End Of Suffering

End Of Suffering
Anak pungut


__ADS_3

"Saya tidak perlu penjelasan dari siapapun karena saya sudah mengetahui dimana letak kesalahan nya." Roy sudah tau masalah nya dan dia juga sudah tau apa yang harus dia lakukan.


"Kamu maaf saya malas menyebutkan namanya. Kamu sudah sangat mempermalukan sekolah ini begitu juga dengan keluarga mu. Pertama kesalahan mu adalah mengambil gambar seseorang tanpa seizin nya. Kedua, kamu menyebarkan fitnah dan merendah kan teman mu sendiri dan yang terakhir kamu berani menjual diri kamu kepada laki laki hidung belang dan semua orang sudah mengetahui nya. Disini saya dan para guru tidak bisa lagi memberikan kesempatan kamu untuk menempuh pendidikan disini. Jadi mulai hari ini kamu telah dikeluarkan dari sekolah kami terimakasih." Roy langsung berpamitan dan pergi meninggalkan semua orang disana.


Begitu juga dengan para guru yang sangat menyayangkan atas semua tindakan yang dilakukan oleh rival Angel. "Kau Angel! Apa kau sudah puas atas semua kejadian yang menimpa ku apa kau sekarang sudah sangat berkuasa atas keluarnya aku dari sini?! Sepertinya om om sugar daddy mu itu membantu mu ya. Kau ini pengecut sekali berani nya minta bantuan hahaha." Angel yang mendengar itu hanya bisa menahan tawa karena ulah rival nya itu sudah jelas dia yang salah masih saja terus berbicara yang tidak jelas.


"Terserah kau saja." Angel dan ibunya langsung meninggalkan dia beserta orang tuanya karena Angel sudah sangat kesal dan ingin segera pulang.


"Angel ibu lupa belum menghubungi supir kita yaampun wajar ya ibu ibu." Ibu Angel lupa kalau dia belum menghubungi supir untuk menjemput nya.


"Yasudah tidak apa apa kita naik taxi aja bu lama kalau harus nunggu pak supir." Akhirnya Angel dan Rika berjalan pulang tapi tiba tiba di parkiran Roy sudah menunggu mereka.


"Angel, ibu ayo saya antar kalian pulang." Roy sudah membukakan pintu mobilnya. Angel dan ibunya tidak bisa menolak karena merasa tidak enak.


Di dalam mobil Angel ingin menanyakan kenapa Roy bisa ke sekolahnya. "Kak Roy sebenarnya kak Roy ini siapa? Kenapa kak Roy bisa ke sekolah Angel?"


"Aku Roy Fernando anak pungutnya Alan dan Yulia Bimantara." Mendengar itu Angel sangat kesal berbeda dengan Rika yang hanya tertawa mendengar itu.


Melihat Angel sudah kesal akhirnya Roy membuka pembicaraan tentang sekolahan nya. "Oke oke jangan marah dulu dong. Ya aku pemilik sekolah tempat kamu sekolah itu hadiah ulang tahun dari daddy Alan."


Angel dan ibunya sungguh terkejut karena Roy yang biasanya memanggil Alan dengan sebutan tuan tapi sekarang Roy memanggil nya dengan sebutan daddy. Dan kagetnya lagi Roy mendapatkan hadiah ulang tahun berupa gedung sekolah yang sangat elite dan menjadi sekolah favorit.

__ADS_1


"Apa? Hadiah ulang tahun? Keluarga Bimantara memang benar benar kaya. Anak pungutnya saja mendapat hadiah yang begitu wow apalagi anak kandung nya." Angel sangat takjub dengan keluarga Bimantara.


"Ya karena mereka sangat baik jadi rezekinya pun sangat mengalir dengan deras tanpa henti." ucap Roy.


"Tapi kenapa kak Roy enggak bilang bilang sih kalau sekolahan itu punya kak Roy." Angel sangat kesal karena Roy tidak memberi tau.


"Karena kamu tidak bertanya dan buat ku itu bukan hal yang penting untuk diberi tau kepada orang lain." Roy menjawab nya.


"Nak Roy, apa nak Roy tidak kewalahan dengan semua tanggung jawab nya? Bukan kah di perusahaan nak Roy punya tanggung jawab besar?" Rika menanyakan kenapa Roy sanggup menanggung semuanya.


"Insyaallah saya masih bisa menanggung semuanya bu karena ini adalah bagian dari hidup saya dan tujuan hidup saya juga. Saya bekerja karena saya mau keluarga saya nanti bisa terpenuhi semua kebutuhan nya. Dan ya ini juga sebagai latihan untuk bisa menjadi pemimpin yang baik." ucapan Roy itu mendapat senyuman dari Angel karena Angel tidak menyangka ternyata Roy bukan hanya dewasa dalam umur tapi sikap dan sifatnya juga.


Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai dirumah. Roy yang ditawari untuk mampir menolaknya karena dia ingin segera pulang dan beristirahat karena dia sudah lelah dengan kesibukan nya hari ini.


Di rumah sakit keluarga Bimantara sedang berkumpul dan membicarakan kehidupan anak anaknya. "Alex kamu harus lebih waspada apalagi sekarang ada Anisa. Anisa sekarang sudah menjadi kelemahan terbesar mu dan jangan sampai musuhmu mengetahui hal itu karena jika mereka tau maka Anisa dalam bahaya." Alan memberi tau bahwa sekarang Anisa sudah menjadi salah satu sasaran musuhnya.


"Tapi daddy akan menjaga kalian dan daddy hanya berpesan kepada mu Alex jangan terlalu menunjukkan siapa orang yang berpengaruh dalam hidupmu cukup biasa saja karena hidup kita selalu banyak diintai."


"Daddy benar aku harus lebih waspada karena semakin kesini semakin banyak orang yang ingin menghancurkan keluarga kita. Tapi Alex tidak takut malah Alex senang karena nanti Alex bisa memberikan makanan kepada anak anak diruang eksekusi bawah tanah." Ucap Alex yang membuat Alan menggelengkan kepalanya.


"Anisa bagaimana kondisi mu sekarang?" Tanya Alan kepada Anisa.

__ADS_1


"Sudah jauh lebih membaik Tuan karena setiap saat Anisa selalu diperiksa dokter. Tapi Anisa kesal harusnya kan sekarang Anisa pulang tapi enggak jadi." Anisa sedikit memanyunkan bibirnya karena kesal.


Alan dan Yulia yang melihat itu seketika tersenyum karena akhirnya mereka akan segera mempunyai anak perempuan ya lebih tepatnya menantu. "Anisa sabar ya nanti kalau Alex sudah sembuh kita akan pulang. Mommy sangat senang karena akan mendapatkan menantu seperti dirimu karena sebenarnya mommy dan daddy sangat menginginkan anak perempuan. Tapi tidak apa apa sekarang kamu kan menjadi anak perempuan mommy iya kan dad?"


"Iya, tapi kayaknya acara tunangan dan pernikahan kalian akan diundur lama karena daddy tidak mau menganggu proses penyembuhan untuk Anisa."


"Tidak apa apa dad lagi pula Alex santai santai saja karena tanpa menikah Alex sudah seatap dengan Anisa ya hanya belum seranjang saja." mendengar Anaknya membicarakan hal mengarah ke negatif Yulia dan Alan langsung menjewer kuping Alex.


"Aw awww mom dad ampun." Akhirnya Alan dan Yulia melepaskan jeweran nya setelah Alex berteriak kesakitan.


"Dasar kamu ini otak mesum." ucap Yulia yang menatap tajam ke arah Alex.


"Alex kan sudah dewasa sudah tidak apa apa lagi kalau berbicara seperti itu apa mommy dan daddy lupa kalau anaknya sudah dewasa?"


"Oh iya benar dad anak kita sudah tua tapi belum kasih kita cucu." ucap Yulia yang kembali mengkode karena ingin segera mempunyai cucu.


"Mulai deh Alex juga tau mommy dan daddy menginginkan penerus untuk keluarga Bimantara. Sabar lah kita kan lagi kena musibah Alex dan Anisa lagi sakit apalagi waktu penyembuhan Anisa lumayan lama."


"Maafin Anisa ya gara gara Anisa kemauan tuan dan nyonya jadi tertunda." Anisa langsung menunduk karena merasa bersalah.


"Eh jangan merasa bersalah seperti itu karena tujuan kita sekarang adalah menyembuhkan kamu. Masalah itu tidak usah dipikirkan ya kamu pikirkan saja kesembuhan kamu." Yulia langsung memeluk Anisa dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2