
Mereka berlima memasuki Mansions, dan langsung menuju kamar masing - masing. Sedangkan di kamar pasangan suami istri ini menambah anggota baru yaitu Baby Aira.
Selama Tiga Bulan ke depan Alex serta Reina sepakat akan tidur bersama dengan Baby Aira, setelah Baby Aira memasuki bulan keempat mereka akan memindahkan Baby Aira di kamar Raisya.
Di kamar Alex dan Reina sudah tersedia peralatan bayi, serta pakaian dan juga perlengkapan mandinya. Reina sangat ingin mengurus Baby Aria seorang diri tanpa bantuan pengasuh, dan di setujui oleh Alex.
Hari sudah semakin sore, waktunya memandikan Baby Aria. Alex menjadi seorang papah yang siaga ia menyiapkan semua keperluan Baby Aria untuk mandi dan juga selesai mandi.
Setelah selesai memandikan, Reina memakaikan baju Baby Aria dengan hati - hati. Alex melihatnya sangat senang, dan tidak lupa untuk mengabadikan moments ini dengan memfotonya.
“Sudah Rapih dan Cantik, anak Mommy”. ujar Reina
“Anak Papah juga dong”. sambil menciumi badan Baby Aria
Tok
Tok
Tok
Terdengar ada suara ketukan pintu di kamar mereka, Alex bergegas membuka pintu dan ternyata yang mengetuk itu adalah Raisya.
Raisya tanpa di suruh masuk, ia sudah menghambur ke dalam kamar untuk melihat adiknya yang sudah wangi.
__ADS_1
“Baby sudah cantik, sama kayak Kakak”. kata Raisya
“Iya dong, Kakak”. ujar Reina
Raisya asik menggoda adik kecilnya itu, sampai tertawa cekikin.
“Loh, Abang Railo dimana ka?”. tanya Mommy pada Raisya
“Mungkin di kamarnya My”. jawab Raisya masih sambil bercanda dengan adiknya
Saat Reina ingin keluar kamar dan menghampiri Railo, Alex menahannya Reina di suruh tetap berada di kamar karena Alex yang akan menghampiri putranya.
Alex keluar kamar meninggalkan Reina bermain dengan kedua putrinya, sedangkan Alex akan menghampiri putranya yang sepertinya masih kesal dengan dirinya.
Tok
Tok
Tok
Alex mengetuk pintuk kamar putranya, dan Railo segera membuka pintu kamarnya.
Ceklek
__ADS_1
“Silahkan masuk, Pah”. kata Railo dengan sopan
Alex pun memasuki kamar putranya itu, ternyata ia sudah lama sekali tidak masuk ke kamar putranya sanking sibuk dengan Pekerjaan dan juga Kehamilan Reina.
Alex jalan memasuki kamar Railo, melihat ke sekeliling kamar mengati apa saja yang ada di kamar putranya. Dan ternyata banyak sekali perubahan dalam kamarnya, yang membuat Alex sangat takjub.
“Siapa yang membuat ini, Son?”. tanya Alex sambil menunjuk ke arah sketsa yang ada di meja komputer
“Itu aku sendiri yang menggambarnya, Pah”. jawab Railo santai
Lalu Alex beranjak ke Ruangan lain yang ada di dalam kamar Railo, tapi di hadang oleh Railo karena papahnya tidak di perbolehkan masuk ke dalam Ruangan itu.
“Kenapa kamu menghalangi jalan Papah, Son?”. tanya Alex bingung pada putranya
“Papah tidak boleh kesana, aku tidak izinkan”. ucaP Railo tegas mengikuti sifat Alex
Alex mulai merendahkan dirinya bersejajar dengan putranya, agar bisa mengobrol lebih intens dengannya.
“Apa yang kamu sembunyikan, dari Papah sayang?”. tanya Alex
“Sebuah rahasia, cuman aku dan tuhan yang boleh tau Pah”. jawab Railo santai
“Papah, tidak mau tau! Papah harus liyat ke dalam Ruangan itu!”. paksa Alex pada Railo
__ADS_1
*Bersambung*