End Of Suffering

End Of Suffering
Pacaran bohongan


__ADS_3

Ceklek Alex membuka pintu ruangan nya dan ternyata yang berada di balik pintu bukan tukang paket tapi Yulia dan Anisa.


"Mommy Anisa ngapain kalian kesini?" Alex bertanya karena heran tiba tiba Yulia dan Anisa menemui nya. "Kenapa emangnya tidak boleh ini juga kantor mommy perusahaan milik suami mommy kenapa mommy tidak boleh kesini." ucap Yulia dan langsung masuk karena pegal.


"Anisa ayo masuk jangan berdiri disitu terus nanti pegal cepat kesini." Yulia menyuruh Anisa masuk. "Iya nyonya." Anisa pun masuk dengan sedikit badan di bungkuk kan karena melewati Alex. Alex melihat Anisa dengan tatapan sangat senang karena Alex melihat Anisa memakai pakaian yang dia berikan.


(Anisa Anisa kamu itu bisa aja bikin aku terus ketar ketir kalau liat kamu. Bajunya yang bagus ditambah yang pakai nya juga cantik.) Alex tersenyum ke arah Anisa yang ternyata dilihat oleh Yulia.


"Tuh Anisa lihat benarkan kata mommy Alex itu senang kalau kamu kesini, apalagi kalian lagi masa masa bucin hahaha." ucapan Yulia itu langsung membuat Alex membuang senyuman nya itu dan Alex berjalan menghampiri Anisa dan duduk di sebelah nya.


"Anisa ikut saya sebentar." Alex menarik tangan Anisa dengan perlahan mereka keluar dari ruangan. Yulia yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. "Dasar anak muda yang lagi kasmaran gamau diganggu ya hahaha."


"Anisa ngapain kamu ajak mommy kesini?" ucap Alex.


"Enggak tuan muda saya enggak ajak nyonya kesini malahan nyonya yang ngajak kesini." jawab Anisa sambil menunduk karena sekarang Anisa berada di sudut dan Alex berada di depan nya.


"Kenapa harus kesini sebentar lagi kan saya juga pulang." ucap Alex sambil menatap Anisa.


"Sebenarnya ini itu dadakan banget karena awalnya juga bukan mau kesini tuan muda. Tapi, ke acara arisan nyonya tapi disana nyonya marah besar karena teman teman nya merendahkan saya." Anisa menjelaskan yang sebenarnya.


"Merendahkan mu? Maksudnya bagaimana coba ceritakan aku juga tidak akan terima kalau ada orang yang menyakiti mu." ucapan Alex itu membuat Anisa menatap Alex karena ucapan itu yang selama ini Anisa tunggu tunggu dari seseorang yang dia sayang.


"Ya mereka bicara juga kan faktanya saya tidak sekolah lagi mereka bilang saya tidak berpendidikan dan mereka bilang anak mereka jauh lebih pantas menjadi pendamping hidup tuan muda." ucap Anisa yang membuat Alex menjadi marah. "Hahaha perempuan tua seperti mereka lah yang tidak berpendidikan dan ingat hanya kamu lah yang pantas menjadi pendamping hidup saya karena saya mencintai dan menyayangi kamu." ucapan Alex itu seperti mimpi untuk Anisa karena itu tidak mungkin terjadi. Mereka saling menatap dan Anisa sedang mencari kejujuran dari mata Alex dan kejujuran itu memang ada.


"Isshh tuan muda kita ini cuman pacaran bohongan kenapa malah melibatkan perasaan ada ada saja. Permisi tuan muda saya mau kembali ke ruangan untuk menemani nyonya." Anisa mendorong tubuh Alex dan langsung berjalan meninggalkan Alex.

__ADS_1


"Kenapa dia selalu menganggap hubungan ini hanya kebohongan padahal aku sudah benar benar mulai mencintai dan menyayangi nya. Apa aku perlu membuktikan dengan hal yang lain supaya dia percaya tentang perasaan ku." Alex bingung harus berbuat apa supaya Anisa bisa percaya dan tidak menganggap hubungan nya sebagai kebohongan saja.


Di kantor polisi Tino sudah berhasil bebas karena polisi sudah mendapatkan bukti bahwa Tino tidak bersalah. "Tuan maaf mobil dan semua uang tuan sudah diambil oleh nona Xenia dan sekarang nona Xenia sudah tidak ada lagi di indo." ucap salah satu anak buah Tino yang menjelaskan bahwa sebagian besar harta Tino sudah diambil oleh Xenia.


"Sialan wanita itu ternyata licik sekali sebenarnya apa yang terjadi dia tidak seperti biasanya aku harus mencari tau semuanya." Tino langsung berjalan menuju mobil nya. Ya karena Tino punya beberapa mobil tapi tidak semewah dan semahal mobil yang sudah Xenia jual. (Aku harus bisa mencari tau siapa orang yang sudah membuat Xenia melakukan hal seperti itu kepadaku. Arrgghh ini membuatku menderita sekali aku harus segera pergi ke dokter karena aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku jika terus seperti ini.) Akhirnya Tino memutuskan untuk pergi ke dokter. "Hei kau jangan langsung pulang antar aku ke dokter terlebih dahulu."


Sedangkan Anisa masih memikirkan perkataan Alex tadi. (Apa tuan muda mengatakan hal tadi dengan sungguh sungguh? Aku memang melihat kejujuran dalam matanya tapi aku masih ragu. Masa sih perasaan cinta dan sayang bisa langsung ada padahal baru beberapa hari pacaran bohongan.) brukk!! Anisa terjatuh karena dia tidak fokus dan menabrak seorang perempuan. "Maaf mbak saya tidak sengaja sekali lagi saya minta maaf." ucap Anisa.


"Astaga lo lagi lo lagi dasar bocah sialan ngapain sih lo kesini mulu gue jijik tau enggak liat muka lo yang jelek itu." ternyata yang Anisa tabrak adalah Bella, Bella tidak terima kalau Anisa terus terusan mendekati Alex. Dan ternyata Bella ingin menyakiti Anisa lagi, Bella mendorong Anisa yang membuat Anisa bisa terjatuh tapi tiba tiba Alex datang dan grepp dia langsung merangkul pinggang Anisa.


"Sayang apa kamu tidak kenapa kenapa." Alex bertanya kepada Anisa dan Anisa menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya. Alex yang melihat Bella menyakiti Anisa, dia tidak terima akan hal itu dan langsung saja memarahi Bella. "Kau! Wanita menjijikan kenapa terus saja ingin menyakiti pacarku aku sudah ingatkan bukan jangan pernah menyentuh apalagi menyakiti calon istriku!" Anisa yang melihat itu menjadi takut karena Alex sudah marah besar dan Anisa harus menenangkan Alex. Grep Anisa langsung memeluk Alex dan berbicara. "Tenanglah mas jangan seperti itu." Alex yang mendapatkan perlakuan itu seketika langsung menjadi tenang.


(Mas dia memanggil ku dengan sebutan mas. Astaga Anisa lagi lagi kamu membuat jantungku berdetak jauh lebih kencang dari biasanya.) Alex langsung membalas pelukan Anisa dan mencium kening Anisa. Bella yang melihat itu langsung marah dan akan menyiram Anisa dengan minuman yang sedang dia genggam sekarang. Byurr dan ternyata bukan Anisa yang Bella siram tapi Yulia Nyonya Bimantara.


"Yaampun mommy!" Alex terkejut melihat mommy nya sudah basah karena ulah Bella. "Yaampun apa apaan ini kau! Siapa kau dasar perempuan tidak tau diri berani berani kau menyiram ku!" Yulia menatap tajam kearah Bella dan membuat Bella seketika menjadi sangat ketakutan karena sudah salah dalam bertindak.


Roy segera menyeret Bella keluar karena dia tidak mau dimarahi oleh Alex karena tidak bisa dengan cepat mengusir Bella. Disana banyak pegawai yang berbicara mengenai kejadian itu.


"Yaampun berani berani nya wanita itu menyiram nyonya sebentar lagi pasti hidupnya akan sengsara."


"Ya kau benar dia tidak akan hidup dengan tenang karena sudah mengusik ketenangan keluarga Bimantara."


"Dasar wanita murahan sudah jelas jelas tuan muda mencintai nona Anisa tetap saja ingin merebutnya. Wanita murahan kan sukanya merusak dan dirusak ups."


"Mommy ayo." Alex mengajak mommy nya untuk masuk kedalam ruangan nya dan membersihkan bajunya yang kotor dan basah. Sedangkan Anisa yang berjalan di belakang nya menyuruh para pegawai untuk melanjutkan kerjanya. "Semuanya kembalilah bekerja jangan membuang waktu kalian untuk melihat hal yang tidak akan membuat kalian mendapatkan uang." ucapan Anisa itu membuat semua pegawai dengan cepat kembali bekerja.

__ADS_1


(Kenapa aku seperti nyonya saja yang punya kekuasaan disini pake acara nyuruh pegawai disini untuk bekerja lagi. Ah sudahlah biarkan saja.) Anisa langsung berjalan menuju ruangan Alex. "Alex apa yang perempuan itu lakukan disini kenapa dia tidak punya sopan santun sama sekali." Yulia bertanya kepada Alex mengenai Bella.


"Mom dia itu terus terusan ingin mendekati ku bahkan dia selalu menyakiti Anisa tadi saja dia mendorong Anisa untung saja Alex langsung menahan Anisa." Ucapan Alex itu membuat Yulia semakin membenci Bella.


"Berani berani nya dia menyakiti menantu ku lihat saja sekarang waktunya mommy yang menyakiti dia." Anisa yang berada disana langsung menenangkan mommy nya karena Anisa tidak mau kejadian ini malah bertambah panjang. "Nyonya jangan seperti itu lagi pula Anisa tidak kenapa Kenapa mungkin saja tante itu tidak rela saja melihat tuan muda bersama saya."


"Anisa kamu jangan terlalu baik karena perempuan yang mendekati Alex pasti akan selalu melakukan segala cara untuk memisahkan kamu dari Alex. Kamu harus jauh lebih berani lagi jangan mau ditindas terus menerus karena kamu itu menantu ku harus berani dalam mempertahankan hubungan kalian." Yulia memberi tau Anisa bahwa menjadi menantu keluarga Bimantara itu pasti banyak ujian nya termasuk melawan para pelakor.


"Baiklah Anisa tidak akan seperti tadi lagi Anisa harus berani melawan tante tante yang mau mengganggu hubungan Anisa dan tuan muda." Ucapan Anisa itu membuat Alex tersenyum.


"Tuan muda tuan muda tadi saja kamu bilang mas kenapa sekarang jadi tuan muda lagi." ucap Alex yang membuat Anisa malu.


"Jangan malu Anisa karena cepat atau lambat kamu harus mengubah panggilan kamu ke kita kamu harus bisa panggil mommy dan daddy jangan nyonya dan tuan lagi apalagi sama Alex jangan memanggil dia tuan muda lagi nanti kalau kalian punya anak, anaknya ikut ikutan manggil tuan muda lagi hahaha." ucap Yulia.


"Tapi kan sekarang Belum menikah jadi Anisa belum bisa merubah Panggilan nya nyonya." ucap Anisa yang membuat Alex ingin menggoda Anisa. "Ya sudah bulan depan kita nikah saja bagaimana?" ucapan Alex itu membuat Anisa terkejut tapi tidak dengan Yulia dia malah berteriak dan meloncat loncat karena bahagia sebentar lagi dia akan benar benar mempunyai menantu.


"Tuan muda jangan Bercanda persiapan menikah itu butuh waktu yang lama waktu sebulan mana cukup untuk mempersiapkan semuanya." ucap Anisa dan langsung memutar bola mata malasnya.


"Anisa apa kamu lupa kamu ini akan menjadi menantu keluarga Bimantara dan kita bisa dengan gampang mempersiapkan semuanya dalam waktu yang cepat." Alex menatap kearah Anisa dan menaik turunkan Alisnya dan tersenyum kepada Anisa.


"Tidak mau saya Masih kecil takutnya nanti enggak bisa jadi istri dan ibu yang baik terus nanti tuan muda malah cari istri baru yang jauh lebih baik dari saya." Anisa menunduk karena memang dia belum siap untuk menikah.


"Hei jaga ucapan mu saya ini laki laki yang setia dan bertanggung jawab buktinya saya akan menikahi mu dalam waktu dekat. Apa kamu masih meragukan perasaan cinta dan sayang ku? Apa masih belum cukup bukti untuk membuktikan semuanya?" Alex berjongkok dihadapan Anisa dan memegang tangan Anisa. Anisa merasa kan ketulusan dari Alex tapi Anisa masih ragu karena dia takut kalau Alex mengetahui masalalu nya Alex akan meninggalkan Anisa.


"Alex Anisa bisa tidak jangan Membuat mommy baper yaampun jadi inget masa muda dulu." Yulia memeluk Alex dan Anisa dia merasa sangat bahagia bisa melihat anaknya bahagia bersama perempuan pilihan nya.

__ADS_1


(Terimakasih tuhan engkau Selalu memberikan hamba dan keluarga hamba kebahagiaan yang tidak pernah putus. Semoga Anisa bisa terus membuat keluarga ini bahagia dan semoga Alex dan Anisa benar benar berjodoh dan memberikan aku cucu yang banyak. aku tidak sabar ingin menggendong dan bermain dengan malaikat kecil Bimantara.)


__ADS_2