Endless Winter

Endless Winter
Chapter 3 : Iced Cyclone


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya...


"Tuan pahlawan, kumohon berikan kami kesempatan untuk bertarung bersama!" Ucap salah satu remaja bernama Justin.


"Maaf nak, aku hargai niat baik kalian, tetapi ini sangat berbahaya untuk kalian semua!" Tolak Grace.


"Ayolah, kami juga ingin berguna bagi kerajaan ini!"


"Iya, menegakkan keadilan adalah tugas baru kami!"


Para pahlawan remaja itu mulai ricuh dan merengek seperti anak kecil.


"Ssssst..!!! Kumohon tenang semua! Baiklah, kalian boleh ikut. Namun, ada syarat." Ujar Grace yang meredakan kericuhan.


"Apa itu?"


"Apapun itu akan kami lakukan!"


"Baiklah, dengarkan semuanya! Syaratnya adalah kalian harus memperkenalkan diri satu per satu, dan kalian semua harus mematuhi semua yang kami katakan! Kalian paham?" Jelas Grace.


"Paham!"


Lalu, 26 orang itu memperkenalkan diri satu persatu...


"Aku dulu! Aku dulu! Perkenalan namaku adalah Jock Justin! Juga merupakan ketua dari grup ini."


Ujar pemuda berambut biru dan putih.


"Giliran ku! Namaku Mitch Skelly..."


"Oke cukup perkenalan dari kalian! Tidak ada waktu lagi! Maka dari itu ayo kita serbu dan lindungi kerajaan ini!"


Sementara itu, Albert sudah mengawasi bagian barat daya...


"Bagaimana Albert? Apakah ada sesuatu?" Tanya Grace yang baru menemui Albert.


"Sesuai dugaan ku, mereka mungkin adalah penyebab semua ini! Terutama yang memakai pelindung wajah berbentuk tengkorak!" Jelas dari Albert.


"Terima kasih, Info yang bagus! Dan Amanda, aku ingin kau melindungi dan awasi mereka semua!"


"Eh... sebanyak ini? Kau yakin?" Amanda yang tak menyangka.


"Aku percaya pada mu! Bimbing mereka agar tak ada korban!" Grace yang menaruh harapan.


"Huh...! Baiklah..." Amanda yang pasrah.


"Bagus! Sekarang aku pergi dulu!"


"Eh... kau mau kemana? Jangan maju sendirian!"


"Tenang saja, aku pasti akan kembali." Grace pergi begitu saja.


"Huh... dasar kamu ini Grace. Kau selalu tidak berubah." Gumam Amanda.


Singkat cerita, Grace bergerak dengan kecepatan tinggi menuju pasukan lawan...


"Mari kita uji dengan Giga Fire Ball!" Pedang agungnya mengeluarkan sihir Giga Fire Ball.


*booom....!!!!


Tidak berdampak apa-apa, hanya memperlihatkan perisai magis tak terlihat milik Gravestone.


"Baiklah, kalau begitu akan ku akhiri dengan cepat!"


Grace mencoba merapalkan mantra untuk mengeluarkan sihir terkuatnya, tiba-tiba sebuah gundukan batu nisan muncul dan melempar gadis itu.


"Cih merepotkan! Jadi itu kemampuan ya?" Batin Grace.

__ADS_1


"..."


Tak terucap apapun di mulutnya. Gravestone memerintahkan bawahannya untuk menyerang.


"Hooo... kalian beraninya keroyokan ya? Baiklah, akan ku layani semuanya!" Grace langsung bangkit.


"Jangan khawatir Grace. Kami di sini akan selalu membantu mu!" Tiba-tiba suara Amanda terdengar jelas.


"Eh... Amanda? Apa yang kau lakukan disini? Ini berbahaya!"


"Tidak perlu mencemaskan kami! Kami semua akan mengurusi bawahannya! Benar kan kawan-kawan?"


"Benar...!!!! Kami semua akan membantu kalian!" Sorak Justin dengan lainnya.


Melihat kelakuan mereka yang di luar kendalinya, Grace pasrah saja mengikuti arus.


Tetapi Grace masih harus menghadapi satu Gravestone's Followers...


"Cih, serangan mereka sangat brutal! tenaga macam apa itu?" Gumam Grace.


Kemudian, kepalanya sanggup dipenggal oleh Grace. Cahaya putih menyelimutinya dan sangat menyilaukan, dan terjadi reaksi ledakan dahsyat.


Melihat hal itu, Grace khawatir dengan yang lainnya.


"Kalian semua! Dengarkan aku! Waspadalah ketika berhasil mengalahkannya, mereka akan meledak!" Teriak Grace memperingati.


Dia menggunakan sihir terbang dengan kecepatan tinggi, melewati semuanya, dan melancarkan serangan penembus perisai magis ke arah Gravestone.


*Wooooshhh.... Kraaaak....!!!


Terdengar suara pecahan kaca, yang berarti Grace berhasil.


Gravestone menyadari, langsung membuat tembok pelindung berupa batu nisa raksasa keluar dari tanah.


"Heeee.... kau sebut itu pelindung? Apakah itu bertahan dengan serangan ku ini? Two Dragon Lightning Penetrate!!!"


Batu Nisan itu hancur, Gravestone terkena serangan dahsyat yang membuat keretakan pada pelindung wajah nya...


Serangan yang sama dilancarkan dan benar saja, Tidak hanya pelindung wajah nya yang rusak. Di sekujur tubuhnya sudah menerima serangan yang cukup fatal...


"Grrrrhhh... Ingatlah! Kau sudah mengetahui terlalu banyak! Speaker Of Darkness akan terus mengawasi mu!!!" Ujar Gravestone sembari menutupi mukanya lalu mundur.


"Tidak akan ku biarkan bedebah seperti mu kabur!"


Dengan kecepatan tinggi, Grace berniat membunuhnya langsung. Namun...


"Tunggu di situ, Nona Muda!!"


*Wooooshhh....!!


Tiba-tiba Warrance muncul kembali, mendorong Grace sangat jauh dengan sihir gravitasi.


Kemudian, Warrance mengarahkan Wand Of Calamity ke langit, sepertinya ia mengeluarkan sihir misterius.


Tanpa pesan apapun, Warrance membawa Gravestone pergi dengan teleportasi.


"Sialan!!!! ****** pengecut itu selalu muncul dan merusak segala hal!!!" Kesal Grace sambil memukuli tanah.


*Gluduuuuukk.....!!!


Terdengar suara gemuruh dari langit.


"Apakah dia mengubah cuaca kedua kalinya?" Gumam Grace.


Dari langit, sedikit terlihat sebuah angin berputar melingkar menuju daratan. Lambat laun terbentuk sebuah Iced Cyclone.


Topan itu mendarat di dekat para rekannya yang sedang bertarung.

__ADS_1


Grace mulai panik akan menyadari sesuatu...


Dengan menggunakan kemampuan Break The Limit, ia sekarang punya kecepatan melebihi kemampuannya.


Para rekannya bersama para Gravestone's Followers ikut terbawa angin. Grace berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya.


satu demi satu ia selamatkan mulai dari Amanda, Justin, Mitch, dll. Mereka dibawa ke tempat aman dan jauh. Namun, sialnya...


*Boooom......!!!!


Sesuai dugaan Grace, ledakan sangat dahsyat terjadi. Sayangnya, 10 dari 26 orang selamat dari ledakan itu termasuk Amanda.


Justin yang sebagai ketuanya tidak percaya akan hal itu.


"B-B-Bagaimana d-d-dengan yang lain? Mereka akan selamat bukan? Hei tuan pahlawan, mereka akan selamat bukan?" Tanya Justin ke Grace.


"..."


Justin pun terjatuh dan memandang ke bawah. Air matanya tak dapat dibendung lagi, dan ingin melepaskan perasaan terpendamnya.


"T-t-tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi! Hiks...Hikss...!" Justin terlarut akan emosi.


Setelah ledakan itu terjadi, entah bagaimana cuaca berubah, sinar matahari tak terhalangi menyinari semuanya. Tidak ada lagi salju hitam mengerikan.


"Tidak... Tidak... Seharusnya keadaan seperti ini terjadi pada saat tragedi mengerikan ini! Dasar Iblis Biadab!!!" Teriak Justin yang memukuli tanah.


"Maafkan atas ketidakbecusan kami melindungi kalian. Aku juga dapat merasakan apa yang kau rasakan sekarang. Aku hanya bilang bersabarlah, ini adalah cobaan hidup." Ucap Grace sembari memegangi Justin.


Kemudian, mereka semua memastikan daya ledak yang membuat sebuah kawah baru.


Di dalam kawah terdapat seorang gadis muda berambut biru pendek dengan telinga kucing di atas kepalanya, yang sedang berdiri mematung sambil memegangi katana yang tertancap di pusat kawah.


"Siapa gadis itu? Bagaimana dia bisa di situ?" Gumam Grace yang penasaran.


Dari arah kerajaan, datanglah sejumlah orang yang tidak sedikit menuju kawah itu.


"Akemi? Dari mana saja kau? Dan siapa yang kau bawa ke sini?" Justin yang terkejut.


"Hehe... aku telah membawa semua petualang yang bisa ku ajak dari serikat petualang nasional. Lalu, bagaimana dengan penyerangnya? Dimana musuhnya?" Tanya Akemi yang tidak tahu.


"Kau telat banget, bodoh! Kau lihat ke langit, tidak ada salju yang jatuh." Jelas Justin.


"Begitu kah, hehehe maaf." Akemi dengan senyuman kaku.


Justin yang tersinggung, sudah mengepalkan tangannya dan ingin sekali memukuli orang bodoh ini. Namun, aksinya gagal setelah Grace berteriak sesuatu.


"Hei semua! Lihat! Dia bergerak!" Teriak Grace.


Mereka semua yang penasaran berbondong-bondong melihat ke arah bawah kawah tersebut.


Terlihat gadis rambut biru itu mencabut katana nya dan melihat ke arah kerumunan orang tersebut.


Sementara, Akemi yang tidak asing dengan sosok itu...


"Eh... Bagaimana Aris bisa di sini? Dan dia masih hidup?" Terkejutlah Akemi akan yang ia lihat.


-


-


-


-


-


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2