
"Kak Roy Angel mau ini ya dua." Roy pun mengangguk dan tersenyum kepada Angel. Angel langsung kembali duduk di tempat tadi sedangkan Roy membayar ice cream terlebih dahulu.
Roy kembali duduk di samping Angel. "Kamu ini menyebalkan sekali, tadi kamu bilang mau dengar dan kasih saran. Boro boro kasih saran kamu malah lari jajan ice cream hufftt."
"Hehe maaf kak soalnya Angel suka banget ice cream jadi gak tahan kalau harus lewatin jajan ice cream." Angel terus saja memakan ice cream nya sedangkan Roy terus memperhatikan nya.
(Aku tau ternyata Angel sangat suka makan ice cream.)
Di rumah sakit Anisa dan Alex sedang mengobrol tentang mereka. "Tuan muda sebaiknya kembali bekerja saja soalnya saya selalu merasa tidak enak kalau tuan muda menjaga saya dan harus meninggalkan semua tanggung jawab tuan muda apalagi tuan harus kembali menangani perusahaan." ucap Anisa yang merasa tidak enak karena sudah membuat Alex tidak bekerja.
"Anisa kamu sekarang adalah tanggung jawab saya dan masalah perusahaan tidak usah kamu pikirkan disana masih ada Alex dan orang orang kepercayaan saya yang bisa menangani nya. Sekarang yang lebih penting adalah kesembuhan kamu karena saya akan terus menjaga kamu dan tidak akan pernah membiarkan siapapun melukai kamu." Alex memberi tau kalau Anisa juga adalah tanggung jawab nya dan itu lebih penting dari segala nya.
"Hmm baiklah kalau begitu. Saya kapan ya bisa pulang nya kan saya sudah sadar dan akan membaik boleh dirawat dirumah aja enggak soalnya saya enggak nyaman kalau disini." Anisa merasa tidak nyaman dengan suasana Rumah sakit.
"Anisa Anisa ini juga kan rumah sakit milik keluarga Bimantara jadi anggap saja ini rumah kamu." ucap Alex.
"Tapi tuan muda tetap saja saya merasa enggak nyaman soalnya disini banyak yang sakit kalau dirumah kan saya bisa sedikit tenang karena disana orang sehat semua siapa tau saya cepat sembuh juga." Anisa terus meyakinkan Alex untuk membawa nya pulang.
"Kita harus tanya dokter dulu Anisa kamu ini baru sadar pasti sangat perlu di pantau kondisi nya. Sudahlah nanti saya coba bilang dulu ke dokter yang menangani kamu, boleh pulang atau tidak nya kalau misalkan tidak diizinkan pulang kamu tidak boleh marah." Anisa tidak bisa berbicara lagi karena percuma Anisa tidak akan bisa memaksa kalau dokter tidak mengizinkannya pulang.
__ADS_1
"Angel sama kak Roy pergi kemana ya tumben banget Angel bisa langsung akrab sama orang lain biasanya juga dia suka menjauh." Anisa bertanya karena heran kenapa Angel langsung akrab dengan Roy.
"Ya mungkin mereka lagi pendekatan tapi saya masih tidak yakin kalau Roy akan bisa membahagiakan Angel begitu juga sebaliknya saya masih ragu kalau Angel bisa membuat Roy terlepas dari masa lalu nya." ucapan Alex itu membuat Anisa bertanya tanya sebenarnya apa yang Roy alami sehingga Alex meragukan nya.
"Maksudnya?" Anisa langsung bertanya.
"Saya tidak bisa menjelaskan nya karena ini adalah masalah pribadi Roy jadi kamu jangan coba coba untuk menanyakan nya lagi. Mending sekarang kamu makan ya ayo minta sesuatu biar saya ambilkan." Alex mengalihkan pembicaraan tentang Roy.
"Saya mau pulang tuan muda saya enggak mau disini terus boleh ya pulang please." Anisa terus menerus meminta pulang.
Alex jengkel dan langsung pergi keluar untuk menemui dokter yang menangani Anisa untuk meminta izin melakukan perawatan Anisa di rumah saja. Di sisi lain Angel yang sudah menghabiskan ice cream nya kembali bertanya kepada Roy.
"Kak Roy ayo dong cerita kenapa kak Roy jadi seperti ini. Angel enggak akan minta jajan lagi janji." Angel langsung memasang wajah fokus supaya Roy segera membuka ceritanya.
"Masa lalu apa? Kenapa kak Roy bisa terjebak dan kenapa harus Angel yang membantu nya?" Angel mengajukan beberapa pertanyaan karena memang dia tidak memahami penjelasan dari Roy.
"Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan seseorang perempuan yang berasal dari keluarga berada sedangkan waktu itu aku hanya tinggal sendiri dan sangat kesusahan. Aku dan dia saling mencintai kita selalu bersama sama tapi saat kelulusan sekolah menengah Atas kita dipisahkan secara kejam oleh orang tuanya. Dia langsung dijodohkan dan pergi ke luar negri sedangkan aku disini terus saja di maki dan dihina oleh orang tuanya. Waktu itu aku sempat bertemu dengan dia dan kita tidak tau kalau ternyata orang suruhan ayahnya berada di sekeliling kita dan disana kita dipisahkan kembali dan ya aku sedikit kena siksaan."
"Aku sangat merasakan semuanya kak ini sangat menyakitkan tapi benar kata orang titik tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan. Terus apa yang harus Angel bantu apa Angel harus membawa kembali perempuan itu atau membalas dendam atas perbuatan orang tuanya?" Angel masih saja tidak mengerti apa yang Roy inginkan.
__ADS_1
"Itu tidak perlu karena itu bukan tindakan yang tepat. Aku hanya menginginkan kamu menjadi seseorang yang bisa mengganti kan dia dalam kehidupan ku. Bantu dan izinkan aku untuk mencintaimu apa kamu mau membantu ku?" Angel yang mendengar itu langsung saja terdiam karena dia tidak tau apa yang harus Angel lakukan.
"Angel tidak tau kak Angel takut kalau Angel tidak bisa berhasil membantu kak Roy. Angel akan mencoba nya walaupun ini pasti akan membuat Angel sangat terluka. Hmm tapi tidak apa apa kalau ini yang terbaik untuk kak Roy, Angel akan berusaha semampu Angel oke." Angel mengambil keputusan untuk menerima permintaan Roy dan keputusan itu pun membuat Roy senang dan langsung memeluk Angel.
Tanpa mereka sadari ternyata disana ada dua orang perempuan remaja yang tidak lain adalah rival abadi Angel di sekolahan nya. "Eh eh bukan kah itu Angel si wanita munafik, kenapa dia bersama seorang pria dewasa? Apa dia sudah menjadi sugar baby nya. Ini menarik ayo kita ambil gambarnya dan besok kita akan mengadakan pertunjukan yang hebat untuk menyambut kedatangan wanita munafik itu." Ternyata satu orang dari remaja itu langsung mengambil gambar saat Angel dan Roy berpelukan. "Bagus ini sangat bagus."
"Kak Roy tolong lepaskan Angel bisa mati kalau begini terus." Roy yang mendengar itu langsung saja melepaskan pelukannya.
"Hehe maaf ya soalnya aku seneng banget kamu memang baik dan pantas mendapatkan seseorang yang baik juga yaitu aku hahaha." Angel yang mendengar itu langsung memutar bola mata malasnya.
"Kak pulang yu udah sore nih nanti ayah dan ibu bisa khawatir." Roy mengangguk dan mereka pun langsung pulang.
Di rumah sakit Alex sedang berbincang bincang mengenai permintaan Anisa kepada dokter disana. "Bagaimana apa saya bisa membawanya pulang dan apa bisa dia dirawat dirumah saja?" tanya Alex kepada dokter itu.
"Boleh tuan muda kita bekerja untuk tuan muda jadi apapun yang diinginkan tuan muda akan kami laksanakan. Tapi kami akan menempatkan satu perawat disana untuk berjaga jaga dan nanti saya akan memantau pasien setiap harinya." jawab dokter.
"Baiklah atur saja yang penting saya menginginkan kesembuhan Anisa. Besok saya akan bawa Anisa pulang jadi besok harus sudah siap semuanya karena saya sangat tidak suka untuk menunggu." Alex langsung pergi meninggalkan dokter itu karena dia tidak tenang kalau harus meninggalkan Anisa berlama lama.
Ceklek Alex membuka pintu dan langsung masuk ke ruangan Anisa. "Anisa maaf tapi dokter tidak mengizinkan kamu untuk pulang bahkan dokter tadi bilang kamu harus dirawat disini sampai kamu sembuh total." Alex sengaja mengerjai Anisa.
__ADS_1
"Apa!!!" Anisa berteriak tidak percaya karena mendengar keputusan dari dokter tadi.
(Hahaha aku tidak kuat aku ingin sekali tertawa tapi jangan aku juga bisa menjahili mu Anisa.)