
Tak terasa malam pun tiba Anisa dan Alex sudah berada di acara para kolega bisnis. "Anisa kamu tunggu disini sebentar saya mau ke belakang dulu." Alex menyuruh Anisa untuk tetap disana karena dia mau ke toilet.
"Baiklah saya tunggu disini." setelah mendengar jawaban dari Anisa, Alex pun langsung berjalan meninggalkan Anisa. Tiba tiba saat Anisa sedang menunggu Alex ada seorang laki laki yang menghampiri Anisa. "Hai cantik apa kau kesini sendirian? Mau aku temani tidak." Tidak ada jawaban sama sekali dari Anisa malahan dia membuang muka nya. Laki laki itu merasa di rendahkan karena ucapan nya tidak dianggap oleh Anisa. "Kau ini sombong sekali ya dasar bocah kecil apa kau tidak tau aku ini siapa aku bisa saja membuat hidupmu menderita!" semua orang yang berada disana melihat kearah Anisa dan laki laki itu mereka membicarakan Anisa yang sangat sombong sekali.
"Apa perempuan kecil itu tidak tau siapa dia."
"Sebenarnya siapa perempuan kecil itu? Karena kalau dia tidak diundang dia tidak akan bisa masuk kesini."
"Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya.."
Alex yang berjalan kembali kearah Anisa berada, dia melihat ada keributan dan dia melihat ada laki laki yang membentak Anisa dan itu membuatnya marah. Alex berjalan menghampiri Anisa dan langsung merangkul pinggang Anisa. "Benarkah? Kau akan membuat hidup nyonya Alex Bimantara menderita? Sepertinya yang akan menderita bukan calon istriku tapi kau! Apa kau tidak percaya? Lihat saja nanti." Alex dan Anisa berjalan meninggalkan laki laki tadi karena Alex dan Anisa akan bergabung dengan tamu undangan yang lain.
"Arrgghh sial aku tidak tau kalau perempuan itu ternyata calon istrinya tuan muda, bagaimana ini bisa bisa semua bisnis dan saham ku hancur." laki laki itu langsung keluar dari acara karena dia merasa malu dan takut.
Semua orang yang tadi membicarakan Anisa menjadi diam dan malah menyayangkan sikap yang sudah laki laki itu perbuat.
"Kasian sekali dia salah membentak orang. Sekarang dia harus cari cara supaya kehidupan nya baik baik saja. Tapi, menurutku tidak ada caranya percuma saja semuanya sudah terjadi."
"Iya kau benar untung saja kita diam saja kalau tidak kita juga bisa hancur. Karena aku juga pernah melihat tuan muda dan calon istrinya itu di kabar online dan aku mengingatnya."
Bella datang dengan sangat percaya dirinya menggunakan gaun yang memang tadinya sangat istimewa tapi karena kejahatan nya sendiri dia malah harus menanggung malu.
Bella tidak menyadari kalau semua orang yang dia lewati sedang menertawakan nya.
Bella yang sudah sadar akan hal itu langsung menatap tajam dan bertanya.
"Apa yang kalian tertawa kan berani beraninya kalian menertawakan aku!" Bella bertanya tapi dengan suara yang keras dan membentak.
__ADS_1
"Nona apa kau tidak mampu membeli gaun sebagus dan semewah nyonya Alex bimantara? Hahaha kau melakukan hal yang memalukan demi menandingi nyonya Alex Bimantara tapi tetap saja tidak bisa." ucapan salah satu perempuan entah itu pacar atau istri dari salah satu kolega disana yang sontak membuat semua orang disana kembali menertawakan Bella.
"Hahaha hahaha hahaha." Bella yang tak terima dirinya dipermalukan kembali berbicara. "Hah aku menandingi bocah sialan itu? Jelas aku yang menang lah lihatlah gaun ku sangat indah sedangkan gaun yang bocah itu pakai hanya gaun kuno hahaha." Semua orang yang mendengar itu hanya bisa menahan tawanya karena memang Bella tidak menyadari kalau gaun dia rusak. "Hei nona bangunlah jangan terus bermimpi. Apa kau tidak sadar gaun nyonya Alex Bimantara jauh lebih bagus dari gaun mu yang sangat rusak dan penuh dengan robekan itu hahaha." orang orang disana kembali menghina Bella dan menertawakan nya.
"Gaun ku rusak dan robek itu tidak mungkin karena tadi aku memeriksanya terlebih dahulu dan baik baik saja malahan gaun bocah itu yang harusnya rusak." Bella langsung melihat keadaan gaun nya dan memang benar bagian belakang gaun Bella banyak yang rusak. "Sial kenapa ini bisa terjadi harusnya gaun bocah itu yang rusak karena aku sendiri yang sudah merusak nya!" Bella tidak terima akan hal itu dia langsung berjalan menghampiri Anisa dan byur Bella menyiram Anisa dengan minuman disana.
"Astaga sayang." Alex yang melihat Anisa basah karena ada seseorang yang menyiram nya pun terkejut dan langsung membalikkan badan nya kearah seseorang itu. "Bella apa ya kau lakukan apa kau sudah gila!" Alex membentak dan mencengkram tangan Bella dengan sangat kuat yang membuat Bella meringis kesakitan.
"Aw aw lepaskan lepaskan." Bella mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Alex tapi tidak bisa.
"Apa kau tuli aku sudah memperingatkan mu beberapa kali jangan pernah menyentuh apalagi mencelakai Anisa. Tapi kau lagi lagi mengganggu Anisa aku sudah tidak bisa menerima perlakuan mu lagi wanita menjijikan." Alex mendorong Bella sampai tersungkur ke lantai. Banyak orang yang melihat itu dan mereka sangat takut karena tuan muda yang dia kenal hanya bersifat dingin sekarang bertambah menjadi kejam.
"Sayang ayo pulang kamu pasti kedinginan. Tuan nyonya semuanya saya permisi." Semua orang disana mengangguk dan tersenyum. Alex dan Anisa langsung berjalan menuju mobil.
Di dalam mobil Alex benar benar merasa bersalah. "Anisa maafkan saya gara gara kamu ikut ke acara ini kamu jadi seperti ini."
"Kamu ini kenapa terlalu baik apa kamu lupa pesan mommy kamu tidak boleh lemah ingat itu. Dan apa kamu masih ragu kalau saya benar benar mencintaimu sebenarnya apa yang membuat kamu ragu?" pertanyaan Alex itu membuat Anisa bingung harus menjawab apa.
(Aku bingung apa yang harus aku lakukan kalau aku menjawab nya dengan jujur apa tuan muda masih mau mengenalku? Tapi, kalau tidak jujur aku akan terus menerus merasa terbebani karena harus menyembunyikan semuanya.)
"Sebenarnya saya juga sudah mulai nyaman dan sudah mulai mencintai tuan muda tapi... Ah sudahlah ini tidak akan terjadi tuan muda lebih baik tuan muda cari perempuan yang lain saja dan tuan muda harus melupakan saya." Anisa langsung turun dari mobil karena mereka sudah sampai. Alex yang melihat itu menjadi sangat sakit karena perempuan yang dia cintai ternyata mencintainya juga tapi malah menyuruh Alex untuk mencari perempuan lain.
Di dalam kamar Alex sedang merasakan perasaan yang berbeda ini pertama kali nya dia rasakan. "Kenapa ini sangat sakit sekali arrgghh kenapa ini sakit sial. Anisa kenapa kamu menyuruhku untuk mencari perempuan lain aku hanya menginginkan kamu yang jadi pasangan hidup ku aku sama sekali tidak tertarik dengan perempuan manapun." Alex yang sangat frustasi itu pun kembali keluar rumah dan pergi ke salah satu tempat dimana dia bisa menenangkan dirinya.
"Roy kau temani aku di tempat biasa jangan terlambat karena aku tidak suka menunggu." Alex langsung menutup telpon nya dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia ingin mencari ketenangan nya. Akhirnya Alex sampai di salah satu club malam dia kesana hanya ingin minum minum saja karena dia ingin menenangkan dirinya.
"Al kau kenapa apa kau dan Anisa sedang ada masalah?" tanya Roy karena biasanya Alex tidak pernah ke club malam kalau tidak ada masalah yang membuatnya frustasi.
__ADS_1
"Dia menyuruhku untuk mencari perempuan lain apa dia sudah gila padahal dia juga mencintai ku apa alasannya? Apa aku ada yang kurang apa aku tidak pantas untuk dia. Kenapa dia seperti itu padaku Roy aku sangat mencintai nya aku bahkan sangat menyayangi nya. Aku tidak pernah tertarik dengan perempuan manapun selain dia apa dia mempunyai laki laki lain apa dia menyembunyikan sesuatu." Alex berbicara dengan setengah sadar karena dia terlalu banyak minum dan sudah sedikit mabuk.
"Tenanglah Al kendalikan dirimu ini bisa diselesaikan dengan baik baik. Mungkin saja Anisa masih merasa dirinya kurang pantas untukmu karena mungkin ada omongan orang lain yang membuat Anisa seperti ini." mendengar ucapan Roy, Alex menjadi teringat kalau Anisa pernah berbicara kepadanya kalau ada seorang teman mommy nya yang pernah merendahkan Anisa.
"Roy apa yang harus aku lakukan supaya Anisa mau menerima ku dan mau menikah dengan ku. Roy aku minta putuskan semua kerja sama kita dengan jaya corp dan buat mereka kehilangan kebahagiaan hidupnya. Dan juga masalah Bella aku mau dia menjauh dari hidupku dan Anisa karena tadi dia sudah membuat keributan lagi dan kalau benar yang melakukan kecurangan itu adalah ayahnya Bella aku mau kau menjebloskan laki laki tua itu di penjara dan jangan biarkan dia keluar." Alex memerintahkan Roy untuk membuat hidup orang orang yang sudah mengganggu Anisa menjadi menderita karena dia tidak mau Anisa diganggu lagi.
"Baiklah secepatnya aku akan membuat mereka menderita. Tapi sekarang kau pulanglah aku akan mengantar mu karena kau sudah mabuk tidak mungkin aku biarkan kau pulang sendiri. Yang ada nanti kau masuk rumah sakit dan aku akan disiksa oleh mommy mu. Ayo cepat pulang." Roy membantu Alex berjalan karena badan Alex sudah tidak seimbang lagi karena pengaruh minuman.
(Al kau menyusahkan ku saja. Kau benar benar kacau dalam masalah percintaan sampai sampai kau oleng seperti ini, pantas saja Anisa tidak mau sepertinya dia tidak mau repot karena harus mengurus laki laki tua ini hahaha.)
Beberapa Lama kemudian akhirnya Roy sampai dia memencet bel beberapa kali tapi tidak ada yang membukakan pintu.
"Itu pasti tuan muda kenapa dia pergi dan baru pulang selarut ini aku tidak suka laki laki seperti ini!" Anisa mengomel sambil berjalan untuk membukakan pintu. Betapa terkejutnya Anisa melihat Alex sudah tidak sadarkan diri.
"Astaga tuan muda apa yang sudah terjadi. Kak Roy kenapa tuan muda seperti ini astaga bau sekali. Kak Roy tolong antar Tuan muda ke kamarnya Anisa tidak mau mengantar nya tuan muda bau sekali Anisa membenci nya." Roy langsung membawa Alex ke kamarnya, lagi lagi dia yang direpotkan oleh Alex.
"Anisa aku minta tolong jaga Alex dia tidak pernah Sekacau ini kalau kalian ada masalah cobalah bicarakan baik baik. Dia sangat mencintai mu dan kamu jangan pernah merasa tidak pantas untuk Alex karena bagaimana pun ini kehidupan mu yang akan menjalani nya adalah kamu sendiri jangan dengarkan apa kata orang lain. Aku pamit dulu dan jangan lupakan ucapan ku." Roy langsung berjalan keluar karena dia harus segera pulang.
(Bagaimana ini kenapa jadi kacau seperti ini. Tuan muda kenapa harus melakukan hal ini kalau tuan dan nyonya nanya gimana aduh ribet banget sih. Kehidupan ku memang selalu membuat masalah untuk orang lain sebaiknya aku jaga jarak saja dengan tuan muda.)
Keesokan harinya Alex terbangun dan merasakan Kepalanya sangat pusing dan mual. "Astaga kepalaku pusing sekali. Kenapa Anisa tidak menemui ku apa dia benar benar menjauh dariku." Alex kembali tidur karena kepalanya benar benar sakit dan pusing.
Di meja makan Semuanya sudah berkumpul untuk sarapan. "Anisa apa semalam terjadi sesuatu? Mommy tau Alex semalam pulang dalam keadaan tidak sadar karena dia pulang dengan Roy kan." Anisa yang mendengar itu hanya bisa diam karena dia terkejut kenapa Yulia bisa tau kalau semalam Alex pulang dalam keadaan pingsan.
"Kita hanya ada sedikit masalah nyonya nanti juga kita baikan lagi." ucap Anisa.
"Antarkan makanan dan teh hangat untuk Alex supaya dia lebih sadar. Dan kalian bicara lah karena Alex tidak pernah seperti ini kalau punya masalah." Anisa langsung pergi ke kamar Alex karena dia juga ingin melihat kondisi Alex.
__ADS_1
Apa aku sudah salah mengambil keputusan untuk menghindar dari tuan muda? Tapi kalau terus Terusan dekat dengan tuan muda pasti rasa kecewa dan rasa sakitnya akan jauh lebih besar dari sekarang. Aku benar benar tidak tau harus bagaimana, aku juga sakit harus menjauh seperti ini.