
Masih pada posisinya, Railo duduk di kursi tempat biasa Alex duduki.
Alex jalan mengahampiri putranya, dan duduk di kursi depan meja kerjanya sendiri saling berhadapan dengan putranya.
Railo masih menujukkan cengiran mautnya kepada Alex, seperti kebahagiaan sendiri untuk diri Railo pribadi.
Alex menatap wajah putranya yang sangat bahagia, berada di tempat yang biasa duduki itu.
“Railo”. panggil Alex
“Iya, Pah?”. jawab Railo santai
“Apa sekarang kau sudah berubah pikiran nak?”. tanya Alex
“Tentu saja tidak Pah, tapi ketika aku besar nanti juga ingin seperti Papah. Menjadi orang yang sukses dan berhasil”. jawab Railo
Mereka berdua saling bertukar pandangan, dan tertawa riang bersama.
Reina datang membawa Stelan baju kerja milik Suaminya, meletakkan di atas ranjang dan menyuruh Alex untuk bersiap.
Reina mengajak Putranya untuk kembali ke dalam Ruangan Pribadi Suaminya, mereka juga harus segera bersiap kembali ke Mansions.
Railo membantu MommyNya membangunkan kedua Adiknya, sedangkan Reina menyiapkan kebutuhan Anak - Anaknya.
__ADS_1
Anak - Anak sudah berapakaian sangat Rapih, mereka berempat pun keluar dari Ruangan itu dan menghampiri Alex yang sudah duduk di Meja Kerjanya.
“Wah, You look so good Dad”. seru Raisya
“Thanks You Princess”. kata Alex
Reina dan Anak - Anak pamit untuk pulang pada Alex, mereka di antar sampai masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan perusahaan.
Setelah mengantar Istri serta Anak - Anaknya Alex bergegas kembali ke Ruangannya, karena ada banyak berkas yang harus di selesaikan.
Mansions
Reina serta Anak - Anak sudah sampai kembali ke Mansions, Mereka kembali ke rutinitas dan kesibukkan masing - masing.
Tapi titik jenuh melanda pada diri seorang Reina, ia berfikir untuk tidak terus berada di Mansions yang hanya mengurus Anak dan Suaminya.
Ia bertekat untuk membuka sebuah usaha pribadinya, Reina berusaha meyakinkan dirinya untuk berani meminta izin Suaminya pada saat ia sudah pulang kerja.
Aria dan Raisya sedang asyik bermain bersama, sedangkan Railo lebih memilih untuk belajar di kamarnya.
Putranya itu benar - benar berbeda dengan kedua Putrinya, Railo lebih senang menyibukkan dirinya dengan belajar dan menciptakan ide ide barunya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, tapi Alex belum kunjung pulang juga.
__ADS_1
Anak - Anak telah menunggu untuk makan malam bersama, dengan terpaksa mereka hanya makan berempat saja tanpa Alex.
Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke kamar masing - masing.
Reina masih setia menunggu suaminya pulang sampai sekarang sudah pukul 10.00 malam, tapi Alex tak kunjung kembali juga.
Reina bergegas mengganti pakaiannya dan mengambil kunci mobilnya, ia berencana menyusul ke kantor Suaminya lagi walaupun sudah malam seperti ini.
Reina menitipkan Anak - Anaknya kepada pelayan di rumahnya, Ia tak memberitahu akan pergi kemana kepada pelayan.
Ia segera menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju Perusahaan Alex, sampai di perusahaan Reina segera menuju lantai paling atas dimana Ruangan Suaminya berada.
Saat sudah sampai lantai paling atas, Reina berpapasan dengan Sekertaris Pribadi Suamiya itu.
“Loh Nyonya Muda, sedang apa disini?”. tanya Sekertaris Alex
“Aku mencari Suamiku, Apa dia ada di Ruangannya?”. tanya Reina kembali
“Tuan tidak ada di Ruangannya, beliau sudah kembali dari Sore hari Nyonya”. jawabnya
“Apa!”. kaget Reina
*Bersambung*
__ADS_1