Flash Of Love

Flash Of Love
Belum Selesai


__ADS_3

Tissa masuk ke dalam ruangan mama Ratna menyapa dan mengobrol dengan mama Ratna. Seperti biasa Dafa hanya memperhatikan dua wanita itu berbincang bincang.


Setelah Dafa selesai mengurus kepulangan mama Ratna dari rumah sakit, Tissa membantu merapikan barang barang mama Ratna. Meski sudah dilarang untuk melakukan pekerjaan itu Tissa tetap kekh dengan alasan sudah terbiasa.


Di kediaman Dafa....


"Tissa... kamu tinggal di kos an sendirian sayang?" Tanya mama Ratna.


"Ehmm..iya ma, Tissa memang tinggal sendirian, emang kenapa ma?" ucap tissa.


"Kalau menurut mama, kamu itu tidak baik tinggal sendirian. kamu itu kan perempuan harusnya Dafa jagain kamu, tapi karena Dafa sibuk ngantor jadi dia sulit membagi waktu..jadi menurut mama sebaiknya kamu tinggal di rumah saja sayang.." Ucap mama Ratna panajng lebar pada Tissa.


"Maksud mama rumah siapa ya ma?" Tanya Tissa. Dia sebenarnya tau maksud mama Ratna menyruhnya tinggal di rumah istana milik Dafa tapi dia mau memastikan lagi dengan pura pura tidak faham.


"Ma... kalau Tissa tidak mau jangan dipaksa dong ma.." Ucap Dafa yang duduk di samping mama Ratna.


Mama Ratna yang berada di sebelah Dafa langsung mencubit pinggang Dafa sambil melotot. Dia kesal anaknya itu bisa saja menggagalkan rencana untuk makin dekat dengan calon mantunya.


"Eh... maksud mama tinggal disini sayang.." Kalau kamu disini kan kita jadi gak kesepian mama jadi punya temen dan kamu jugak gak akan sendiri lagi karena bakalan ada yang nemenin kamu yaitu mama dan Dafa" Ucap mama Ratna lembut.


"Duh.. ****** gw, beberkan apa yang gw tebak. Gw kan rencananya hari ini mau selesai tapi kalo kayk gini gimana jalan ceritanya........" Batin Tissa tiada henti memikrkan kelanjutan dramanya.


"Ya gak papa kan sayang... kamu mau kan nemenin mama disini.., mama ngerasa nyaman banget waktu kamu rawat mama dirumah sakit. Gara gara kamu mama jadi tambah sehat" Ucap mama Ratna semangat untuk membujuk Tissa.


"Ehmm gimana ya..." Ucap tissa cengengesan sambil menatap Dafa yang tengah menggeleng gelengkan kepalanya. Dafa tau maksud dari mananya adalah agar keinginan mama selama ini untuk menikahkan Dafa dan Tissa terwujud. Dan mama Ratna juga punya keinginan yang kuat terhadap anaknya yang sudah diketahui Dafa.


"Oh...yaudah deh kalon kamu nya gak mau. Mama gak akan maksa.. yaudah mama ke kamar dulu ya sayang.." Ucap mama Ratna dengan nada yang pelan memperlihatkan ekspresi kecewa yang disertai dengan ekspresi ekspresi tambahan yang sengaja dibuat mama untuk mendramatisir keadaan.

__ADS_1


Baru saja mama Ratna beridri dari duduknya, drama nya sudah berhasil membuat Dafa menghentikan langkah sang mama.


"Ma...iya Tissa akan nginap disini. Tapi gak akan lama, Tissa cuma bisa tiga hari. Dafa gak enak sama orang tua tissa, masak iya Dafa Bawak anak gadis orang tinggal satu atap sama yang belum muhrimnya." Ucap Dafa menerangkan panjang lwbar pada namanya sambil membawa bawa pasal agama.


"Terimakasih ya sayang... " Ucap mama Ratna pada Tissa sambil memeluk gadis itu.


Dafa hanya melihat jengah mamanya yang selalu sukses dengan segala macam drama dan peran yang dimainkannya.


"Ehmmm..ma Tissa ke kos an dulu ya? Tissa kan perlu ambil barang barang. karena Tissa gak Bawak apa apa kesini." Ucap tissa pada mama Ratna.


"Oh... masalah itu kamu tenang aja sayang...kamu gak perlu bawka baju. Disini nanti akan ada baju untukmu." Ucap mama Ratna manis.


"Oh ya kamar Tissa dimana ma?" tanya tissa.


Mama Ratna pun menyuruh bi Mina pelayan dirumah Dafa untuk menunjukkan kamar Tissa yang ternyata kamar Dafa.


"Ini non, kata nyonya nona disuruh tinggal di kamar ini" Ucap bi mina.


Sementara di kamar mama Ratna.. Dafa duduk di tepi ranjang mamanya. Dia senang karena mamanya sudah sembuh. Tapi dia juga agak kerepotan dengan tingkah manja mamanya dan juga berbagai permintaan nyeleneh sang mama yang tentu menyulitkannya.


"Sayang, jadi kamu kapan mau nikahin Tissa hmmm" Tanya mama Ratna dengan lembut.


"Ma..Tissa itu kan masih muda, umurnya baru aja 20 tahun. Dia mungkin gak mau buru buru nikah jadi aku gak pernah bisa maksain dia." Ucap Dafa beralasan.


"Ya...kamubkan bilang 'mungkin' berati bisa iya bisa enggk dong. Kamu nya aja yang gak pernah nanyak ke Tissa kan?" Tanya mama Ratna yang sangat meneliti perkataan putranya.


"Aku kan pacaran sama Tissa Uda lama ma. Jadi aku tau kalo dia itu belum siap nikah. Dia juga selalu jaga jarak sama aku. Dan mungkin mama yang nekan dia buat tinggal disini itu, mungkin aja dia tertekan ma...." Ucap Dafa lagi yang berharap bisa mengelak dari permintaan sang mama.

__ADS_1


"Nah.. karena itu sayang.., kamu bilang kamu sama Tissa pacaran Uda lama. Jadi ini saatnya kamu ke arah yang lebih serius kan kamu yang bilang dia jaga jarak sama kamu. Jadi biar kalian bisa Deket lagi kanuu secepatnya nikahin dia ya sayang..." Ucap mama Ratna yang sanggup menjawab alasan putranya.


**Mama Ratna teliti banget, Dafa jadi gak ada alsan wkwkwkwkwkwk**


"Yaudah la terserah mama. Aku capek aku ke kamar dulu ya ma.." Kata Dafa pasrah dengan kehendak mamanya


Di kamar mandi kamar Dafa.....


Ceklek....


Pintu kamar Dafa terbuka dia tidak tau bahwa Tissa ada di dalam kamar mandi. Begitupun Tissa dia tidak tau Dafa sudah satu kamar dengnnya.


Ceklek.....


Sekarang Tissa sudah keluar dari kamar mandi dia keluar dengan memakai handuk sepaha dan memperliahtkan bagian atas dadanya, memperlihatkan dengan jelas leher jenjang miliknya karena Tissa menggulung rambutnya ke atas.


Glek....


Dafa menelan salivanya melihat pemandangan yang menggiurkan tepat didepannya.


Tissa yang baru keluar dari kamar mandi itu segera menyadari ada Dafa di kamar itu dan sedang menatapnya lekat membuat Tissa ketakutan.


Tissa menyadari kebodohannya yang tidak tahu ini kamar Dafa. Padahal jelas jelas di kamar itu sudah ada banyak Poto Dafa dan penampilan kamar itu bukan seperti kamar tamu. Saat itu Tissa sangat gerah dan kelelahan jadi dia memutuskan untuk segera mandi.


"Lo... kenapa liat gw kyak gitu ha....." Ucap tissa pura pura santai. Dia memegangi erat handuknya dan menutupi bagian dadanya. Dia benar benar sangat takut karena Dafa terus menatapnya.


"Duh.. ni orang kenapa sih...natap gw kok kayak liatin rendang...gw harus gimana nih, gw...apa lari aja ya..tapi kan gw gak pake baju. jangan sampek ni orang nyentuh gw. gw Uda janji bakal jagain tubuh gw untuk calon suami gw nanti.ya... walaupun gw belum punya calon.

__ADS_1


Batin Tissa panjang lebar, dia sempat memikirkan masa depannya yang belum pasti. Dia berpikir cukup lama hingga membuat Dafa leluasa memandang tubuh indah itu. Dafa berkali kali menelan ludahnya tubuh nya sudah berjalan mendekati Tissa tanpa melepaskan tatapannya ke arah Tissa.


Ikutin terus ya..karya author yang pertama ini..... dukung and jangn lupa untuk like, vote dan yang paling penting komennya🤗


__ADS_2