
"Dasar iblis lepaskan tangan mu dari leherku! Apa kau sudah kehilangan akal aku bisa saja melaporkan mu ke polisi atas tindakan kekerasan dan pembunuhan." Renata berteriak karena dia sudah tidak bisa bernafas dan bisa meninggal dunia kalau Roy tidak melepas cekikan nya itu.
Roy langsung mendorong Renata sampai tersungkur ke tanah dan dia berjongkok tepat di depan Renata. "Iblis? Bukan kah keluarga mu yang iblis sepertinya kita sama sama iblis kalau seperti ini karena keluarga mu maupun keluarga ku tidak segan menghabisi seseorang yang menganggu nya. Tapi sayang keluarga ku jauh lebih kuat daripada keluarga mu aku daddy mommy dan Alex bisa langsung mengantarkan mu pergi ke neraka menemui ayahmu itu."
Renata sangat ketakutan karena Roy yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Roy yang dulu dia kenal. (Dia benar benar sudah berubah karena Roy yang aku kenal adalah Roy yang sangat penyayang dan sangat baik bukan ini dia adalah seorang iblis yang tidak memiliki perasaan sama sekali.)
"Pergilah dan jangan pernah membuat masalah dengan keluarga ku maupun keluarga calon istriku karena kalau kau berani melakukan nya aku akan membuatmu membusuk di dalam penjara." Roy langsung pergi karena dia tidak mau amarahnya makin meningkat dan melakukan hal diluar kendali nya.
Renata langsung berusaha berdiri dan pergi karena dia sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit di tubuhnya. Di dalam kamar Roy sedang termenung karena apa yang terjadi tadi mengingatkan dia kepada kedua orang tuanya.
"Mom dad apa kalian sekarang sedang melihatku? Lihatlah anak kalian sekarang sudah menjadi seorang pria dewasa yang kesepian memang disini banyak orang yang menyayangi ku tapi aku tetap membutuhkan kalian untuk menjadi penyemangat ku dalam melewati ujian hidup ini." tidak terasa Roy meneteskan air mata nya dia sangat merindukan kedua orang tuanya itu.
"Aku sangat merindukan kalian besok aku akan mengunjungi mommy dan daddy dan akan membawa seseorang yang pastinya akan membuat kalian senang atas kehadiran nya." Roy berencana untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.
Keesokan harinya Roy sudah bersiap untuk bekerja dan menjemput Angel karena akan berangkat bersama. "Apa aku terlihat keren ah dari dulu juga aku sudah sangat keren." Roy melihat dirinya di cermin dan berbicara tentang dirinya sendiri.
Roy langsung berjalan menuju mobil karena dia tidak ingin membuat Angel menunggu dan telat masuk sekolah. Di tempat lain Yulia sudah bersiap untuk pergi ke salah satu butik terkenal di daerah itu untuk memesan baju lamaran.
__ADS_1
"Anisa sayang apa kamu sudah siap? Ayolah jangan lama lama." Yulia menghampiri Anisa yang ternyata sedang menyiapkan bekal sarapan untuk Alex.
"Sebentar nyonya saya menyiapkan dulu bekal sarapan untuk tuan muda." Yulia mendengar itu seketika kesal karena Anisa masih saja tidak bisa mengganti panggilan di keluarga Bimantara.
"Nyonya nyonya. Anisa kamu ini harus membiasakan memanggil mommy dengan sebutan mommy begitu juga dengan daddy dan Alex jangan pakai sebutan itu lagi mommy tidak suka. Apa kamu paham?" Anisa yang mendengar itu langsung merasa bersalah karena dia masih saja kaku dalam menyebut panggilan itu.
"Iya mom maaf soalnya belum terbiasa jadi kaku deh. Ini tuan muda eh mas sarapan nya jangan lupa dimakan jangan kerja terus." Alex yang mendengar Anisa menyebut nya dengan sebutan mas langsung salah tingkah.
"Arrgghh kamu membuat saya gila Anisa kamu manis sekali sih karena menyebut ku mas. Arrgghh sudah lah mom Anisa Alex pergi kerja dulu maaf gak bisa ikut milih baju untuk lamaran karena ini juga Alex harus ngebut menyelesaikan tugas di kantor biar nanti tidak terganggu pas acara lamaran sampai acara pernikahan nya." Alex meminta maaf dan menjelaskan alasan kenapa dia tidak bisa ikut bersama Yulia dan Anisa.
"Sudahlah tidak apa apa lagian sekarang hanya melihat desain nya saja nanti kalau fiting baju nya baru kamu harus ikut." Yulia tidak keberatan atas pekerjaan yang harus dikerjakan Alex dan membiarkan Alex tidak ikut.
Angel langsung masuk dan di sapa oleh Roy. "Morning baby." Angel yang mendengar itu langsung menjawab sapaan Roy. "Morning kak."
"Oh iya Angel aku mau mengajakmu untuk berkunjung ke makam orang tuaku apa kamu mau?" Roy langsung berbicara tentang dia yang mau mengajak Angel pergi ke makam orang tuanya.
"Boleh tapi paling sore emangnya gak papa?" Angel menyetujui nya tapi tidak bisa siang karena dia belum pulang sekolah.
__ADS_1
"Baiklah tidak apa apa karena aku juga keluar kantor paling jam 4 sore. Kamu nanti pulang sendiri ya karena aku kan harus cepat cepat membereskan semua kerjaan di kantor supaya bisa pulang cepat tidak apa apa kan?" Roy memberi tau Angel kalau dia tidak bisa menjemput nya.
"Iya lagian Angel mau pulang bareng teman Angel saja." Setelah beberapa lama dari obrolan itu mereka akhirnya sampai di sekolah Angel langsung turun begitu juga dengan Roy yang langsung melajukan mobilnya menuju kantor.
Tanpa mereka sadari ternyata disana sudah ada renata yang melihat mereka. Di dalam mobilnya Renata sedang menunggu kedatangan Angel karena dia akan mengatakan sesuatu.
"Wow ternyata seorang Angel Laurent sang anak kecil bisa juga membuat Roy Fernando terlihat seperti supir pribadi ya hebat sekali ya anak kecil jaman sekarang." Angel yang mendengar Renata mencoba merendahkan dia dan Roy langsung menjawab perkataan Renata.
"Oh ya apa pacarku terlihat seperti supir pribadi? Tapi dia terlihat sangat tampan bukan? Kau juga dulu pernah mencintai nya tapi bodohnya kau malah memilih meninggal kan nya karena pacarku kalah saing dalam masalah uang. Kalaupun iya pacarku seorang supir tapi dia mau bekerja keras demi membahagiakan orang yang dia sayang bukan menjadi seseorang yang murahan yang mau saja berpaling demi laki laki yang banyak uang dan belum tentu itu adalah hasil jerih payahnya sendiri." Renata yang mendengar itu langsung kesal karena perkataan Angel selalu saja savage dan membuat Renata kehilangan kata kata nya.
"Kau ini! Apa kau sedang merendahkan ku?!" Angel yang melihat itu merasa senang atas kemenangan nya terhadap Renata.
"Hmm mohon maaf ibu guru ku yang terhormat tapi seperti nya aku harus segera memasuki kelas ku karena ini sudah waktunya masuk." Angel langsung pergi meninggalkan Renata karena dia malas jika harus terus meladeni ocehan Renata.
Renata pun dengan kesal berjalan masuk kedalam karena memang sudah waktu nya memulai pelajaran.
Di butik Yulia dan Anisa sedang melihat lihat desain gaun disana dan Anisa tertarik dengan salah satu desain gaun nya. "Hmm mom apa Anisa cocok menggunakan gaun ini? Anisa seperti nya menginginkan gaun yang ini."
__ADS_1
"Kamu pasti cocok menggunakan gaun yang mana juga karena kamu sangat cantik sayang jika kamu menginginkan nya maka gaun itu bisa kamu miliki." Yulia sangat menyayangi Anisa jadi apapun yang Anisa mau pasti dituruti.
Akhirnya mereka sibuk memilih pakaian untuk acara lamaran nanti sampai mereka lupa waktu. Mereka akhirnya selesai memilih dan bertujuan untuk segera pulang karena sekarang sudah pukul tiga sore.