
Anisa yang mendengar itu menjadi kaget dan tersedak. "Isshh kamu ini makannya pelan pelan aja jangan buru buru ini cepat minum."Alex memberi minum kepada Anisa.
"Nyonya jangan bercanda siapa yang mau nikah orang kita gak.." belum sempat Anisa meneruskan bicaranya Alex lebih dulu menutup mulutnya karena Anisa pasti akan keceplosan soal pacaran bohongan mereka.
(Kenapa tuan muda malah menutup mulutku? Astaga aku lupa aku tidak boleh berbicara tentang kebenaran ini huhh untung saja tuan muda gerak cepat kalau enggak wah kacau.)
"Secepatnya mommy Alex nunggu waktu yang baik dulu karena persiapan menikah itu kan ribet nanti malah ganggu pekerjaan Alex. Iya kan Anisa?" Tanya Alex sambil menatap kearah Anisa.
"Ah iya benar nyonya tapi sebaiknya jangan langsung menikah mending tunangan dulu soalnya takut terlalu kecepetan kalau langsung menikah lagipula kita baru kenal kan masih butuh waktu yang banyak untuk saling mengenal dengan baik." ucap Anisa yang menolak secara halus tentang pernikahannya dengan Alex.
"Yasudah kalian tunangan sebulan lagi ya mau ya ya." Yulia terus terusan memaksa supaya mereka cepat cepat meresmikan hubungan nya ke jenjang yang lebih serius.
"Tunangan?" Alex dan Anisa berbicara bersamaan dan saling menatap karena mereka bingung harus menjawab apa.
"Ayolah mom jangan terlalu mempercepat hubungan ini nanti juga kalau kita mau tunangan atau menikah kita akan bicara sama mommy. Alex ini sudah sangat dewasa jadi untuk hal ini Alex minta mommy tenanglah jangan ikut campur oke mommy?" Alex mencoba untuk menenangkan mommy nya supaya tidak terus terusan menyuruh mereka bertunangan.
"Ya tapi jangan kelamaan kamu ini sudah tua Alex harusnya kamu sudah punya anak ini malah masih lajang disuruh nikah nanti nanti aja." ucap Yulia sambil meneruskan makan nya.
Beberapa lama kemudian mereka selesai makan malam, Anisa dan bi Ratni langsung membereskan meja makan dan mencuci alat dapur yang kotor. Sedangkan tuan nyonya dan Alex kembali ke kamarnya masing masing. "Bi gimana ini nyonya malah minta aku cepet cepet serius lagi sama tuan muda kita kan belum saling mencintai apalagi menyayangi."
"Nis tenanglah cobalah untuk biasa biasa saja bibi yakin pasti akan ada kebahagiaan mu dalam hal ini." bi Ratni melirik kearah Anisa dan tersenyum (Karena bibi selalu berdoa semoga kalian benar benar berjodoh karena kalian sama sama baik dan pasti bisa saling setia dalam Keadaan apapun.)
Setelah semuanya selesai Anisa langsung ke kamarnya dia langsung merebahkan tubuhnya dan mengambil ponselnya. "Apa apaan ini siapa sih yang buat berita kaya gini gak jelas banget (Info terkini : Alex Bimantara seorang CEO BIMANTARA CORP telah resmi memperkenalkan pendamping nya yang ternyata seorang gadis kecil)." Anisa membaca itu sambil meledek karena kesal. Tapi tiba tiba dari luar kamar Anisa ada seseorang yang mengetuk pintunya. Tok tok tok...
"Sebentar." Anisa langsung membuka pintunya dan ternyata yang mengetuk pintu itu adalah Alex. "Eh tuan muda ada apa malem malem ke kamar saya pamali tau."
"Saya belum punya nomer ponsel mu berapa cepat katakan nanti keburu ada orang disangkanya saya lagi ngapelin kamu lagi hahaha." ternyata Alex ke kamar Anisa hanya untuk meminta nomer ponsel Anisa saja.
*0*********** Namanya Anisa aja jangan pake nama yang Aneh aneh. Udah sana cepet pergi nanti keburu ada orang yang lihat." Anisa mendorong perlahan tuan muda nya itu supaya cepat keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Alex pun berbicara sendiri harus kasih nama apa nomer Anisa di kontak nya. "Anisa bocahku 👧 nah ini bagus, iya udah pake nama ini aja."
"Sudah jam setengah sepuluh tidur ah bismillahirrahmanirrahim." Akhirnya Anisa pun tertidur dengan nyenyak mungkin hari ini dia sedikit lebih lelah dari biasanya.
"Aku harus meminta maaf kepada Anisa soal waktu itu aku tidak tau kalau ayah dan ibunya sudah meninggal dunia. Apa aku beli sesuatu ya tapi aku harus beli apa aku kan gak tau apa yang disukai perempuan, bagaimana kalau aku kasih Jjangmyeon saja eh tapi masa Jjangmyeon doang. Begini saja ajak dia dinner saja ya itu lebih baik." Alex akan mengajak dinner Anisa sebagai tanda minta maafnya kepada Anisa. "Besok aku gausah masuk kerja saja lagipula besok tidak ada hal yang penting penting banget semuanya kan sudah diurus sama Roy."
Keesokan harinya Alex sudah bersiap ke kantor dia tidak sempat bertemu Anisa karena Anisa berada di dapur. Alex segera melajukan mobilnya, di dalam mobil dia senyum senyum sendiri karena dia akan menyiapkan kejutan untuk Anisa nanti malam. "Aku harus beli sesuatu untuk jadi kado nanti biar lebih bagus aja masa dinner doang aku ajak Roy saja dia kan sedikit lebih tau tentang perempuan karena dia pernah beberapa kali punya pacar."
Beberapa lama kemudian akhirnya Alex sampai di depan kantornya dia tidak masuk karena malas harus bolak balik masuk ke kantor dia hanya menelpon Roy untuk ke mobilnya dan mengantar dia membeli hadiah untuk Anisa. "Roy cepat kebawah dan antar aku membeli sesuatu untuk Anisa karena nanti malam aku dan Anisa mau dinner. Cepatlah aku tidak suka menunggu."
"Baiklah aku segera kesana." ucap Roy dia bergumam dalam hatinya (Kenapa Alex mau ngajak dinner Anisa pake acara mau beli hadiah segala apa dia benar benar mencintai Anisa atau ada niat lain?) Roy mempercepat langkahnya karena dia tidak mau mendengar ocehan sahabatnya itu karena dia telat datang.
"Al mau kemana sih aku ini lagi banyak kerjaan Malah diajakin beli hadiah." ucap Roy yang sudah duduk di sebelah Alex.
"Roy tenang saja lagipula kau bekerja gajinya naik 2x lipat jadi gausah protes. Kau pasti tau kan apa yang disukai perempuan soalnya setau ku kau pernah berpacaran dengan beberapa perempuan jadi yasudah aku mengajak kau saja untuk memilih hadiah buat Anisa." ucap Alex sambil menyetir.
"Al apa kau benar benar mencintai Anisa? Kenapa kemarin kau mengenalkan Anisa sebagai pacarmu bahkan sekarang viral loh. Tapi yasudah lah semoga kalian langgeng bahagia dan cepat di sah kan kalau tidak aku akan merebut Anisa hahaha." ucapan itu sontak membuat Alex menatap tajam kearah Roy, Roy yang sedang tertawa itupun menghentikan tertawanya karena melihat Alex menatap nya dengan tajam.
"Ya baguslah kalau kau sudah sadar diri. Tapi Roy kau itu tetap sahabatku jangan lupakan itu, walaupun di kantor kita sebagai atasan dan bawahan tapi kan di luar kantor kita sahabat bahkan daddy dan mommy sudah menganggap mu sebagai anaknya." ucap Alex.
"Iya iya. Kita ke mall aja Al kita beli baju dan tas saja yang branded itu biasanya perempuan suka yang kaya gitu." ucap Roy karena yang dia tau perempuan suka barang mahal tapi tidak dengan Anisa dia sangat suka kesederhanaan karena kehidupannya dulu hanya biasa biasa saja tidak pernah mempunyai kehidupan yang glamor.
"Baiklah." beberapa menit kemudian mereka sampai di salah satu mall terbesar di kota itu. Mereka langsung mencari toko yang menyediakan baju dan tas paling bagus karena memang Alex mau memberi kan yang terbaik untuk Anisa. "Al lihat itu bagus kalau buat Anisa dia kan masih remaja pasti suka dikasih hadiah pakaian itu." Ucap Roy menunjuk salah satu pakaian satu set yang bergaya korea itu.
"Kau benar Roy. Aku ingin membeli yang ini sekalian di bikin kado saja nanti saya kasih uang tambahan nya." Alex meminta pelayan disana membuatkan langsung kado nya. "Baik tuan." ucap pelayan. Tidak lama kemudian pelayan itu datang dengan membawa paper bag berisi kado yang tadi di pesan dan memberikan nya kepada Alex. Setelah melakukan pembayaran mereka akhirnya memutuskan untuk pulang tapi mereka tidak langsung pulang kerumah melainkan ke sebuah tempat untuk mempersiapkan acara nanti malam.
Roy yang sudah lelah pun bergumam dalam hatinya (ini anak nyusahin banget sih dia yang mau dinner aku yang ikut ikutan repot padahal dia bisa bayar orang buat mempersiapkan ini semua ngapain ribet ribet urus sendiri kaya begini.)
__ADS_1
"Roy ayo pulang kau sekarang istirahat saja tidak usah ke kantor dan antar aku pulang nanti kau pulang pakai mobilku." Alex berjalan meninggalkan Roy.
"Baguslah karena aku juga butuh istirahat karena aku hanya manusia biasa yang punya rasa lelah." ucap Roy sambil mengikuti langkah kaki Alex menuju mobil.
Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Bimantara. Alex turun begitu saja dan Roy juga langsung pulang tanpa mampir dulu. Alex masuk dan langsung melihat ke sekelilingnya tapi dia tidak melihat Anisa dia mencari ke setiap ruangan tapi tidak ada. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan ternyata Anisa ada di kamarnya karena Itu waktu Anisa merapihkan kamar Alex.
"Oh jadi dia disini aku jadi penasaran apa aja yang dia lakuin kalau aku lagi kerja. Aku intip aja dari sini jangan masuk dulu." Alex berinisiatif untuk mengintip Anisa karena dia penasaran bisa saja Anisa berbicara tentang apapun.
"Dasar tuan muda padahal setiap hari aku rapihin kamarnya tapi kenapa berantakan terus sih emang tidurnya sambil ngacak ngacak kamarnya apa gimana." Ucapan Anisa itu membuat Alex tertawa, mendengar seseorang tertawa Anisa langsung melihat kearah seseorang itu.
"Eh tuan muda ko udah pulang ini kan belum waktunya tuan muda pulang terus ini kamarnya juga belum beres di rapihin." ucap Anisa yang heran kenapa Alex sudah pulang.
"Bebas Dong terserah saya orang saya CEO nya. Gak apa apa biarin aja lagian nanti juga dipake tidur pasti berantakan lagi . oh iya Anisa nanti malam kita dinner ya biar semua orang makin percaya kita pacaran tidak ada penolakan karena saya sangat benci penolakan." Ucap Alex yang memaksa Anisa untuk dinner walaupun memaksanya secara tidak langsung.
"Ini sih namanya pemaksaan. Tapi kan saya gak punya baju bagus ga punya make up juga terus gimana dong?" ucap Anisa yang bingung karena tidak punya apa apa untuk dinner nanti.
"Tenang saja nanti kita pergi untuk mempersiapkan semuanya terutama kamu. Jadi jam 5 sore kamu harus udah siap untuk berangkat karena persiapan kamu pasti lama." ucap Alex.
"Tapi pekerjaan rumah kan belum beres saya kan harus masak buat makan malam gimana dong nanti tuan dan nyonya marah." Anisa bingung karena pasti kerjaan nya belum selesai.
"Apa kamu lupa mommy itu sangat bahagia dengan hubungan ini jangankan untuk dinner untuk liburan berbulan bulan saja pasti mommy ijinkan jadi jangan khawatir kalau masalah itu." ucap Alex meyakinkan Anisa kalau dia pasti mendapatkan ijin untuk dinner.
"Baiklah kalau begitu saya Kebawah dulu soalnya masih banyak kerjaan." Anisa turun ke lantai bawah dan pergi ke dapur disana ada bi Ratni yang sedang duduk karena tidak ada pekerjaan.
"Bi tuan muda ngajakin Anisa dinner, ribet banget ya kalo pacaran harus dinner lah ini lah itu lah tapi Anisa gak bisa nolak takut nanti dipecat soalnya tuan muda suka ngancem nya kaya gitu." ucap Anisa.
"Ya sudah turutin aja kemauan tuan muda jangan khawatir nanti soal masak buat makan malam biar bibi aja yang masak kamu bersenang senang aja sama tuan muda." bi Ratni menggoda Anisa yang membuat Anisa menjadi salah tingkah.
"Bersenang senang apanya ini tuh akal akalan tuan muda aja biar orang lain makin percaya kalau kita itu beneran pacaran padahal enggak. Nasib nasib kenapa harus ada kejadian pacaran bohongan ya di kehidupan Anisa." ucap Anisa dan dijawab oleh bi Ratni. "Ya kalau gitu berdoa aja supaya Pacaran sama tuan mudanya enggak bohongan tapi beneran. Biar nanti ada kejadian di kehidupan kamu yang berawal kebohongan menjadi kebenaran hahaha."
__ADS_1
"Isshh si bibi malah gitu amit amit tuan muda itu udah tua ah gamau apalagi setiap hari kamarnya selalu berantakan cape deh beresin nya juga." ucap Anisa yang tidak mau berjodoh dengan Alex.
(Tapi gak apa apa sih udah tua juga tetep kelihatan muda dan ganteng tambah baik juga terus pintar eh tapi mana mau tuan muda sama aku, aku kan cuman asisten rumah tangga.)