Endless Winter

Endless Winter
[The String of Despair] Chapter 1 : Prologue


__ADS_3

"Jangan biarkan suara kebahagiaan keluar dari mereka! .....Jangan biarkan seorangpun dapat melihat ke atas langit dengan penuh harapan! ... Bakar lah hari ini dengan kutukan yang kita kirim!.... Endless Winter!!!!" Ucap Alex dengan suara lantang.


Warrance di sana, dengan tombak yang ditancapkan, mengeluarkan cahaya ungu kegelapan dan mengubah musim panas gembira seperti neraka dingin.


Seketika, banyak awan bermunculan lalu muncul sebuah bintik-bintik putih dari muntahan awan tersebut.


Di Kerajaan Venzonia, orang terkagum-kagum akan bintik putih yang menjatuhi kepala mereka. Mengejutkan kedua iblis itu, Tidak ada tangisan maupun teriakan kesengsaraan.


"Kenapa aku malah mendengar suara tawa riang? Ada yang salah dengan kutukan yang kau berikan!" Alex menanyakan kepada vampir itu.


"Tiada kesalahan yang aku lakukan, kau boleh beraksi saat 1 Minggu berikutnya!" Ucap Warrance yang akan meninggalkan Alex.


"Tapi itu melewati hari dimana kita akan menyerang."


"Heh... kutukan ini akan lebih mengerikan dari yang kau bayangkan!" Warrance yang nyengir meninggalkan medan perang.


Warrance kembali ke Mirage Tower, Di sana sudah di tunggu oleh ksatria misterius.


"Huh... Kenapa selalu tidak ada orang saat aku datang?"


"Hey...!" Muncul suara pria yang pasti bukan Gravestone.


"Siapa itu?"


"Sebelah sini...!!"


Warrance menengok ke arah tumpukan besi yang sedang duduk. Kemudian ia mendekatinya.


"Apakah kau penyusup atau anggota baru?"


"Aku? Wanita bertubuh tinggi itu yang membawa ku ke sini! Dan tempat apa ini? Kenapa aku di sini?"


"Heh... Jadi kau asing dengan tempat ini? Biar ku singkirkan kau dari sini agar tidak banyak bertanya." Tongkat sihir kecil Warrance dikeluarkan dan berniat untuk membunuhnya.


"Eh...eh...eh... oke oke, jika aku bilang aku adalah anggota baru, apakah kau percaya?" Bela armor hidup itu.


"Tidak... Namun, aku tidak jadi membunuh mu untuk saat ini." Warrance memasukkan kembali tongkatnya.


"Eee... biar aku perkenalkan diri, aku adalah Phalanx Dullahan, aku membaca sebuah brosur aneh, dan secara tiba-tiba aku bertemu dengan wanita sangat tinggi dengan penampilan aneh. Kemudian aku berakhir di tempat ini. Oh ya, aku ingin tahu namamu!" Jelas Dullahan.


"Aku? Aku adalah Vampir Terakhir Asli yang masih hidup hingga saat ini!"


"Apa? Tidak mungkin! Vampir terakhir yang pernah ku temui sudah mati bertahun-tahun yang lalu. Sekarang, aku bertemu kembali dengan Vampir lagi? Senang bertemu denganmu!" Dullahan itu menjabat tangan Warrance.


"..."


Kemudian, ada yang datang...


"Hei kamu! Kau pikir bisa kabur ini? Seharusnya kamu berada di Medan perang saat ini."


"Jangan khawatir! Aku akan melakukannya. Lebih baik daripada hanya menancapkan tombak dan pergi begitu saja... Hihihi." Jawab Hinata yang pergi begitu saja.


Seketika, Mata Warrance terbuka lebar dan menurunkan sedikit senyumannya.


"..."


"Siapa wanita itu?" Tanya Dullahan menunjuk.


"..."


"Hoi....!"

__ADS_1


"..."


Warrance masih mematung di tempat.


"Bagaimana dia bisa tahu?" Pikir Warrance.


Sementara, Dullahan masih mencerna apa yang dia lihat.


_____-------______---------_______


"Ahhhh.... terlalu lama untuk menunggu!" Teriak Alex yang menggunakan keahliannya.


Semua Undead berdiri...


"Kalian yang sudah mati haruslah tahu. Bahwa kehidupan pasti berakhir, maka dari itu akhiri kehidupan damai mereka!"


Pasukan Undead yang berjumlah 4.000 peleton mulai bergerak...


Di pihak Kerajaan tidak mungkin diam. Mereka dari awal sudah tahu posisi Alex, sehingga para penjaga dan ksatria keluar dan melindungi kerajaan.


Tusuk saling menusuk, tebas saling menebas, banyak "fire apparition" Abyssal Pyromanchers dilancarkan. Dan Abysswalker sibuk dengan membumi hanguskan semua prajurit dengan Art of Hell.


Untuk sementara pihak Corrupted Alex memenangkan pertempuran ini. Namun, tidak lama kemudian...


*Boooom....!


Seperti seseorang dari langit jatuh menghantam semuanya tak terkecuali.


"Maaf atas keterlambatannya, rasanya momen ini adalah tepat untuk kami!" Ucap seorang perempuan berambut putih pendek.


"Hah?" Alex dari kejauhan terkejut.


Sementara, Warrance dan Dullahan yang menonton juga ikut terkejut.


"Oke tim, mari kita beraksi!"


Perempuan berambut putih itu menggunakan sebuah sihir yang mengeluarkan petir berantai. Kemudian, sihir cahaya dikeluarkan oleh Elf yang membutakan pandangan.


Dan kesempatan itu diambil oleh Pria Beastman untuk membersihkan semuanya.


Tidak sampai semenit, 5.000 Undead sudah habis.


Dengan berani, wanita itu melawan dua Abysswalker yang memanas. Namun, tidak menjadi ancaman baginya.


"Apa-apaan dengan pertahanan tubuh sepertinya? Tak ada goresan sedikitpun di tubuhnya!" Heran Alex.


"Dan sekarang, Beastman itu sudah menghabisi 3 Abyssal Pyromanchers ku dengan sekali tembak saja? Tak dapat dipercaya!" Alex yang semakin panik.


"Nah sekarang giliran mu!" Wanita berambut putih itu sudah di belakang Alex.


"Hah...? Bagaimana bisa..."


"Hehehe... Bawahan mu sudah ku kalahkan semua lho! Tinggal kamu saja yang tersisa! Hehehe..."


"Cih... Dasar! Kalau begitu... mari bertarung!" Ucap Alex dengan menggunakan armor yang sama dengan Abysswalker.


"Leee.... Kamu masih menggunakan armor itu lagi? Ada kata-kata terakhir?" Ejek wanita itu.


"Sebelum kita bertarung, kita harus tahu nama satu sama lain. Siapa namamu?"


"Oh... hanya itu kata-kata mu? Oke, aku adalah Immortal Human, Grace Libele."

__ADS_1


"Aku adalah The Greed Necromancher, Alex."


"Sudah begitu saja kah? Kalau begitu..."


Tanpa selesai berkata, Grace langsung bergerak cepat menyerang Alex dari atas.


*Cetaaaang....!!!


"Pergerakan yang bagus, Alex! Tapi apakah kau bisa menahan ini?" Grace secara tiba meninju dagu Alex dengan sangat cepat.


Alex terpental jauh sekali...


"Woi Bodoh! Kau tidak akan kuat melawannya! Mending kau gunakan teleportasi mu!" Ucap Warrance melalui telepati.


"Untuk sekarang, aku tidak bisa menggunakan sihir itu! Sepertinya dia memasang penghalang teleportasi sebelumnya."


"Sial! Bertahanlah!"


"Itu saja kemampuan mu, The Greed Necromancher?" Grace yang cepat menyusul Alex.


Sebuah lingkaran sihir muncul di depan Alex. Memunculkan Warrance.


"B-Bagaimana kau bisa masuk?" Heran Grace.


"Heh... itu akan menjadi beban pikiranmu. Untuk sekarang, kami pamit dulu!" Warrance menarik Alex dan menghilang begitu saja.


Grace terpaku, dan sedang berpikir sejenak.


"Seharusnya tidak ada yang bisa menjebolnya. Tapi, wanita itu terlihat berbeda! Aku rasa dia termasuk musuh kuat yang tidak ku ketahui."


Tanpa ambil pusing, Grace dan temannya pun memenangkan pertempuran itu. Kemudian, isi kerajaan merayakan nya dengan pesta gembira.


____------_____-------_____


Mereka berdua kembali ke markas...


"Sudah ku bilang kan, jangan terlalu gegabah melakukan misi ini! Untung saja aku menonton mu dari jauh!" Marah Warrance.


"..."


Warrance memukulnya sampai pingsan.


"Dasar! Aku rasa kelinci percobaan kita belum siap untuk meruntuhkan kerajaan itu."


Kemudian, ia membawanya ke tempat Blood Shaman.


Keesokan harinya...


"Siapapun kau! Jika kau berani berurusan dengan Speaker Of Darkness, maka hidup akan dibuatnya sengsara!" Suara misterius terdengar di pikiran Grace.


"Cih... kalau kau memang berani, jangan hanya berbicara lewat telepati, langsung hadapi aku!"


"Begitu kah?"


"Dan dengan ancaman kecil ini, tekad ku akan padam begitu saja? Tidak akan!"


"Hoo... kita lihat saja nanti! Hahahahaha......!!!!"


-


-

__ADS_1


-


Bersambung...


__ADS_2