
Sesudah menceritakan semua masalahnya pada sahabatnya itu, membuat perasaan Reina sangat lega.
Tapi ia masih tidak mau untuk pulang ke mansion, enggan bertemu dengan Suaminya tersebut. Siska pun mengizinkan Reina menginap semalam, hanya semalam melebihi itu Siska tak memberi izin.
Sore pun telah berganti dengan malam, hari mulai menggelap banyak bintang bertaburan di langit. Reina mulai merindukan Anak serta suaminya, biasanya mereka lagi bercanda gurau bersama.
“Aku akan meninggalkan Alex, kalau Ia ingin bersama Anak-anak juga Aku akan memberikan Hak Asuk padanya”. gumam Reina seorang diri
Akhirnya Reina terlelap dalam tidurnya, setelah berpikir sendirian tentang keluarga kecilnya yang hancur.
Minggu Pagi
Reina bingung ketika Ia bangun bukan berada di kamarnya melainkan di kamar siska. Ia lupa kalau semalam tidak pulang, dan malah menginap di rumah sahabatnya itu.
Reina pun beranjak dari kasur untuk membersihkan diri, selesai mandi Reina segera mencari dimana keberadaan sahabatnya itu.
Ternyata Siska tengah berkutat di dapur dengan masakannya, Reina duduk menatap heran sahabatnya yang sudah banyak berubah.
Makanan telah di sajikan oleh siska di meja makan, sambil makan siska mengajak berbicara Reina.
“Setelah makan pulanglah, dan selesaikan masalahmu”. ucap Siska santai
“Hmm”. sahut Reina malas
__ADS_1
“Ingat pikirkan Anak kalian”. kata Siska menasehati
“Iya, kau bawel sekali!“ gerutu Reina jengkel
Sesudah selesai makan mereka berdua membereskan meja makan sampai bersih. Reina pun akhirnya izin pamit untuk pulang, dan di angguki sambil berpelukan oleh Sahabatnya.
Ia pun memasuki mobilnya dan menjalankannya menuju mansion nya, walaupun masih enggan untuk bertemu Alex tapi harus tetap pulang.
Sampai di mansion, Reina segera memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Reina segera bergegas memasuki mansion, berjalan ke dalam melewati ruang keluarganya.
Di situ terlihat Alex sedang mengobrol dengan teman wanitanya, Reina yang melihat pun hanya masa bodoh dan langsung melengos untuk menaiki tangga menuju kamarnya.
Tapi saat ingin menaiki tangga, Alex memanggilnya dan di memberi isyarat untuk menghampirinya.
“Halo, Apa kabar?”. sapa wanita itu
“Kabar baik”. jawab Reina cuek
“Oh, iya Rei kenalkan dia ini sepupuku namanya meta”. kata Alex menjelaskan pada Istrinya
“Hmm”. gumam Reina malas
“Dia yang Kau lihat di cafe tempo hari Sayang”. kata Alex memberitahu Istrinya
__ADS_1
“Maaf ya, kami tidak memberitahu mu kalau sedang bertemu diluar”. ucap Meta yang merasa bersalah pada Kakak Iparnya
“Oh, iya tidak apa-apa”. jawab Reina singkat
Mereka bertiga pun mengobrol bersama, Meta menceritakan kenapa Alex terus saja berdua dengannya ternyata ada suatu projek kerja antara Meta dan Alex.
Meta adalah sepupu Alex yang berasal dari belanda, Meta adalah Anak dari Adiknya Daddy-nya alex.
Reina yang telah curiga pada Suaminya sampai malu setengah mati, Ia pun tidak berani menatap wajah sang Suami.
Karena hari sudah mulai sore, Meta memutuskan untuk pamit pulang karena menurutnya sudah terlalu lama mereka mengobrol
Saat Meta hendak pamit, datanglah Railo dan Raisya yang baru pulang bermain dari taman belakang Mansion
Alex juga mengenalkan Anak-anaknya pada Meta, Railo dan Raisya menyambut baik perkenalan mereka pada Aunty nya.
Sesudah kepulangan Meta, Alex berlalu ke kamar terlebih dahulu. Meninggalkan Reina serta Railo dan Raisya yang sedang mengobrol.
Reina izin pada kedua Anaknya untuk menyusul Papahnya ke kamar, dan diangguki saja oleh Anak-anaknya itu.
*Bersambung*
Ig: hanraeneull
__ADS_1