End Of Suffering

End Of Suffering
Ceroboh


__ADS_3

Alex yang sudah selesai mandi langsung saja memakai pakaian santai karena ini sudah malam dan langsung kembali ke rumah sakit tanpa menemui orang tuanya terlebih dahulu.


Di kantor Roy sedang mengumpulkan semua bukti bukti kejahatan ayahnya Bella, karena sebentar lagi tuan Bimantara akan memulai aksinya untuk sedikit memberi pelajaran kepada orang munafik seperti ayahnya Bella. "Lelah sekali andai saja aku sudah mempunyai istri saat aku pulang sudah ada yang menyambut dan melayani ku. Tapi aku akan tunggu sampai waktu itu tiba." setelah beberapa lama Roy memutuskan untuk pulang karena ini sudah malam.


Di rumah sakit Alex yang sudah sampai langsung bergegas menuju ruangan Anisa. Ketika Alex masuk disana sudah ada makanan yang tersedia, Alex langsung saja mengambil nya dan memakan nya karena dia pikir Anisa tidak mau memakan nya.


"Wah ini enak sekali apalagi saya belum makan eh kamu gak mau makan ini kan Anisa? Ya pasti gak kalau mau juga pasti udah dimakan dari tadi." ucapan Alex itu sungguh membuat Anisa kesal karena bukan tidak mau memakan nya tapi Anisa tidak berdaya untuk memakan nya.


"Tuan muda maaf apa tuan muda benar benar sudah pikun? Saya kan baru saja sadar dan tubuh saya masih lemas saya belum bisa makan pakai tangan saya sendiri bukan nya gamau makan itu. Padahal saya sangat menginginkan makanan itu tapi malah dihabisin sama tuan muda." Alex yang mendengar itu langsung berhenti makan dan melihat makanan yang hanya tersisa sedikit.


"Yaampun Anisa maafkan saya gara gara sudah tidak tahan lapar saya jadi lupa kalau kamu masih lemas hehe. Sebentar biar saya ambilkan makanan yang baru kamu tunggu sebentar ya." Akhirnya Alex pergi menuju tempat makan di rumah sakit itu.


"Maaf apa saya bisa minta satu porsi makanan untuk Anisa?" Alex langsung bertanya kepada pelayan disana.


"Maaf tuan muda bukanya tadi saya sudah mengantarkan makanan untuk pasien. Oh iya tuan muda mungkin ini tidak penting tapi tadi ada seorang perempuan sekitar umur 25 26 datang kesini dan meminta makanan untuk pasien dan dia mengaku sebagai sepupunya." mendengar pernyataan dari pelayan itu Alex seketika bingung karena perasaan Anisa tidak mempunyai sepupu.


"Oh baik terimakasih atas infonya tolong siapkan makanan untuk Anisa saya tidak mau menunggu lama." Akhirnya Alex kembali ke ruangan Anisa karena dia sangat penasaran apa benar Anisa mempunyai sepupu.


"Anisa apa saya boleh bertanya?" Alex langsung menyambung perkataan nya setelah melihat Anisa mengangguk tanda Anisa mengizinkan nya.


"Apa kamu mempunyai sepupu perempuan yang umurnya 25 atau 26 tahunan?" Anisa langsung bingung kenapa Alex menanyakan hal itu.

__ADS_1


"Saya tidak punya sepupu sama sekali kan tuan muda udah tau saya hanya tinggal seorang diri. Memang nya kenapa? Apa tuan muda mau mencari perempuan yang sudah dewasa?" Anisa malah salah paham dan mengira bahwa Alex akan mencari perempuan baru.


"Tidak bukan seperti itu tadi saya hanya dapat informasi dari pelayan kalau ada seseorang yang mengaku sebagai sepupunya kamu makanya saya nanya." jelas Alex.


"Ohh." Anisa menjawab nya dengan singkat padat dan sangat jelas.


Tiba tiba Alex merasa perutnya sangat mual sekali dan benar saja Alex langsung muntah muntah. Alex berlari menuju kamar mandi dan langsung muntah parah dan tiba tiba Alex sudah merasa sangat lemas dan pingsan. Anisa yang melihat Alex pingsan pun sangat terkejut dan langsung berteriak minta tolong.


"Astaga tuan muda Tolong!! Tolong!!! Siapapun yang ada di sana Tolong!!" pelayan yang akan mengantarkan Makanan pun sangat terkejut mendengar teriakan minta tolong dari Anisa. Pelayan itu langsung membuka pintu dan melihat Alex sudah pingsan, pelayan itu akhirnya meminta bantuan para pelayan yang lain untuk membantu Alex.


Beberapa lama kemudian Alex sudah ditangani oleh dokter dan untung saja keadaan nya tidak terlalu parah hanya saja Alex pasti mengalami gejala mual muntah dalam beberapa hari kedepan. Disana sudah ada Yulia dan Alan karena pihak rumah sakit langsung menghubungi keluarga Bimantara.


"Mommy benar tujuan nya adalah Anisa bukan Alex tapi siapa lagi yang mempunyai niat jahat pada Anisa. Daddy harus memperketat keamanan di rumah sakit ini karena daddy tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi baik ke bagian keluarga kita maupun ke pasien yang lain." Alan langsung menghubungi staf keamanan di rumah sakit itu supaya bisa lebih memperketat keamanan.


"Daddy mommy mau menemui Anisa dulu pasti dia sangat khawatir akan keadaan Alex." Yulia langsung pergi ke ruangan Anisa yang jaraknya hanya terhalang 1 ruangan saja.


"Nyonya apa tuan muda baik baik saja kenapa dia bisa sampai pingsan? Apa karena dia kelelahan gara gara jagain Anisa?" Anisa langsung memberi banyak pertanyaan untuk Yulia.


"Tidak sayang Alex pingsan karena keracunan makanan Mommy tidak tau siapa yang sebenarnya berniat jahat kepada kita tapi tenanglah karena daddy sudah berusaha untuk lebih menjaga keamanan disini." ucap Yulia yang menenangkan Anisa.


"Keracunan makanan? Perasaan tuan muda baru saja makan makanan yang diantar untuk Anisa. Berarti makanan itu sudah di racun dan tujuan nya adalah Anisa bukan tuan muda?" Anisa langsung melirik kearah Yulia.

__ADS_1


"Iya seperti itu tapi mommy yakin tidak akan lama lagi pelaku nya tertangkap dan ini juga pasti ada sangkut pautnya dengan masalah di perusahaan mommy yakin itu." Yulia memang sudah mengerti permainan para musuh keluarga Bimantara karena ini bukan pertama kali nya keluarga Bimantara dihadapkan dengan permainan seperti ini.


Di ruangan Alex dokter sedang menjelaskan tentang kondisi Alex saat ini kepada Alan. "Maafkan kami tuan, kami benar benar tidak tau tentang kejadian keracunan ini. Ini memang salah kami terlalu ceroboh dalam melakukan kegiatan. Sepertinya tuan muda makan makanan yang sudah dicampuri dengan racun arsenik. Tapi untung saja efeknya sedikit dan masih bisa ditolong kalau tidak racun arsenik ini bisa membuat seseorang yang kena racunnya mengalami koma bahkan kematian."


"Baiklah terimakasih kau bisa kembali bertugas." Akhirnya dokter itu keluar karena memang banyak pasien yang harus ditangani.


"Aku tau ini permainan mu sekarang aku sudah tidak bisa berdiam diri lagi karena kau bukan hanya mencoba bermain dengan perusahaan ku tapi kau sudah berani membuat nyawa anak dan calon menantuku dalam bahaya. Lihat saja akan aku perlihatkan cara nya menghukum seseorang yang sudah berani bermain main dengan Bimantara." Alan langsung membuka ponsel entah siapa yang dia hubungi yang jelas dia akan menghubungi seseorang yang penting.


Roy dan Angel yang sudah tau tentang Alex langsung saja saling menelpon. "Kak Roy bagaimana ini bisa terjadi apa keamanan di rumah sakit tidak baik?" tanya Angel.


"Seperti nya begitu tambah lagi ada seseorang yang memang sedang menantang kami. Dan aku juga sudah menduga nya kalau yang sudah meracuni Alex adalah orang yang sama." ucap Roy yang ternyata sama pemikiran nya dengan keluarga Bimantara yang lain.


"Terus kalau kak Roy sudah tau kenapa enggak langsung ditangkap aja ngapain juga di biarin gitu. Yang ada nanti dia semakin menjadi jadi bisa saja lebih parah dari ini." Angel merasa kesal karena Roy masih tetap diam.


"Ini bukan hal sepele Angel karena ini menyangkut perusahaan dan keluarga Bimantara. Aku hanya bisa menunggu perintah dari tuan Alan." Roy menjelaskan tentang kondisi nya.


"Oh begitu ya."


"Iya pacar kecilku." ucap Roy yang membuat Angel terdiam karena kaget mendengar panggilan itu.


(Astaga kak Roy apa apaan sih yaampun bikin hati jeledag jeledug beledag jeder.)

__ADS_1


__ADS_2