
Setelah berbicara dengan dokter, Akhirnya Reina serta Baby Aria di izinkan untuk pulang. Alex segera menyuruh pelayan yang ia panggil ke Rumah Sakit untuk membereskan semua barang barang milik Reina dan Baby Aria.
Sekarang sudah jam Dua Belas siang, mereka berlima meninggalkan Rumah Sakit untuk kembali ke Mansions.
Tapi sebelum ke Mansions, Anak Kembar Alex dan Reina meminta untuk makan siang di luar. Karena katanya mereka bosan dengan menu makan yang ada di Mansions.
Apalah daya Alex, ia pun menuruti kemauan Anak anaknya dengan senang hati tanpa bantahan apapun darinya.
Sebagai Papah dari Ketiga Anaknya, Alex ingin menjadi Papah yang selalu ada buat anaknya sekarang maupun nanti ketika mereka semua sudah dewasa.
Alex sengaja menyetir mobilnya sendiri, karena ia tidak ingin di ganggu dalam Moments Moments indah bersama keluarganya.
Sampai di restoran yang di request oleh Raisya, mereka berlima segera turun dan masuk ke dalam restoran.
Mereka di sambut oleh beberapa pelayan yang ramah - ramah serta sopan santun terhadap pelanggannya, Alex serta istri dan anaknya sudah duduk di bangku yang mereka pilih.
Pelayan datang menghampiri mereka, mengantarkan daftar menu makanan dan minuman yang tersedia di dalam restoran.
Mereka berempat memilih makanan kesukaan masing - masing, sedangkan Baby Aria hanya ketawa - tawa saat di goda oleh kakak kakaknya.
__ADS_1
“Railo”. panggil Alex
“Iya Pah”. jawab Railo
“Dengar Son, kamu adalah kakak tertua untuk kedua adikmu ini. Papah mau kamu bisa menjadi contoh untuk mereka”. kata Alex
“Aku tahu Pah, cuman..”. jawab Railo
“Cuman apa, Son?”. tanya Alex bingung
“Aku tidak mau mengajarkannya, dia sangat menyebalkan dan susah di atur”. ucap Railo sambil melirik ke saudara kembarnya
“Aku tidak mau menjadi Papah, Aku mau menjadi diriku sendiri!” tegas Railo
Reina yang melihat ke arah putra dan suaminya langsung ikut menimbrung untuk ngobrol, karena tidak ingin ada percekcokan saat makan siang bersama keluarga seperti ini.
Reina sebagai Mommy untuk ketiga Anaknya harus bisa adil, tapi tidak dengan Alex yang tetap menginginkan Putra pertamanya mejadi penerus dirinya.
“Lebih baik, kita tidak membahas ini disini sayang”. ucap Reina pada suaminya
__ADS_1
“Baiklah, sayang”. jawab Alex lembut
Reina yang sudah melihat Railo sangat jengkel terhadap papahnya tidak bisa tinggal diam, ia segera menyudahi obrolah Papah dan Putranya itu.
Pelayan pun datang di waktu yang tepat, membawakan makanan serta minuman yang sudah di pesan oleh mereka berempat.
Mereka berempat melahap hidangan dengan keheningan tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka, hanya ada suara tawa dari Baby Aria.
Selesai makan dan membayar tagihannya, Alex serta Istri dan Anaknya segera langsung kembali ke Mansions untuk beristirahat.
Railo yang tadinya duduk di kursi depan samping Alex, memutuskan untuk pindah duduk ke belakang bersama dengan Raisya.
Tapi itu di tolak keras oleh Papahnya, yang menyuruh Railo untuk kembali duduk di kursi depan samping Papahnya tersebut.
Sejengkel - jengkelnya Railo dan Raisya terhadap Papah mereka, Tapi tetap saja ketika Papahnya sudah berkata A mereka wajib mematuhi dan menurutinya.
Setelah perjalanan selama Tiga Puluh Menit menuju Mansions, mereka akhirnya sampai dan Alex memarkirkan mobilnya percis di halama depan Mansionsnya.
*Bersambung*
__ADS_1