End Of Suffering

End Of Suffering
Menantu


__ADS_3

"Anisa kamu ditanya malah manyun kenapa sih cepetan ini mau beli apa lagi saya mau cepat cepat pulang." Anisa sama sekali tidak menjawab pertanyaan tuan muda nya itu dia malah makin marah. "Kalau tidak mau jawab yasudah kamu pulang saja sendiri dan gausah bekerja di rumah saya lagi." Alex mendorong troli nya dan meninggalkan Anisa tapi Anisa menahan nya karena dia takut dengan Ancaman Alex.


"Masih banyak yang harus kita beli tapi ini lebih penting lihat tuh beritanya sudah dimana mana sekarang saya dan tuan muda sudah menjadi bahan pembicaraan orang orang." Anisa langsung memberikan ponselnya kepada Alex karena di ponselnya sudah ada berita tentang mereka.


"Sudahlah biarkan saja itu kan membuatmu untung jadi lebih terkenal sebagai pacarnya Alex Bimantara. Oh iya ingat ini kamu sudah banyak dikenal sebagai pacar saya jadi nanti kalau ada undangan untuk saya kamu harus ikut. Tidak ada penolakan." Anisa yang kesal itu terus manyun dan mengambil belanjaan dengan kasar dan memasukan nya ke troli. Semuanya sudah ada di dalam troli sekarang waktunya Alex menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya.


"Totalnya jadi Rp 3.545.000 Pak." ucap petugas kasir itu yang sibuk mengemasi belanjaan Alex yang tiga troli tadi karena memang semua itu belanjaan bulanan dan beberapa belanjaan Alex. Alex menyodorkan black card yang sontak membuat petugas kasir itu melihat kearah Alex karena tidak sembarang orang yang bisa mempunyai black card. (Astaga Ternyata Alex Bimantara tidak Aneh ini mungkin hanya sebagian black card nya saja dia kan anak tunggal keluarga Bimantara yang terkaya dan tersukses se Asia.) petugas itu bergumam dalam hatinya.


Setelah selesai membayar akhirnya mereka keluar dengan tangan yang penuh dengan kantong belanjaan. Alex menaruh belanjaan nya di bagian belakang karena sangat banyak. Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di halaman rumah pak satpam dan Bi Ratni membantu Alex dan Anisa untuk membawa barang belanjaan nya ke dapur.


"Hey menantu kamu sudah pulang kenapa cepat banget pulangnya emang enggak main dulu kemana gitu ke tempat yang romantis." Yulia memanggil Anisa dengan sebutan menantu karena yang dia tau kalau Alex dan Anisa beneran Berpacaran.


"Menantu? Siapa yang jadi menantu nyonya." Anisa sangat heran kenapa Yulia memanggil Anisa dengan sebutan menantu.


"Ya kamu lah Anisa kamu sekarang sudah menjadi pacarnya Alex kan dan sebentar lagi kalian akan bertunangan dan menikah itu artinya kamu akan menjadi menantu mommy iya kan Alex?" Yulia dan Anisa langsung melihat kearah Alex tapi berbeda tatapan. Yulia menatap bahagia karena Anaknya itu akan segera menikah dan Anisa malah menatap tajam karena dia tidak mau menikah dengan seseorang yang belum dia cintai.


"Iya mom sebentar lagi mommy akan punya menantu yang mommy idam idamkan selama ini." Alex langsung pergi ke kamarnya karena dia malas menjawab semua pertanyaan mommy nya.


Anisa langsung berjalan menuju dapur yang disana sedang ada bi Ratni. "Bi sini Anisa bantuin, Anisa kesel tau bi masa tuan muda ngaku ngaku jadi pacarnya Anisa dan sekarang malah banyak berita tentang Anisa dan tuan muda dimana mana."


"Ngaku ngaku gimana Nis? Maksud kamu bohongan gitu. Masa pacaran bohongan sih padahal liat tuh nyonya sudah senang melihat tuan muda sudah punya pacar apa kamu tega merusak kesenangan nya?" ucap bi Ratni.


"Tapi bi Anisa kan gak cinta sama tuan muda begitu juga dengan tuan muda dia tidak mencintai Anisa. Tuan muda cuman manfaatin Anisa biar gak di deketin sama perempuan perempuan diluaran sana." ucap Anisa yang tambah kesal.


"Perempuan perempuan yang sedang mendekati tuan muda itu hanya perempuan yang menginginkan harta dan tahta tuan muda saja semuanya tidak ada yang tulus jadi sampai sekarang tuan muda tidak pernah berpacaran karena dia belum menemukan perempuan baik baik." ucap bi Ratni.


"Tapi bi nanti juga kan bakal ketahuan kalau ini cuman bohongan. Eh ini belanjaan siapa apa mungkin ini punya tuan muda. Bi Anisa nganterin dulu belanjaan ini ke tuan muda ya." Anisa berjalan karena melihat bi Ratni yang sudah mengangguk.


Tok tok tok...


"Masuk saja pintunya tidak dikunci." ucap Alex dari dalam kamarnya.


"Tuan muda ini belanjaan tuan muda kan." ucap Anisa dan Alex langsung menyuruh menyimpan nya diatas kasur. "Simpan saja diatas kasur."


"Tuan muda bagaimana ini pacaran kita kan cuman bohongan tapi nyonya menganggap nya beneran dosa loh bohongin orang tua tuh apalagi ini semua orang yang dibohongin nya." ucap Anisa.


Alex menghampiri Anisa dan menyuruh Anisa duduk di kasurnya. "Duduklah. Sudahlah Anisa jalani saja dulu lagipula kamu sendirian kan, semua sudah terlanjur terjadi maafkan saya karena telah membuat kamu masuk ke kehidupan saya yang rumit ini."

__ADS_1


Mendengar Alex meminta maaf Anisa menjadi tidak tega untuk membongkar semua kebohongan mereka itu apalagi Yulia sudah senang dengan kabar itu. "Tapi saya kan cuman asisten rumah tangga nanti malah bikin Tuan muda malu kalau orang orang tau yang sebenarnya."


"Please bantu saya ya coba jalanin dulu semua ini sampai ada waktu yang baik nanti kita bicara yang sebenarnya ke semua orang. Nanti kamu harus siap kalau saya ajak kemana mana karena biasanya ada acara acara yang sering mengundang saya tenang saja nanti saya urus semua pakaian dan yang kamu butuhin nanti oke?" Alex meminta kerja sama kepada Anisa untuk semuanya.


"Bagaimana ya? Ada syaratnya setiap kali saya mau makan Jjangmyeon tuan muda harus belikan kapanpun dan dimanapun deal?" Anisa mengulurkan tangannya karena dia meminta perjanjian itu disetujui oleh Alex dan Alex menjabat tangan Anisa dan menyetujui syarat dari Anisa "Deal."


Di balik pintu ternyata Yulia sedang mengintip Anisa dan Alex. Yulia penasaran apa yang dilakukan Alex dan Anisa di dalam kamar, tapi tiba tiba Anisa berdiri dan berjalan menuju keluar. Yulia yang melihat itu buru buru berlari tapi ternyata dia malah bertabrakan dengan Alan.


"Astaga mommy ini kenapa lari lari sampe nabrak daddy kaya maling aja."


"Isshh daddy tuh yang enggak liat liat jalan malah sambil baca koran jadi kan nabrak mommy."


Mendengar suara mommy dan daddy nya Alex penasaran dan keluar mengikuti Anisa. "Mommy daddy kalian kenapa berisik sekali." ucap Alex yang berada di depan pintu kamarnya itu.


"Ini mommy mu lari lari kaya maling aja terus nabrak daddy tapi malah daddy yang disalahin nya dasar perempuan gamau kalah. Eh Anisa kenapa kamu keluar dari kamarnya Alex bukan nya kamu tadi lagi beresin belanjaan di dapur?" tanya Alan yang menanyakan kenapa Anisa bisa keluar dari kamar Alex.


"Itu tuan tadi saya hanya mengantarkan barang belanjaan tuan muda saja. Kalau begitu saya permisi tuan nyonya." Anisa langsung pergi ke dapur karena tidak mau ikut campur dalam urusan tuan dan nyonya nya itu.


Alex pun segera masuk kedalam kamarnya begitu juga dengan Yulia dan Alan. "Dad tadi itu mommy lagi ngintip Anisa sama Alex mereka pegangan tangan aduh mesra banget kayanya mereka beneran saling sayang deh. Gimana kalau kita percepat acara pertunangan dan pernikahannya dad." ucap Yulia yang menceritakan kebenaran tadi.


"Tapi Itu bakal lama kapan mommy punya cucu nya ih."


"Sudahlah biarkan saja jangan ikut campur urusan mereka nanti juga mommy akan punya cucu."


Di sisi lain Anisa sedang berfikir apa keputusan nya sudah benar atau salah karena ini adalah kebohongan. "Bagaimana ini kenapa aku jadi bingung seperti ini salah enggak ya keputusan yang aku ambil tapi ini demi kebaikan tuan muda dan nyonya. Ah sudahlah jalani saja aku kan enak bisa minta Jjangmyeon kapan aja dan dimana aja."


Di sisi lain Roy sedang termenung. "Apa benar mereka berpacaran padahal aku baru saja Merasakan kenyamanan dengan Anisa. Hufftt sudahlah lagian aku tidak sebanding dengan Alex, Alex pantas mendapatkan Anisa mereka sama sama baik semoga kalian bahagia."


"Bocah sialan gue harus membuat dia menyesal karena sudah merebut Alex dari gue tapi sebelum itu gue harus tau identitas dia dulu biar gue tau caranya nyingkirin dia dari kehidupan Alex."Bella tetap saja ingin menyingkirkan Anisa karena dia tidak rela kalau Alex dimiliki oleh perempuan lain.


"Ya benar aku harus menemui dia dan meminta bantuan dia."


Di sisi lain Tino marah karena dia sudah melihat berita tentang Anisa dan Alex bagaimana tidak marah karena selama ini yang di ingankan Tino adalah kehancuran Anisa. "Kenapa gadis kecil ini bisa berpacaran dengan Alex Bimantara bagaimana bisa harusnya dia sekarang sedang hancur." Tiba tiba Ponsel Tino berdering ternyata ada telpon masuk dari seseorang.


"Hallo tuan Tino apa kamu sudah melihat berita terkini tentang Anisa dan tuan muda Alex? Pasti sudah sih mana mungkin seorang Tino tidak mengetahui berita yang lagi viral."


"Siapa kau aku tidak mengenal mu!" Tino berteriak karena kesal dengan ucapan orang itu.

__ADS_1


"Santai dong santai gausah ngegas gitu kenapa? Gerah ya makanya beli AC dong hahaha." seseorang yang menelpon itu makin menjadi jadi yang membuat Tino semakin marah.


"Siapa kau lihat saja kalau aku tau siapa kau aku akan memberi pelajaran padamu!"


"Pelajaran? Ipa ips atau apa? Jangan matematika ya soalnya aku gak pintar pelajaran matematika hahaha." Tino yang mendengar itu semakin marah dia sudah tidak bisa menahan amarahnya dia mematikan sambungan telpon nya itu dan langsung memanggil anak buahnya.


"Didi! Didi!" Tino berteriak


"Iya Tuan apa yang harus saya kerjakan." ucap Didi sambil menundukkan kepalanya.


"Cari seseorang yang sudah menelpon padaku jangan sampai kau membuat ku menunggu aku ingin informasi nya secepatnya." ucap Tino.


"Baik tuan."


Di sisi lain Angel sedang tertawa terbahak Bahak karena dia sudah berhasil membuat Tino marah besar. "Astaga Tino Tino ternyata kamu gerah ya melihat sahabatku sudah bahagia dan bisa menjadi pacar seorang Alex Bimantara yang sudah jelas jauh lebih baik darimu dalam segi apapun. Ini baru permulaan Tino kamu tunggu saja permainan ku selanjutnya."


Tidak terasa hari sudah menunjukkan pukul 7 malam sekarang waktunya Anisa menyiapkan makan malam. "Bi ini udah selesai makanan nya udah siap juga tapi tuan dan nyonya ko belum turun ya."


"Tunggu aja bentar lagi juga turun ayo kita ke dapur aja masih ada kerjaan kan." Ucapan bi Ratni itu hanya dijawab anggukan oleh Anisa dan berjalan mengikuti bi Ratni.


Yulia Alan dan Alex berjalan menuju meja makan mereka melihat sudah banyak makanan yang tersaji. "Anisa Anisa kemarilah." Yulia berteriak memanggil Anisa.


"Iya nyonya ada yang bisa Saya bantu?" tanya Anisa.


"Tidak sayang sini makan bareng kita kamu kan sekarang jadi menantu mommy. Ayo cepat duduk di sebelah Alex, nanti bi Ratni juga makan disini jadi jangan menolaknya ya." ucap Yulia.


Anisa tidak menolaknya dia langsung duduk di sebelah Alex dan bi Ratni juga segera bergabung untuk makan malam bersama. "Alex suapin Anisa nya dong biar romantis masa di diemin aja sih Anisa nya." Yulia menggoda Anaknya itu yang membuat Alan menggeleng kan kepalanya karena melihat ulah istrinya itu.


"Tidak usah nyonya saya bisa makan sendiri ko." Anisa menolak nya karena merasa tidak enak. Tapi Alex menyodorkan sendok nya yang sudah terisi makanan dan akan menyuapi Anisa, Anisa terkejut kenapa Alex menuruti perintah Mommy nya itu.


"Anisa cepat makan tangan saya pegel ini." ucapan Alex itu membuat Anisa tersadar dan segera menerima suapan itu.


(Yaampun kenapa malah dag dig dug kaya gini ishh ada ada saja.) Anisa merasa jantung nya berdetak lebih kencang setelah menerima perlakuan dari Alex tadi.


"Kalian kapan akan menikah?" Tanya Yulia yang membuat semua orang terkejut.


Ohokk ohokk!!!

__ADS_1


__ADS_2