Flash Of Love

Flash Of Love
Kesepakatan yang menguntungkan


__ADS_3

"Ehmm jadi begini saya hanya ingin meminta kamu kembali ke perusahaan saya" Ucap pak Andi terbata.


"Apa? setelah bapak menghina dan mempermalukan saya sekarang bapak mau saya kembali ke perusahaan bapak? maap pak tapi saya tidak sebodoh itu." Ucap tissa datar dengan tatapan yang sinis kepada pak Andi.


"Tissa saya mohon, hanya kamu yang bisa membantu saya saat ini, saya tau saya salah, saya datang kesini untuk meminta maaf padamu dan meminta kamu untuk kembali ke perusahaan saya." Mohon pak Andi sambil menundukkan tubuhnya hampir bersujud di kaki tissa.


"Eh apa yang bapak lakukan? saya memang sangat kesal pada bapak tapi bapak tidak perlu sampai seperti ini." Ucap tissa sambil membangunkan Andi dari posisinya yang hendak bersujud di kaki Tissa.


"Saya tau kamu anak yang baik Tissa. Saya menyesal telah berbuat salah kepadamu. Tolong la kembali ke perusahaan saya. saya ingin memberikanmu sebuah kesempatan untukmu agar kamu bisa segera mendapat uang untin biaya operasi ayahmu." Ucap pak Andi mencoba membujuk Tissa.


Tissa yang teringat kepada sang ayah langsung teridam sejenak. Dia mencoba menimbang nimbang keputusan yang akan diambilnya.


"Ehmm memangnya benar saya akan bisa cepat mebdapatkan uang itu pak?" Tanya Tissa meninggalkan lamunanya.

__ADS_1


"Iya benar, kamu akan segera mendapatkannya bahkan mungkin kau sudah bisa mendapatkan uang itu besok. Jangan berfikir yang macam macam tentang hal ini, hal ini tidak akan merugikanmu. justru menurut saya ini akan sangat menguntungkanmu." Ucap pak Andi menjelaskan.


"Hal apa yang bapak maksud? dan bagaimana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu hanya dalam satu hari?". Tanya Tissa yang penasaran kepada pak Andi.


"Datanglah besok ke kantor, kamu akan mendapatkan jawabannya." Jawab pak Andi dan lalu dia permisi pergi kepada Tissa.


Tissa yang melihat perubahan sikap mantan bossnya itu sangat terheran. Dan dia juga bingung tentang masalah uang yang akan bisa didapatnya hanya dalam waktu satu hari.


"Apa pak Andi akan memberikanku gaji tiga kali lipat? akh..... tidak mungkin dia pasti akan rugi, apalgi dia itu kan orangnya lumayan pelit jugak." Tissa terus berfikir hingga dia tertidur lelap.


Sesampainya di kantor.......


"Kau sangat lambat" Ucap seorang pria tampan yang berada di belakng Tissa.

__ADS_1


Tissa yanh baru saja masuk ke dalam kantor pak Andi langsung menoleh ke arah belakang setelah mendengar sebuah kalimat dari pria tinggi dan tampan yng tak lain adalah Dafa.


"He.. Lo cowok rabun ngapainn disini?" Tanya Tissa pada Dafa


"Enak aja kamu bilang aku rabun. Jelas jelas yang waktu itu." Ketus Dafa pada Tissa yang sudah mengerti maksud dari kata pria rabun yang Tissa ucapkan.


"Yaudah deh... terserah elo. Lo ngapain disini? keluar gihh.. gw ada urusan sama pak Andi." Ucap tissa pada Dafa sambil memainkan ponselnya.


"aku juga ada urusan sama pak Andi, jadi gak masalah dong kalo aku nunggu nya disini jugak."Jawab Dafa pada Tissa.


"oh...... Yuadah deh terserah." Ucap tissa datar.


"Tuan muda dan Tissa sudah berjumpa ya? maap kalo begitu saya akan serahkan kelanjutan hak ini pada tua muda." Kata pak Andi lalu keluar lagi dari ruangannya yang baru saja dimasukinya.

__ADS_1


"kok pak Andi manggil dia tuan muda? apa dia pemilik perusahann ini kali ya?... " Batin Tissa.


__ADS_2