
Jangan lupa biasakan Vote + Like sebelum membaca ya, supaya bisa mensupport author biar lebih semangat update nya. semakin banyak like + Vote bisa membuat aku semakin cepat update. terimakasih :)
*
*
*
Mereka pun masuk ke dalam Ruang Kantor Alex, dengan posisi Raisya di gendongan Papanya, Ariadi gendongan Mommy Nya sedagkan Railo memilih berjalan sendiri.
“Pah, apa kita jadi berangkat nanti malam?” tanya Reina
“Tentu saja jadi dong Sayang, mereka semua sudah menunggu kedatangan kita” jawab Alex
Anak - Anak berkata ingin istirahat di Ruang Pribadi Papanya, dan Alex langsung mengizinkan Anak - Anaknya beristirahat di situ.
Sementara Alex mengantar Anaknya ke Ruangannya Reina duduk di sofa sambil membaca sebuah majalah, dan terhenti saat tiba tiba ponsel Reina berbunyi.
Kring.. Kring.. Kring..
“Halo” sapa Reina
“..... ”
“Benarkah? ” jawab Reina
“..... ”
__ADS_1
“Apa kau punya bukti? supaya aku bisa percaya?” jawab Reina lagi
“.....”
“Oke ayo kita bertemu” tawar Reina
“.....”
“Bye” kata Reina sambil mematikan ponselnya
Alex yang sedari tadi memperhatikan Reina yang sedang telpon pun, tampak heran dan kebingungan.
Karena tidak biasanya Reina menerima panggilan telpon di ponselnya saat sedang bersama Alex, karena itu di larang keras sama yg membuat aturan itu. hahahaha
“Siapa yang menelpon mu Sayang?” tanya Alex sambil berjalan menghampiri istrinya
“Kamu ingat kan Sayang, kalau kita sedang bersama tidak boleh ada yg menyentuh ponsel?” ucap Alex dengan penuh penekanan
Memang benar yang Alex ucapkan itu, karena peraturan yang sudah di buat adalah salah satu kesepakatan bersama.
“Tadi aku pikir kamu lama di dalam bersama Anak Anak jadi aku menjawab telpon sebentar Sayang” Reina menjawab dengan membela diri
Reina menjadi sangat gugup dan canggung di tanya seperti itu oleh Suaminya sendiri, karena ia belum terlalu yakin dengan orang yang menelpon tadi.
Reina berdiri dari tempatnya dan menghampiri tepat dimana Suaminya berada, memeluk dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Suaminya tersebut.
“Tadi ada seseorang yang menelpon, dan bilang kalau dia adalah adikku Sayang” ucap Reina dengan panik
__ADS_1
“Adik? berikan ponsel mu biar aku cari tahu kebenarannya Sayang” kata Alex sambil membalas pelukan Reina
“Kamu harus ingat Sayang, kalau kita harus sama sama terbuka demi keluarga dan Anak - Anak kita” ujar Alex sambil membelai rambut Istrinya
Tok.. Tok.. Tok..
Sebelum menyuruh orang yang di luar untuk masuk, Alex mengajak Reina untuk kembali duduk di sofa bersama.
“Masuk” perintah Alex pada orang yang ada di luar
Orang itu masuk dan ternyata sekertaris pribadi Alex, yang datang membawa berkas untuknya.
“Tuan Muda ini semua laporan yang anda minta” ujar Boy sekertaris Nya sambil menyerahkan berkas itu ke Alex
“Letakkan saja di atas meja Boy, Apa persiapan keberangkatan Saya sudah siap semua Boy?” tanya Alex padanya
“Semua persiapan sudah hampir siap Tuan Muda, kita tinggal berangkat ke bandara sesuai jadwal saja Tuan Muda” jawa Boy dengan santai
“Baiklah terimakasih Boy, kau boleh keluar terlebih dahulu!” ucap Alex
“Baik Tuan Muda dan Nyonya Muda, Saya permisi terlebih dahulu” pamit Boy pada Alex dan Reina
Boy pun keluar dari Ruangan itu, dan kembali ke Ruangannya sendiri.
Boy adalah salah satu Orang kepercayaan Alex, bisa juga di sebut kaki tangan Tuan Mudanya.
*Bersambung*
__ADS_1