Feeling Attack

Feeling Attack
2. Coffe


__ADS_3

"TATAAAA! BANGUUNNN!" pekik Caca dari lantai bawah. Tetapi tidak ada sahutan dari sang punya nama.


"TATAAA! ELU DENGAR GAK SIH ?!" teriak Caca lagi.


Tik tok tik tok


Hanya terdengar suara jam dinding yang berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang—eh


"Ck kamarnya kedap suara apa gimana sih ?" guman Caca heran. "Oke baiklah karena Caca ini baik hati, murah senyum manis dan imut kebangetan. Dengan berat hati Caca harus naik tangga lagi untuk bangunin putri kebo yang sedang tertidur pulas." Dialog Caca narsis sambil menaiki tangga satu per satu.


Krek


Sudah ku duga


Tips Bangunin teman ala Caca


Pertama kalian harus pakai cara halus dulu.


"Tata, bangun sayang. Tata, udah jam setengah delapan lewat 30 detik nih. Kan semalam kamu udah janji mau temanin aku jalan-jalan." Ucap Caca lembut mengusap kepala Tata.


"Eugh.. 5 menit lagi Ma." Lenguh Tata merubah posisi nya membelakangi Caca.


"Lah ? dikira gua emaknya apa," gumam Caca mengernyit.


Oke gagal


Kedua cari titik sensitif di tubuh teman kalian, apabila sudah ketemu letakkan tangan kalian dibagian tersebut. Lalu lakukan pergerakan menggelitik untuk menimbulkan rasa geli di tubuh teman kalian.


"Yaah kok enggak mempan! Udah semuanya gua gelitikin juga. Ih keras hati nih Tata." Gerutu Caca kesal.


Jika kedua langkah tersebut gagal, terpaksa harus menggunakan langkah terakhir yaitu-


Tarik nafas hembuskan


Tarik nafas lagi hempaskan


"TATAAAAAAA!!! BANGUUUNNN!! MAS FARHAN ADA DI BAWAH TUNGGUIN LU!"


-Teriak 8 oktaf ala Caca


"APA ?!" kejut Tata dengan cepat ia beranjak dari tempat tidur ke kaca rias untuk membenarkan penampilannya.


"Gua udah cantik belum? ileran gua nggak kelihatan, kan ? udah oke kan gua?" panik Tata mengguncang badan Caca dan hanya dibalas anggukkan Cengo Caca. Lalu keluar dari kamar.


Tata ke sambet ya ?


"Ngapain dia keluar ?" bingung Caca. "Astaghfirullah, bakalan habis gua." Sambung Caca baru tersadar.


Caca yakin pasti di bawah Tata lagi absenin penghuni kebun binatang. Dan tak lama lagi Caca akan mendengarkan-


"TAAII! CACA SINI LU!" jerit Tata menggelegar.


Tuh kan


"Aduh-Aduh gimana nih? pasti dah putri kebo ngamuk." Panik Caca mencari tempat berlindung.


Dan pintu kamar pun terbuka menampakkan sosok yang telah di rasuki oleh amarah.


"Caca keluar lu! gua tau elu di kamar mandi! Pilih keluar sendiri atau gua dobrak nih pintu!" kata marah Tata.


Krek


"Hehe... jangan baperan dong, sumpah gua bercanda doang tadi. Beneran deh." Bela Caca mengacungkan kedua jari dengan mimik wajah seperti anak kucing.


Sial gimana gua bisa marah kalau kayak gini.


"Oke kali ini gua maafin elu." Nyerah Tata.


"Kalau nanti ?" sahut Caca polos.


"Oh... lu berencana lakuin lagi! Hah ?!"


"Eh bukan gitu maksudnya, tanya aja kok." Elak Caca.


"Awas aja lu." Ancam Tata.


"Udah sana keluar! gua mau mandi!"


"Eh, tapi jalan-jalannya jadi kan ?"


"Gak ada jalan-jalan hari ini!"


"Yaahh kok gitu si." Jawab Caca sedih. Kini kedua matanya sudah berair.


"Ck iya-iya jadi, udah sana keluar gua mau mandi nih." Decak Tata kesal. Sudah di bilangkan Tata selalu tidak bisa melihat ekspresi sedih sahabatnya.


"Beneran ?! yeeaayy oke gua juga siap-siap yaa. Gua tunggu di bawah cepatan yaa !" ucap Caca girang sembari keluar dari kamar Tata.


"Ck masih tingkah anak kecil," human Tata sambil menggeleng kecil. Kemudian berlayar ke kamar mandi.


***


Suara langkah kaki akibat gesekan sendal rumah pada lantai anak tangga membuat penghuni meja makan menoleh ke sumber suara. Menatap sahabatnya lalu mengiringi Tata untuk duduk dengan manis di kursinya.


"Nih makan Ta, gua buatin nasi goreng ala chef Caca dijamin lu bakalan ketagihan." Seru Caca manis. Meletakkan satu piring nasi goreng ala-kadarnya.


"Bumbu dapur udah pada habis ya ?" tanya Tata.


"Lah ? kok lu tau ?"


"Pantasan, hambar." Cibir Tata.


"Masa ?" ikut mencicipi nasi goreng buatannya.


"Iya yah, soalnya tadi garam sama mericanya tinggal sedikit yang masih banyak gula doang. Ya kali nasi goreng pakai gula." Jelas Caca.


"Habis jalan-jalan kita belanja keperluan dapur," ucap Tata sambil memakan nasi gorengnya.


"Oh iya beli penghuni kulkas juga ya ? Tuh kulkas kayak kuburan sepi banget cuma ada air putih doang. Makanya tuh nasi goreng kosong aja enggak ada yang melengkapi. Lu beli sayur kek bu--eh, kenapa tuh tangannya ?" Heran Caca melihat Tata mengadahkan tangan ke arahnya.


"Minta duit,"


"Hah?"


"Duit lu, siniin."


"Eh di mana-mana ya, tamu itu adalah raja. Gua kan tamu lu ya harus di fasilitasi dan diperlakukan dengan sangat baik dong. Lagian kagak ada Tuan rumah minta uang belanja sama tamunya." Jawab Caca sewot.


"Ada, gua yang pertama." Jawab Tata santai.


"Eh, lu--"

__ADS_1


"Enggak ada yang gratis di dunia ini sayang." Potong Tata.


"Kamprett!" maki Caca.


"Hahaha... bercanda kali, udah cepat habisin ini udah jam 9 tau." Suruhnya.


"Ck ini gara-gara lu juga tau, coba aja lu enggak bangun kesiangan. Mungkin sekarang kita udah di tempat tujuan kali." Omel Caca.


"Lu juga salah kali, bangunin orang dengan cara berbohong." Skamat Tata.


"Ya... itu ketidaksengajaan aja. Lagian berbagai cara telah gua lakukan untuk bangunin lu gagal semua. Cuma itu doang yang ampuh bangunin lu. Makanya lu jangan kayak putri kebo dong. Duhh... gua enggak bisa bayangin lu bener-bener berjodoh sama Mas Farhan. Kasihan gua sama Mas Farhan." Omel Caca sembari membayangkan kehidupan Tata selanjutnya.


PLETAK


"Sakit woy!" pekik Caca seraya mengusap lengannya yang barusan menjadi korban keganasan sahabatnya.


"Sembarangan kalau ngomong, kalau gua nikah entar pasti bakalan beda dong dengan sifat gua saat gadis." Jelas Tata tak terima.


"Apaan bangun kesiangan gitu terus masak aja jarang banget. Dapur polos, isi kulkas kosong, sering makan cepat saji. Gimana nasib la--"


"Ca, makin lu ngomel makin lama nih kita perginya. Gua batalin juga nih jalan-jalan biar tau rasa lu." Ancam Tata tak main-main.


"Eh jangan dong! nih gua makan!" turut Caca makan nasi goreng dengan lahapnya. Meskipun hambar dirasakannya.


"Good."


***


"MashaAllah cafe impian gua banget nih. Ternyata benar apa kata lu Ta. Cafenya enak banget, adem lagi." Seru Caca takjub.


"Iya dong gua gitu loh." Sombong Tata.


Mereka sekarang berada di cafe tak jauh dari apartemen Tata yang katanya menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda jaman sekarang. Dan ternyata bukan sekedar omongan semata. Cafe ini emang bener-bener asik dan nyaman banget.


Saat masuk ke cafe ini kita di sambut dengan nuansa alam. Banyak tanaman bunga-bunga cantik yang diperjualbelikan loh. Masuk ke dalamnya lagi ternyata berbeda dengan di depan tadi. Di sini kita di sambut dengan warna-warna yang kalem, perpaduan warna coklat—krem—gold begitu pandangan Caca. Sangat cantik.


Membuat pantulan cahaya di ruangan ini diredamkan oleh warna-warna tersebut. Dan tak hanya itu ternyata di sini juga dilengkapi room family, room meeting, dan kawasan anti rokok serta kawasan rokok. Di lantai juga terdapat tempat foto-foto yang instagramable banget. Di atas dibagi menjadi dua ada indoor dan outdoor.


Wow kira-kira berapa modal yang harus di keluarin ya ?


"Ck udah kali Ca, liatinnya sampai gitu bener. Gak capek apa?" keluh Tata. Bayangin Tata dengan turutnya mengikuti observasi Caca akan cafe ini. Dan hampir setengah jam mereka berkeliling. Dasar Caca.


"Ih gua tuh lagi mengamati tau menambah modal imajinasi gua nanti untuk membangun cafe impian gua." Jelas Caca.


"Sini pinjam hp lu." Pinta Caca.


"Buat apa ?"


"Fotoin gua di situ tuh, view nya bagus banget." Tunjuk Caca di bagian outdoor.


"Hp lu mana ?"


"Hehe ketinggalan." Cengir Caca.


"Ya udah cepatan." Suruh Tata. Buru-buru Caca mengambil pose terbaiknya.


"Siap, ya" Tata memberi aba-aba, yang dibalas angguk dari Caca.


"Oke..satu...duaa...tiga"


Crek


Crek


Crek


Crek


"Udah ? bagus gak ?"


"Iya udah, jangan meragukan kemampuan gua dalam mengambil gambar ya." Sombong Tata.


"Iya-iya, photographer abal-abal aja bangga." Cibir Caca. Eh tapi hasilnya oke juga sih.


"Ih sembarangan tuh mulut. Udah nih kita mau duduk di mana ? Dari tadi kagak jelas tau, malu di liatin terus sama mbaknya." Ujar Tata yang sadar sedari tadi di perhatiin sama pelayan cafe ini yaa mungkin dia bingung, nih orang mau pesan atau mau numpang foto-foto doang ?


"Ke bawah aja yuk, dekat meja barnya. Biar gampang liat mas-mas Barista ganteng hahaha..." canda Caca.


"Yeey itu kesenangan lu emang. Ya udah yuk ah." Ajak Tata. Mereka berdua pun turun ke lantai bawah menuju tempat yang dimaksud Caca.


"Permisi, ini buku menunya silahkan." Ramah pelayan cafe saat sampai di meja nomor 7—meja Caca Tata.


"Mbaknya mau pesan apa ?" Tanyanya ke Tata.


"Saya pesan Matcha Latte Icenya satu, terus cemilan nya Red Velvet Cakenya satu, sama Waffel Chocolate Ice Creamnya satu Toppingnya terserah. Hmmm...Dah itu aja, Mbak makasih." Jawab Tata sembari mengembalikan buku menunya.


"Kalau adik mau pesan apa ?" Tanyanya ke Caca.


Hah adik ?


"Oh saya mau pesan Espressonya satu. Kalau bisa gula nya dipisah yaa mbak. Terus Cappucino Icenya satu, Lattenya juga satu. Terusss ahh iya Frape sama Affogatonya satu ya mbak. Makasih." Jawab Caca. Mbak pelayannya menatap bingung Caca enggak apa-apa nih anak kecil minum banyak kopi ?


"O-oke tunggu sebentar yaa Mbak, Dek." Ujar mbak pelayan berlalu dari hadapan mereka berdua.


"Ngapa lu senyum-senyum." Tanya Tata heran. Caca senyum-senyum gak jelas.


"Mbak tadi manggil gua adik duhh ternyata benar yaa wajah gua ini baby face banget. Duhh jadi seneng." Girangnya sambil meraba muka mungilnya itu. Tata hanya memutar bola matanya jengah.


"Gua enggak tanggung ya. Kalau maag lu kambuh entar. Urus diri lu sendiri." Ancam Tata. "Udah pesannya kopi semua lagi enggak ada cemilannya."


"Isshh iya-iya kan tadi pagi udah sarapan. Lagian gua icipnya dikit-dikit kok nanti. Soal cemilan kan bisa minta punya lu hahaha..." balas caca senang.


"Ehh... enak aja lu itu jatah gua tau, lu kalau mau pesan lagi sana jangan ambil punya orang. Lagian kalau lu icip tuh kopi dikit-dikit sisanya lu kasih ke siapa, hah ?" ngegas Tata.


"Yaa lu kan ada." Jawab Caca santai.


"Gila lu! gua enggak terlalu suka kopi tau! mubazir banget deh lu. Enggak sayang duit banget." Jawab Tata kesal.


"Lah ? kan nanti yang bayarnya lu semua. Elu kan yang ngajak gua ke sini. Kata lu cafenya gaya gua banget dah. Tanggung jawab dong lu udah buat jiwa penasaran gua meronta-ronta." Balasnya santai.


"Lama-lama gua tekor tau punya teman kayak lu. Kapan gua bisa kayanya coba." Keluh Tata.


"Tenang rezeki udah ada yang ngatur, entar gua ganti."


"Beneran yaa."


"Iya.. tunggu gua nikah dengan orang kaya. Doain aja semoga jodoh gua kaya." Balas Caca santai sesantai di tepi pantai.


"Dasar sahabat lak--"


"Permisi, maaf ini pesanannya. Silahkan dinikmati mbak dan adiknya. Terima kasih." Potong pelayan cafe sembari meletakkan pesanan mereke berdua kemudian pergi.

__ADS_1


"Huaaa.... cantik banget ya hiasannya." Heboh Caca melihat tampilan Red Velvet Cake dan Waffle Chocolate Ice Creamnya Tata.


"He'ee kreatif banget orang yang buatnya. Awas tangan lu mau gua foto nih makanan." Ujar Tata menepis tangan Caca. Padahal kan Caca mau icip tuh makanan. Ah sudahlah lebih baik Ia mencicipi pesanannya.


"Hmm... pas dan... harum..." ucap Caca saat mencicipi Espressonya. Berahli ke Cappucino Ice dilanjutkan lagi ke Frape dan Affogatonya.


"Hmm...enak-enak semua." Sambungnya.


"Ih maruk lu! Enggak kasihan sama tuh indra pencicip lu yang disiram dengan berbagai macam rasa. Ih... gua enggak bisa bayangin deh," gedik Tata yang diacuhkan oleh sosok di depannya yang masih asik dengan aktifitasnya.


"Itu apaan lagi yang lu minum. Busa-busa gitu. Pop Ice ? emang enak?" tanya Tata heran melihat anehnya minuman Caca.



"Hahaha bukan tau. Enak kok mau coba ?" Tawar Caca yang langsung dibalas gelengan Tata.


"Ini namanya Frape Asal dari Yunani. Minuman es berlapis busa. Bahan-bahannya kalau gua enggak salah kopi instant, air, gula dan es habis itu baru deh di kocok atau di bland sampai berbentuk busa gitu." Jelas Caca.


"Oh terus yang di sebelahnya apa ? enak tuh. Ada Ice Creamnya ?" tanya Tata penasaran.


"Oh ini namanya Affogato asal dari Italia yang artinya tenggelam. Ini sajian es krim dalam cangkir atau mangkuk kecil yang disiram dengan espresso. Tuh liat tenggelamkan Ice Cream Vanillanya." Jelas Caca sembari mempraktekkan di depan Tata.



"Wuahhh gua mau coba dong." Girang Tata.


"Nih cobain aja. Gua kan enggak pelit gak kayak orang sono." Sidir Caca.


"Isshh... ya udah nih cobain Waffle punya gua." Malas Tata.


"Yeaayy... gitu dong. Kudu disindir dulu. Untung lu orangnya peka yaa, hahaha..." ujarnya senang. Akhirnya mereka saling mencicipi pesanan satu sama lain.


"Lu mau tau gak asal kopi dari mana ?" seru Caca tiba-tiba.


"Emangnya dari mana ?" tanya Tata.


"Dari Abyssina, lawas Afrika yang sekarang mencakup wilayah negara Etiopia dan Eritrea. Tapi banyak yang enggak tau tuh tanaman kopi digunakan buat apa sama orang-orang sana. Menurut lu buat apa?" tanya Caca.


"Yaa mana gua tau." Sewot Tata sambil memakan Red Velvetnya.


"Hahaha... santai dong."


"Biji kopi dari Abyssina dibawa deh oleh pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas komersial. Dan sebagai minuman pertama, dipopulerkan oleh orang-orang Arab." Lanjut Caca.


"Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Pertama-tama mereka mengembangkannya di Eropa, namun iklim di sana tidak cocok untuk tanaman kopi. Terus mereka mencoba membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Mereka berhasil menggeser dominasi bangsa Arab. Salah satu pusat produksi kopi dunia ada di Pulau Jawa yang dikembangkan bangsa Belanda. Untuk masa tertentu kopi dari Jawa sempat mendominasi pasar kopi dunia. Saat itu secangkir kopi lebih popular dengan sebutan Cup of Java atau Secangkir Jawa." Jelas Caca panjang lebar.


Lalu Caca menyeruput Cappucino Icenya yang sudah tidak ada es batunya lagi. Affogatonya ? Jangan ditanya udah dihabiskan sama Tata. Caca hanya mencicipi beberapa sendok.


Ck Ck ini nih yang katanya enggak terlalu suka kopi ? Pesanan orang di ambilnya.


Si Tata jangan ditanya dia hanya mendengarkan sembari meminum Matcha Ice dan Wafflenya. Sepotong Red Velvet sudah habis tak tersisa. Caca hanya menatap sedih karena belum sempat mencicipi. Poor Caca.


"Terus asal-usul nama kopi berasal dari bahasa Arab yaitu Qahwa yang mengandung arti kuat. Menurut Wiliam H. Ukers dalam bukunya All About Coffe Tahun 1992 istilah Qahwa di Arab sebenarnya merujuk pada minuman bukan tanamannya. Para ahli meyakini kata Qahwa digunakan untuk menyebut minuman yang terbuat dari biji yang diseduh dengan air panas. Ada juga pendapat lain yang mengatakan Qahwa awalnya merujuk pada salah satu jenis minuman dari anggur atau wine gitu." Sambung Caca.


"Banyak banget deh kontroversi asal mula kata kopi ini banyak banget pendapatnya ada yang bilang dari Arab ada juga yang bilang dari tempat berasalnya di Abyssina soalnya diadaptasi dari kata kaffa nama kota daerah Shoa, Ada di Selatan Barat Daya Abissynia. Duh bingung gua satu yang penting menurut gua kopi is moodbooster gua banget haha"


"Terus-terus apa lagi ?" tanya Tata. Lah ketangihan dia.


"Nih gua mau sebutin nama-nama kopi diseluruh dunia yang diadaptasi dari bahasa Arab Qahwa. Lu mau dengar ?" tanya Caca yang dibalas anggukkan Tata dengan semangat.


"Oke gua mulai. Bahasa Turkinya, kahve. Terus bahasa Belandanya koffie biasa aja kan, kurang lebih sama penyebutannya dengan bahasa Inggris. Bahasa Prancisnya cafe sama kaya bahasa Italia tapi di sini huruf 'F'-nya double. Bahasa Cinanya kia-fey, bahasa Jepangnya kehi dan bahasa Melayunya kawa."


"Haha... lucu juga yaa bahasa Cinanya kopi kia-fey. Duhh kagak cocok gua nyebutinnya." Sahut Tata terkekeh.


"Eh, nih yaa waktu gua kecil dulu emak gua pernah kasih gua kopi saat tangan gua kena pisau. Emang ada hubungannya kopi dengan luka ? tanya Tata penasaran ?


"Ada lah, itu karena kopi banyak mengandung zat baik yang bisa digunakan untuk penyembuhan kulit yang terluka. Salah satu zat tersebut adalah kandungan antibakteri, antiinflamasi dan antioksidan. Kandungan ini membantu penyembuhan luka secara signifikan." Caca menarik napasnya sebentar. "Kopi juga mengandung senyawa fenolat yang di dalamnya terdapat dua jenis asam yaitu asam p-koumarat dan asam kafeat yang membantu menyembuhkan luka. Dan meredakan nyeri pada luka."


"Biasanya proses penyembuhan luka tanpa kopi akan memakan waktu yang cukup lama. Nah kalau pakai kopi proses penyembuhannya menjadi singkat. Kalau luka lu yang kena pisau kayak gitu mungkin memakan waktu 3 - 4 hari." Jelas Caca. Udah seperti dokter yaakk.


"Ahh udah ah capek gua ngomong panjang lebar, nih kasihan minuman gua udah pada gak berbentuk. Apalagi nih Cappucino udah enggak enak lagi. Espresso dengan Lattenya udah dingin juga." Kesal Caca.


"Lah ? Udah lu sendiri yang nawarin cerita yaa gua mah sebagai pendengar yang baik aja." Balas Tata santai.


"Iya sampai-sampai Affogato gua dan Waffle beserta Cakenya lu habisin semua gua kagak ke bagian." Dengus Caca.


"Hehe iya maaf, gua pesanin lagi deh untuk bawa pulang entar." Tawar Tata.


"Oke, itu baru teman,"


"Puas lu."


"Banget, ya hitung-hitung sebagai balasan karena gua udah kasih lu ilmu haha..." tawa Caca.


"Iyain deh," sahutnya malas. "Jadi rencana lu mau cari dia ke mana ? kalau lu berpikir dia ada di sini lu salah. Dia udah pindah di Bandung." Lanjut Tata.


"Hah !? Kok lu baru kasih tau gua!" kesal Caca.


"Yaa gua aja baru tau dari Didi." Sahut Tata.


"Didi di Bandung ?"


"Iya, ngurusin bisnis dia di sana."


"Berarti gua harus ke Bandung dong ?"


"Kan tujuan lu merantau jauh untuk ketemu sama dia."


"Iya sih." Lesu Caca.


"Tapi gua enggak punya kenalan di Bandung. Si Didi lu kan tau gua enggak terlalu akrab banget dengan dia." Lanjutnya.


"Hmm gini aja, lu ikut gua minggu depan ke Bandung, mau gak ?" tawar Tata.


"Eh beneran nih ? Lu mau temanin gua ?" girang Caca.


"Iya, gua juga mau ketemu dengan Mas Farhan, kangen gua."


"Uuuuu... kasian yang LDRan." Ledek Caca.


"Kampret! Udah cepatan habisin tuh. Setelah itu kita pulang udah siang banget nih." Omel Tata melihat jam yang sudah pukul 1 siang Duh lama juga mereka di cafe.


"Hmm iya." Patuh Caca.


Bandung tunggu Caca.


***


Hayo siapa disini yang pencinta kopi ? 😁


Jangan lupa like dan comment ya 😊🍀

__ADS_1


__ADS_2