
Tak ada yang sanggup memecah suasana mendebarkan ini, bahkan badai salju sekali pun. Mereka tidak berjatuhan hari ini--- mungkin ini ulah dia. Semuanya sedang menyaksikan pertarungan epik dari kedua entitas kuat.
Terlihat sangat mencolok pada perbandingan tinggi mereka berdua. Tak menutup kemungkinan pada dia yang menyandang nasib kemanusiaan sanggup menang akan takdir terburuk itu.
"Hehe... hehe... hahaha...!!! Baiklah, majulah kalian satu per satu! Rasakan lah kepedihan dari kekalahan sesungguhnya!" Triple D menghantamkan kakinya dengan keras, mengguncang apapun--- tak ada yang menyangka, itu adalah sebuah tarikan gravitasi yang kuat menuju inti bumi.
Dari jauh, Alex melihatnya cukup terkejut hanya sebuah hentakan saja. Membuatnya berpikir alangkah baiknya menghindari konflik berkepanjangan.
"Oh tidak! Kau tidak akan..." ucap dia yang menerjang hanya dengan kedua kakinya.
Memangnya siapa lagi orang yang mengetahui hal ini dan membuat pusaran air dibawah Alex, menghindarkan mereka berdua dari serangan monster raksasa itu.
"Eh... apa yang terjadi? Barusan seperti aku tersedot ke dalam air!" gumam Alex yang linglung.
"Kau tidak apa-apa, Alex?" tanya seorang dari balik bayang rimbunan pohon.
Berkat keberkahan dari Mighty W, semuanya terlepas efek negatif, termasuk Natan dan Eryka yang berucap syukur.
"Trik kotor mu tak akan berlangsung lama! Hadapi saja lah aku, dan urusan kita akan beres!!" ujar Mighty W dengan optimisme.
Badannya yang bongsor itu tidak pernah menghambatnya, sekejap memberikan efek dorongan besar beserta dirinya. Membuat mereka terjatuh terguling-guling ke bukit terjal dan berakhir menghantam sebuah batu besar.
"Matilah, bersama dengan para serangga mu itu!!" teriak Triple D yang melancarkan serangan pertama.
"Kau pikir ini sanggup menghentikan ku?!" Balas Mighty W memberikan pancaran cahaya yang kuat.
Selama pertarungan yang sengit ini, Natan yang sedang menantang maut, mengajak Eryka untuk membantunya.
Triple D yang terpojok telah menerima banyak serangan beruntun, dikagetkan dengan kemunculan Natan yang melompat ke punggungnya memberi niatan akan serangan kejutan.
Leher yang tergores-gores apapun itu tak menghentikannya, langsung menggapai laki-laki malang itu lalu menghantamnya ke tanah dan menginjaknya dengan keras sampai tak sadarkan diri.
Beruntung keberkahan Mighty W menyertainya, sehingga dia terlindung oleh perisai kuatnya yang kini sudah rusak parah.
Di sisi lain, sama halnya dengan Natan, Eryka dari kejauhan memberikan kerusakan cukup kuat, mengganggu pertarungan dari kedua makhluk kuat itu.
Pria besar itu tak membiarkannya begitu saja, ia pun memerintahkan segerombolan mayat hidup untuk menghadang Eryka.
"Apa ini? Dari mana mayat-mayat ini berasal?!!" Eryka yang panik akan kemunculan Undead dari dalam tanah.
Dengan waktu bersamaan, seseorang dengan zirah khas nya datang bak ksatria pahlawan menyelamatkan gadis malang itu dari segerombolan Undead. Dan diikuti oleh dua gadis misterius di belakangnya.
"Haha... seharusnya aku ikut dalam misi ini. Kau tak bilang kalau misi ini bakalan seseru ini, Eryka!" bisik laki-laki berzirah itu.
"Hah? Siapa sebenarnya kalian? Bagaimana kau bisa tahu aku?" tanya Eryka kebingungan.
"Tentu saja lah. Bagaimana kau masih tidak mengenali gaya rambut khas ku ini, Eryka." ucap salah satu gadis itu melepas masker hitamnya.
"Zet, kau selalu saja berpikir bahwa kau itu orang terkenal." lirih gadis terakhir.
"Tentu saja lah, buktinya kau selalu mengenaliku setiap saat, hehe..." Zetta dengan percaya dirinya mengatakan hal itu.
"Itu karena aku adikmu, bodoh!" geram Emma dengan nada datar.
"Loh, kalian? Bagaimana kalian bisa tahu akan hal ini?" tanya sekali lagi Eryka.
"Apa kami harus menceritakan nya? Kami hanya membuntuti Mighty W kesini." jelas Julian.
"Dia pun mengatakan, 'nanti dulu untuk sesi tanya jawabnya, anak-anak! Mighty W akan segera kembali setelah urusan darurat ini!'. Tak lupa dengan senyuman nya yang selalu menghibur anak-anak setiap saat." ungkap Emma.
"Lantas, dimana Lucien?" tanya Eryka.
"Tak perlu khawatir, dia dalam perjalanan." jawab Julian.
Sementara itu, keadaan Alex...
__ADS_1
"Apa?! Bagaimana bisa..."
"Ceritanya agak panjang. Sebaiknya kamu bergegas mengantarkan dia ke tempat yang aman!" perintah Lucien yang memperlihatkan wujudnya.
"Tapi... aku ingin membantu Eryka sekarang!" tawar Alex.
"Terus... beritahu aku bagaimana dia kembali pulang! Kau membiarkannya jalan kaki sendirian?" balas Alex agak kesal.
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja kaki ku lelah untuk membopong beban berat ini." papar Alex sambil mengalihkan pandangannya ke lain.
"Bodohnya aku! Hei, Nona! Gunakan kaki kecilmu untuk menyisiri hutan lebat ini! Kau mengerti!?" tekan Lucien dengan tatapan tajam.
"Iya-iya... aku mengerti!" lirih gadis itu yang ketakutan.
________-----------________-----------_______
"Nah, sekarang adalah giliran ku!" tantang Triple D sembari menahan Natan dan dijadikan sandra.
"Lebih baik kau lepaskan dia! Dia tak ada hubungannya dengan urusan kita!" Mighty W menahan serangannya.
"Heahahahaha... serangga seperti dia harus diberi pelajaran, gagal dalam serangan kejutan? Menyedihkan sekali!" ejek Triple D semakin mengintimidasi.
"Ugh..."
"Heh... begitu saja kau langsung lesu? Terima saja ini!" Hinaan itu memberikan dampak signifikan.
Pancaran sinar laser pekat menembus dada Mighty W, tak ada yang sanggup bertahan akan serangan itu selain dia.
"Lepaskan aku...!!!" teriak Natan yang siuman.
"Hehe... tak ada jalan lagi untuk keselamatan mu!"
"Lagi dan lagi, kegagalan selalu menjemput. Tak ada yang bisa ku lakukan lagi. Akankah kematian pun ikut membonceng juga?" batin Natan dengan pasrah menerima nasib.
"Bagaimana bisa...?" heran Natan.
"Kau tahu, membiarkan mu hidup sudah paling buruk! Namun, akan lebih baik mengambil jiwa mu dan mempermainkannya.... Selamanya...!!!" papar Triple D.
"..."
Sudah tak ada harapan lagi pikirnya Natan.
Dari arah berlawanan, sebuah serangan lain dilancarkan--- Tidak ada yang pasti siapa, tetapi sihir air berbentuk hiu dengan mudah ditangkis hanya dengan tangan kosong.
"Heh... serangan sama tak akan berdampak berbeda! Tunjukkan dirimu jika tidak ingin teman mu mati!" ancam Triple D.
Sosok Lucien dengan gesit membuka penyamarannya dan melakukan hal sama--- serangan kejutan lagi. Tetapi itu bukan hal serangan kejutan.
"Cih... ternyata hanya bayangan! Aku tahu kau di sana... Eh... Apa?!!" Terkejut lah dia yang rakus. Dengan mudah dibodohi dan menghilang lah sandra nya.
Melihat sudah berada di kejauhan membuat kemurkaan berlebihan, mengguncang daratan yang mereka pijak beserta dahsyatnya badai salju untuk sekarang.
"Semuanya! Kalian semua harus pergi dari sini, secepatnya!!! Tak ada alasan lagi dan tinggalkan tempat ini sekarang juga!" perintah Mighty W lewat telepati salah satunya.
Lucien pun segera mengarahkan teman-temannya untuk meninggalkan Mighty W. Sementara pahlawan gagah itu akan menghadapi teror baru umat manusia, Enraged Deep Darkest Defeat.
Melewati hamparan reruntuhan salju bukanlah hal mudah. Mereka berusaha mengerahkan semua tenaga mereka untuk keluar dari zona bahaya.
Zetta dan Emma yang mengerti lika liku dari hutan, menggunakan kemampuan mereka untuk menuntun semuanya melewati bahaya yang ada.
_______---------_________------------__________
"Hehahaha... sekarang, tak ada gangguan lagi. Bisakah kita melanjutkannya?!" tantang Mighty W dengan santainya.
"Grrrhhh... Manusia bodoh! Kalian tidak tahu yang sedang kalian hadapi sekarang!" murka Triple D dengan aura menyelimuti yang memberikan dampak negatif di sekitarnya.
__ADS_1
"Hmmm... aku anggap itu jawabanmu. Maju lah, monster jelek!" ejek sang pahlawan tanpa gentar.
Melesat bak suara, Triple D menghilang sesaat dan menghantamkan sebuah kepalan tangan amat dahsyat.
Benturan dari kepalan tersebut menghasilkan gelombang kejut kuat sanggup memberikan kerusakan yang layak terhadap telinga.
Pertarungan mereka diketahui dan didengar oleh warga sekitar, namun tidak untuk mendekatinya. Terus bertarung sampai akhirnya salah satu dari mereka tak dapat mengimbangi.
Efek kesialan yang dipancarkan oleh Deep Darkest Defeat tak sanggup menandingi status keberuntungan dari lawannya. Meskipun ia sanggup menurunkan status tersebut, masih tetap tak berdampak signifikan.
Hal itu membuatnya kalah telak oleh pahlawan--- terhempas ke belakang menghancurkan setiap benda yang dilaluinya.
"Cih... bagaimana 'Sang Kekalahan' bisa kalah dengan manusia biasa? Kau sebut apa dirimu sekarang?!" ejek wanita berambut ungu yang secara tiba muncul.
"Berisik! Aku tak peduli dengan ocehan mu, ******!" bentak Triple D.
"Oh... jadi kau sudah berani ya? Kita lihat saja bagaimana kinerja mu di hadapan Speaker Of Darkness!" tantang wanita itu.
"Heh... siapa lagi wanita cantik satu ini? Hei cantik, sebaiknya kamu tidak di sini! Disini sangat berbahaya!" teriak Mighty W yang berniat meledek.
"Jadi... kau kalah dengan dia ya?! Memangnya apa yang bisa dia lakukan?!" hinaan sekali lagi menampar Triple D.
"Oh... jadi kau temannya dia ya? Pantas saja dengan penampilan buruk mu itu... hahaha!" ledek si pahlawan dengan cekikan.
"Mungkinkah kau kalah dengan hinaan dia? Hehehe...!!"
"Ada apa? Kenapa kalian tidak menyerang lagi? Memangnya aku bisa menang sesingkat ini?!" ucap dari mulut si percaya diri.
"Heee... maafkan aku sudah membuatmu menunggu. Kau tak perlu khawatir, dia ini tak dapat diandalkan sekali! Jadi... aku akan menggantikan nya!" ungkap wanita itu.
"Ngomong-ngomong, siapa namamu?" tanya si pahlawan.
"Namaku? Panggil saja, Warrance." sahut Warrance.
"Baiklah nama yang bagus! Aku rasa aku akan menggunakan ini saja untuk membuat rekor baru!" gumam Mighty W sambil mengeluarkan sesuatu.
Dia lah Sang Pahlawan, diberkahi dengan kemampuan bak dewa, menjadi salah satu pion penompa umat manusia. Pedang legendaris yang ia keluarkan adalah senjata dewa dipercaya kepadanya untuk menghapus segala bentuk kejahatan di seluruh dunia.
"Akan ku izinkan kau untuk menyerang terlebih dahulu." papar Warrance dengan senyuman licik.
"Hahaha... sopan sekali kamu ini! Sayangnya, kau harus mati disini! Untuk itu... matilah!!!" seru Mighty W langsung menyerang menusuk ke depan.
"Apa? Bagaimana ia tidak bergerak sama sekali?! Bukankah ini cukup aneh? Padahal dia sudah di ujung kematian! Bagaimana bisa...!?" batin pahlawan sebelum ia berhasil menusuk wanita itu dengan pedangnya.
Wanita itu hanya diam saja seolah pasrah menerima takdirnya. Seperti hal pada umumnya, pedang itu menimbulkan kerusakan parah, darah bercucuran membasahi senjata berkilau itu.
"Ahaha... jadi semudah ini kah?" ejek pahlawan yang sombong itu.
Tak berselang lama, wanita itu tersenyum mengerikan. Benar saja, tak sempat menyadari, ia sudah terkurung di penjara beku alias membeku secara instan.
Tak dapat berbuat apa-apa, bongkahan es itu tidak biasa. Biasanya ia sanggup terbebas dari segala macam sihir negatif, tetapi ini lain beda.
"Hehehe... Sejarah mu sudah berakhir, pahlawan sombong!"
Warrance dengan cepat mencabut pedang yang menusuk di dadanya, lalu ia pun menebas kepala pahlawan dalam keadaan membeku begitu saja.
"Hehehahaha... bagaimana Deep Darkest Defeat?! Apakah kau kesulitan menghadapi kroco seperti dia, Hah?!! Hahahaha...!!" tawa gila menggelegar.
-
-
-
Bersambung....
__ADS_1