
[3... 2... 1... Cepat lari!!!]
"Eh, apa yang kau-... Uwaaakh!!!"
Tanpa sadar, laki-laki gagah berani langsung merangkul dan membopong Sang Tuan Putri. Berlari melewati halang rintang tak membuatnya goyah akan lelahnya menahan beratnya Sang Putri.
Terlalu mudah untuk menyimpulkan, mereka melupakan sosok tinggi berbadan bongsor ikut andil dalam permainan kejar-kejaran ini. Dia lah Triple D, sebuah manifestasi dari kekalahan terburuk dan terdalam manusia.
"Apa itu barusan?" Seru Eryka menanyakan hal ini kepada Natan.
"...Dia... yang belum sama sekali merasakan namanya kekalahan." Jelas Natan dengan perasaan murka yang mengalir ke kepalan tangannya.
"..." Eryka tak mengerti satu pun yang keluar dari mulut Natan.
"Kita harus bergegas!"
"Hei... tunggu! Kau mau kemana?" Teriak Eryka yang mengikuti.
"Mengikuti mereka! Kali ini kita sangat sial bertemu dengan musuh mimpi buruk kita." Ungkap Natan yang terus berlari.
Disusul oleh Eryka dari belakang.
Di benak Eryka, Natan tidak pernah memasang wajah seserius ini. Bahkan selama di perjalanan, dia masih bisa tersenyum dan bercanda di saat genting.
"Eryka..." Panggil Natan.
"Iya..?"
"Persiapkan mantra sihir terkuat mu, apapun itu! Kalau bisa habiskan seluruh energi sihir mu untuk menyerang dia!" Papar Natan tanpa ia toleh kan wajahnya.
"Lah? Terus... bagaimana kalau tidak berhasil? Tamatlah riwayat kita!" Decak Eryka.
"Tidak akan pernah! Sementara kau memulihkan energi mu, aku akan senantiasa berada di garis depan dan menahan dia!" Tekan Natan.
"..."
Sementara itu...
"Tunggu sebentar!! Apa yang kau pikirkan?!! Cepat turunkan aku sekarang juga!!!" Tekan Sang Putri.
"..."
Alex hanya fokus dan menghiraukan segala hal termasuk rengekan dari wanita tersebut.
Jika dilihat saksama untuk struktur bangunan tua itu, mereka harus mengulang kembali sebelumnya untuk mencapai cahaya keluar dari situ. Namun, tak ada yang tahu akan semua rintangan yang dilaluinya, Alex pun juga berusaha keras untuk melewati semuanya dan lari dari kejaran Triple D.
"Hei! Kau dengar aku tidak? Dia hampir mendekat! Lebih cepat berlari!!!" Seru Sang Putri yang panik.
Tangan besar menakutkan Triple D hampir menjangkau mereka sebelum ada rantai misterius mengikatnya.
"Bagus, Eryka! Buat lagi yang sama, dan sedang terus dia! Aku akan menghadapinya langsung!" Puji Natan kepada Eryka.
Rantai sihir semacam itu tak ada harga dirinya bagi Deep Darkest Defeat.
"Hei kau, pria besar! Lawanmu adalah aku sekarang!"
__ADS_1
Sementara Natan mengalihkan perhatian, ini memberi waktu Alex untuk menjauh lebih jauh yang dia bisa.
"..."
Seringai senyum mengintimidasi darinya. Tak ada suara pun, hanya tatapan kosong tertuju laki-laki pembawa perisai.
"Kenapa? Kau masih ingat aku rupanya. Bahkan aku meragukan akan daya ingat mu!" Ejek Natan bersiaga.
"...Kau pikir aku masih ingat? Tak ada yang berharga bagiku! Bahkan bocah pendendam seperti mu tak ada harga dirinya di hadapan kekalahan terdalam seperti ku! Kau ingin aku menghancurkan semua yang kau punya untuk kedua kalinya?!!!"
Intimidasi darinya membuat Natan hampir gentar.
"... Hahahahaha!!!" Tawa menggelegar sambil diiringi hantaman kaki membuat sebuah gempa yang sanggup merubuhkan bangunan tersebut.
Getaran dahsyat itu menggoyahkan keyakinan Natan, dan menjatuhkannya sekali lagi untuk kedua kalinya. Rasa sakit dan takut akan masa lalu juga membuatnya terjatuh ke jurang kesengsaraan.
"Natan! Kau baik-baik saja?!" Tanya Eryka yang khawatir.
"Apa yang kau lakukan!? Seharusnya kau tidak memperlihatkan diri di sini! Cepat pergi dari sini!" Bentak Natan langsung di depan wajah Eryka.
Melihat reaksi dari Natan, Deep Darkest Defeat berniat untuk melakukan hal sesuatu kepada mereka.
"Huh... kau beruntung sekali untuk kali ini! Kekalahan tidak punya waktu untuk mencampuri urusan lain! Tapi nantikan saja nanti jika kita bertemu lagi. Hahahaha...!!!" Monster itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Huh... Nasib baik kita masih selamat!" Gumam Natan.
"Apa yang kau maksud barusan? Siapa sebenarnya monster itu? Kau seperti menyembunyikan sesuatu dari ku! Apa salahnya untuk memberitahu ku sebelum-sebelumnya?" Seru Eryka dengan perasaan tak mengenakkan.
"Tidak, aku tidak bisa. Untuk sekarang, aku harus menyelesaikan masalahku sendiri. Aku tidak ingin kau terlibat akan hal ini! Aku juga tidak mau kejadian itu terulang kembali!" Ujar Natan yang memalingkan wajahnya.
Ucapan Eryka terus menekan Natan, hingga ia sudah kehabisan kesabaran.
*Plaaaak...!!!!!
"Kau bisa diam tidak? Aku muak dengan semua yang terlontarkan dari mulut kotor mu itu!" Natan yang muak menampar Eryka.
"..."
Eryka hanya terdiam dan menahan rasa sakit dan terkejut bersamaan.
"Aku bisa meladeni mu sepanjang hari, tetapi untuk sekarang tidak! Temanmu dalam bahaya, apa kau membiarkannya begitu saja?" Tegas Natan dengan nada pelan.
"..."
"Huh...!!! Ikut atau tidak, aku tidak peduli! Aku harus menghentikan nya!" Ujar Natan pergi begitu saja meninggalkan Eryka sendirian.
______---------__________-------------__________
Alex dan Sang Putri keluar dari runtuhnya bangunan kastil itu meskipun terluka.
"Hei...!!! Apakah di belakang sudah aman? Huh...huh... huh..." Tanya Alex yang mulai kelelahan.
"Ummm... aku tidak tahu... aku tidak melihatnya sama sekali. Sepertinya kita sudah cukup jauh." Papar Sang Putri.
"Hah... syukurlah, kita sudah aman!" Gumam Alex dengan mengurangi kecepatan larinya.
__ADS_1
"Humm... kita selamat! Terima kasih ya, Pahlawan Alex! Berkatmu, aku bisa pulang kembali ke rumah." Puji Sang Putri kepada Alex.
"Huh... huh... ya, tentu saja. Ini sudah menjadi kewajiban ku. Ngomong-ngomong, aku masih belum mengetahui nama mu dan dari mana asal mu. Tolong beritahu aku!" Ujar Alex yang kini mulai berjalan perlahan sambil berbincang-bincang.
"Ouh.. oh ya, aku hampir lupa itu. Perkenalkan... Namaku Soralee, Putri dari Venzonia Kingdom."
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Putri Soralee! Nama yang cocok untuk menggambarkan diri Anda!" Puji Alex dengan santainya.
Tak lama kemudian...
"Hahaha... kau sangat lucu ya Alex--- Eh? Tak mungkin!!! Ini mustahil bukan!!!"
Tiba-tiba, nada Putri Soralee berubah drastis...
"Semuanya baik-baik saja, Tuan Putri Soralee?" Tanya Alex yang terlihat bingung.
"D-Dia datang!!!" Seru Soralee.
"Apa?!!!" Terkejut Alex.
"Lebih cepat! Dia semakin mendekat!!! Cepat!!! Cepat Lari!!!" Teriak Soralee menggebu-gebu.
"Heahahahaha... tak ada jalan untuk lari dari Deep Darkest Defeat!!!" Gema suara Triple D.
Dengan tenaga yang sudah terkuras habis dan kedua kakinya terluka, Alex sudah tidak kuat lagi. Rasanya seperti mengangkat batu besar sepanjang hari, tetapi tidak seberat sebenarnya, membuat kaki nya terasa hampir patah.
Di sisi lain, Deep Darkest Defeat seakan punya cadangan energi yang tak terbatas, menerobos halang rintang di jalurnya, bahkan sebuah batu kokoh maupun besi setebal apapun, akan tetap tembus dengan badan bongsornya.
Dia hampir mendekat... Tangan besarnya hampir mengenainya. Salah juga jika laki-laki tersebut memilih mengganti posisi gendongannya.
Sebelum itu terjadi, sebuah berkas cahaya dengan kecepatan luar biasa, memberikan hantaman keras kepada pria berbadan bongsor tersebut.
"Tidak mungkin! Apakah itu dia?!!!" Takjub Alex yang berhenti ketika itu terjadi.
"Tak salah lagi! Itu memang dia..." Ucap Natan yang baru sampai melihat pemandangan tersebut.
"Grrrhhh... Kau!!! Beraninya kau menampakkan dirimu lagi setelah sekian lama!!!" Tegas Triple D.
"Hehahaha... tidak apa-apa, kawan-kawan! Semuanya akan beres, jika Mighty W ada disini!!!" Ucap seorang pria kekar dengan penampilan sama dengan Deep Darkest Defeat.
"Lawan mu sebenarnya sudah ditentukan! Habislah kau, Monster Brengsek!!!" Umpat Natan dengan emosi tak karuan.
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Bersambung...