End Of Suffering

End Of Suffering
Kepo


__ADS_3

"Udah ah bi mending masak aja jangan nge ghibah mulu." Anisa dan bi Ratni langsung memasak karena sebentar lagi sudah waktunya sarapan.


Beberapa lama kemudian akhirnya masakan pun selesai Anisa menyiapkan semuanya di meja makan. Tuan dan nyonya sudah berada di meja makan, nyonya menyuruh Anisa untuk membangunkan Alex karena dia tidak ada jadwal ke kantor makanya dia belum bangun. Anisa pun berjalan menuju kamar Alex, Anisa membuka pintu dan ternyata tidak dikunci.


"Tuan muda bangun."Anisa menggoyang goyang kan tubuh Alex tapi Alex tidak bangun bangun. Anisa kesal jadi dia memilih untuk pergi saja, tapi setelah Anisa membalikkan badannya tiba tiba Alex menarik tangannya yang membuat Anisa terduduk telat di bagian sensitif Alex.


(Astaga apa ini kenapa besar sekali yaampun aku sangat tidak nyaman.) Anisa mencoba berdiri tapi Alex menahan nya. (Kenapa junior bisa turn on padahal dia hanya gadis kecil arrgghhh sial.)


"Anisa ngapain kamu disini apa kamu mau menggoda saya?" pertanyaan Alex itu membuat Anisa terkejut dan langsung berdiri.


"Saya kesini disuruh nyonya untuk membangunkan tuan muda bukan untuk menggoda tuan muda." Anisa memutar bola mata malas nya dan langsung meninggalkan Alex begitu saja.


"Kamu bukan hanya membangunkan ku Anisa tapi juniorku juga arrgghh lama lama aku bisa terus bergantung padanya." Alex langsung berjalan menuju kamar mandi nya untuk mandi dan segera turun kebawah untuk sarapan.


"Morning mom dad." ucap Alex sambil menuruni tangga.


"Morning Al ayo cepat sarapan sekalian sama Anisa sarapan disini ya bi Ratni juga." Anisa langsung duduk di sebelah Alex karena Yulia selalu menyuruh nya.


"Al semalem kamu ngapain aja sih mommy kepo tau." Alex sudah menduga kalau mommy nya pasti akan menanyakan kejadian semalam.


"Dinner." Alex menjawab nya dengan sangat singkat karena malas. "Masa dinner doang sampai bikin Anisa ketiduran sih." Ucap Yulia.


"Ya kalau itu tanya nya sama Anisa jangan sama Alex gimana sih mommy ini." Anisa langsung melirik kearah Alex karena namanya disebut sebut.


Yulia langsung mengalihkan pandangannya ke Anisa tanda iya bertanya apa yang terjadi semalam. "Itu nyonya kita cuman dinner aja tapi tuan muda baik banget kasih Anisa banyak kejutan dan hadiah." ucap Anisa yang senang karena tuan muda nya itu sangat baik kepada nya.


"Kamu tidak usah melebih lebihkan saya cuman kasih kamu bucket bunga sama hadiah doang." ucap Alex.


"Ya tapi kan itu mewah banget kalau buat saya tuan muda soalnya saya belum pernah dikasih hadiah dan kejutan sebagus itu." ucapan Anisa itu membuat Alex melirik Anisa. (Apa dia belum pernah berpacaran?)


Drrtt drrtt ponsel Alex bergetar karena ternyata Roy menelpon nya, Alex segera berdiri dan berjalan menjauhi meja makan karena akan menerima telpon dari Roy.


"Ada apa Roy kau ini mengganggu saja." ucap Alex yang merasa terganggu.


"Maafkan saya tuan muda tapi disini ada berkas yang harus segera di tanda tangani karena ini menyangkut proyek hotel dan Rumah sakit kita. Jadi kalau bisa sekarang tuan muda harus kesini." ucap Roy yang menjelaskan kalau Alex harus segera ke kantor.


"Baiklah sebentar lagi saya kesana." ucap Alex dan langsung menutup telpon nya. Alex berjalan menuju meja makan dan bilang kalau dia harus segera ke kantor. "Mom dad Alex harus ke kantor karena ada berkas yang harus Alex tanda tangani ini sangat penting jadi maaf Alex gak bisa lanjutin sarapan nya."

__ADS_1


"Iya pergilah tidak apa apa pekerjaan kamu lebih penting karena nanti kalau sukses kan bisa dapet uang banyak buat modal nikah sama Anisa." ucap Yulia yang apapun masalah nya selalu membawa bawa Anisa.


Alex langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap dan langsung pergi ke kantor. Di rumah Anisa dan bi Ratni langsung membereskan meja makan dan mencuci peralatan dapur yang kotor.


"Nis kamu kenapa enggak pacaran beneran aja sama tuan muda lagian kalian saling suka kan cuman pada gengsi aja." Ucap bi Ratni.


"Gak mungkin bi soalnya kan Anisa bukan orang kaya nanti malah bikin keluarga Bimantara malu apalagi kalau orang orang tau sebenarnya Anisa cuman Asisten rumah tangga di rumah ini." ucap Anisa sambil mencuci piring.


"Jodoh enggak ada yang tau nis lagian keluarga ini itu baik gak mandang harta yang penting calon menantu nya itu baik dan bisa bikin tuan muda bahagia." ucap Bi Ratni yang meyakinkan kalau keluarga Bimantara itu sangat baik.


Di sisi lain Alex sudah sampai di kantornya dan langsung berjalan menuju ruangan nya. Disana sudah ada Roy yang menunggunya dari tadi.


"Roy mana berkas yang harus aku pelajari dan tanda tangani cepatlah aku tidak mau membuang waktu ku dengan sia sia." ucap Alex yang menanyakan dimana berkas yang harus dia tanda tangani. Dan Roy pun langsung memberikan berkas itu kepada Alex.


"Bagaimana acara semalam tuan muda sukses?" Roy juga ingin mengetahui kejadian semalam karena dia sangat penasaran apakah tuan muda nya itu sukses atau tidak.


"Kau dan mommy sama saja sama sama kepo. Aku benar benar malas kenapa setiap hal yang aku lakukan pasti saja ingin diketahui banyak orang." ucap Alex sambil menanda tangani berkas.


"Ya tuan muda kan seseorang yang sangat terkenal pasti semua orang ingin mengetahui apapun tentang tuan muda." ucap Roy.


"Ya semalam tidak ada kejadian yang bisa menghebohkan seisi dunia jadi biasa biasa saja yang ada Anisa malah ketiduran bocah kecil memang selalu merepotkan." Alex selesai menanda tangani berkas nya dan berdiam sejenak.


"Diam kau bilang saja iri kau kan sampai saat ini belum pernah berpacaran lagi makanya cari perempuan baik baik supaya kau tidak rugi." Ya memang setiap Roy berpacaran dia tidak pernah menemukan seseorang yang benar benar tulus padanya yang ada hanya memeras uang nya saja.


"Jaman sekarang perempuan baik itu susah tuan muda benar benar langka makanya saya susah menemukan nya." Ucap Roy yang langsung meratapi nasib nya.


Kembali ke Anisa dan bi Ratni mereka meneruskan pembicaraan mereka tentang hubungan Anisa dan Alex.


"Tapi bi Anisa gak yakin tuan muda mau sama Anisa apalagi kalau tuan muda sampai tau tentang masalalu Anisa." Mendengar ucapan Anisa bi Ratni langsung bertanya tanya. "Maksudnya masalalu apa Nis? Kalau masalah Kamu gak sekolah dan udah ga punya orang tua itu bukan masalah yang besar buat keluarga Bimantara jadi sudah tenang saja."


"Bukan itu bi tapi.." Anisa berfikir harus mengatakan semua masalalu nya kepada bi Ratni atau tidak.


"Tapi apa bicaralah bibi akan mendengar kan semuanya kalau ada yang harus dirahasiakan bibi akan merahasiakan nya untukmu Nis." bi Ratni meyakinkan Anisa untuk mengatakan semuanya.


"Sebenarnya Anisa itu sudah pernah menikah dan bercerai bi." Air mata Anisa sudah mulai berjatuhan karena dia selalu sakit jika mengingat tentang masalalu nya.


"Maksud kamu kamu itu enggak sekolah lagi karena sekarang kamu seorang janda?"Tanya bi Ratni yang hanya dijawab anggukan oleh Anisa. Bi Ratni kembali bertanya kenapa bisa ada kejadian seperti itu. "Kenapa apa alasannya kamu ini masih kecil Nis siapa yang berani menghancurkan masa depan mu."

__ADS_1


"Ayah tiri Anisa bi dia sudah membiarkan Tino menikahi Anisa sebagai pelunas hutang nya. Anisa benar benar hancur bi di dalam pernikahan itu sama sekali tidak ada cinta dan kasih sayang yang ada hanya siksaan." Anisa menangis dan merasakan sesak di dadanya bi Ratni yang mendengar itu langsung memeluk Anisa karena bi Ratni pun merasakan sakit karena Anisa mempunyai kehidupan yang begitu kejam.


"Tino hanya menginginkan anak laki laki tapi Anisa mengandung anak perempuan dan Tino tidak menerima nya bi. Tino menyiksa Anisa dan membunuh bayi yang ada di perut Anisa. Hiks hiks dia jahat bi bahkan dia ninggalin Anisa pas Anisa masih di rumah sakit dan dalam keadaan belum sadar. Sakit bi kenapa kehidupan Anisa sejahat ini hiks hiks." Anisa sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi dia menangis sejadi jadinya, bi Ratni memeluk erat Anisa dan ikutan menangis.


"Anisa bibi tidak tau kalau masalalu mu sudah sekejam itu maafkan bibi sayang bibi tidak tau. Kamu anak yang kuat sampai saat ini kamu masih bisa bertahan dan melanjutkan hidupmu tenanglah bibi ada disini bibi akan selalu ada untuk kamu jangan takut bibi akan melindungi mu tidak akan ada seseorang yang menyakiti mu lagi." bi Ratni mencoba menenangkan Anisa dan menguatkan Anisa kembali.


"Hiks hiks Anisa tidak mau mencintai laki laki lagi bi karena Anisa takut kalau laki laki itu tau tentang masalalu Anisa pasti dia akan pergi dan pasti Anisa terluka lagi."


"Jangan seperti itu tidak semua laki laki seperti masalalu mu masih banyak laki laki yang akan menyayangi mu dengan tulus karena rasa sayang dan rasa cinta akan mengalahkan semua kekurangan percaya lah kebahagiaan mu akan datang." ucap bi Ratni yang meyakinkan Anisa bahwa diluaran sana masih banyak laki laki yang jauh lebih baik.


"Tapi bi Anisa takut Anisa takut di siksa lagi Anisa tidak mau kehilangan bayi Anisa lagi bi hiks hiks." Anisa tidak kuasa menahan tangis nya bahkan nafasnya sudah tidak beraturan tubuhnya melemas dan pranggg suara piring terjatuh begitu juga dengan Anisa yang sudah jatuh pingsan.


Bi Ratni terkejut karena melihat Anisa yang sudah pingsa. "Astaga Anisa tolong tolong! Tuan nyonya tolong!" Bi Ratni berteriak sekencang kencangnya. Yulia dan Alan yang mendengar itu langsung berdiri karena mereka pun mendengar suara benda yang terjatuh. Mereka langsung berlari menuju ke dapur dan betapa terkejutnya mereka melihat Anisa yang pingsan.


"Astaga Anisa bi kenapa Anisa bisa pingsan yaampun yaampun daddy cepat bawa Anisa ke kamarnya." Yulia sangat panik karena melihat menantu nya itu sudah tidak sadarkan diri.


Alan pun segera menggendong Anisa menuju kamar Anisa. Yulia langsung menelpon dokter keluarga untuk segera ke rumahnya. "Astaga Anisa kamu kenapa sayang kenapa kamu bisa pingsan. Bi sebenarnya apa yang terjadi pada Anisa?" Yulia bertanya kepada bi Ratni tapi bi Ratni bingung harus berkata jujur atau tidak.


"Anu nyonya sebenarnya Anisa..." belum sempat menyelesaikan pembicaraan nya ternyata dokter keluarga sudah datang untuk memeriksa keadaan Anisa.


"Tuan nyonya mohon izin saya akan memeriksa nya." Dokter pun segera memeriksa Anisa tanpa menunggu lama dokter pun sudah tau kenapa Anisa bisa sampai seperti ini. "Tuan nyonya sepertinya Anisa mengalami kecemasan yang berlebihan dan mungkin saja ada kejadian yang membuat dia menjadi seperti ini tolong dijaga ya dan seperti nya mental Anisa tidak baik baik saja."


"Baiklah terimakasih mari saya Antar ke depan." ucap Alan.


"Alex aku harus menghubungi nya." Yulia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Alex. Alex melirik kearah ponsel nya karena ponselnya itu bergetar dan ternyata itu adalah telpon dari mommy nya.


"Hallo mom ada apa?" Tanya Alex.


"Al cepat pulang Anisa pingsan Al." Ucap Yulia yang sangat cemas, ucapan itu pun membuat Alex terkejut karena tadi dia melihat Anisa dalam kondisi baik baik saja.


"Apa?! Pingsan?! Bagaimana bisa tadi Alex lihat dia baik baik saja kenapa tiba tiba dia jadi seperti ini?" ucap Alex.


Roy yang mendengar itu langsung bergumam dalam hatinya dan bertanya tanya (pingsan? Siapa yang pingsan seperti nya tuan muda sangat cemas.)


"Sudahlah jangan Banyak tanya cepat pulang apa kamu tidak peduli kepada calon istrimu sendiri bagaimana jika dia kenapa kenapa. Cepat pulang!" Yulia langsung menutup telpon nya.


"Astaga Ada ada saja. Roy aku harus pulang sekarang Anisa pingsan." Alex langsung berjalan meninggalkan Roy karena dia harus Secepatnya sampai dirumah.

__ADS_1


(Alex benar benar peduli dan sangat mencintai Anisa buktinya saja dia sangat cemas mendengar kabar kalau Anisa pingsan. Tapi kenapa Anisa bisa pingsan ya? Aku jadi penasaran ah yaudah nanti pulang kerja aku kerumah Alex saja untuk Mengetahui kondisi Anisa.)


__ADS_2