Flash Of Love

Flash Of Love
Aku Juga Mencintainya


__ADS_3

Double date mereka selesai. Mobil Rasya sebelumnya sudah bergerak untuk mengantar Tissa pulang. Dua bocah kembar itu tertidur, Terpaksa Dafa dan Rasya yang menggendong anak kembar itu.


Kini di dalam mobil itu hanya tersisa tiga orang. Tiga manusia yang dulunya bersahabat dekat. Hening suasana terpelihara didalam mobil Rasya. Tidak ada satupun yang membuka suara.


"Sya...kamu suka Tissa ya?" Alyndra, Suara gadis inilah yang akhirnya memecah keheningan.


"Iya" Jawaban datar dari pria Es ini hanya mendapat balasan 'Oh' ria dari alyndra.


Tidak untuk Dafa, Pria yang berada di kursi depan samping Rasya ini tiada berhenti mengumpat. Bagaimana bisa suara si makhluk Es itu terdengar biasa saja sedangkan dia sedang memberitahukan isi hatinya, Walaupun bukan pada Tissa.


"Kamu juga kan dafa?" Tanya alyndra lagi. Susah payah gadis itu mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada dua orang ynag disukainya ini.


"Apapun jawabannya nanti, Aku akan coba ikhlas. Cukup aku egois sampai disini. Aku gak akan maksain perasaan lagi" Batin alyndra sebelum dia bertanya pada dua orang itu.


Dafa tidak menjawab pertanyaan alyndra, Dia sendiri bingung apa yang harus dijawabnya. Dia rasa dia tidak bisa menyangkal itu, Namun untuk membenarkan, Rasanya lidahnya berat saat ini.


"Kamu belum sadar, Kamu suka dia?" Tanya alyndra lagi.


"Aku rasa Aku juga mencintainya" Ucap Dafa. Pandangannya lurus ke depan menatap jalanan.


"Kalian bersainglah secara sehat, gimanapun kalian tetap sahabat kan?" Ucap Alyndra.


Rasya tersenyum tipis, akhirnya Dafa mengakui perasaanya.


"Itu pasti" Ucap dafa. "Makasih Alyndra, Maap aku buat kamu kecewa" Ucap Dafa lirih.


"Hey...Siapa yang kecewa?" Ucap alyndra dengan riangnya.


"Inilah saatnya aku jujur" Ucap alyndra Dala. hati.


Dafa menatap alyndra yang wajahnya biasa saja seperti tidak ada ynag terjadi.


"Maksud kamu?" Ucap Dafa dengan kerut dahinya. Rasya tersenyum tipis, Dia tau apa yang akan dikatakan Alyndra.


"Aku tuh sukanya sama Rasya tauu?" Ucap alyndra dengan menaikkan dagunya.


"Sudah kuduga" Jawab Dafa enteng. Dafa membenarkan posisi duduknya.


Mereka terus tersenyum sendiri. Alyndra bersyukur setidaknya persahabatan mer ka kembali seperti dulu. Walaupun perasaanya tak terbalas, Tapi pernah dicintai kedua orang itu sudah menjadi kebahagiaan baginya, Walau hanya sebatas teman.


"Lo harus tau daf..Gw gak akan nyerah" Ucap si Es Rasya.


"Yaelah....si Es udah bisa ngomong ternyata, Semangat amat mas" Ucap Dafa mengejek.


Rasya terkekeh pelan, Hanya sekilas tapi bisa dilihat senyumnya itu sangat manis. Dafa pun ikut tertawa walau hanya tawa gambar. Munafik baginya jika dia terlalu akrab pada Rasya yang sekarang statusnya adalah saingannya.

__ADS_1


"Siapa cepat dia dapat" Ucap alyndra teoat ditengah tengah dua pria itu.


Mereka bertiga kembali tertawa, Walau hanya tawa sekilas tapi memberi kebahagiaan tersendiri bagi ketiganya.


Dafa dan Rasya sudah membuat strategi masing masing untuk meluluhkan hati Tissa yang tidak diketahuinya siapapun isinya kecuali Allah dan Tissa sendiri tentunya.


Sedang Alyndra akan bertekad menjadi penghitung poin dua pria itu. Alyndra akan menilai siapa yang lebih pantas untuk wanita baik saperti Tissa.


Mobil Rasya berhenti di depan gedung apartemen alyndra. Alyndra membuka pintu mobil, Sebelum keluar alyndra menatap dua sahabat nya.


"Besok ada undangan party temen gw, Kalian siap siap ini bisa jadi kesempatan kalian. Gw akan ngajak Tissa besok. Kalian siapkan aja nyali tinggi tinggi. Tempat nya nanti gw WhatsApp" Ucap alyndra seraya mebaik turunkan alisnya.


Alyndra keluar dan pergi menjauh dari mobil Rasya. Alyndra tersenyum manis dia lega setelah mengakui yang sebenarnya dan melepas perasaanya.


_______________________


Rasya sudah mengantar Dafa pulang, Kini Rasya berada di kamarnya. Setelah membersihkan diri dan berpakaian Rasya merebahkan dirinya di kasur empuk miliknya.


Pikirannya bergelayut entah kemana memikirkan apa yang akan dilakukan nya besok.


Begitu juga yang terjadi di kamar Dafa, Dafa tengah merenungi apa yang akan dilakukannya besok.


Kata kata alyndra benar benar memacu tekad dua pria itu untuk menyatakan perasaanya pada wanita pujaan hati mereka.


Itulah yang terbesit dihati dua pria itu. Pikiran mereka berkutat mempersiapkan diri. Lain lagi dengan yang terjadi di kamar Tissa, Gadis itu tidak tau kejutan apa yang akan menyapanya esok hari.


Tissa sudah larut dalam tidurnya. Tidak ada beban pikiran sama sekali, Gadis itu bahkan sudah merasakan manisnya mimpi.


__________________


Pagi menyapa indah, Pagi ini keadaan kembali seperti biasa. Keakraban anatara Tissa dan Rasya juga renggangnya hubungan Tissa dan Dafa.


Tapi hal ini mungkin hanya berlaku di pagi hari. Untuk malam hari? Tentu belum ada yang tahu kejutan untuk mereka masing masing akan datang pada malam hari ini.


"Haii Tissa..." Sapa Alyndra, gadis itu mendatangi Lab tempat Tissa bekerja.


"Haii Alyndra..Kenapa kesini?" Tanya Tissa.


"Aku mau nemuin kamu lah" Ucap alyndra.


"Oohh," Ucap Tissa.


"Rasya mana? Kok gak keliatan?" Tanya Alyndra.


"oh Itu kasya hari ini gak masuk, Katanya ada urusan"

__ADS_1


Alyndra tersenyum, Pasti lah pria Es itu mempersiapkan nyalinya untuk malam ini.


"Kamu udah waktunya pulang kan?" Tanya alyndra


"Iya, ini aku siap siap mau balik" Ucap Tissa.


"Pulangnya sama aku aja ya.., Sekalian ada yang mau aku omongin..Eitss ingat ya gak ada penolakan" Ucap Alyndra dengan riangnya.


Tissa pasrah, Dua menaiki mobil alyndra. Set lah banyak bercengkrama akhirnya Tissa memberitahukan bagian pentingnya.


"Aku gak ada hubungan lagi sama Dafa" Ucap Alyndra fokus menatap jalan.


"Ha? Kok bisa? Kapan Al?" Tanya Tissa.


"Sebenarnya kami dari dulu emang gak ada hubungan, Cuma akrab aja..."


"Jadi Dafa gak cinta sama kamu Al?"


"Kayanya sih enggak, Dia cinta sama cewek lain" Ucap alyndar seraya menatap lekat wajah Tissa.


"Gitu ya.." Ucap Tissa lirih.


"Nanti malam kamu ikut aku ya..." Ucap Alyndra.


"Ngapain?"


"Temanku ultah, Aku gak ada temen, Kamu ikut ya?"


"Ah tapi....."


"Iss jangan nolak la..pliss mau yaaa" Ucap alyndra memelas.


"Yaudah deh oke"


"Nah gitu dong...."


"Nanti malam kamu kujemput"


"Iya.."


Setelah lumayan lama berkendara, Mobil alyndra berhenti di area kos kosan Tissa. Tissa berterimakasih pada alyndra tekha mengantarnya pulang. Tak terlalu banyak basa basi, Alyndra melajukan mobilnya meninggalkan area kos kosan Tissa.


Tissa membersihkan diri, Berpakaian dan makan ala kadarnya untuk mengurangi rasa laparnya akibat bekerja.


Berkutik dengan ponsel, Tissa lalu pergi menuju alam mimpi meninggalkan dunia realita untuk sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2