Failed Marriage!

Failed Marriage!
episode 55


__ADS_3

Mereka berlima menikmati sarapan pagi dengan nikmat, Reina duduk berdua dengan Aria karena Aria belum bisa makan sendiri.


Sesudah selesai sarapan, Suami serta Anak Anaknya bersiap untuk berangkat ke sekolah dan ke perusahaan.


Reina mengantar Anak dan Suaminya sampai halaman, sambil melihat mereka pergi meninggalkan Mansions dengan Mobilnya.


Reina pun masuk bersama Aria ke dalam Mansions untuk membereskan meja makan, tapi sampai Ruang Makan semua terlihat bersih sudah ada yang membereskan.


Padahal Reina ingin bahwa urusan dapur adalah pekerjaannya, karena tidak jadi membereskan dapur Reina serta Aria kembali ke kamarnya untuk istirahat dan menemani Aria main.


Aria mempunyai begitu banyak mainan seperti kakak - kakaknya, walau bukan Aria sendiri yang minta tapi Alex serta Mertua Reinalah yang membelikan semua mainan Aria.


Reina sebagai Mommy sudah berkata pada Suaminya, untuk tidak membelikan mainan terus menerus karena Aria tidak selalu bermain itu.


Tapi tetap saja di abaikan oleh Alex, setiap pulang kerja Alex sudah membawa beberapa mainan untuk Anak - Anaknya.


“Mommy”. kata Aria sambil menepuk paga Reina


“Iya Sayang, kenapa?”. jawab Reina sambil mengelus kepala Aria


“Alia angen Papa”. ucap Aria yang masih cadel

__ADS_1


“Aduh Anak Mommy, Papa kan baru berangkat ke kantor sayang”. jelas Reina


“Pengen Papa, Lia mau papa”. kata Aria matanya berkaca - kaca


“Aria, lihat Mommy Nak”. ujar Reina pada Aria yang hampir ingin menangis


“Untuk sekarang bagaimana kalau kita VideO Call Papa saja ya, Nak?”. Reina berdiri dari tempatnya untuk mengambil ponselnya


Di layar Ponsel Reina, terlihatlah Foto keluarganya yang menjadi wallpaper di Ponselnya.


Reina mencoba menghubungi Alex lewat Video Call tapi belum di angkat - angkat yang membuat Aria semakin ingin menangis.


Panggilan pertama terputus, Reina mencoba menghubungi Alex kembali menunggu beberapa detik dan akhirnya di angkat.


“Papapapapaa”. ucap Aria sambil menepuk ponsel Reina


“Papa lagi kerja dulu ya sayang”. kata Alex pada putrinya


“Lia mau papa di cini, hiks hiks”. ucap Aria sambil menangis


“Nanti Papa pulang ya sayang, sama Abang juga Kakak”. jawab Alex menenangkan Putrinya

__ADS_1


“Janji ya Pah, Lia tunggu Papa”. kata Aria


“Iya Papa, Janji Sayang”. ucap Alex


“Sayang, Reina”. panggil Alex kepada Istrinya


“Iya Sayang, kenapa?”. sahut Reina sambil meminta Ponselnya pada Aria yang kembali main


“Aku harus kembali Meeting Sayang, nanti jam makan siang aku pulang”. ucap Alex


“Baiklah Sayang, maaf sudah menganggu pas kamu lagi sibuk”. kata Reina


“Anything for you Honey, waktu ku untuk keluarga selalu yang pertama”. kata Alex dan panggilan Video Call pun berakhir


Melihat Aria sudah kembali main, setelah habis Video Call Alex membuat Aria begitu tenang.


Wajar Aria begitu, karena ia sangat begitu dekat dengan Papanya jadi terlihat seperti manja yang tidak ingin di tinggal pergi kemana pun oleh Papanya.


Lain hal dengan Abang Railo dan Kakak Raisya justru mereka cenderung lebih dekat ke MommyNya, tapi tetap saja mereka menurut juga pada PapaNya.


Reina kembali menaro Ponselnya di atas nakas samping tempat tidur, dan kembali menghampiri putrinya yang sedang asik bermain sendirian.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2