
Alex bingung ketika mendengar suara yang berbicara kepada Reina ternyata suara seorang anak kecil, bahkan semakin bingung ketika anak itu memanggilnya dengan panggilan "Mommy".
Kecurigaan mulai muncul di benak Alex mengenai kehidupan Reina setelah bercerai darinya.
"Apakah reina sudah menikah dengan orang lain?" batin Alex.
Alex dengan segera menghubungi Joe, menyuruhnya mencari tahu tentang kehidupan Reina lima tahun terakhir ini.
Pikiran-pikiran negatif bermunculan di otak Alex tentang Reina, bagaimana bisa ia mempunyai anak di usianya yang masih tergolong muda untuk menjadi seorang ibu?
Tapi tiba-tiba muncul pikiran tentang apa yang terjadi setelah dari Club Malam lima tahun lalu. Saat mereka bertemu dalam keadaan Reina mabuk berat, lalu pergi ke kamar Alex.
"A-apa anak itu ...? Ah tidak-tidak," gumam Alex bermonolog.
Disaat Alex sibuk dengan berbagai pikirannya, terdengar pintu kamar pribadi terbuka, menampakkan Reina yang baru bangun dari tidurnya.
Alex pun segera mengubah posisinya seolah sedang merapikan berkas lalu menghampiri Reina.
"Kau sudah bangun?" tanya Alex basa-basi.
"I-iya, Pak. Maaf saya ketiduran," sahut Reina. Ia merasa malu karena ia yakin Alex yang sudah memindahkannya ke atas tempat tidur.
"Tidak apa-apa, maaf sudah merepotkanmu. Dan terima kasih sudah menjagaku dengan baik," balas Alex.
Reina tersenyum kikuk, sedikit tidak percaya pria itu biaa mengucapkan terima kasih.
"Bagaimana keadaan Bapak? Apa sudah membaik?" tanya Reina demi menetralisir rasa canggungnya.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat, saya sudah baik-baik saja," balas pria itu.
"Baguslah kalau begitu."
"Oh iya, ini juga sudah sore. Sepertinya saya harus segera pulang. Permisi, Pak," tutur Reina seraya mengambil ponselnya yang terlihat ada di atas meja, juga mengambil tasnya yang ada di atas kursi.
"Biar saya antar, saya akan merapikan berkas sebentar," sela Alex.
Bukan tanpa alasan pria itu ingin mengantar Reina pulang. Ia juga ingin tahu di mana Reina tinggal sekarang dan dengan siapa ia di sana.
"Kau bisa menunggu di lobby," ucap Alex.
Reina hendak menolak tawaran itu, namun melihat Alex sudah sibuk merapikan berkasnya, ia pikir ia akan menolaknya nanti di lobby saja.
-
Sungguh menggemaskan bagi Alex.
Tunggu, apa katanya? Menggemaskan? Tidak, lupakan kalau Alex pernah berpikir seperti itu.
Reina mendongakkan kepala setelah ia melihat ada sepatu laki-laki di depannya.
"Ayo kita pergi," ajak Alex pada Reina.
Alex hendak memegang tangan Reina untuk membawanya ke arah mobil, namun Reina mencoba menghindari tangan pria itu dengan bergerak mundur.
"Ekhm, Pak. Sebaiknya saya pulang naik bus saja," tolak Reina dengan hati-hati.
__ADS_1
"Tidak bisa, saya akan tetap mengantarmu untuk membalas budi karena kau sudah merawatku," sanggah Alex. Ia tak mau ia tidak jadi mengetahui rumah Reina.
Mendengar itu, akhirnya Reina mengalah dan mengikuti Alex menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
Selama perjalanan mengantar Reina pulang, tidak ada satu katapun yang terucap dari keduanya. Hanya terdengar suara alunan musik yang Alex putar di dalam mobil sport-nya itu.
Reina merasa sangat canggung dengan posisi ini. Alex yang sekarang bernotabene bosnya sendiri, malah bersikeras ingin mengantarnya pulang kerumah. Padahal ia bisa pulang sendiri. Entah naik taksi ataupun naik bus, asalkan tidak bersama pria ini.
Wanita itu juga khawatir jika Alex akan memintanya untuk membawa ia ke dalam apartemen. Ia tak mau keberadaan anaknya akan diketahui Alex. Ia belum siap mengungkapkan semuanya.
-
Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di parkiran apartemen Reina. Wanita itu hendak langsung pergi setelah mengucapkan terima kasih. Namun pikiran buruknya malah terjadi.
"Kau tidak akan mengajakku masuk untuk sekedar minum air?"
Reina membuang napas jengah, ia tak mungkin menolak ucapan Alex itu. Akhirnya ia mengajak Alex untuk mampir. Sekedar minum air saja, dan dengan senang hati Alex menerima ajakan itu.
Reina sudah pasrah dengan keadaan yang akan datang sekarang ini. Ia yakin, cepat atau lambat pria itu memang akan mengetahui yang sebenarnya. Jadi, ya sudahlah.
Alex melihat ke sekeliling ruangan yang ada di dalam apartemen Reina, terlihat tatapan takjub di mata Alex karena kebersihan dan kerapihan tempat ini walau hanya apartemen yang sederhana.
Reina menarik napas kala mendengar suara kedua anaknya yang keluar kamar setelah Reina masuk ke apartemen. Anak-anak itu pasti mengetahui kedatangannya.
"Mommy!" ucap Railo dan Raisya.
Alex yang sudah duduk di sofa, nampak terkejut ketika Reina memeluk dua anak sekaligus.
__ADS_1
---