End Of Suffering

End Of Suffering
Aku mencintaimu dengan tulus


__ADS_3

Setelah beberapa hari dari kejadian itu Alex sudah mulai membaik bahkan bisa beraktivitas seperti biasanya begitu juga dengan Anisa sekarang sudah bisa pulang tapi tetap harus menjalani pengobatan sesuai jadwal yang ditentukan.


Di taman rumah Anisa dan Alex sedang menikmati indahnya pagi hari mereka saling berbicara dan bercanda tawa sampai akhirnya Anisa mencoba untuk membuka kisah masa lalu nya. "Tuan muda apa saya boleh berbicara sesuatu hal yang sangat penting?"


"Katakanlah saya akan mendengar kan dan menerima nya." Anisa langsung bersiap untuk bicara setelah mendapatkan izin dari Alex.


"Sebenarnya saya itu pernah menikah dan pernah mengandung tapi karena hal yang buruk saya kehilangan bayi saya dan pernikahan pun hancur." Anisa mengatakan nya dengan sangat gugup karena dia sangat takut jika Alex marah mendengar hal itu.


"Saya sudah mengetahui semuanya jadi kamu tidak perlu menjelaskan apapun." Anisa yang mendengar itu sangat terkejut karena Anisa tidak tau kalau Alex sudah tau semua tentangnya.


Anisa langsung menatap Alex karena ingin menanyakan tau dari mana Alex tentang masa lalu Anisa. Alex yang paham tatapan Anisa itu pun langsung menceritakan bagaimana kejadian nya sampai Alex tau tentang Anisa.


"Saya tau dari Tino." Anisa kembali terkejut karena mendengar nama orang yang sudah membuat nya menderita bahkan membunuh anaknya.


"Dia bukan hanya mencelakai mu tapi dia juga membunuh anakmu. Saya benar benar tidak tau maafkan saya Anisa harusnya saya melindungi mu dari kejahatan orang itu. Tapi tenang saja dari mulai saat ini dia tidak akan mengganggu mu lagi karena dia sudah saya antar menuju neraka." Alex kembali tersulut kemarahan nya karena harus mengingat kejahatan yang dilakukan Tino kepada Anisa.


"Apa maksud tuan muda Tino sudah meninggal dunia?" Anisa menanyakan hal itu karena dia tidak paham apa maksud dari Alex yang mengantar Tino ke neraka.


"Ya karena dia pantas mendapatkan hal itu."


"Sekarang tuan muda sudah mengetahui semuanya jadi apa yang akan tuan muda lakukan selanjutnya soal hubungan kita?" Anisa sangat takut jika ternyata Alex akan pergi meninggalkan nya.


Alex menggenggam tangan Anisa dan berkata. "Saya akan tetap bersama mu selamanya saya akan melindungi mu akan mencintaimu dengan sangat tulus karena kamu perempuan yang sangat saya cintai dan sayangi setelah mommy. Saya tidak perduli apapun masa lalu kamu karena itu hanya kisah lama dan sekarang saya ingin di kisah baru mu ada saya dan anak anak kita nanti."


Anisa yang mendengar ungkapan perasaan Alex pun sangat bahagia bercampur haru Anisa langsung meneteskan air mata nya. Anisa langsung memeluk Alex dan Alex pun membalas pelukan nya.

__ADS_1


"Terimakasih karena tuan muda sudah mau menerima saya mencintai dan menyayangi saya. Saya sangat beruntung bertemu dengan keluarga ini kalian sangat baik saya pun sangat menyayangi kalian." tangisan Anisa semakin keras karena dia sudah tidak sanggup menahan nya.


Alex membiarkan Anisa untuk menangis karena dengan menangis Alex tau Anisa bisa mengeluarkan semua rasa sakitnya. Akhirnya setelah beberapa lama menangis Anisa langsung melepaskan pelukannya dan mengusap air mata nya.


"Tapi, apa tuan dan nyonya mengetahui semuanya?" Anisa bertanya kepada Alex tapi justru yang menjawab bukan Alex tapi Alan dan Yulia.


"Kita sudah tau semuanya dan kami menerima nya. Karena kamu adalah putri kami, kami sangat menyayangi kamu. Masalah yang sudah sudah itu jangan kamu pikirkan karena itu adalah musibah dalam kehidupan kamu dan sekarang waktunya kamu untuk memulai hidup baru bersama kami." Yulia memeluk Anisa dengan penuh kasih sayang.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kami istri dari Alex dan ibu dari anak anaknya. Masa lalu kamu mungkin akan diketahui banyak orang tapi itu bukan masalah untuk kami karena kebahagiaan keluarga ini adalah hal paling penting diatas segalanya. Jangan dengarkan omongan orang lain diluaran sana Tentang masa lalu mu." ucap Alan.


"Terimakasih karena kalian saya merasa punya keluarga yang utuh dan sangat menyayangi saya." Mereka semua akhirnya berpelukan seperti teletubbies.


Di tempat lain ayah Bella baru saja tersadar dan dia melihat ke sekeliling nya merasa sangat Aneh. Bella merasa sangat ketakutan karena disana sangat seram dan dipenuhi hewan pemangsa.


(Bella kita dimana? kenapa kamu menangis? astaga kepalaku sangat sakit dan kenapa tubuhku menjadi kaku seperti ini kenapa tubuhku tidak bisa digerakan!)"


"we have no hope of living again father because now we are on the island of suffering. it's all our fault because we can't carry out our duties properly we choose the wrong opponent. but I won't stay silent because all this happened because of that damn boy I have to take my revenge one day.


(kita sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi ayah karena sekarang kita sudah berada di pulau penderitaan. ini semua salah kita karena kita tidak bisa menjalankan tugas dengan baik kita salah memilih lawan. tapi aku tidak akan tinggal diam karena semua ini terjadi gara gara bocah sialan itu aku harus membalaskan dendam ku suatu hari nanti.)"


"What would you do? we can't do anything else especially now that we can't move freely


(apa yang akan kamu lakukan? kita tidak bisa melakukan apa apa lagi apalagi sekarang kita sudah tidak bisa bergerak bebas)"


"we'll see later I know Alan Bimantara won't let us die easily so one of his messengers will definitely come back here and at that time I will start the game again

__ADS_1


(lihat saja nanti aku tau Alan Bimantara tidak akan membiarkan kita mati dengan mudah jadi salah satu utusan dari dia pasti akan kembali kesini dan disaat itu juga aku akan memulai permainan nya kembali.)"


Di sisi lain Angel sedang menunggu Roy karena mereka akan pergi menjenguk Anisa."ih kak Roy ko lama banget sih udah cantik cantik gini malah disuruh nunggu."


Beberapa lama kemudian akhirnya suara klakson mobil Roy terdengar oleh Angel. Angel pun langsung berpamitan kepada orang tuanya dan berjalan menuju mobil Roy.


"Morning baby." Roy tersenyum kearah Angel. Angel yang mendengar itu seketika langsung salah tingkah.


"Ishh apaan baby baby udah ah cepet jalan jangan bikin Angel salah tingkah." Akhirnya Roy segera melajukan mobilnya.


Di perjalanan Angel melihat di sekeliling mobil Roy sama sekali tidak ada apa apa. "Kak kakak enggak bawa apa gitu buat Anisa?"


"Tidak karena kalau aku membawakan sesuatu untuk Anisa pasti nanti Alex sangat marah karena cemburu." Roy menjelaskan alasan kenapa dia tidak membawa sesuatu untuk Anisa.


"Hmm yasudah lagi pula pasti disana kebutuhan Anisa sudah terpenuhi. Angel sangat bahagia akhirnya orang yang Angel sayang bisa mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya." Angel sangat bersyukur karena Akhirnya Anisa bisa lepas dari segala penderitaan.


"Apa kamu sangat menyayangi nya?" Roy bertanya seberapa sayang Angel kepada Anisa.


"Aku sangat menyayangi nya melebihi siapapun bahkan kedua orang tuaku." Jawab Angel yang begitu menyayangi Anisa.


"Jadi kalau nanti aku sudah menjadi suamimu aku akan menduduki posisi ke tiga dalam urutan orang yang kamu sayang?" Roy langsung To the Point menanyakan posisi nya kepada Angel.


"Suami suami nikah aja belum dasar om om tamvan." Angel membalas menggoda Roy dengan sebutan om om tamvan.


(Mikirnya kejauhan suami apaan nikah aja belum tunggu aja mungkin 5 atau 6 tahunan lagi lah.)

__ADS_1


__ADS_2