End Of Suffering

End Of Suffering
Kehancuran masa lalu


__ADS_3

Alex dan Anisa langsung berdiri mereka terkejut melihat Yulia yang sedang menatap mereka dengan tatapan bertanya.


"Nyonya tadi tuan muda menangkap saya dan terjatuh tidak ada hal yang lain beneran nyonya saya tidak berbohong." ucap Anisa dengan keadaan panik karena dia takut kalau Yulia akan salah paham dan marah besar.


"Iya mom Anisa benar tadi Alex hanya ingin meminta buah saja tidak ada niat yang lain." ucap Alex yang sama sama paniknya dengan Anisa.


Tapi Yulia bukan nya marah dia malah tertawa. "Hahaha kalian ini kenapa kelihatan panik sekali, kalian takut mommy marah ya hahaha mommy tidak akan marah karena mommy tau kalian itu anak yang baik tidak mungkin melakukan hal yang tidak tidak." Akhirnya Anisa dan Alex merasa lega karena ternyata Yulia tidak memarahi mereka.


"Anisa itu buah dari siapa?" Tanya Yulia karena dia melihat Anisa sedang memegang 1 kantong keresek berisi buah buahan. "Ini dari kak Roy nyonya tadi kak Roy kesini tapi malah diusir sama tuan muda." Anisa melirik kearah Alex dan langsung memutar bola mata malasnya. "Ya lagian mau ngapain coba dia kesini mom so perhatian banget sama Anisa padahal dia bukan siapa siapa nya." Alex sebenarnya cemburu tapi dia tidak menyadari nya.


"Alex kamu jangan seperti itu Roy kan sahabat kamu jadi tidak mungkin dia akan menyakiti mu dengan cara mendekati dan merebut Anisa. Kamu juga jangan terlalu cemburuan enggak baik nanti malah bikin Anisa enggak nyaman sama kamu." Mendengar ucapan Yulia Alex berpikir apa benar dia merasa cemburu? Kalau benar itu tandanya dia sudah mulai mencintai Anisa.


"Iya setuju kalau masih cemburuan apalagi bersikap kayak tadi mending putus aja." Anisa langsung pergi meninggalkan Alex dan Yulia. "Eh jangan gitu dong yaudah maafin saya Anisa yaampun malah ngambek dasar bocah." Yulia yang melihat itu seketika tertawa karena melihat tingkah Alex dan Anisa.


(Yaampun kenapa kaya pacaran beneran sih isshh kenapa aku malah gak rela ya kalau putus sama tuan muda.)


Tidak terasa hari sudah malam. Sekarang tepat pukul 10 malam Xenia sedang duduk di Tempat yang biasanya dia sudah mempersiapkan semuanya dia hanya tinggal menunggu lawan mainnya saja. Dan tidak lama kemudian seseorang yang Xenia tunggu tunggu akhirnya datang juga. "Hai baby apa kau merindukan aku?" ucap Xenia sambil memeluk Tino.


"Ya itu pasti aku sangat merindukan mu." ucap Tino sambil meraba raba bagian tubuh belakang Xenia.


"Baby minumlah mari kita habiskan malam yang panjang ini bersama sama." ucap Xenia sambil memberikan sebuah gelas yang berisi minuman dan langsung diterima dan diminum oleh Tino.


(Minumlah Tino sedikit pun kau meminumnya kau pasti tidak akan sadar apa yang akan aku lakukan selanjutnya.) Xenia tersenyum sinis kepada Tino, tanpa Tino sadari ternyata minuman itu sudah dicampuri sesuatu oleh Xenia tapi Tino malah meminumnya sampai habis.


"Baby apa kau baik baik saja?" tidak ada jawaban sama sekali yang terucap dari bibir Tino dia malah terus memijat pelipis nya karena sudah merasa pusing. "Baby apa kau mau bermain dengan ku?" ucap Xenia sambil menggoda Tino dengan cara menggigit telinga Tino dengan perlahan. Tino yang menerima perlakuan itu langsung saja dengan cepat menggendong Xenia dan membawa nya ke dalam kamar di dalam kamar Tino menurunkan Xenia diatas ranjang. "Stop baby aku ingin bermain lebih puas lagi bersamamu minumlah ini kita akan menikmatinya bersama sama." Xenia kembali menyodorkan gelas berisi minuman dan ternyata minuman itu bukanlah sesuatu yang bisa membuat Tino kuat. Tapi, minuman itu justru akan mematikan adik kecil Tino. Efek dari minuman itu adalah membuat alat kelam*n laki laki menjadi tidak berfungsi walaupun orang itu sudah bernafsu tinggi tapi bagian bawahnya tidak akan bisa berdiri dan melancarkan aksinya.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Xenia memeluk Tino dan tangan nya mengambil sesuatu dari celana Tino yang disana sudah ada semua surat mobil milik Tino. Ketika Tino sudah tidak bisa menahan hasratnya dia langsung saja merobek baju Xenia tapi betapa terkejutnya Tino mendapati bagian bawahnya itu Menolak untuk melakukan aksi ranjang nya. "Apa apaan ini kenapa dia tidak mau melakukan nya arrggghh."


Melihat itu Xenia langsung saja melancarkan kembali aksinya dia berteriak minta tolong dan menggedor pintu kamarnya seakan akan dia terjebak di dalam nya. "Tolong tolong!! Seseorang tolong aku!!!" melihat hal itu Tino menjadi heran kenapa Xenia malah meminta tolong. "Baby apa yang kau lakukan kenapa kau meminta tolong." Xenia tidak mendengar kan ucapan Tino dia terus saja berteriak meminta tolong dan akhirnya ada beberapa orang yang mendengar nya.


"Tolong tolong!!!"


"Eh eh lo denger enggak ada yang minta tolong."


"Iya iya gue denger kayaknya dari kamar itu deh ayo kita samperin."


Brakk!! Suara pintu terbuka dengan kasar betapa terkejutnya Tino melihat beberapa orang pria masuk kedalam kamar. "Tolong aku dia mencoba memperk*sa ku tolong hiks hiks." Xenia memulai aksinya dengan cara menangis dan menutupi bagian bajunya yang robek.


"Apa apaan kamu kenapa kamu menuduhku kita akan melakukannya dengan senang hati aku tidak pernah memaksamu jangan bicara omong kosong!" Tino berteriak kepada Xenia dan dia tidak menyangka ternyata Xenia malah menjebak dia.


"Dasar kau sialan." bugh bugh bugh Tino mendapatkan pukulan demi pukulan dari orang yang menyelamatkan Xenia. Tino terus menerus di pukul sampai berdarah. "Sudah sudah jangan menghakimi nya sendiri lebih baik bawa dia ke kantor polisi aku tidak mau melihat nya lagi hiks hiks." Ucapan Xenia itu langsung dituruti dan Tino pun dibawa ke kantor polisi oleh beberapa orang tadi.


Xenia membiarkan Tino di kantor polisi dan di penjara dia lebih mementingkan hal lain yang bisa menghasilkan uang yang banyak untuknya. Tapi di kantor polisi Tino terus terusan berteriak. "pak saya tidak bersalah disini saya korban saya dijebak sama wanita sialan itu!" mendengar Tino berteriak terus terusan dan mengganggu yang lain polisi pun langsung menghampiri Tino. "Diamlah kalau anda tetap membuat keributan anda akan kami tahan semakin lama sampai ada bukti yang menyatakan bahwa anda tidak bersalah." Tino yang mendapatkan dirinya di bentak oleh polisi seketika menjadi sangat marah dia lupa bahwa dia sekarang sedang berada di dalam sel. "Lihat saja jika aku sudah keluar dari sini aku akan kasih pelajaran lihat saja!" polisi langsung saja meninggalkan Tino karena dia kira Tino sudah tidak waras.


"Xenia berani berani nya dia menjebakku seperti ini Apa maksudnya kenapa dia bisa menjadi seperti ini. Xenia sialan!" Tino frustasi dia terus saja memukuli tembok disana.


Berbeda dengan Xenia dia sekarang sedang menikmati kebahagiaan nya. "Haduh enak banget ya jual mobil orang sampai miliyaran seperti ini ternyata Tino banyak juga uang nya. Aku harus cepat cepat mentransfer semua uang Tino ke rekening ku dan langsung memblokir kartu nya." Xenia langsung mengurus semua nya dia belum sempat mengabari kepada Angel bahwa permainan nya sudah sukses.


Keesokan harinya dirumah keluarga Bimantara Anisa sudah mulai bekerja lagi walaupun dilarang oleh tuan dan nyonya nya. "Anisa sini sayang mommy mau bicara." Yulia memanggil Anisa supaya Anisa mendekat kepadanya. "Iya nyonya ada apa?" Anisa langsung bertanya kepada Yulia.


"Kamu bener bener sudah sehat kalau belum kamu jangan memaksakan untuk bekerja." ucap Yulia yang masih khawatir kepada Anisa. Dan Anisa pun meyakinkan Yulia kalau dia sudah benar benar sehat. "Sudah nyonya Anisa sudah sehat Anisa juga kuat buat kerja ko jadi nyonya jangan khawatir."

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu nanti sore Temenin mommy arisan ya sekalian mommy mau kenalin kamu ke temen temen mommy." ucap Yulia yang ingin sekali memperkenalkan Anisa kepada semua teman teman arisan nya.


"Tapi nyonya saya belum Bicara sama tuan muda takutnya tuan muda ngomel kalau saya tidak minta izin terlebih dahulu." sebenarnya bukan masalah minta izin kepada Alex tapi aslinya Anisa malas untuk ikut ke acara arisan itu karena pasti disana hanya akan meng gibah saja.


"Alex sudah berangkat kekantor Jadi sudahlah nanti saja minta izin nya lagi pula arisan nya cuman sebentar ya Mau ya." Yulia terus saja memaksa Anisa untuk ikut dan akhirnya Anisa tidak punya Alasan untuk menolak lagi. "Baiklah nyonya saya akan ikut."


Xenia berencana untuk memindahkan usahanya itu ke Italia karena dia tidak mau berurusan lagi dengan Tino. Sekarang dia sedang packing barang barang nya karena nanti malam dia sudah harus berangkat, tapi sebelum itu dia harus mengabari kepada Angel tentang kejadian semalam.


"Hallo Angel coba tebak apa aku menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik atau tidak." Xenia malah meminta Angel untuk menebak kejadian semalam.


"Aku sudah tau kau menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik karena di sini sudah ramai orang membicarakan tentang Tino." ucap Angel yang sudah mengetahui yang sebenarnya terjadi.


"Wah hebat sekali ya kabar nya sudah sampai disana tapi ada satu hal lagi yang harus kau tau." ucap Xenia yang membuat Angel menjadi penasaran. "Apa cepat katakan aku sangat penasaran sekali."


"Semalam aku memberikan Tino minuman yang sudah aku campur dengan obat. Efek dari obat itu adalah membuat alat kelam*n laki laki menjadi tidak berfungsi lagi jadi intinya senafsu apapun Tino dia tidak akan bisa memuaskan nafsu nya karena jagoan kecilnya pun menolak untuk melakukan nya hahaha dan jelas itu akan membuat Tino menjadi sangat tersiksa seumur hidup nya." ucap Xenia yang sontak membuat Angel menjadi sangat puas karena sudah bisa membalas kan dendam nya.


"Wah kau memang sangat hebat teman kau benar benar membuat ku puas karena aku sudah bisa membalas kan dendam ku. Oh iya terimakasih karena kau sudah membantu ku aku akan transfer uang nya sekarang." ucap Angel yang sangat bahagia karena dendam nya sudah terbalaskan.


"Baiklah tapi Angel hari ini hari terakhir ku di indo karena aku akan menetap di itali dan akan memindahkan semua bisnis ku disana karena aku sudah mendapatkan uang yang banyak dari hasil semalam. Aku mendapatkan ratusan miliyar dari hasil menjual mobil Tino dan mentransfer semua uangnya ke rekening ku dan aku langsung memblokir kartu nya."


"Yah ko gitu sih tapi yaudah Lah nanti aku main kesana ya kalau ada waktu terimakasih untuk semuanya dan semoga kau menjadi lebih sukses disana." Angel menutup telpon nya karena Xenia harus cepat cepat membereskan semua barang nya.


"An aku sudah membalas kan dendam ku aku merasa sedikit lebih tenang karena Tino sudah menderita. Tapi aku takut dia tau kalau semua ini adalah rencanaku aku takut dia malah akan terus menyakiti mu tapi itu tidak akan mungkin terjadi karena kamu sekarang sudah bersama tuan muda dan pastinya tuan muda akan selalu menjagamu." Angel memikirkan tentang kedepan nya apa semua ulahnya tidak akan Diketahu oleh tino.


Di kantor Alex sedang melihat foto Anisa karena dia pernah membuka ponsel Anisa dan melihat ada beberapa foto. Dia langsung mengirimkannya ke ponsel miliknya. "Dia itu cantik imut juga tapi ko nyebelin ya selalu saja membuat ku kesal dan marah apalagi dia so akrab sama Roy. Tapi beberapa hari ini aku terus menerus merasa sangat nyaman berada di deketnya apa aku sudah mulai mencintai nya? Aku benar benar tidak tau apa itu cinta tapi yang selalu aku rasakan adalah rasa cemas kesal dan marah kalau dia tidak ada di dekatku aku selalu merasa bahagia jika melihat dia tersenyum dan juga aku selalu merasa sakit jika melihat dia terluka." Alex dibuat Bingung dengan perasaan nya sendiri karena dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Tuan muda Tuan muda!!! Woy bego!"


__ADS_2