sambut oleh Dimas dan Rika. Dimas sengaja tidak masuk kantor karena ingin menemui anaknya itu.


"Ayah ibu." Anisa langsung memeluk kedua orang tua nya itu ya walaupun bukan orang tua kandung.


"Sayang ayo masuk apa kamu mau sesuatu biar ibu buatkan ayo." Anisa langsung dibawa masuk oleh Dimas dan Rika menuju ruang keluarga.


"Apa Angel sudah berangkat sekolah?" Anisa menanyakan itu karena dia sudah tidak melihat keberadaan Angel.


"Iya katanya sih dia sekolah setengah hari jam 12 Juga pulang karena hari ini cuman nge dekor buat festival aja." jawab Rika sambil membawakan sedikit makanan dan minuman.


"Anisa kamu sekarang akan kembali menjadi seorang istri tapi sekarang kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang di dalam nya. Ayah sangat berharap melihat senyuman mu dan ayah sangat membenci tangisan mu jika itu terjadi ayah akan Membawa mu pulang dari keluarga Bimantara." mendengar ucapan Ayahnya Anisa langsung memeluk ayahnya sambil menangis.


untuk semua pembaca novel author maafin author ya karena sering bolong bolong update nya bahkan sekarang cuman bisa minimal satu hari satu bab aja dan mungkin dua bab dalam sehari nya kalau author kerjaan nya lagi gak banyak saja. jangan kapok ya karena kejadian ini temen temen karena author juga sudah memaksimalkan waktu author untuk update tapi apa lah daya author karena harus membagi waktu buat kerja juga.

__ADS_1


sekali lagi maaf ya dan terimakasih untuk temen temen yang selalu stay di novel recehan author ini.😊🙏


__ADS_2