
Reina sungguh tidak percaya apa yang di sampaikan oleh sekertaris pribadinya Alex, bahwa Suaminya sudah pulang dari tadi Sore.
Reina merasa seperti orang bodoh yang mengkhawatirkan orang yang sama sekali tidak peduli dengannya, tanpa basa basi ia segera pergi meninggalkan Perusahaan Alex.
Melajukkan mobilnya kembali ke Mansions, sampai di Mansions ternyata Alex belum kembali juga.
Reina tidak menyangka Alex akan berbuat seperti ini kepada dirinya dan Anak - Anak, kekecewaan berlipat yang di rasakan Reina.
Ia berniat untuk mendiami Suaminya ketika ia pulang nanti.
Kring.. Kringg.. Kringg..
Alarm berbunyi pukul 06.00 pagi, Reina terbangun dan ia melihat Suaminya sudah berada di sampingnya.
Tanpa membangunkan Suaminya Reina beranjak dari ranjangnya, untuk bersiap - siap dan menyiapkan sarapan untuk dirinya serta Anak - Anaknya.
Sarapam telah tersedia di Meja Makan, Anak Anak sudah duduk di tempat masing masing dan melahap sarapannya tanpa bicara.
“Setelah kalian selesai sarapan, Mommy yang akan mengantar kalian sekolah”. ucap Reina
“Baik, Mommy”. jawab Anak - Anak bersamaan
__ADS_1
Railo, Raisya, Aria telah selesai sarapan, mereka langsung mengambil Tas dan Membawa bekalnya serta segera masuk ke dalam mobil.
Tanpa pamit pada Alex yang masih tertidur pulas di kamar, Reina pergi mengantar Anak - Anaknya ke Sekolah.
Sesudah mengantar Anak - Anaknya ke Sekolah Masing - Masing, Reina langsung menuju ke kantor Pengacara ia ingin menyewa Pengacara untuk dirinya.
Kantor Pengacara
“Selamat Pagi, Bu?” “Kenalkan saya Bram, yang akan jadi Pengacara Pribadi Ibu”.
“Pagi Pak, Baiklah Pak Bram”. “Saya Ingin bapak membantu saya menyiapkan Identitas Palsu supaya saya bisa pergi dari Negara Ini”. kata Reina
“Baik Bu, saya akan segera siapkan sesuai permintaan ibu. dan semua akan selesai dalam Satu Minggu”. ucap Pak Bram
“Baiklah Bu”. jawab Pak Bram
“Kalau gitu saya Permisi Pak”. ucap Reina meninggalkan Knator Pengacara
Setelah selesai berbincang dengan Pengacaranya, Reina menuju ke sebuah Cafe yang tak jauh dari tempatnya saat ini hanya saja perlu menyebrang sebentar.
Cafe
__ADS_1
Reina masuk ke sebuah cafe, ia memilih duduk di pojok dekat jendela supaya ia bisa memandangi bunga yang ada di luar Cafe tersebut.
Reina memesan minuman dan juga cemilan, untuk menemaninya saat ini.
Ia merasa sangat kacau dengan apa yang di lakukan Alex pada dirinya, menurutnya sunggug tega sekali Alex membohongi dirinya.
Pelayan datang membawa pesanan Reina, ia segera melahap makanan tersebut tanpa sisa sediktpun.
Mansions
Ughh..
Alex terbangun tepat pukul 10.00 pagi, ia melihat Reina sudah tidak ada di sebelahnya. Alex segera bergegas menuju kamar mandi untuk segera bersiap siap ke kantor.
Setelah berpakaian sangat rapih, Alex tak lupa membawa Ponselnya yang ada di atas nakas sebelah ranjangnya.
Ia pun menghidupkan Ponselnya yang lagi keadaan mati, ketika sudah hidup disitu bunyilah beberapa notifikasi pesan dan telpon dari Sekertarisnya.
Alex kaget ternyata ia sudah sangat telat sekali menuju kantor, Alex juga heran kenapa Reina tidak membangunkan dirinya dan malah meninggalkannya yang masih tertidur.
Tanpa berfikir panjang, ia segera keluar kamar dan menuju parkir mobilnya.
__ADS_1
Alex memilih mengemudikan mobilnya sendiri di saat sudah telat seperti ini, ia melajukan mobilnya sangat cepat tanpa peduli dengan rambu lalu lintas di depannya.
*Bersambung*