
Baru beberapa langkah Dafa mendekat ke Tissa Dafa lalu berhenti dia menggeleng gelengkan kepalanya dan kemudian berjalan ke luar kamar tanpa melihat Tissa.
"Astaghfirullahaladzim daf...ingat Lo itu anak Baek baek. Lo gak akan ngancurin anak orang...sadar daf..sadar..."
Dafa membatin dia berbicara pada dirinya sendiri. Dia coba mengendalikan dirinya yang sudah terpacu hasrat dan tubuhnya sudah mengeras. Dafa tidak mau berfikir panjang dia pergi dari rumah untuk menangkan hatinya dengan menemui sahabatnya Arsya.
"Assalamualaikum.." Ucap Dafa pada pria yang tengah mengerjakan sesuatu pada laptopnya. Pria itu adalah Arsya sahabat Dafa. Arsya adalah seorang yang ahli dibagian fisika dia sangat pintar dia lulus dari universitas tinggi di luar negeri. Dia bekerja di nasional lab Indonesia. Jadi bisa dibilang dia itu ilmuwan.
"Waalaikum salam.. Tumben Lo datang ke sini" Ucap Arsya datar pada Dafa lalu kembali menatap layar laptopnya.
"Lo kokk kayak gak ikhlas gitu sih.. gw lagi pusing di rumah makanya gw ke sini sekalian cerita cerita sikit la.." Ucap Dafa santai.
"Ehmm... ya terserah Lo asal jangan bikin gw berpikir keras buat ngasih solusi sama Lo, gw lagi sibuk" Ucap Arsya santai. Arsya sudah hafal dengan sifat Dafa yang selalu meminta solusi lebih untuk setiap masalahnya yang akhirnya ikut membuat Arsya pusing.
"Nyokap gw nyuruh gw nikah..dia masih kekeh sama permintaanya itu. gw pusing sya.. , malah gw gak bisa nolak keinginannya" Ucap Dafa mencurahkan masalahnya pada Arsya yang selalu memberikan solusi untuknya.
"Yaudah kalo gitu Lo nikah aja" Ucap Arsya simple. karena pada akhirnya pasti itulah keputusan yang diambil Dafa.
__ADS_1
"Lo gimana sih sya.. gw kan masih pacaran sama alyndra" Ucap Dafa kesal dengan pendapat Arsya.
"Jangan panggil gw 'Sya'... " Ucap Arsya dengan pandangan datar pada dafa. dalam hal ini Dafa hanya diam tak berkutik dia tidak marah lagi dia malah ciut melihat tatapan datar Arsya yang sangat menusuk.
"Iya deh.. iya, gw kebiasaan. Lo jangan natap gw gitu dong... entar gantengnya ilang Lo.." Ucap Dafa santai menutupi rasa takutnya dengan mengatakan fakta kegantengan Arsya yang memakai kaca mata dengan rambut yang sedikit acak acakan karena dia sedang bekerja di laptopnya. Jika bisa dibandingkan kegantengan Arsya tidak kalah dengan dafa. Hanya saja Arsya sangat dingin karena itu banyak wanita yang menyukainya diam diam karena takut dengan dinginnya Arsya.
"Ehm... Lo masih pacaran sama alyndra? gw kira Lo Uda lupa sama dia. bukannya Lo sering main cewek ya?" Ucap Arsya datar.
"Ya masih la.. gw itu cinta mati sama dia, dia juga gitu ke gw cinta kami itu sejati" Ucap Dafa bucin.
"Si alyndra gak mau nikah, dia bilang dia mau fokus sama karirnya". Ucap Dafa datar dengan raut wajah kecewa mengingat penolakan alyndra.
"Dia masih jadi balerina?" ucap Arsya datar sambil terus menatap laptopnya.
"Iya.. katanya dia gak mau nikah gara gara mau fokus sama impiannya jadi angsa putih di pangggung balet Perancis". Ucap Dafa datar.
"Emang berapa lama impiannya itu terwujud? kalo emang Lo cinta sama dia yaudah Lo tungguin dia sampai impiannya terwujud." Ucap Arsya yang sekarang lebih memperhatikan masalah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Gw juga masih bisa nungguin dia walaupun ya sulit. Tapi masalahnya itu nyokap gw gak suka sama dia, karena dia lebih milih karirnya dan dia gak bisa nurutin keinginan utama nyokap gw nyuruh gw cepet nikah. Dia juga terus nolak gw buat tunangan. Dia bilang dia takut gw ngekang dia. Nyokap gw makin gak sukak sama sikapnya yang selalu nolak gw".
"Kalo gw diposisi Lo sih.. gw bakal lebih tegas sama alyndra. Kalo emang bener cinta sama Lo dia pasti nunjukin perasaany itu dengan cara percaya sama Lo sepenuhnya dan Nerima tawaran tunangan dari Lo. Dan buat ngatasin nyokap lo. Lo harus yakinin dia, dan balik lagi ke alyndra dia harus bisa rebut hati nyokap Lo agar mau nungguin dia berkarir. Dan intinya Lo harus tunjukin perasaan Lo ke dia dan tegaskan dengan cara baik perasaan Lo itu supaya dia ngerti ini serius. Dan kalian emang harus bicarain ini secara langsung untuk saling ngebuktiin perasaan kalian yang sebenarnya.
"Dia sekarang ada di Rusia. dia masih belajar balet disana, gw Uda pernah nemuin dia kesana. Ya tapi dia sudah diajak ngobrol karena hampir 24 jam dia terus latihan".
"Dia gak bisa luangin sedikit waktu untuk ngomng serius sama Lo?" Ucap Arsya yang sudah semakin mendalami masalah sayabatnya itu.
"Kalo waktunya sedikit susah di ajak ngobrol. gw pernah langsung to the point tapi dua malah nganggap sepele dan nyruh gw nungguin lagi. dia selalu ngelak kalo ngebahas itu".
"Dia egois" ucap Arsya santai. Arsya ikut pusing memikirkan masalh sahabat nya yang ternyata benar benar serius.
"Apa gitu ya..tapi gw yakin dia cinta sama gw sya.., dia selalu telpon gw. Dan dia juga ga pernah morotin gw" Ucap Dafa menciba meyakinkan dirinya sendiri.
"Yaudah Lo cobak aja metode dari gw yang tadi" Ucap Arsya mencoba membantu sahabatnya.
"ok.. makasih ya sya.., Lo mau dengerin curhat gw dan ngasih solusi.." Ucap Dafa lalu pamit pergi.
__ADS_1