Endless Winter

Endless Winter
Chapter 12 : The Beginning of Disaster (END)


__ADS_3

[****FLASHBACK****]


"Tatsuyaku Hinata! Berkat perilaku dan perbuatan mu di kehidupan sebelumnya, anugerah dari sang Dewi akan dicabut dan akan menjadi pahlawan tanpa kekuatan apapun!" Ucap Raymond sambil membacakan gulungan kertas untuk Hinata.


"..."


_____-------______-------_______


"Memanglah tidak adil, yang lain mendapatkan kekuatan sedangkan kamu hanya bisa cemberut dan menerima apa adanya, padahal aslinya tidak begitu kan?"


"Siapa? Untuk apa kau bicara denganku?"


"Aku adalah Speaker Of Darkness, suara misterius yang akan mengabulkan permintaan mu untuk memenuhi hasrat mu!"


"Apa... apakah aku bisa mendapatkan kekuatan untuk menandingi mereka?"


"Itu adalah satu dari seribu hal mudah yang bisa ku lakukan, dengan senang hati ku berikan kekuatan yang dahsyat. Namun, pengorbanan apa yang dapat kau berikan?"


"Bagaimana dengan jiwa ku? Tidak, aku rasa bagaimana dengan jiwa teman-temanku? Nah, itu juga kurang. Aku yakin dengan seluruh kerajaan ini dapat mencukupi persyaratan."


"Hahahaha... Hahahaha...! Tak ku sangka kau bisa berpikir seperti itu. Kau ini memang biadab. Tidak, kau melebihi setan itu sendiri."


"Tidak masalah kehilangan semua hal itu, asalkan aku bisa mendapatkan kekuatan dan kekuasaan yang melebihi Dewa itu sendiri."


"Hohoho... impianmu sangat melebihi langit ya. Aku sangat bangga dengan ambisi mu, nak. Atau bisa ku panggil Hinata."


______-------_____--------________


"Sekarang, kami akan pergi ke Vigilo Kingdom. Pastikan untuk mengambil salah satu dari jiwa mereka!"


"Baiklah, kemungkinan besar akan ada yang tewas di tempat itu. Kau harus tetap bermain dalam peranmu!"


__________----------________----------______


"Untuk sekarang sampai lusa, akan ada larangan dalam rencana besar kita! Yaitu, kalian jangan bunuh orang satu ini! Ingat karakteristiknya! Baiklah itu saja, dan rencana akan sukses besar."


"Mengapa kita tidak boleh membunuhnya, Maria?"


"Pertanyaan yang bagus, Aris! Karena ini adalah larangan langsung dari Speaker Of Darkness itu sendiri dan dia juga akan menjadi kunci keberhasilan kita untuk memberi tragedi baru kepada para manusia!"


______---------________---------________


"Satu jiwa teman mu sudah berada di tangan ku.


Tinggal 3 orang lagi, apa yang bisa kau lakukan?"


"Aku kehabisan ide. Kami sudah dipecat dari kepahlawanan. Dan tidak tujuan lagi untuk kami."


"Aku bisa menyarankan kau untuk pergi ke serikat pahlawan nasional. Di sana kalian harus mendaftar menjadi petualang. Jika berhasil, kau pilih tugas yang berjudul 'Eksplorasi menara tua'."


"Baiklah, aku mengerti! Namun, apakah keselamatan ku akan terjamin?"


"Tentu saja, semua hal yang mengancam mu akan ku singkirkan dengan cepat. Tak perlu khawatir!"


____------________---------_______


[****Kembali ke masa sekarang****]

__ADS_1


Warrance secara tiba-tiba menepuk kedua tangannya dengan pelan sembari berjalan ke arah Chika.


"Wah wah... ternyata ada sesosok manusia seperti ini ya? Kau sangat berbakat memainkan peran mu!"


Pujian hangat dibalas dengan pembongkaran kebenaran yang pahit.


"Hahaha.... Seharusnya aku bisa memenangkan penghargaan jikalau aku ikut pementasan drama! Hahahaha...!!!" Perubahan mimik wajah Hinata yang sangat mengerikan.


"..."


"Kenapa Chika? Tidak disangka jika musuh mu juga merupakan teman baik mu sendiri? Hah? Bagaimana rasanya? Luapkan emosi mu kepada ku!" Senyuman yang mengerikan terpampang di wajahnya.


"Mengapa? Mengapa kau melakukan hal sekejam ini? Apa kami punya salah kepadamu? Jawab Hinata!!!" Teriakan histeris keluar dari mulutnya.


"Hehehe... Kenapa? Aku juga tidak tahu! Seakan-akan aku seperti dicuci otak yang membuatku terobsesi dengan kekuatan amat besar!" Gadis berambut hitam itu menyeringai.


"Aku rasa pertengkaran kalian berhenti di situ saja! Aku punya pilihan buat mu!" Warrance menatap Chika.


"..."


"Jadi, mana yang kau pilih? Mengabdi selamanya kepada Speaker Of Darkness atau neraka abadi darinya?"


"Aku lebih memilih pilihan kedua daripada melayani iblis kejam seperti kalian! Tidak ada gunanya aku hidup! Hiks..hiks..hiks..." Teriak Gadis pirang itu yang menangis.


"Oh sungguh menyedihkan sekali nasib mu, manusia. Namun, kau harus terima konsekuensinya!" Simpati dari Warrance.


Di bawah pijakannya, muncul lubang yang menjatuhkannya ke neraka abadi.


"Baiklah, bagaimana dengan semua janjimu? Apakah pengabdian mu hanya sampai di sini saja, Hinata!" Warrance menghadap Hinata.


"Aku harap begitu. Dan untuknya, aku punya tempat yang cocok" Ucap Warrance yang menarik mayat Riyo yang membeku dengan diikuti Hinata.


______--------______---------________


Sementara itu di kediaman King Jayvelen IV...


"Paduka, ada surat terbaru dari The Greed Necromancher untuk Anda!"


Pelayan itu memberikan secarik surat kepadanya.


"Yang terhormat King Jayvelen IV, Bagaimana kabar Anda? Apakah baik-baik saja? Semoga Anda sudah menyiapkan pasukan untuk menghadang pasukan Undead ku yang sedang dalam perjalanan. Meskipun ini sudah setengah jalan, Akan ku beri waktu 2 bulan untuk menyerah, sebelum pasukan Undead ku sampai ke kerajaan. Salam hangat dari Alex Witcher alias The Greed Necromancher."


Setelah membaca, Raja Jayvelen IV tidak bisa berkata apa-apa lagi. Beliau hanya merenung dan memikirkan apa yang dapat mereka lakukan dalam 2 bulan ini?


Kemudian, dalam pikirannya terdapat sebuah kata yang indah, yaitu "harapan". Kata itu langsung memotivasinya. Meskipun sudah terlambat, tetap ia lakukan untuk mempertahankan Kerajaan yang sudah berdiri sudah lama.


"Aku tahu apa yang harus ku lakukan. Perintahkan kepada para Magus untuk melakukan ritual pemanggilan lagi, dan rekrut para petualang yang sekira dapat diandalkan, serta pergi ke kerajaan lain untuk meminta bantuan!"


"Baik, Paduka! Akan saya sampaikan ke jenderal pasukan!" Pelayan itu langsung berlari sekuat tenaga.


Sebulan telah berlalu, persiapan mereka hampir matang. Dengan beraninya para Magus memanggil hingga 26 orang dari dunia lain.


Tidak ada waktu bersantai, mereka langsung digembleng habis-habisan untuk melakukan perlawanan terhadap The Greed Necromancher.


Kerajaan lain pun juga ikut menyumbang bantuan, seperti Seckanift Theocracy, Elven Country, Hieronian Empire, dan lain-lain.


______-------_____-------_______

__ADS_1


"Cozen, bagaimana dengan nasib mereka?" Ucap resepsionis berambut hijau itu.


"Yang kau maksud adalah grup petualang kelas A yang baru itu? Yah... tidak ada harapan, siapapun yang ke sana kemungkinan besar tidak dapat pulang dengan selamat. Kita anggap mereka gagal menyelesaikan misi saja!" Cozen yang sudah kehabisan harapan langsung mencoret grup Chika.


Tidak hanya grupnya Chika, melainkan sudah banyak grup petualang yang menjadi korban dari misi ini.


Sementara itu, di Mirage Tower...


"Paduka Speaker Of Darkness memintamu untuk datang ke ruang tahta! Ia ingin memberikan hadiah yang sesuai dengan hasil kerja keras mu belakangan ini."


"Hihihi... seharusnya aku juga mendapatkan pujian lebih atas perbuatan ku." Hinata menjawab sambil menggosokkan kedua telapak tangan.


"..."


"Oh ya, aku belum pernah ketemu dengannya. Aku sangat penasaran dengan penampilannya. Hahahaha...!" Dengan sombongnya Hinata berlagak hebat.


Warrance sangat geram dengan sikap manusia satu ini.


"Grrrrhh... Kemungkinan kau tidak akan pernah tahu wujud asli dia bagaimana!"


*Krieeeeek...!!


Pintu ruang tahta terbuka lebar...


Terlihat jelas Maria di Singgasananya menyambut mereka.


"Oh... ternyata primadona kita baru menampakkan wujud aslinya! Apa gerangan membuat mu kesini?"


"Kenapa si jerapah yang muncul?" Bisik Hinata ke Warrance.


Warrance menepuk keningnya. Maria mendengar jelas sekali.


"Ah... Dia ingin mendapatkan hadiah atas kerja kerasnya! Untuk itu, berikan hadiah yang pantas!"


"Oh... Speaker Of Darkness sudah memberitahu ku tentang ini. Melalui ku, Aku memberikan mu ini!"


Maria mengambil sesuatu dari penyimpanan dimensi. Sebuah Limas segitiga diberikan kepadanya.


"Ini dia. Gunakanlah dengan baik, semua hasrat mu ada di dalam sini!"


"Terima kasih banyak, Oh Speaker Of Darkness yang agung! Saya berjanji akan selalu mengabdi kepadamu!" Kagum Hinata.


______-------_____--------______


Dan tibalah saatnya...


Sekumpulan pasukan Undead sudah bersiap untuk menyerang Venzonia Kingdom. Tidak lupa Abysswalker dan Abyssal Pyromanchers ikut dengan jumlah tidak sedikit. Dipimpin langsung oleh tidak lain adalah Corrupted Alex atau bisa disebut The Greed Necromancher.


-


-


-


..."TAMAT"...


The Next Arc : [The String of Despair] Coming Soon...

__ADS_1


__ADS_2